<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1611356771716981006</id><updated>2012-02-05T11:20:13.586-08:00</updated><category term='sejarah'/><category term='agama'/><category term='Teknologi Informasi'/><category term='travelling'/><title type='text'>Jurnalis Menulis...</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://jurnalisjh.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1611356771716981006/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalisjh.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Jurnalis JH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09859824603444744312</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SSTWJgz8gEI/AAAAAAAAAAk/RSbC5cL1K4o/S220/di+bawah+saksi+Proklamasi.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>25</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1611356771716981006.post-2140515459151273603</id><published>2010-11-29T20:25:00.000-08:00</published><updated>2010-11-29T21:16:28.830-08:00</updated><title type='text'>Batam; Industri, Wisata dan Belanja nya Indonesia</title><content type='html'>Krueng Cut, Banda Aceh 8 Agustus 2010&lt;br /&gt;--------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telepon berdering, kring… memecahkan canda saya dengan teman-teman yang sedang dalam perjalanan ke Ladong, Aceh Besar untuk menyantap ikan bakar. Masih terlalu pagi untuk menikmati makanan khas pantai timur Aceh besar ini, tapi karena ini adalah hari minggu terakhir sebelum masuk ke bulan suci Ramadhan, persepsi kita saat itu, pantai ini akan sangat ramai nantinya. Inti dari pembicaraan telepon ini adalah, saya akan dikirimkan ke Batam untuk kerja sama dengan salah satu indutri, dan harus siap berangkat besok Senin dalam waktu 6 bulan ke depan. Ups, 6 bulan di Negeri Orang (Again….!!!!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Okeh, ilmu Manajemen Bisnis yang saya pelajari selama 2 tahun di Kampus yang katanya terbaik di Indonesia (tapi nyatanya registrasinya pun masih manual, Institut Top Banget), menyatakan Karyawan yang siap untuk maju dan sukses adalah Karyawan yang siap diberikan tugas kapan saja, se-mendadak mungkin, tapi dengan pemikiran yang mantap. Karena terbawa prinsip itu, kata-kata OK nyaman aja keluar dari mulut saya, dan baru 1 jam kemudian berpikir; “Edan.. Bulan puasa di daerah yang belum dikenal, jauh dari keluarga, kerja, dan bakal ber-Lebaran di sana juga”.. But, it’s temporary feeling, Batam is so Amazing…. Cekidot….!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batam, sejak 9 Agustus 2010 dan seterusnya&lt;br /&gt;------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandara Hang Nadim International, menyambut para penumpangnya dengan ruangan yang sangat minimalis dengan pengaturan, siapa saja yang akan terbang dari Batam, akan dengan mudah melihat siapa saja yang baru datang di Batam. Alur kedatangan dibuat melewati semua bagian ruang tunggu terminal keberangkatan penumpang, alhasil, saya mendengar dari salah seorang penumpang di ruang tunggu; “wah, ada orang kampung datang ke Batam ni…”, haha becanda saya.. Bandara Hang Nadim diambil dari nama seorang Pahlawan Batam, Hang Nadim. Selain dari jalur udara, Batam juga bisa diakses dari laut, ada 5 pelabuhan ferry di Batam, yaitu Batam Centre, Batu Ampar (Harbour Bay), Telaga Punggur, Waterfront City, dan Sekupang. Beberapa dari pelabuhan itu dapat menyeberangkan kita ke Singapura dan Malaysia, selain dari Dumai, pulau Bintan dan Johor Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taksi dari kantor yang dipesan tempat saya bekerja sudah menunggu. Oke, sekilas saya bangga juga nih, hal yang biasa saya liat di TV, seseorang mengangkat sebuah kertas bertuliskan nama anda menunggu kedatangan anda dari dalam bandara, terjadi disini. “Jurnalis, Politeknik Aceh”, hoho.. tulisan tidak rapi kelihatan oleh saya diangkat oleh supir taksi, agak sedikit botak dan pendek untuk ukuran tubuh kekarnya, yang kemudian saya kenal dengan nama Pak Jerry.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan dari Bandara ke Mess, saya banyak bertanya ke pak Jerry tentang Batam, mulai dari hal-hal bersifat adat, agama, kebiasaan modern, dan lain-lain. Pertanyaan ini biasa saya tanyakan kepada siapa saja penduduk asli sebelum saya memasuki sebuah kota untuk dijelajahi, selain untuk lebih akrab dengan penduduk lokal, informasi ini sangat penting agar kita tidak salah tingkah dalam prilaku kita di lingkungan orang lain. Karena meski kita ber-Tunggal Ika, tetap saja kita itu ber-Bhienika. Tiap daerah punya cara dan tradisi sendiri untuk hidup. Pelajaran pertama; dimana bumi diinjak, disitu langit dijunjung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari kedua di Batam, langsung masuk kantor, briefing dengan pimpinan Proyeknya, bertemu dengan manager Riset and Development (RnD) dan Manager Produksinya tentang ruang lingkup proyek yang akan ditangani dan target-target yang ingin dicapai. Tapi tulisan ini bukan Laporan Pertanggungjawaban kerja, jadi hal-hal membosankan itu tidak perlu ikut diceritakan disini. Tulisan ini adalah tentang Batam, dengan teman tulisan, Jalan-Jalan di Batam. (Jalan-Jalan biasanya sangat kontradiktif dengan kerja, mulai dari pengertian, hingga sampai kepada prosedurnya, tapi kalo anda bisa jalan-jalan sambil kerja, kenapa nggak? Pelajaran kedua; sambil menyelam minum air&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Batam, kota Industri yang sangat beragam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kota Batam adalah kota terbesar di provinsi Kepulauan Riau. Kota Batam merupakan sebuah pulau yang terletak sangat strategis karena terletak di jalur pelayaran internasional. Kota ini memiliki jarak yang dekat dengan Singapura dan Malaysia. Kota Batam merupakan salah satu kota dengan pertumbuhan terpesat di Indonesia. Ketika dibangun pada tahun 1970-an awal kota ini hanya dihuni sekitar 6.000 penduduk, dan menurut data Sensus penduduk pada Juni 2010 Kota Batam telah berpenduduk 1.025.044 jiwa dan merupakan kota terbesar dan terpadat ketiga populasinya di Sumatra setelah Medan dan Palembang. Banda Aceh? Tunggu saja perkembangannya…haha (sumber: wikipedia)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/TPSClA-laFI/AAAAAAAAA4A/RD9enn2BH3c/s1600/220820101007.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/TPSClA-laFI/AAAAAAAAA4A/RD9enn2BH3c/s320/220820101007.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5545200613629192274" /&gt;&lt;/a&gt;Pulau Batam dihuni pertama kali oleh orang melayu dengan sebutan orang selat sejak tahun 231 Masehi. Pulau yang pernah menjadi medan perjuangan Laksamana Hang Nadim dalam melawan penjajah ini digunakan oleh pemerintah pada dekade 1960-an sebagai basis logistik minyak bumi. Pada dekade 1970-an, dengan tujuan awal menjadikan Batam sebagai Singapura-nya Indonesia, maka Pulau Batam ditetapkan sebagai lingkungan kerja daerah industri yang dikelola oleh Badan Otorita Batam (BOB). Kota Batam, sedikit lebih luas dari Singapura, tetangga dekatnya yang kalau cuaca bagus, di beberapa tempat kita bisa melihat dari kejauhan gedung-gedung pencakar langit Singapura. Tapi untuk Negara Surga Belanja dan Hiburan ini, lain waktu akan saya jelajahi, dan pastinya akan jadi bahan tulisan saya lagi. Agama di Batam sangat beragam, karena sebagian besar penduduk batam adalah pendatang. Banyak saya jumpai saudara-saudara kita dari Jawa, Sunda, Batak, Padang, Melayu dan Aceh. Jadi jangan heran kalau di Batam ini, berbagai bahasa bisa kita dengar di kehidupannya, tergantung dengan siapa kita bicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada paling nggak 5 pusat keramaian di Batam. Pertama Batam Centre, pusat pemerintahan Batam. Segala bentuk administrasi diurus disini. Ada pula Mall yang berserakan, pelabuhan ke Singapura, dan kantor Otorita Batam. Kedua Nagoya dan Jodoh, daerah ini dikenal dengan surganya belanja di Batam. Ketiga Sekupang, lebih dikenal karena dulu pusatnya Batam disini, jadi sekarang biasa aja. Keempat Batu Aji, banyak perumahan di sana. Dan kelima adalah Muka Kuning, ini pusatnya Industri di Batam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertumbuhan ekonomi Kota Batam paling tinggi dibanding daerah lain di Indonesia (pendapat ini keluar dari orang Batam sih, jadi sumbernya masih sangat diragukan, hhe). Tapi kalau melihat pertumbuhan penduduknya (bukan dari faktor kelahiran, tapi dari faktor mobilisasi penduduk), dan juga dari Industri yang ada di Batam, bisa jadi pendapat itu benar. Batam adalah surganya Industri Indonesia. Saya pernah berkunjung ke Jababeka Cikarang, Kawasan Industri Medan, dan Kawasan Industri Bandung Selatan, gak ada yang lebih teratur dan banyak Industrinya seperti di Batam. Mungkin karena statusnya sebagai pelabuhan bebas (Free Trade Zone) dan berada pada jalur ekspor impor, membuat industri bisa dengan sangat mudah mendapatkan bahan baku dan gampang mendistribusi Finish Good produksinya. Ada lebih dari ratusan industri di Batam yang terpusat pada daerah tertentu seperti di Sekupang, Batamindo Industrial Park di Muka Kuning, Tanjung Uncang, Kuang Huwa dan Kabil. Kebanyakan industri di Batam bergerak di bidang Elektronik, Komputer, Perkapalan, Pipa, dan berbagai Industri lainnya yang jumlahnya tidak sebanyak Industri Elektronik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Yang Unik di Batam&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Karena statusnya sebagai pelabuhan bebas, banyak barang-barang elektronik yang dijual dengan status Black Market di Batam. Banyak pula elektronik-elektronik China yang super duper murah di Batam, tapi maaf, dengan kualitas yang juga murahan. Status ini juga menjadikan Batam beberapa tahun yang lalu, menjadi tempat “buangan” mobil Singapura. Mobil di Singapura makin lama tahun pemakaian, makin mahal harga pajaknya, makanya orang Singapura jarang pakai mobil 5 tahun lebih, karena pajaknya bahkan bisa lebih mahal daripada beli mobil baru, makanya mobilnya dibuang ke Batam dan Sabang. Ya namanya orang kita yang sebutannya Mobil, mau buangan mau apa kek, tetap aja keren. Jadi mobil di Batam, 1 dekade lalu, sangat murah. Penduduk bisa membeli mobil mewah Singapura dengan merek yang sama sekali tidak ada di indonesia, dengan harga 20-40 jutaan. Makanya di Batam ini mobil-mobil Singapura bertahun 1990an-2000an, mendominasi jalanan Batam. Ada yang dijadiin mobil pribadi, ada pula yang dijadiin taksi. Pernah kebayang Mercy dengan harga 30 juta? Ya di Batam. Tapi sama dengan di Sabang juga, mobil ini Cuma bisa dipakai di Batam saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/TPSCjvsOATI/AAAAAAAAA34/yKA1NaYV86Q/s1600/22082010960.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/TPSCjvsOATI/AAAAAAAAA34/yKA1NaYV86Q/s320/22082010960.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5545200591808889138" /&gt;&lt;/a&gt;Bicara taksi di sini, cara kerja taksi disini mirip dengan angkot. Supir taksi bisa menaikkan penumpang dimana dan kapan saja dia mau, asal tidak lebih 4 orang. Jadi tidak ada privasi di taksi Batam, jangan heran kalau kita naik taksi, supir masih menawarkan tumpangan kepada orang lain, sepanjang yang sejalur dengan arah yang diminta penumpang pertama. Yach, boleh juga lah, ketimbang pake argo mungkin bisa sampe 20 ribu. Naik taksi di Batam mesti pinter dan punya komitmen. Supir taksi di Batam udah ditakdirkan oleh Tuhan tidak pernah punya uang kembalian. Jadi mesti bayar dengan uang pas, untuk info aja, perjalanan dari satu pusat keramaian ke tempat keramaian lain, ongkosnya 7000, tapi kalau naik dan turun di jalan, ongkosnya Rp 6000. Hati-hati kalau ngasih rp 10000 atau rp 20000, bisa-bisa uang anda tidak ada kembalian. Sebenarnya ada alternatif lain sih, kalo kita mau ke Batam Centre, kita bisa pakai Damri, ongkosnya Cuma rp 3000 saja. Ada 2 jalur Damri dari Batam Centre; ke Sekupang dan Muka Kuning. Selain itu, ada juga ojeg untuk jalur-jalur deket dan bus kota untuk ke kawasan tertentu saja.(Pelajaran Ketiga: Hemat pangkal Kaya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua tanah di Batam ini dikuasai oleh Otorita Batam, jadi semua bangunan disini statusnya adalah Hak Guna, jalan-jalan di Batam sangat lebar, karena diplanning sangat bagus dengan jarak minimal ruko ke Jalan 50 meter. Perumahan harus dibangun di komplek perumahan dengan harga yang hampir-hampir sama dengan di Banda Aceh. Biaya hidup di Batam pun lumayan tinggi, mungkin karena pengaruh banyak pendatang dari luar negeri. Laki-Laki adalah hal paling mahal di Batam, karena jumlah wanita di batam sangat tidak sebanding dengan laki-laki (tidak ada jumlah pasti angkanya berapa), yang jelas ini karena sebagian besar pekerja di Industri adalah Wanita. Jadi Kalau cowok di Batam kurang duit, tinggal …(sensored)…, haha.Kehidupan di Batam bebas, tidak ada adat yang mengikat, kita bisa berbuat apa saja tanpa ada yang peduli, jadi jangan jadi sok baek di Batam, haha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena terletak di pinggir pantai dan dikelilingi pulau-pulau, wisata alam yang bisa kita kunjungi kebanyakan wisata laut seperti Pulau Abang Besar, Pulau Ranuh dan Pulau Pengalap. Daya tarik wisata Bahari yang dimiliki pulau ini adalah taman laut yang memiliki terumbu karang hidup yang cukup baik dan banyak dijumpai ikan teri hijau dan ikan hias lainnya. Taman laut ini dapat dimanfaatkan untuk kegiatan menyelam dan snorkling. Aksesnya bisa pake perahu ataupun pake kapal boat. Ada juga Kawasan Pantai Marina yang dibangun dengan konsep pengembangan kota tepi pantai ( water front city). Atraksi wisata Bahari yang ditawarkan : Banana Boat, Parasailing, Jetsky, dll. Yang paling sering didatengi orang adalah Pantai Kampung Nongsa. Daya tariknya wisatanya adalah keberadaan kampung tradisional melayu di pesisir pantai dengan keindahan Panorama Kota Singapura. Lebar Pantai saat air surut berkisar 20-40 meter, sedangkan panjangnya mencapai 200-300 meter. Pantai ini berlokasi diantara Nongsa Marina dan Batam View yang dapat di tempuh dari Nagoya 30-60 menit , kalo dari Bandara Hang Nadim 10-20 menit, yang dapat ditempuh menggunakan taksi ataupun minibus jurusan Nongsa. Selain itu ada juga pantai-pantai seperti Pantai Melur, Seikilak dan Pantai Setokok, Pulau Petong&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wisata Alam, atau lebih tepat dibilang wisata bangunan yang sangat terkenal dan gak sah dibilang ke batam kalau belum sampe sini, adalah Jembatan Barelang (Batam Rempang dan Galang), nama resmi Jembatan ini adalah Jembatan Tengku Fisabilillah. Jembatan yang menghubungkan 7 pulau terpisah ini menjadi ikon kota Batam dari tahun 1995 sampai sekarang, banyak orang yang mengabadikan pemandangan disini, termasuk saya. Tempat narsis paling OK di Batam.(Pelajajaran Keempat: Narsislah engkau selama narsis itu belum dilarang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga tempat-tempat menarik di Batam lainnya seperti Bukit Senyum (tempat melihat Singapura dari Jauh), Seraya Atas, Pulau Belakang Padang (daerah Batam yang paling dekat dengan Singapura, kita bisa merasakan kampung melayu disini dan berfoto-foto dengan latar belakang Singapura). Daerah pulau-pulau di kepulauan Riau bisa kita jangkau dengan Ferry, atau dengan perahu kecil yang sering dinamai Pompong dengan tarif yang sangat terjangkau tergantung jauhnya. Daerah Bengkong (banyak menyediakan restaurant Seafood), Coastorina (Ancolnya Batam), Batu Ampar dan masih banyak lagi tidak dapat saya sebutkan satu persatu.. haha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Wisata kuliner&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuliner di Batam, gak ada yang khas, selain seafood yang dapat dijumpai dimana saja di Batam. Karena posisinya sebagai pulau, kemana aja kita pergi, banyak restaurant-restaurant yang menyediakan seafood. Kalau kita berjalan melewati Jembatan Barelang ke arah pulau Rempang, akan banyak dijumpai buah Naga. Hoho, sekilas bagi sebagian orang nama buah ini sangat asing apalagi orang Sumatera, tapi saya pernah langsung ke kebunnya buah Naga di Batu, Malang Jawa Timur. Buahnya sih biasa aja, tapi pohon dan daunnya yang gede-gede mirip Naga. Banyak yang menjual buah ini di perjalanan kita melewati Barelang. Di sekitar pulau ini juga ada restaurant yang menyajikan tempat makan di atas laut, jadi kita makannya di sebuah susunan kayu yang ditopang dengan bambu yang ditancep ke laut, suasana kampung nelayan terasa disini, Cuma karena alasan bisnis, nama Rumah Makannya tidak disebutkan, haha..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/TPSCmOrEFiI/AAAAAAAAA4I/M9fxnIoy-oc/s1600/DSC06932.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/TPSCmOrEFiI/AAAAAAAAA4I/M9fxnIoy-oc/s320/DSC06932.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5545200634485282338" /&gt;&lt;/a&gt;oia, kalau bicara kuliner, gak lupa untuk cari tau kue-kue yang bisa dijadiin oleh-oleh dari Batam, yaitu Kek Pisang. Kue ini sih biasa aja, Nama kue ini gak asing kalo anda biasa berbahasa Inggris melayu, karena kek itu berasal dari Bahasa Malaysia untuk Kue (Cake), karena alasan yang tidak diketahui, namanya berubah menjadi Kek.. (sedikit informasi dari supir Damri, haha). Kue ini berasal dari ibu Denni Delyandri yang awalnya menjual kek pisang secara pesanan, sampe sekarang sudah menjadi ikon oleh-oleh Batam. (pelajaran kelima : mulailah dari yang kecil, dari diri sendiri, dan dari sekarang , AA Gym)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena saya di Batam selagi bulan puasa, gak banyak makanan-makanan dan restauran yang bisa dinikmati, cukup tau aja. Kunjungan berikutnya akan Jalan-Jalan bersama pak Bondan, haha. Tetapi yang aneh di Batam, yang jual makanannya, termasuk untuk berbuka puasa di Batam, sebagian Masyarakat China yang notabanenya tidak puasa. Lumayan, menyediakan makanan berbuka juga mendapat pahala orang berpuasa. Pesan orang Batam: “ abang jangan lupa untuk coba Sop Ikan Batam nanti abis puasa, dijamin minta lagi ”, oke tunggulah abang di bulan berikutnya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi berbuka puasa di kampung orang, tanpa keluarga tercinta membuat sedih juga. Udah 7 tahun menjalani Ramadhan di Bandung, rencananya puasa kali ini akan dijalani di Aceh, eh ternyata harus kembali di Rantau. (pelajaran keenam: Berbuka Puasa di rantau tanpa keluarga dan teman tercinta memberikan pelajaran, betapa berharganya Kehangatan keluarga dan teman dalam bingkai Silaturahmi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Wisata belanja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, kalo ini yang mantap di Batam, jangankan orang Indonesia, orang Singapura aja pada belanja di Batam (kalo yang ini informasi dari supir taksi,hhe). Batam dikenal sebagai Surganya Elektronik murah. Mulai dari kipas angin sampai ke komputer. Mulai dari merek China sampai yang Black Market, mulai dari yang paling mahal, sampai yang bisa nego. Mall di Batam sangat banyak, bahkan mengalahkan banyaknya mall di Medan kayaknya. Ada Mall gede seperti Nagoya Hill (Mall terbesar), Lucky Plaza (tempat jual HP-HP replika China yang murahnya Astagfirullah), Batam City Square dan banyak lagi di Nagoya. Kalau di Batam Centre, ada Mega Mall (yang terhubung jembatan dengan pelabuhan ke Singapura), MyMart (tempat jual komputer2 murah banget) dan banyak lagi. Di Jodoh, ada DC Mall, Top 100. Di Muka Kuning ada Panbill, Top 100, Kepri Mall. Biasanya pusat keramaian belanja di Batam ini terletak di Nagoya dan Jodoh. Kawasan ini kalau malam penuh dengan hiruk pikuk transaksi penjualan baik dengan memakai rupiah, Ringgit maupun dolar singapur. Makanya gak kurang dari puluhan toko disini adalah Money Changer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang unik lagi di batam, setiap daerah yang dibangun, pasti dibarengin dengan pembangunan ruko. Mau terpakai gak terpakai, ruko akan tetap dibangun oleh investor. Karena menurut peraturan Otorita Batam, pengusaha yang memiliki hak guna tanah di batam yang pasif harus dikembalikan ke Otorita, makanya mereka bangun aja ruko-ruko, mau dipakai 20 tahun lagi, peduli amat, amat aja gak peduli (amat itu panggilan walikota Batam, Ahmad Dahlan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicara barang murah di batam, persepsi orang bahwa barang elektronik murah-murah di Batam, tidak selamanya benar, tapi tidak selamanya salah. Produk-produk Elektronik China banyak yang murah di Batam, termasuk HP. HandPhone replika casing dengan nama BlackBerry berserakan disini bisa dibeli mulai dari harga 500-600ribu rupiah (harga aslinya sekitar 3-6jutaan). Contohnya Onix, di pasaran harga 4,3 Juta, di Batam bisa saya beli dengan 650ribu. iPhone, yang harganya 3-5jutaan, bisa saya dapatkan 580ribu. Tapi ya itu, merek China. Isi diluar tanggung jawab percetakan. Kalau mau beli elektronik berkualitas bagus, mending beli di Kota-kota anda sendiri, lebih terjamin. Tapi ya kalo untuk gaya-gayaan bawa iPhone ke arisan, taruh BB mahal di Meja Warung Kopi ya cukup sediakan uang 1 juta, bisa pesan ke saya (lha….kok udah promosi ini???? )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Otorita Batam sendiri membatasi barang-barang itu keluar dari Batam seharga $250, atau sekitar 2,2 juta. Jadi kalau ke-detect di bandara atau pelabuhan ada barang-barang elektronik, kita akan diminta menunjukkan bon pembelian, kalau lebih dari $250, kita akan dikenakan charge tambahan. Ya akal-akalannya kalau HP, taruh aja di kantong, beli kartu perdana. Jaman sekarang orang punya HP 3 di kantong udah biasa, jadi paling gak, kita bisa bawa 5 Blackberry atau iPhone keluar Batam. Ya kalau mau lebih sih siap2 bayar pajaknya 23% dari harga barang. (Pelajaran ketujuh: selalu ada kemudahan dalam setiap setiap usaha)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Wisata religi dan sejarah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Batam, Masjid Raya-nya terletak di Batam Centre, dan salah bentuk narsis saya adalah setiap berkunjung ke kota baru adalah harus foto di Masjid Raya, sebagai bukti udah nyampe di kota itu, hoho. Selain itu banyak mesjid-mesjid yang tidak sebesar Masjid Raya. Ada Masjid yang terkenal dengan Sejarahnya, Mesjid yang terbuat dari putih telur, tapi itu terletak di Pulau Penyengat, kunjungan petualangan berikutnya. (pelajaran kedelapan; Narsis adalah bagian dari Humoritas Lelaki Petualang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/TPSIJU96dHI/AAAAAAAAA4Q/OdqQUiu3g5Y/s1600/17082010945.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/TPSIJU96dHI/AAAAAAAAA4Q/OdqQUiu3g5Y/s320/17082010945.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5545206735028515954" /&gt;&lt;/a&gt;Di Pulau Galang, ada bekas kampung Vietnam yang lebih dikenal dengan Manusia Perahu, namanya Viatnamese Refugees Camp. Mereka adalah pelarian perang Vietnam tahun 1980an, yang mengarungi selat malaka dan dilindungi oleh PBB di Pulau Galang, dan kemudian dipulangkan tahun 1995. Di kampung vietnam ini masih tertinggal sisa-sisa Gereja, Vihara dan Pagoda. Ada juga masih tersisa barak-barak penampungan mereka. Perjalanan kemari cukup jauh, sekitar 1 jam dari Jembatan pertama Barelang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/TPSIJ1GRUfI/AAAAAAAAA4Y/SxiiBaNiGEQ/s1600/22082010980.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/TPSIJ1GRUfI/AAAAAAAAA4Y/SxiiBaNiGEQ/s320/22082010980.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5545206743653503474" /&gt;&lt;/a&gt;Selain itu banyak pula Vihara, Pura, kelenteng di Batam misalnya Vihara Maha Duta Maitreya, yang merupakan salah satu Vihara terbesar di Asia Tenggara. Di daerah sekupang, ada pula patung Dewi Kuan Im. Kalau wisata sejarah, gak banyak dijumpai di Batam, banyaknya di kawasan pulau Bintan (tempat ibukota Propinsi Kepulauan Riau, Tanjung Pinang ) yang menjadi tujuan petualangan selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mess Sekupang, 22 agustus 2010&lt;br /&gt;------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Huff, gak terasa Batam sudah terjelaskan di 6 halaman Open Office saya. 6 bulan di Batam akan rugi kalo Cuma kerja, kerja dan kerja. Prinsip saya sih, kerja bukan hanya cari nafkah, tapi juga jalan-jalan. Jadi kalau kerja kita bisa membawa kita keliling Indonesia bahkan dunia, jangan pikirkan tempat kerja lainnya, Hhe. (pelajaran kesembilan; Kerja yang paling bagus adalah kerja yang sesuai dengan hobi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, browsing tempat menarik dari blog-blog tentang Pulau Karimun, Pulau Bintan dan Pulau Penyengat, Dumai, Singapura, Johor dan Brunei (ups, Brunei akan menjadi planning bulan madu dengan Istri saja nantinya)…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke Oke, senin mulai memanggil, kembali kerja…&lt;br /&gt;cerita dan gambar yang lebih lengkapnya di &lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=421836091750"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1611356771716981006-2140515459151273603?l=jurnalisjh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalisjh.blogspot.com/feeds/2140515459151273603/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1611356771716981006&amp;postID=2140515459151273603' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1611356771716981006/posts/default/2140515459151273603'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1611356771716981006/posts/default/2140515459151273603'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalisjh.blogspot.com/2010/11/krueng-cut-banda-aceh-8-agustus-2010.html' title='Batam; Industri, Wisata dan Belanja nya Indonesia'/><author><name>Jurnalis JH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09859824603444744312</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SSTWJgz8gEI/AAAAAAAAAAk/RSbC5cL1K4o/S220/di+bawah+saksi+Proklamasi.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/TPSClA-laFI/AAAAAAAAA4A/RD9enn2BH3c/s72-c/220820101007.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1611356771716981006.post-7087002166761236171</id><published>2010-11-22T17:29:00.000-08:00</published><updated>2010-11-22T17:37:30.084-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teknologi Informasi'/><title type='text'>New Style..</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/TOsaeq1eIUI/AAAAAAAAA3w/DNmcO3V7-mw/s1600/dd.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 212px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/TOsaeq1eIUI/AAAAAAAAA3w/DNmcO3V7-mw/s320/dd.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5542552880606486850" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menulis tentang 22 September 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“New Style”, banyak yang memakai istilah ini untuk sebuah fase perubahan dari kondisi yang dianggap kurang enak, dan ingin memotivasi diri untuk menjadi lebih baik. Makanya Perusahaan seperti Telkom dan  Pertamina memakai prinsip “New Style” pada perubahan logo perusahaan untuk memotivasi seluruh jajaran internal maupun eksternal-nya untuk sebuah perubahan menuju masa depan bisnis yang lebih baik. Dan alis pun menirunya. ‘New Style’, setidaknya itu status alis di Facebook tanggal 22 September 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang barat, mengekspresikan perubahan melalui media tato, orang timur mengekspresikannya dengan lebih mengedepankan adat dan keyakinan mereka. Bicara tentang perubahan, tak ada yang bisa menandingi peran sebuah Internet sebagai Revolusi Super Dahsyat penggerak perubahan aliran Informasi. Yach, setidaknya itu yang dibilang sama dosen-dosen IT di kampus terkenal..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi Internet juga ada sisi buruknya kalo dipikir matang-matang ( mencoba tak berpikir ala einsten). Coba bayangkan, kita akan merasa khawatir jika satu hari saja tidak memeriksa account facebook atau twitter, atau juga merasa tak enak kepala kalo gak meriksa inbox email, meski isinya cuma sampah, yang penting diperiksa. Bahkan kegiatan yang sangat membosankan itu mengalahkan kegiatan wajib seperti shalat lima waktu dan tafsir alquran serta iseng-iseng membaca buku yang bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alis lagi mendalami buku The Shallows; What the Internet is doing to our brain karangannya Nicholas Carr. Lebih kurang yang ingin Nicholas ceritakan adalah, &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;adanya keterikatan antara stimulus elektronik dengan perubahan pada susunan neurologis otak kita. Ups, sorry bahasanya kesusahan&lt;/span&gt;. Gini contohnya, ketika kita membuat pilihan dari sekian banyak web link yang memikat, memproses iklan online yang gemerlap atau mengambil dosis harian (bahkan menitan) facebook kita, kita juga melemahkan kemampuan neurologis kita guna mengingat fakta atau memusatkan perhatian cukup lama untuk sepenuhnya mencerna apa yang kita baca.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau contoh yang lebih nyata kita lihat, kecanduan teknologi secara psikologis, telah mengurangi hasrat manusia untuk bisa menghargai kehadiran sesama manusia di dunia nyata. Alis juga mengalami, dan terus terang menjadi korban. Tak peduli teman alis lihat dan maafkan atau tidak, alis membuat video yang isinya meminta maaf lahir dan batin dan mengirimkannya ke rekan-rekan kerja, untuk kemudian, urusan selesai. Silaturahmi jaman Modern…!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga yang lebih fatal, facebookers sering berdoa di facebook tanpa pernah tau apa arti dan bagaimana adab dalam berdoa kepada Allah SWT. Intinya kecanduan pada teknologi, dapat merubah pola pikir dan pola laku manusia menjadi sangat tidak wajar untuk dipahami secara logika dan etika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah alis anti internet?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh tidak, Alhamdulillah alis adalah penikmat internet, dan merupakan satu dari ratusan juta orang yang bersyukur dengan adanya internet. Ini bukan sebuah keluh kesah apokaliptik anti-internet. Alis hanya mencoba belajar, bahwa ternyata internet kini telah menjadi kebutuhan lebih hebat daripada kebutuhan primer (include sandang, pangan dan papan). Bahkan sudah lebih dari sebuah kebutuhan spiritual dan imaginatif. Sehingga sangat berpengaruh pada faktor psikologis manusia. Ada sebuah keterkaitan mendalam antara Teknologi dan Psikologi secara timbal balik, atau alis lebih senang menyebutnya, &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Psikotekno&lt;/span&gt; (belum ada trademarknya, kalo sukses, mungkin bisa dipatenkan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam satu penelitan yang alis baca, orang yang sering menonton CNN, CNBC dan sejenisnya (misal Metro TV untuk yang berbahasa Indonesia) akan lebih banyak mendapatkan wawasan tentang apa saja dibandingkan dengan orang yang duduk di depan internet sambil chatting atau merubah status social networkingnya sehari tiga kali (sumber: The Atlantic, 2008). Contoh lainnya dan alis alami sendiri adalah, kini mahasiswa lebih  banyak menjadikan referensi dari Internet untuk tugas, skripsi atau bahkan thesis sekalipun. Berbeda dengan mahasiswa jaman dahulu yang sering bermain di Perpustakaan untuk mencari dan membaca informasi yang ia perlukan, kini mahasiswa tinggal connect ke internet, copy paste bahan yang sesuai dengan tema tugas dan mengumpulkannya, tanpa pernah membacanya secara mendalam. Ilmuwan Neurologi Michael Merzenigh mengatakan untuk kasus-kasus seperti ini dengan opini ”kita melatih otak kita untuk sebuah omong kosong”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh yang juga alis alami dan mungkin tidak disadari teman-teman adalah, kita akan menyerap informasi lebih baik dan tertata rapi saat kita membaca buku, koran, majalah (sesuai topik yang kita inginkan) dibanding dengan informasi yang kita dapat dari internet (baik situs News, informasi dari chatting, atau apapun bentuknya). Karena apa? &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Secara psikologis, kita akan menyerap informasi lebih fokus pada saat kita memegang media informasi itu (buku dsb)  tanpa membagi-bagi porsinya dengan multitab browser ala Opera (dll). Otak akan mencerna informasi lebih nyaman saat kita fokus menyaring informasi dari mata dan kuping kita. Kita hanya mendapat “data tak berotak” jika kita hanya mengandalkan internet sebagai sumber informasi. Makanya kita terkadang makin sulit berkonsentrasi karena semakin lamanya kita menghabiskan waktu menjelajah internet..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Google mempunyai tujuan mulia yaitu: “mengorganisasi informasi dari seluruh dunia dan membuatnya dapat diakses dan berguna secara universal”. Namun secara psikologis, efek yang terbentuk dari ketersediaannya informasi dari google adalah, informasi itu akan mudah dilupakan kembali (karena sebuah anggapan; “nanti kalo butuh, googling aja lagi”).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum membaca buku Carr, alis menyadari hal itu, dan ini menjadi salah satu alasan alis untuk tetap menulis; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;karena informasi yang kita dapat baik dari buku, koran, internet, percakapan sehari-hari akan mudah kita ingat, saat kita menulisnya kembali, meski dengan bahasa dan keperluan berbeda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau bukti lagi? Coba baca Novel terkenal dan tonton filmnya, anda akan lebih mendapat intisari cerita saat membaca bukunya, meskipun anda menonton filmnya duluan. Hhe..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian oleh National Institute of Neurological Disorder &amp; Stroke mengindikasikan bahwa multitasking sebagai “nilai lebih” dari internet menjadikan orang lebih cenderung mengandalkan gagasan dan solusi konvensional daripada menantangnya dengan jalur pemikiran yang orisinil. Hal yang sama juga alis baca dari e-jurnal-nya University of Chicago, bahwa karya-karya tulis akademik mulai mengutip makin sedikit sumber (seharusnya semakin banyak) setelah publikasi-publikasi mulai pindah ke media online.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita ingin berpikir ekstrim, dunia internet akan jarang menghasilkan orang-orang seperti Einsten, Edison dalam ilmu sains, orang-orang seperti Slash, Michael Jackson dalam intelektualitas bermusik (karena faktor pembajakan karya dari internet) . Akan jarang menghasilkan Orang-Orang sekuat Mahatir Mohammad sebagai pemimpin yang peduli terhadap rakyatnya ( karena anggota dewannya sibuk study banding, hhe gak nyambung). Dunia Internet akan menghasilkan plagiat-plagiat seperti Keong Racun, berbagai Acara Reality Show tiruan dan berbagai plagiat-plagiat skripsi dan tesis di berbagai perguruan tinggi (bahkan dosen ikut bermain dalam mafia plagiarisme). &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kita (penikmat teknologi) hanyalah orang bodoh jika dibandingkan Orang dimasa lalu dengan semua karyanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alis bukan orang yang berdiri berseberangan dengan teman-teman sebagai penikmat teknologi, alis bahkan menjadi pecandu teknologi lebih parah daripada candu anda pada rokok. Dan tulisan ini juga bukan sebuah pendapat anti teknologi, tulisan ini hanya media tempat kita mulai belajar, hubungan sebab akibat dan hubungan tarik menarik yang ada pada hidup ini (belajar dari Film The Secret).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini hanya ingin mengajak teman-teman sebagai sesama pecandu teknologi, bahwa Internet bukanlah Tuhan, tempat semua yang kita inginkan disediakan. Bahwa ada hal yang lebih penting daripada “What is in Your Mind”, yaitu &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;apa yang harus kita hasilkan bagi kemaslahatan Umat?. &lt;/span&gt;Membuat informasi yang kita dapat, juga berguna bagi orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa menghabiskan jam demi jam ber-twitter dan berfacebook (dengan berbagai aplikasi gamenya), tidak hanya menyia-nyiakan waktu, tapi juga menyianyiakan Anugrah Terindah Yang Pernah kita Dapatkan dari Allah SWT; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Akal dan Pikiran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mari sama-sama kita menjadi Generasi Muslim yang Cerdas dan Kreatif..&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1611356771716981006-7087002166761236171?l=jurnalisjh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalisjh.blogspot.com/feeds/7087002166761236171/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1611356771716981006&amp;postID=7087002166761236171' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1611356771716981006/posts/default/7087002166761236171'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1611356771716981006/posts/default/7087002166761236171'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalisjh.blogspot.com/2010/11/menulis-tentang-22-september-2010-new.html' title='New Style..'/><author><name>Jurnalis JH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09859824603444744312</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SSTWJgz8gEI/AAAAAAAAAAk/RSbC5cL1K4o/S220/di+bawah+saksi+Proklamasi.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/TOsaeq1eIUI/AAAAAAAAA3w/DNmcO3V7-mw/s72-c/dd.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1611356771716981006.post-1460426174078543654</id><published>2010-09-07T01:35:00.000-07:00</published><updated>2010-09-16T04:41:17.489-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='agama'/><title type='text'>Matematika dan Alquran (Chapter 6)</title><content type='html'>Alhamdulillah  sudah mencapai malam ke 27 Ramadhan, tapi sayangnya tadarus saya masih di Juz 20. Maaf, bukan maksud takabur (bahkan saya menerima jika yang baca ini mikir: sok banget sih lu lis). Tapi inti dari Chapter ini bukan masalah 20 Juz, tapi terletak di Surat yang baru saja saya baca, menarik Suratnya setelah saya baca Arti dari nama surat itu. Al Ankabut ( Laba-Laba). Dan ternyata, meski Surat ini bernama laba-laba, tapi hanya satu ayat yang menyebut kata laba-laba di Surat ini, yaitu di surat ke 41. Menarik.. kenapa 41?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;QS al-'Ankabut (Laba-laba), atau surat penengah, karena terletak di tengah-tengah urutan surat fawatih (surat yang dimulai dengan kombinasi huruf2 hijaiyah, misal QS al Baqarah dengan Alif Lam Mim), hanya punya satu ayat yang menerangkan Laba-laba, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui.(QS. Al ‘Ankabut :41)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya bisa diliat lah akhir-akhir ini, orang banyak yang mengambil pelindung dari berbagai macam jenis produk dunia, seperti Facebook, masih gak habis pikir banyak yang berdoa di facebook… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu mengapa al-Qur'an menunjuk rumah laba-laba sebagai perumpamaannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam matematika, bilangan 29 adalah bilangan prima kembar dengan pasangan 31. Bagian paling menarik dari surat ini adalah hubungan antara "rumah laba-laba" yang berbentuk hexagonal atau bersudut 6 dengan bilangan prima kembar, serta hipotesis susunan (banyak) alam semesta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk heksagonal, dengan segi 6 bersudut 60° adalah bentuk geometri yang paling efisien dalam memanfaatkan se¬mua area yang ada, karena dengan volume yang sama tetapi didapat dengan jumlah keliling yang paling sedikit, dibanding¬kan bentuk segi lainnya. Hal yang sama terjadi pada Rumah Madu nya Lebah. Tidak heran pola heksagonal ini-menurut NASA - dapat ditemukan di mana-mana, di alam semesta, baik teratur (tertutup) maupun tidak teratur (terbuka), karena efisien. Misalnya, sarang laba-laba, sarang (sel) lebah, molekul atom, sel surya, kabel serat optik, buah jeruk, dan kristal es yang membeku.  (sumber: buku Harun Yahya, tentang Misteri Hexagonal)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hipotesis dari para ahli kosmos di Inggris, misalnya, Sir Martin Rees: bentuk (banyak) alam semesta seperti tersusun dari dengan ukuran yang sama sebuah gelembung kecil yang dikelilingi 6 gelem¬bung-gelembung lainnya-menjadikan bentuk yang paling kompak dengan pola heksagonal. Lalu mengapa angka 6? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmuwan matematika berpendapat bahwa umumnya (rata-rata ya) kelipatan angka 6 selalu diikuti oleh bilangan prima baik sebelumnya atau sesudahnya. Bahkan beberapa di antaranya membentuk bilangan prima kembar yang istimewa; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bilangan 29 dan 31, di tengahnya terdapat angka 30, (6 x 5). &lt;br /&gt;Bilangan 17 dan 19, di tengahnya angka 18, (6 x 3), &lt;br /&gt;dan bilangan 5 dan 7, di tengahnya angka 6. &lt;br /&gt;Bilangan lainnya adalah 41 dan 43, di tengahnya angka 42 (6 x 7). &lt;br /&gt;Susunan seperti ini, yang diyakini oleh sebagian besar ahli astrofisika sebagai susunan multi universes; yaitu 1 + 6. (satu di tengah, dikelililingi 6 lainnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; masuk ke al-Quran, faktanya, Surat al-'Ankabut bernomor 29, pada ayat 41 (laba-laba): kedua-duanya adalah bilangan prima kembar, de¬ngan angka yang diapit bilangan 30 dan 42, merupakan pola heksagonal pula atau sistematika angka 6.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, pada chaper 5 sebelumnya, pernah dibahas jumlah surat pada Al Quran adalah 114, dimana 114 adalah 19 x 6. Kita sudah bahas habis misteri 19 chapter kemarin. Berarti sekarang kita dapat jawaban, kenapa harus 114 Surat, karena ternyata 6 juga punya misteri yang sangt banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;114 = 19 x 6&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6 berada di antara bilangan prima 5 dan 7&lt;br /&gt;5 adalah jumlah shalat Fardhu&lt;br /&gt;7 adalah lapisan langit dan Bumi (lapisan dimensi alam)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19 sudah kita bahas sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada chapter 4 diterangkan, Al-Qur'an yang disusun berdasarkan petunjuk Nabi Muhammad (taufiqi), tidak sesuai dengan urutan turunnya wahyu, ternyata mempunyai struktur yang spesifik. Penempatan surat, ayat, jumlah surat, jumlah ayat, semuanya tersusun sedemikian rupa sehingga kehilangan, bertambah atau tertu¬karnya ayat, apalagi tertukarnya surat, membuat kekacauan makna dan struktur tadi. Ini membuktikan bahwa al-Qur'an telah terkodetifikasi secara sempurna sejak 'azali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam chapter 1, sudah pula diterangkan, pada QS Maryam ayat 93-94; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Tuhan Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba. Sesungguhnya Allah telah menentukan jumlah mereka dan menghitung mereka dengan hitungan yang teliti”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Segala sesuatu dihitung dengan teliti satu persatu" termasuk penyebutan angka. Hanya 30 bilangan saja yang disebut al¬Qur'an, yaitu 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9,10,11,12,19, 20, 30, 40, 50, 60, 70, 80, 99, 100, 200, 300, 1.000, 2.000, 3.000, 5.000, 50.000, dan 100.000. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah angka tersebut 162.146 atau (19 x 8.534)! &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Paling menarik, penyebutan angka 30 dalam al-Qur'an hanya dua kali, yaitu diposisikan pada:&lt;br /&gt;Surat al-A'raf (tempat tinggi);&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan telah Kami janjikan kepada Musa (memberikan Taurat) sesudah berlalu waktu tiga puluh malam, dan Kami sempurnakan jumlah malam itu dengan sepuluh (malam lagi), maka sempurnalah waktu yang telah ditentukan Tuhannya empat puluh malam. Dan berkata Musa kepada saudaranya yaitu Harun: "Gantikanlah aku dalam (memimpin) kaumku, dan perbaikiln, dan janganlah kamu mengikuti jalan orang-orang yang membuat kerusakan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Surat Al Ahqaaf: 15;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;QS 7:142 dan QS 46:15 yang jika dijumlah dengan cara penjumlahan Kata Indonesia, hhe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maka jumlahnya adalah 7 + 1 + 4 + 2 + 4 + 6 + I + 5 = 30. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luar biasa, bukan?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Dua menghitung segala sesuatu satu persatu". ( al-Jinn 72 : 28).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dengan demikian, jelaslah makna menghitung segala sesuatu, bukan saja amal manusia tetapi juga termasuk penulisan ayat-ayat al-Qur' an. Lalu kita kembali lagi pada pertanyaan mengapa bilangan prima? Khususnya bilangan prima kembar?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bilangan prima adalah bahasa universal yang dapat dikomunikasikan antara makhluk-makhluk yang berintelegen¬sia tinggi. Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, para pemikir matematika percaya bahwa ada hubungan dengan "desain alam semesta".&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dari sisi enkripsi, kodetifikasi atau proteksi suatu pesan, coba kita pikirkan:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bila kita memakai angka biasa dari 1 sampai 100, maka ada enkripsi 100 bilangan. Coba kita pakai bilangan prima, maka hanya diperlukan enkripsi 25 angka saja. Dari bilangan prima tersebut, kita pakai bilangan khusus yang disebut prima kem¬bar, maka dari angka 1 sampai 100 terdapat bilangan prima kembar, sebagai berikut: 3 dan 5, 5 dan 7, 11 dan 13, 17 dan 19, 29 dan 31, 41 dan 43, 59 dan 61, terakhir 71 dan 73. Cukup 8 pasang angka saja untuk enkripsi bilangan dari 1 sampai 100.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Lalu mengapa angka 19 yang menonjol ?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Menurut mufasir modern, angka 19 berhubungan dengan kata Wahid dalam al-Qur'an atau ber hubungan dengan simbol ke-Esa-an Tuhan, di mana jumlah nilai gematrikal-nya tiap huruf (wahid) atau al-jumal adalah 19 juga. Mufasir modern seperti Dr. Tariq mengatakan, W = 6, A = 1, H' = 8, D = 4, total 19. Dari segi bahasa, kata wahida, berasal dari kata wahada yang berarti "tak terbilang" atau "awal dari bilangan". Arti umum adalah "tidak ada bandingannya" atau "tidak ada yang menyerupainya". Kata Wahid dalam al-Qur'an disebut 20 kali, tetapi yang berhubungan dengan "Ke-Esa-an Tuhan" hanya 19 kali. Sisanya 1 kali, menyatakan bilangan yang berarti satu. Dengan demikian, beberapa mufasir ahli matematika, seperti Dr. Tariq, berpendapat bahwa angka 19 ini bisa diartikan simbol atau cap keesaan Tuhan. (Dr.Tariq adalah ahli matematika, peneliti al-Qur' an di Amerika Serikat, anggota kelompok "submitter" . la mempromosikan al-Jumal untuk menafsirkan beberapa surat al-Qur'an) (sumber: Google) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca Juga:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://jurnalisjh.blogspot.com/2010/09/matematika-dan-al-quran-chapter-1.html"&gt;Chapter 1&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://jurnalisjh.blogspot.com/2010/09/batam-19-ramadhan-1431-h-isi-kultum.html"&gt;Chapter 2&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://jurnalisjh.blogspot.com/2010/09/matematika-dan-alquran-chapter-3.html"&gt;Chapter 3&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://jurnalisjh.blogspot.com/2010/09/matematika-dan-alquran-chapter-4.html"&gt;Chapter 4&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://jurnalisjh.blogspot.com/2010/09/matematika-dan-al-quran-chapter-5.html"&gt;Chapter 5&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1611356771716981006-1460426174078543654?l=jurnalisjh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalisjh.blogspot.com/feeds/1460426174078543654/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1611356771716981006&amp;postID=1460426174078543654' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1611356771716981006/posts/default/1460426174078543654'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1611356771716981006/posts/default/1460426174078543654'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalisjh.blogspot.com/2010/09/matematika-dan-alquran-chapter-6.html' title='Matematika dan Alquran (Chapter 6)'/><author><name>Jurnalis JH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09859824603444744312</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SSTWJgz8gEI/AAAAAAAAAAk/RSbC5cL1K4o/S220/di+bawah+saksi+Proklamasi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1611356771716981006.post-4372342940215041154</id><published>2010-09-07T01:33:00.000-07:00</published><updated>2010-09-16T04:41:13.354-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='agama'/><title type='text'>Matematika dan Al Quran (Chapter 5)</title><content type='html'>Misteri 19&lt;br /&gt;Dalam chapter 1, telah alis bahas angka 19 adalah jumlah huruh Hijaiyah yang terdapat dalam Kalimat Basmallah. Dalam chapter 3, alis bahas juga angka 19 juga adalah jumlah kata Sanah yang berarti tahun dalam Al Quran. Angka 19 atau 19 tahun juga adalah satu periode di mana posisi relatif bumi dan bulan kembali ke posisi semula secara berulang sete¬lah 19 tahun kemudian. (lebih lengkapnya, lihat Chapter 3)&lt;br /&gt;19 memiliki segudang Misteri dalam Al Quran yang maknanya bisa kita cerna secara religi dan secara ilmu matematika. Meskipun Pythagoras, Euler dan Gauss telah lama memikirkannya, tetapi struktur komplek ini tetap juga belum diketahui jawabannya.&lt;br /&gt;Dr. Peter Plichta ahli kimia dan matematika dari Jerman berpendapat bahwa, tampaknya, semua formula matematika dan angka-angka berhubungan dengan dua kutub matematika alam semesta ini. Angka 81 spesifik karena melengkapi angka 19, (19 + 81= 100). Jumlah angka-angka tersebut adalah 19: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 + 9 + 8 + 1 = 19.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita analisis sedikit lebih lanjut, terdapat hubungan angka-angka tersebut dengan cara:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 : 19 = 0.052631578947368421052631578947368947368421&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angka yang berulang secara periodik, berulang dengan sendirinya tepat pada digit ke-19 sesudah koma, dan, yang me¬narik jumlah dari angka-angka tersebut &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( 0 + 0 + 5 + 2 + 6 + 3 + 1 + 5 + 7 + 8 + 9 + 4 + 7 + 3 + 6 + 8 + 4 + 2 + 1 ) adalah = 81 !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;1 : 81 = 0.0123456790123456790123456790123456789&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ups! Angka 8 terlewat, padahal angka yang lain secara periodik muncul.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hilangnya angka 8 adalah ilusi, dan nilai resiprokal angka 81 adalah "alamiah", menghasilkan satu seri sistem desimal bilangan 0,1, 2 .... dan seterusnya; dan sistem itu bukan buatan manusia. Tetapi mengapa angka 8, bukan angka lainnya, yang "hilang"? Diduga, karena angka 8 berhubungan dengan angka 19. Yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bilangan prima ke-8 adalah 19.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam budaya Cina kuno, angka 8 melambangkan yat kwa, delapan penjuru angin, jalan menuju ke harmoni -  keseimbangan kehidupan dengan alam sekelilingnya (sumber: Wikipedia). Dalam al-Qur'an, angka 8 merupakan jumlah malaikat, force, yang menjunjung 'Arsy (Kursi, Singgasana), mengatur keseimbangan 'Arsy, yang bermakna power and authority dominion, baik sebelum maupun saat Kiamat. Hal ini terdapat dalam QS al-Haqqah ayat 17 yang bunyinya: “Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat menjunjung 'Arsy Tuhanmu di atas (kepala) mereka.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya Partai Keadilan Sejahtera (PKS) senang banget dapat Nomor Urut 8 pada Pemilu lalu..hihi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;al-Qur'an menjelaskan bahwa untuk menambah keimanan para pembaca kitab (Yahudi, Kristen, Islam, dan lain¬nya), maka ia memberikan kita "enkripsi" atau "kode" bilangan 19. Dalam bahasa al-Qur'an disebut "suatu perumpamaan yang sangat aneh", atau matsal. Berguna untuk menambah keimanan dan keyakinan bagi para pembaca yang serius, berpikir terbuka, dan beriman, tetapi menambah kebingungan bagi orang-orang yang berprasangka, tertutup dan "menentang" kitab&lt;br /&gt;Keterangan tersebut dimulai ketika kita membaca Surat al-¬Muddatstsir:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Neraka (saqar) adalah pembakar kulit rnanusia. Di atasnya ada sembilan belas (19) penjaga Dan tiada Kami jadikan penjaga neraka itu melainkan dari malaikat; dan tidaklah Kami jadikan bilangan mereka itu untuk jadi cobaan bagi orang-orang kafir, supaya orang¬orang yang diberi al-Kitab menjadi yakin, dan supaya orang-orang yang beriman bertambah iman nya, dan supaya orang-orang Mukmin itu tidak ragu-ragu dan supaya orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang  kafir (mengatankan): 'Apakah yang dikehendaki Allah dengan bilangan ini sebagai suatu perumpamaan?' " (al-Muddatstsir 74: 29-31)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan Kisah ini awalnya dimulai ketika-menurut at-Turmudzi, yang meriwayatkan dari sahabat Nabi, Jabir ibn 'Abdillah' - sebagian orang Yahudi bertanya kepada sekelompok sahabat Nabi saw, "Apakah Nabi anda mengetahui jumlah penjaga neraka?" Maka turunlah ayat ini kepada Nabi, karena ditanya¬kan oleh para sahabat. Riwayat lain menyimpulkan, ketika turun ayat 30 surat ini, Abu Jahal berkata, "Kalian adalah orang¬orang kuat dan pemberani, apakah kalian tidak mampu mengalahkan ke-19 penjaga neraka itu? Salah seorang di antara mereka yang bernama Abu al-Ayad ibn Kaidah al-Jumahiy, berkata dengan angkuhnya, "Dengan tangan kananku kukalahkan sepuluh dan dengan tangan kiriku sembilan". (Sumber: Sirah Nabawiyah)&lt;br /&gt;Struktur matematis al-Qur’an sangat bervariasi, tetapi dalam chapter ini yang penting diperlihatkan adalah struktur bilangan 19. &lt;br /&gt;Struktur pertama berhubungan dengan jumlah surat dan banyaknya juz dalam al-Qur'an. Jumlah surat di dalam al¬-Qur'an adalah 114. Angka 114 adalah angka ajaib, karena bilangan prima ke-114 adalah 619, dan 114 adalah (6 x 19). Bilangan 619 merupakan prima kembar dengan pasangan 617. Kita ketahui pula, isi al-Qur’an terbagi dalam 30 juz. Angka 30 adalah bilangan komposit (bilangan tidak prima) yang ke-19, yaitu: 4, 6, 8, 9,10,12,14, 15, 16, 18, 20, 27, 22, 24, 25, 26, 27, 28, 30.&lt;br /&gt;Struktur kedua adalah ditemukan kode-kode tertentu sebagai pengawasan paritas. Sehingga isi yang diterima diyakini asli oleh "pembaca", dan tidak berubah. Prof. Abdullah Jalghoom dari Yordania menemukan suatu ketentuan paritas dengan kondisi di atas; jumlah ke-60 surat dengan ayat-ayat genap adalah 3.450 atau (345 x 10) dan jumlah nomor surat ke-54 dengan ayat-ayat ganjil adalah 3.150 atau (345 x 9). Total jumlah nomor surat adalah 6.555 atau (345 x 19). Dari sisi matematis, bilangan tersebut adalah 1 + 2 + 3 + 4 + 5 + 6+7+....+114 = 6.555.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat bernomor genap : 60 surat dengan total jumlah ayat: 3450&lt;br /&gt;Surat bernomor ganjil : 54 surat dengan total jumlah ayat:  3155&lt;br /&gt;Jumlah ayatnya       6555&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimana 1 + 2 + 3 + 4 + 5 + 6+7+....+114 = 6.555.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hoho menariknya.. Dengan demikian, nomor surat dan jumlah ayat-ayatnya tidak dapat dipertukarkan - jika tertukar - struktur di atas tidak berlaku. Misalnya, Surat al-Fatihah ditukar tempatnya dengan Surat al-Baqarah maka jumlah ayat-ayat yang genap menjadi 3.449 dan jumlah ayat-ayat yang ganjil menjadi 3.151.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Struktur ketiga Berpasangan sempurna dan simetris. Pemilihan angka 114 sangat luar biasa. Kita akan mendapatkan jumlah surat pembagi yang sama banyaknya, yaitu masing-masing 38 surat. Ada 38 surat yang nomor suratnya habis dibagi dengan 2, Ada 38 surat yang nomor suratnya habis dibagi dengan 3, dan ada 38 surat yang tidak habis dibagi 2 dan 3.. Seperti ini detailnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;38 surat habis dibagi dengan 2, bernomor: 2, 4, 8, 10, 14, 16, 20, 22, 26, 28, 32, 39, 38, 40, 44, 46, 50, 52, 56, 58, 62, 64, 68, 70, 74, 76, 80, 82, 86, 88, 92, 94, 98, 100, 104, 106, 110, 112. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ditambah = 2166 atau 19 x 114&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;38 surat habis dibagi dengan 3, bernomor: 3, 6, 9, 12, 15, 18, 21, 24, 27, 30, 33, 36, 39, 42, 45, 48, 51, 54, 57, 60, 63, 66, 69, 72, 75, 78, 81, 84, 87, 90, 93, 96, 99, 102, 105, 108, 111, 114&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ditambah = 2223 atau 19 x 117&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;38 surat yang tidak habis dibagi 2 dan 3, bernomor: 1, 5, 7, 11, 13, 17, 19, 23, 25, 29, 31, 35, 37, 41, 43, 47, 49, 53, 55, 59, 61, 65, 67, 71, 73, 77, 79, 83, 85, 89, 91, 97, 95, 101, 103, 107, 109, 113.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ditambah = 2166 atau 19 x 114&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang menarik, ada 19 Surat yang jumlah nomor surat dan jumlah ayatnya adalah bilangan Prima. Dan total ayat dari 19 surat itu adalah 969, atau 19 x 51&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmmmffff....&lt;br /&gt;Malam makin larut, saya harus siap2 untuk keliling wisata kuliner di Batam besok...Muslim yang cerdas adalah muslim yang berdoa sekaligus belajar...Bukan hanya menadahkan tangan berdoa sampe nangis2, tapi gak ada usaha. Yang lucunya, ada pula yang berdoa di Facebook..hihi kasian.... se yu in de neks meth&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca Juga:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://jurnalisjh.blogspot.com/2010/09/matematika-dan-al-quran-chapter-1.html"&gt;Chapter 1&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://jurnalisjh.blogspot.com/2010/09/batam-19-ramadhan-1431-h-isi-kultum.html"&gt;Chapter 2&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://jurnalisjh.blogspot.com/2010/09/matematika-dan-alquran-chapter-3.html"&gt;Chapter 3&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://jurnalisjh.blogspot.com/2010/09/matematika-dan-alquran-chapter-4.html"&gt;Chapter 4&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1611356771716981006-4372342940215041154?l=jurnalisjh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalisjh.blogspot.com/feeds/4372342940215041154/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1611356771716981006&amp;postID=4372342940215041154' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1611356771716981006/posts/default/4372342940215041154'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1611356771716981006/posts/default/4372342940215041154'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalisjh.blogspot.com/2010/09/matematika-dan-al-quran-chapter-5.html' title='Matematika dan Al Quran (Chapter 5)'/><author><name>Jurnalis JH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09859824603444744312</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SSTWJgz8gEI/AAAAAAAAAAk/RSbC5cL1K4o/S220/di+bawah+saksi+Proklamasi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1611356771716981006.post-1271908364584637673</id><published>2010-09-07T01:28:00.000-07:00</published><updated>2010-09-16T04:41:07.818-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='agama'/><title type='text'>Matematika dan Alquran (Chapter 4)</title><content type='html'>Peraduan Malam yang dingin, 21 Ramadhan 1431 H&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matematika adalah bahasa universal Ilmu Pengetahuan, Ilmuan Jepang bisa berkomunikasi dengan Ilmuan Jerman dengan Matematika, tidak perlu pakai bahasa inggris. Matematika juga adalah “bahasa tuhan” dalam menciptakan Alam Semesta. Allah mengenkripsikan Matematika dalam Alquran, untuk memelihara komitmen isi dan bacaan serta kandung yang ada didalamnya. Dan mem[elajari matematikan dalam alquran,sangat menarik, terutama saat mengupas angka demi angka yang terdapat pada kitab umat muslim ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya, kata Shalawat, dalam Alqur’an ditemukan sebanyak 5 kali, sesuai dengan sunah rasul untuk membaca shalawat di tiap akhir kita shalat. Ayat tersebut ada di QS Al Baqarah: 157 dan 298, QS at Taubah :99, QS Al Haj:40 dan QS al Mukminun: 9.  Maka dari sini dapat kita ambil pelajaran, bershalawatlah kita untuk Baginda Muhammad SAW setelah habis shalat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh kedua, Kata shalat berikut turunan katanya, disertai dengan kata qiyam berikut turunan katanya, dalam Al-Quran disebut 51 kali. Jumlah ini sebanding dengan jumlah rakaat shalat, yaitu 17 rakaat shalat wajib yang lima, ditambah dengan 34 rakaat shalat sunat yang sangat dianjurkan sehari-hari yaitu: jika shalat sunat fajar (shubuh) dipandang dua rakaat, delapan sunat rakaat shalat zhuhur, delapan rakaat shalat ashar, empat rakaat shalat maghrib, dan sunat isya dipandang satu rakaat dari dua rakaat dengan satu duduk, ditambah dengan 11 rakaat sunat malam, sehingga jumlahnya lengkap 34 rakaat. Dengan demikian, maka jumlah keseluruhan shalat tersebut dengan ditambah 17 rakaat shalat wajib menjadi 51 rakaat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata kerja perintah (fi'l al-amr) "aqim" atau "aqimu" (dirikanlah) yang diikuti dengan kata "shalat" disebut sebanyak 17 kali, sama dengan jumlah rakaat shalat fardhu (17 rakaat). Yang mendukung hal demikian, adalah juga disebutkannya kata "fardh" dengan berbagai turunan katanya yang disebut sebanyak 17 kali rakaat shalat wajib dalam sehari semalam, yang juga sama dengan jumlah rakaat shalat fardhu&lt;br /&gt;Kata "faradha" berikut turunan katanya dengan pengertian faridah (kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan) di dalam Al¬Quran disebut sebanyak 17 kali, sama dengan jumlah rakaat shalat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut keyakinan kaum Muslimin, bahwa ulul azmi dari kalangan Rasul berjumlah lima orang, yaitu Nuh, Ibrahim, Musa, Isa, dan Muhammad saw. Dalam Al-Quran, ternyata kata 'azm disebut sebanyak lima kali, sama dengan jumlah Rasul-Rasul-Nya yang termasuk ulul 'azmi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata thawaf yang terpuji di dunia dan kata turunannya dalam Al-Quran, disebut sebanyak tujuh kali, sama dengan jumlah thawaf mengelihngi Ka'bah dan ketika sa'i antara Shafa dan Marwa,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata kiblat dalam Al-Quran disebut sebanyak tujuh kali sama dengan jumlah thawaf di sekitar kiblat (Ka'bah) &lt;br /&gt;Dalam Al-Quran, kata al-barr dengan arti "darat" disebut 12 kali, sedangkan kata al-bahr (laut) - baik mufrad, mutsanna, dan jamaknya - disebut 40 kali. Perbandingan tersebut sama dengan perbandingan antara daratan dan lautan di planet bumi ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menarik karena Alquran terlihat tidak seperti buku yang diciptakan ngasal, semua isinya berkaitan sangat erat dengan maknanya. Sangat tidak mungkin benar anggapan orang orientalis yang mengatakan bahwa Al Quran itu ciptaan nabi Muhammad. Al Quran adalah murni dari Allah yang diturunkan kepada Manusia melalui Malaikar Jibril yang kemudian dipelihara kemurniannya oleh Nabi Muhammad dan pengikutnya.&lt;br /&gt;Cara Al Quran diturunkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat-ayat dan surat-surat Al-Quran tidak diturunkan menurut urutan yang kita baca dalam Al-Quran sekarang ini, yakni pertama surat al-Fatihah, kemudian al-Baqarah, Ali Imran, an-Nisa' dan seterusnya. Karena, di samping ada bukti-bukti sejarah tentang hal itu, kandungan ayat-ayat Al-Quran sendiri memberi kesaksian tentang hal tersebut. Sebab sebagian surat dan ayat yang berkenaan dengan masalah-masalah yang terjadi pada awal masa kenabian, ternyata terletak di bagian akhir Al-Quran, seperti surat al-'Alaq dan al-Qalam. Dan sebagian lain, yang berkenaan dengan masalah­masalah pada masa sesudah Hijrah dan akhir masa Nabi s.a.w., ternyata terletak di awal Al-Quran, seperti surat-surat al-Baqarah, Ali Imran, an-Nisa', al-Anfal dan at-Taubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya perbedaan antara kandungan surat-surat dan ayat-ayat Al-Quran, dan kaitannya yang erat dengan peristiwa­peristiwa yang terjadi selama dakwah Nabi, mengharuskan kita untuk mengatakan bahwa Al-Quran diturunkan dalam waktu dua puluh tiga tahun, yakni masa dakwah Nabi. Sebagai contoh, ayat­ayat yang mengajak kaum musyrikin untuk menerima Islam dan meninggalkan penyembahan terhadap berhala turun pada masa sebelum Nabi hijrah dari Makkah, yang pada masa ini Nabi meng­hadapi banyak cobaan dan tantangan dari para penyembah ber­hala. Sedangkan ayat-ayat tentang perang dan hukum diturunkan di Madinah, yang pada masa ini Islam mulai tersebar dan kota ini menjadi pusat pemerintahan Islam yang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembahasan tadi menunjukkan bahwa ayat-ayat dan surat­surat Al-Quran terbagi menjadi beberapa bagian menurut tempat turun, waktu, sebab dan kondisinya. Yaitu: Surat Madinah dan Surat Makkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;surat-surat dan ayat-ayat Al-Quran tidak dihimpun dan dicatat menurut kronologi (urutan) turunnya kepada Rasulullah s.a.w. Ulama-ulama dahulu, khususnya ulama Ahlus Sunnah, dalam mengurutkan surat-surat dan ayat-ayat Al­Quran berlandaskan pada atsar (perkataan atau perbuatan sahabat atau tabi'in). Di antara atsar - atsar yang dikemukakan berkenaan dengan masalah ini adalah sebuah atsar yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas. Dia berkata: "Apabila pembukaan suatu surat di­turunkan di Makkah, maka pembukaan itu ditulis di kota ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kodifikasi AI-Quran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembicaraan tentang kodifikasi (penyusunan) Al-Quran harus dilakukan dalam dua tahap:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  Al-Quran sebelum wafat Rasulullah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Quran diturunkan ayat demi ayat dan surat demi surat. Karena kefasihan dan keindahan bahasanya luar biasa, ia tersebar dengan cepat dan menakjubkan. Orang-orang Arab, yang sangat menggandrungi kefasihan dan keindahan bahasa, tertarik kepada­nya, sehingga dari tempat-tempat yang jauh mereka datang untuk mendengarkan beberapa ayat dari bibir Nabi Muhammad s.a.w. Para pembesar Makkah dan kalangan berpengaruh suku Quraisy adalah penyembah-penyembah berhala dan musuh-musuh Islam. Mereka berupaya keras menjauhkan orang ramai dari Nabi, dan tidak memberi kesempatan untuk mendengarkan Al-Quran, dengan alasan bahwa Al-Quran itu adalah sihir yang dilontarkan kepada mereka. Meskipun demikian, secara sembunyi-sembunyi dalam malam-malam yang gelap, mereka datang mendekati rumah Nabi untuk mendengarkan ayat-ayat Al-Quran yang sedang beliau baca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum Muslimin juga bersungguh-sungguh dalam menghapal dan mempelajari Al-Quran, karena Nabi s.a.w. diperintahkan untuk mengajarkan Al-Quran kepada mereka (QS 16:44), dan karena mereka berkeyakinan bahwa Al-Quran adalah firman Allah dan merupakan sandaran pertama bagi keimanan-keimanan keagamaan, dan sebab dalam salat mereka diwajibkan untuk mem­baca surat al-Fatihah dan surat yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Nabi Muhammad s.a.w. hijrah ke Madinah, dan urusan kaum Muslimin menjadi teratur, beliau memerintahkan kepada sekelompok sahabatnya untuk memperhatikan keadaan AI-Quran, mengajarkan, mempelajari dan menyebarkannya. Wahyu itu dicatat hari demi hari sehingga tidak musnah, dan mereka dibebaskan dari wajib militer, seperti ditegaskan dalam Al-Quran (QS 9: 122).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat kenyataan bahwa sebagian besar sahabat buta huruf, tidak mengetahui tulis-baca, maka Rasulullah memanfaatkan para tawanan Yahudi. Beliau memerintahkan kepada setiap tawanan itu untuk mengajar beberapa orang sahabat. Dengan cara inilah maka sekelompok sahabat menjadi mengetahui tulis-baca.&lt;br /&gt;Dalam kelompok itu terdapat beberapa sahabat yang tekun membaca Al-Quran, menghapal dan memelihara surat-surat dan ayat-ayatnya. Mereka inilah yang kemudian dikenal dengan sebut­an al-qurra’. Ketika pecah perang Bir Ma'unahempat puluh atau tujuh puluh al-qurra’ gugur. Ayat-ayat yang diturunkan secara bertahap, ditulis pada papan-papan, kulit domba atau pelepah kurma, dan dihapal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak dapat diragukan dan diingkari bahwa sebagian besar surat Al-Quran tersebar luas melalui para sahabat sebelum Rasulul­lah wafat. Nama-nama dari kebanyakan surat itu telah disebutkan dalam banyak hadis yang diriwayatkan oleh golongan Syi'ah maupun Ahlus Sunnah. Hadis-hadis itu menjelaskan bagaimana Nabi menyampaikan dakwah Islam, bagaimana beliau melakukan salat dan membaca Al-Quran. Demikian pula, dalam beberapa hadis kita menemukan nama-nama tertentu surat-surat Al-Quran sebelum Rasulullah wafat, seperti at-Thawal, al-Ma'in, al-Matsani dan al-Mafshalat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.    Sesudah Rasulullah wafat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah Rasulullah wafat, Ali - yang oleh Nabi dikukuhkan sebagai orang yang paling tahu tentang Al-Quran - diam di rumah­nya untuk menghimpun Al-Quran dalam satu mushaf menurut urutan turunnya. Dan belum enam bulan sejak wafatnya Rasulullah, dia telah merampungkan penghimpunan itu dan mengusungnya ke atas punggung unta.&lt;br /&gt;Satu tahun sesudah Rasulullah wafat, pecah perang Ya­mamah yang merenggut korban tujuh puluh orang qurra’. Pada waktu itu khalifah berpikir untuk menghimpun surat-surat dan ayat-ayat Al-Quran dalam satu mushaf, karena khawatir akan ter­jadi perang lagi serta khawatir akan punahnya para qurra’ dan hilangnya Al-Quran karena kematian mereka. Khalifah memerin­tahkan kepada sekelompok qurra` sahabat di bawah pimpinan Zaid bin Tsabit untuk menghimpun Al-Quran. Mereka menghimpun dari papan-papan, pelepah-pelepah kurma, dan kulit-kulit domba yang terdapat di rumah Nabi yang ditulis oleh para penulis wahyu, dan tulisan-tulisan yang ada pada sahabat-sahabat yang lain. Setelah menyelesaikan penghimpunan itu, mereka menyalin be­berapa naskah dan dibagikan ke beberapa negeri Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah khalifah ketiga mengetahui bahwa Al-Quran terancam perubahan dan penggantian akibat sikap mempermudah dalam menyalin dan memeliharanya, dia memcrintahkan untuk meng­ambil mus-haf yang disimpan oleh Hafsah, yakni naskah pertama di antara naskah-naskah khalifah pertama, dan memerintahkan kepada lima orang sahabat, yang di antaranya Zaid bin Tsabit, untuk menyalin mus-haf tersebut. Khalifah ketiga juga memerintahkan agar semua naskah yang terdapat di negeri-negeri Islam dikumpulkan dan dikirimkan ke Madinah, kemudian dibakar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka menulis lima naskah Al-Quran. Satu naskah ditinggal di Madinah dan empat yang lainnya dibagi-bagikan ke Makkah, Suriah, Kufah dan Basrah. Masing-masing satu buah. Ada yang mengatakan bahwa selain lima naskah ini, ada satu naskah yang dikirimkan ke Yaman, dan satu lagi ke Bahrain. Naskah inilah yang dikenal dengan scbutan Mus-haf Imam dan semua naskah Al­Quran ditulis menurut salah satu dari kelima naskah ini. Semua naskah ini dan mus-haf yang ditulis melalui perintah khalifah pertama tidak berbeda, kecuali dalam satu hal, yaitu bahwa surat al-Bara'ah dalam mus-haf khalifah pertama diletakkan di antara surat-surat mi'un, dan surat al-Anfal diletakkan di antara surat­surat matsani. Sedangkan dalam Mus-haf Imam, surat al-Anfal dan al-Bara'ah diletakkan di antara &lt;br /&gt;surat al-A'raf dan Yunus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Buku Mengungkap Rahasia Al Quran, karya Sayyid Muhammad Husain Thabathaba'i &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca Juga:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://jurnalisjh.blogspot.com/2010/09/matematika-dan-al-quran-chapter-1.html"&gt;Chapter 1&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://jurnalisjh.blogspot.com/2010/09/batam-19-ramadhan-1431-h-isi-kultum.html"&gt;Chapter 2&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://jurnalisjh.blogspot.com/2010/09/matematika-dan-alquran-chapter-3.html"&gt;Chapter 3&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1611356771716981006-1271908364584637673?l=jurnalisjh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalisjh.blogspot.com/feeds/1271908364584637673/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1611356771716981006&amp;postID=1271908364584637673' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1611356771716981006/posts/default/1271908364584637673'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1611356771716981006/posts/default/1271908364584637673'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalisjh.blogspot.com/2010/09/matematika-dan-alquran-chapter-4.html' title='Matematika dan Alquran (Chapter 4)'/><author><name>Jurnalis JH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09859824603444744312</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SSTWJgz8gEI/AAAAAAAAAAk/RSbC5cL1K4o/S220/di+bawah+saksi+Proklamasi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1611356771716981006.post-5650513571046057627</id><published>2010-09-07T01:25:00.000-07:00</published><updated>2010-09-16T04:40:57.675-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='agama'/><title type='text'>Matematika dan Alquran (Chapter 3)</title><content type='html'>Batam, 20 Ramadhan 1431 H&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan agustus hampir lewat, biasanya bulan agustus sangat meriah dengan pesta-pesta rakyat memperingati kemerdekaan Indonesia, tapi karena bulan agustus tahun ini bertepatan dengan bulan Ramadhan, jadi banyak perayaan diadakan di bulan Juli. Gak banget kayaknya, dipaksanya buat acara bulan juli, padahal bulan juli 1945, Indonesia masih belum memproklamirkan negaranya. Indonesia yang pada beberapa share facebook yang sampai ke saya, menyatakan bahwa Indonesia adalah negara terkaya di dunia, bagi saya omong kosong. Untuk apa kaya tapi tak mampu menghidupi masyarakatnya. Saya sangat tidak setuju dengan notes itu, hanya mengajarkan kita bermimpi dan terus bermimpi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai info, isi ceramah di salah satu mesjid menyatakan ternyata negara yang pertama kali mengakui kemerdekaan Indonesia adalah Palestina, negara yang sampai sekarang belum merdeka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hitung-Hitung kemerdekaan Indonesia, juga ada yang unik, Indonesia terdiri dari huruf-huruf I, N, D, O, N, E, S, I, A. biar lebih jelas, saya uraikan aja:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I    huruf ke 9&lt;br /&gt;N  hufur ke 14&lt;br /&gt;D  huruf ke 4&lt;br /&gt;O  huruf ke 15&lt;br /&gt;N  huruf ke 14&lt;br /&gt;E  huruf ke 5&lt;br /&gt;S  huruf ke 19 &lt;br /&gt;I    huruf ke 9 dan&lt;br /&gt;A  huruf ke 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika urutan huruf itu semuanya ditambah, 9+14+4+15+14+5+19+9+1 = 90&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia secara de-yure, baru merdeka tanggal 18 agustus 1945 dimana pengakuan internasional sudah dikumandangkan, yang jika di nominalkan: 18-08-1945, dan jika dijumlahkan; 18+8+19+45 = 90&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(i) 9+14+4+15+14+5+19+9+1 = 90&lt;br /&gt;(ii) 18+8+19+45 = 90&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menarik bukan?  Appalause untuk Indonesia...!!!!!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kalo jam kemerdekaan proklamasi juga dihitung, yaitu jam 10.10 pagi, dan masing-masing ditambah, maka akan sama-sama menghasilkan 100 dan 100.. Top 100 untuk Indonesia... tapi ini udah rada maksa..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang kita akan menghitung umur alam semesta&lt;br /&gt;Ha? Yakin lo? &lt;br /&gt;Perpaduan Ilmu Pengetahuan, Teknologi Informasi dan Al Quran membuat saya sangat yakin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara ringkas, umur elemen kimia dapat diperkirakan berdasarkan uji radio aktif terhadap atom tersebut. Dan umum¬nya dapat ditentukan dengan menggunakan uji contoh batu¬batuannya, yaitu dengan mengukur perubahan elemen berat seperti Rubidium Rb-87. Bila uji Rubidium ini diterapkan atas batuan yang tertua di bumi akan didapatkan bahwa batuan tertua ber¬umur 3,8 miliar tahun. Jika diterapkan atas batuan tertua dari meteor akan didapatkan angka 4,56 miliar tahun. Kesimpulan ini membuktikan bahwa tata surya kita berumur sekitar 4,6 miliar tahun (sumber: buku favorit saya, Buku Pintar, karangan Iwan Gayo). &lt;br /&gt;Sedikit berbeda, bila metode ini digunakan untuk mengukur gas di alam semesta maka akan menyebabkan tingkat variasi yang lebih lebar. Ilmuwan cukup puas mengetahui umur alam se¬mesta sejak Dentuman Besar (Big-Bang) dengan perhitungan elemen kimia yaitu antara 11-18 miliar tahun.(dalam buku Angel and Demons, dijelaskan teori ini ternyata dikemukakan oleh George Lemaitre, bukan oleh Edwin Hubble) &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Mohamed Asadi dalam bukunya The Grand Unifying Theory of Everything mengatakan bahwa umur alam semesta, berdasarkan penyelidikannya terhadap bintang-bintang tertua, adalah antara 17 sampai 20 miliar tahun. Sedangkan Profesor Jean Claude Batelere dari College de France menyatakan bahwa umur alam semesta kira-kira 18 miliar tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, dalam Alquran, sudah dengan tersirat dijelaskan oleh Allah pada hanya 2 ayat saja, tapi menjelaskan kemungkinan umur dari alam semesta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam al-Qur'an ada dua ayat yang mengindikasikan perhitungan alam semesta selain makna relativitas waktu, yaitu: QS as-Sajdah ayat 5 dan QS al-Ma'arij ayat 4 yang bunyinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepadaNya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu” (QS as-Sajdah : 5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun" (al-Ma'arij: 4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita dapat mencatat bahwa al-Qur'an tidak mengatakan "50.000 tahun" waktu bumi. Karena waktu ini adalah waktu relatif di suatu tempat di langit, di mana satu hari sama dengan 1000 tahun waktu bumi. Hari relatif tersebut merupakan umur alam semesta di mana sistem tata surya manusia (kita) berada. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mari kita konversikan waktu relatif alam semesta:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;50.000 x 365 hari = 18.250.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hari relatif di "satu tempat" di alam semesta, di tempat malaikat melaporkan urusannya, sama dengan 1000 tahun di bumi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18.250.000 x 1000 = 18.250.000.000 tahun atau 18,25 miliar tahun. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dengan demikian, umur alam semesta dari AlQuran yang diturunkan pada masa Nabi Muhammad yang sangat Mulia adalah 18,25 miliar tahun. Hasilnya hampir sama dengan perhitungan Profesor Jean Claude Batelere dari College de France tersebut di atas.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;NASA memperkirakan umur alam semesta antara 12-18 miliar tahun berdasarkan pengukuran seberapa cepat alam semesta kita ini ekspansi setelah terjadinya "Dentuman Besar"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Marshall Joy dan Dr. John Carlstrom dari Universitas Chicago (tim NASA) telah mampu mengatasi masalah pengukuran kecepatan ekspansi alam semesta dengan teknik terbaru, yaitu menggunakan radio interferometer untuk menyelidiki dan mengukur fluktuasi Cosmic Microwave Background Radiation (CMBR). Dengan demikian, umur alam semesta dapat diperkirakan. Sedangkan tim NASA lainnya memperkirakan umur alam semesta antara 8-12 miliar tahun berdasarkan pengukuran jarak galaksi "M100" dengan teleskop ruang angkasa Hubble. Galaksi tersebut diperkirakan berjarak 56 juta tahun cahaya dari bumi. Namun demikian, pengukuran umur alam semesta ini menimbulkan pertanyaan, bagaimana mungkin alam semesta umurnya lebih muda, padahal salah satu bintang di Bima Sakti mungkin umurnya jauh lebih tua dari perkiraan tersebut? (sumber: salah satu dari film di laptop saya, “Into the Universe with Stephen Hawking”)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pembaca telah mendapatkan pengetahuan bahwa kata-kata dalam al-Qur'an mempunyai makna yang bertingkat. Beberapa kata mempunyai arti langsung, tetapi yang lain tidak, atau belum tentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya saja, kata yang berarti bulan adalah syahr, dalam al-Qur'an disebutkan sebanyak 12 kali. Ini sesuai dengan 12 bulan dalam 1 tahun. Sedangkan kata yang berarti hari adalah yaum, yang disebutkan 365 kali dalam al-Quran. Ini juga sesuai bahwa 1 tahun rata-rata sama dengan 365 hari. Tetapi kata yang berarti tahun, yaitu sanah disebutkan dalam al-Qur'an sebanyak 19 kali! Bagaimana kita memahaminya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Bulan disebutkan 12 kali&lt;br /&gt;Kata hari disebutkan 365 kali&lt;br /&gt;Dalam Alquran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# makin terkesima...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ilmu astronomi. Ang¬ka 19 atau 19 tahun adalah satu periode di mana posisi relatif bumi dan bulan kembali ke posisi semula secara berulang sete¬lah 19 tahun kemudian. Siklus ini ditemukan oleh Meton orang Yunani dan disebut Metonic cycle (sumber: Wikipedia)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;contohnya gini, misalnya sekarang tanggal 30 Agustus tahun 2010, dan bulan purnama terlihat pada posisi dekat bintang Virgo, kapan kita dapat melihat bulan purnama pada posisi yang sama?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jawabnya bukan bulan depan atau tahun depan, tetapi tanggal 30 Agustus tahun 2029, 19 tahun kemudian."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mengapa 19 tahun? Karena fase Tahun Matahari dan Tahun Bulan akan bertemu tepat pada siklus yang ke-19, di mana 235 bulan Kalender Bulan tepat sama dengan siklus 19 tahun berdasarkan Kalender Matahari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(29,53 hari x 235 kira-kira sama dengan 365,24 hari x 19). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bumi keliling Matahari selama 365,24 hari&lt;br /&gt;Bulan keliling Bumi selama 29,53 hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meton dari Athena pada tahun 440 SM mengetahui bahwa 235 bulan berdasarkan Kalender Bulan sama dengan 19 tahun Kalender Matahari. Oleh karena itu, siklus ini dikenal dengan siklus Meton, dan merupakan basis perhitungan kalender di Yunani sampai Kalender Julius Caesar diperkenalkan pada tahun 46 SM. Bagi kaum Muslim, menggunakan Kalender Bulan karena sesuai dengan kebutuhan untuk perhitungan bulan Ramadhan, bulan Haji, dan peristiwa-peristiwa Islam lainnya. Namun sebelumnya, Kalender Bulan ini dipergunakan juga oleh kaum Yahudi, bangsa Babilonia, dan Cina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, jumlah penyebutan kata-kata tertentu dalam al-Qur'an mempunyai makna yang sangat dalam, dan baru dapat diketahui oleh kita jika kita mempunyai penge¬tahuan dan sains yang cukup luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya rasa cukup mempelajari matematika islam untuk malam ini, matematika tidak perlu dipelajari terlalu lama, bisa membosankan dan membingungkan. Yang penting baca, baca dan baca agar menambah wawasan. Muslim yang ingin maju adalah muslim yang rajin membaca tentang Ilmu Dunia dan Ilmu Akhirat. Bukan Muslim yang hanya ngaji quran tanpa arti, hanya meratep-ratep tanpa makna dan hanya duduk di warung kopi, ups.......!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca Juga:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://jurnalisjh.blogspot.com/2010/09/matematika-dan-al-quran-chapter-1.html"&gt;Chapter 1&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://jurnalisjh.blogspot.com/2010/09/batam-19-ramadhan-1431-h-isi-kultum.html"&gt;Chapter 2&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1611356771716981006-5650513571046057627?l=jurnalisjh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalisjh.blogspot.com/feeds/5650513571046057627/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1611356771716981006&amp;postID=5650513571046057627' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1611356771716981006/posts/default/5650513571046057627'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1611356771716981006/posts/default/5650513571046057627'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalisjh.blogspot.com/2010/09/matematika-dan-alquran-chapter-3.html' title='Matematika dan Alquran (Chapter 3)'/><author><name>Jurnalis JH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09859824603444744312</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SSTWJgz8gEI/AAAAAAAAAAk/RSbC5cL1K4o/S220/di+bawah+saksi+Proklamasi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1611356771716981006.post-4214556957060696272</id><published>2010-09-07T01:22:00.000-07:00</published><updated>2010-09-16T04:40:53.866-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='agama'/><title type='text'>Matematika dan Al Quran (Chapter 2)</title><content type='html'>Batam, 19 Ramadhan 1431 H&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isi kultum Tarawih malam ini mungkin sama dengan kultum di mesjid-mesjid lainnya, tentang Puasa di Bulan Ramadhan. Cerita dari khatib tidak lebih dari buku-buku yang sudah saya pelajari sejak kelas 4 Sekolah Dasar. Mungkin ini sebabnya Muslim masa kini tidak punya pengetahuan mendalam tentang agamanya, karena yang bertugas menyiarkan Islam, yaitu Ulama dan Mubaligh hanya punya pengetahuan setingkat anak SD. Tidak semua, tapi rata-rata bisa kita simpulkan dari isi kultum, ceramah dan khutbah. Yang disampaikan hanya mengulang-ngulang isi buku saja, tanpa bisa memberikan bukti kuat, apa itu Islam dan kenapa kita harus percaya Islam? Ulama jaman sekarang hanya bisa mengulang-ulang janji Allah, memberikan ketakutan kepada manusia tentang neraka dan bagaimana indahnya surga, dan menyuruh manusia untuk bertaqwa.. hanya itu. Akhirnya muslim hanya bisa menjadi manusia tukang sujud, tukang ruku’ dan tukang penadah tangan mengharap rejeki Allah sampai di tangan, bahkan menyuruh-nyuruh Allah dengan kalimat: “berikanlah..., mudahkanlah...., tuntunlah...,“ tanpa kita menyadari, siapa kita? Islam tidak hanya mengajarkan kita meminta, tapi lebih dari itu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup keluhannya... huft....Kita akan bercerita bagaimana Al Quran pertama kali sampai ke bumi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awal Islam, bangsa Arab adalah bangsa yang buta huruf, hanya sedikit yang pandai menulis dan membaca. Bahkan beberapa di antaranya merasa aib bila diketahui pandai menulis. Karena, orang yang terpandang pada saat itu adalah orang yang sanggup menghafal, bersyair, dan berpidato. Waktu itu belum ada "kitab". Kalaupun ada hanyalah sepotong batu yang licin dan tipis, kulit binatang, atau pelepah korma yang ditulis. Termasuk kutub, jamak kitab, yang dikirim oleh Nabi kepada raja-raja di sekitar Arab, sebagai seruan untuk masuk Islam.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Setiap kali turun ayat, Nabi menginstruksikan kepada para sahabat untuk menghafalnya dan menuliskannya di atas batu, kulit binatang dan pelepah korma. Hanya ayat-ayat al-Qur'an yang boleh ditulis. Selain ayat-ayat al-Qur' an, bahkan termasuk Hadist dan ajaran-ajaran Nabi yang didengar oleh para sahabat, di larang untuk dituliskan, agar antara isi al-Qur'an dengan yang lainnya tidak tercampur.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Setiap tahun, malaikat Jibril, utusan Tuhan mengulang (repetisi) membaca ayat-ayat al-Qur'an yang telah diturunkan sebelumnya di hadapan Nabi. Pada tahun Muhammad SAW wafat, yaitu tahun 632 M, ayat-ayat al-Qur'an dibacakan dua kali dalam setahun. Ini menarik sekali, karena seolah-olah akhir tugas dan kehidupan Nabi di dunia ini telah diantisipasi akan selesai.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pada masa khalifah pertama, Abu Bakar RA, banyak terjadi peperangan melawan orang-orang yang murtad dan para nabi palsu. Di antara mereka yang gugur dalam peperangan banyak penghafal ayat-ayat al-Qur'an. Umar bin Khaththab mengu¬sulkan untuk mengumpulkan para penghafal al-Qur'an, disu¬ruh membacakan al-Qur’an, menjadikan satu, meneliti dan menulis ulang. Kumpulan itu yang ditulis oleh Zaid bin Tsabit, mushaf, berupa lembaran-lembaran yang diikat menjadi satu, disusun berdasarkan urutan ayat dan surat seperti yang telah ditetapkan oleh Nabi sebelum wafat. Sedangkan pada masa Utsman bin Affan, tentara Muslim telah sampai ke Armenia, Azerbaijan di sebelah Timur dan Tripoli di sebelah barat. Kaum Muslim terpencar di seluruh pelosok negeri, ada yang tinggal di Mesir, Syria, Irak, Persia dan Afrika. Naskah beredar di mana¬-mana, tetapi urutan surat dan cara membacanya beragam, se¬suai dialek di mana mereka tinggal. Hal ini menjadikan perti¬kaian antar kaum Muslim sehingga menjadikan kekhawatiran pemerintahan Utsman. Maka kemudian Utsman membentuk panitia untuk membukukan ayat-ayat al-Qur'an dengan me¬rujuk pada dialek suku Quraisy, sebab ayat al-Qur'an diturun¬kan dengan dialek mereka, sesuai dengan suku Muhammad saw. Buku tersebut diberi nama al-Mushaf, ditulis lima kopi dan dikirimkan ke empat tempat: Mekkah, Syria, Bashrah, dan Ku¬fah. Satu kopi disimpan di Madinah sebagai arsip dan disebut Mushaf al-Imam.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Walaupun telah disatukan dan diseragamkan, namun tetap cukup banyak al-Qur'an di Afrika dengan dialek berbeda, ter¬masuk jumlah ayat yang "berbeda" karena perbedaan mem¬baca dalam pergantian nafas (6.666 ayat), tetapi isinya tetap sama. Awalnya, pada zaman Nabi, al-Qur'an memakai dialek Quraisy, tetapi kemudian berkembang menjadi tujuh dialek non-Quraisy. Pada mulanya, ini dimaksudkan agar suku-suku lain lebih mengerti. Ada juga aliran tersendiri (kelompok kecill, pimpinan Dr. Rashad Khalifa, kelahiran Mesir, seorang ahli biokimia dan matematika, yang mempromosikan jumlah ayat 6.234, berbeda 2 ayat dengan naskah Ustman, 6.236 ayat. Sedangkan mayoritas Muslim, baik Sunni maupun Syi’ah (tanpa maksud saya membedakannya) tetap berpegang teguh pada naskah awal yang dikumpulkan semasa Khalifah Ustman, yaitu dialek Quraisy, hingga kini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan kecil ini, menjadi sasaran kritik para Orientalis, bahwa al-Qur’ an tidak asli lagi, karena telah ada campur tangan manusia dalam transmisinya. Walaupun demikian, sebagian di antara mereka, seperti Gibb, Kenneth Cragg, John Burton, dan Schwally dalam bukunya Mohammedanism, The Collection of the Qur’an , The Mind of the Qu'ran, dan Geschichte des Qorans, mengakui bahwa "sejauh pengetahuan kita, kita bisa yakin bahwa teks wahyu telah di¬transmisikan sebagaimana apa yang telah diberikan kepada Nabi". (sumber: wikipedia)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gak banyak ulama tau akan hal ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke, kita akan masuk hitung-hitungan sederhana pada al-Quran kembali, tapi saya tetap yakin matematik berikut ini bukan sebuah kebetulan semata. Ada 2 contoh kecil dan angka 7 dan 34. Gimana tuh hitungannya?&lt;br /&gt;Salah satu karunia yang Allah ceritakan adalah penggunaan kata "sab'u (tujuh)" berkaitan dengan kata "samawat (langit)", sebelumnya atau sesudahnya. Kata tersebut dalam AI-Quran disebutkan sebanyak 7 kali. Begitu juga hari dalam seminggu berjumlah 7 hari, dan langit pun berjumlah 7. Berikut ini adalah ayat-ayat mengenainya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. ...Dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikannya tujuh langit...(QS al-Baqarah: 29) &lt;br /&gt;2. Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah... (QS al-Isra: 44) &lt;br /&gt;3. Katakanlah: "Siapakah yang memiliki tujuh langit dan 'arasy yang besar" (QS al-Mu'minun: 84)&lt;br /&gt;4. Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan kepada tiap-tiap langit urusannya ..... (QS Fushshilat: 12)&lt;br /&gt;5. Allah-lah Yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi ..... (QS aI-Thalaq: 12)&lt;br /&gt;6. Yang telah menjadikan tujuh langit berlapis-lapias. (QS aI-Mulk: 3)&lt;br /&gt;7. Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah menciptakan tujuh langit bertingkat-tingkat? (QS Nuh: 15)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menarik Allah menceritakan tujuh langit pada tujuh ayat. Semakin membuka mata... , oke kita bahas lagi ajaibnya Kitab Maha Tinggi ini; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Al-Quran, akan kita temukan bahwa kata sujud yang dilakukan oleh mereka yang berakal disebutkan sebanyak 34 kali. Jumlah tersebut sama dengan jumlah sujud dalam shalat sehari-¬hari yang dilakukan pada lima waktu sebanyak 17 rakaat. Pada setiap rakaat dilakukan dua kali sujud sehingga jumlahnya menjadi 34 kali sujud sebagaimana terdapat pada ayat-ayat berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para Malaikat: 'Sujud-lah kamu kepada Adam' .... (2:34).&lt;br /&gt;2. ....kemudian Kami katakan kepada para Malaikat; "Ber¬sujud-lah kamu kepada Adam!" .... (Al-Araf: 11) &lt;br /&gt;3. Dan ingatlah ketika Kami katakan kepada Malaikat: "Ber¬sujud-lah kamu kepada Adam!" ...(AI-Isra: 61) &lt;br /&gt;4. Dan (ingatlah) ketika kami katakan kepada para Malaikat: "Ber-sujud-lah kamu kepada Adam!"(Al-Kahfi: 50) &lt;br /&gt;5. Dan (ingatlah) ketika Kami katakan kepada para malaikat: "Ber-sujud-lah kamu kepada Adam!" ...(Thaha: 116) &lt;br /&gt;6. Wahai orang-orang yang beriman, ruku' dan ber-sujud-lah kamu serta beribadahlah kamu kepada Tuhanmu . . . (AI-Hajj : 77 ) &lt;br /&gt;7. Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Sujud-lah kamu sekalian kepada Yang Mahapenyayang." Mereka menjawab: "Siapakah Yang Maha Penyayang itu?" . . . (Al-Furqan: 60) &lt;br /&gt;8. Janganlah kalian ber-sujud kepada matahari maupun bu¬lan, dan ber-sujud-lah kamu semua kepada Allah, Zat Yang telah menciptakan keduanya (matahari dan bulan) .... (Fushshilat: 47) &lt;br /&gt;9. Maka ber-sujud-lah kalian kepada Allah dan beribadahlah kalian (kepada-Nya). (Al-Najm: 62) &lt;br /&gt;10. Hai Maryam, taatlah kepada Tuhanmu, sujud dan ruku'lah bersama-sama orang yang ruku'. (Ali Imran: 43) &lt;br /&gt;11. Maka sujud-lah para Malaikat itu semuanya bersama-sama. (Al-Hijr: 30) &lt;br /&gt;12. 12. Maka ber-sujud-lah para Malaikat itu semuanya bersama¬sama. (Shad: 73) &lt;br /&gt;13. .... Maka semua para Malaikat itu ber- sujud, kecuali Iblis; ia enggan ... (Al-Baqarah: 24) &lt;br /&gt;14. .... Kemudian apabila mereka (yang salat besertamu) sujud (telah menyempurnakan satu rakaat) maka hendaklah mereka pindah dari belakangmu (untuk menghadapi musuh). (An-Nisa: 102) &lt;br /&gt;15. .... Lalu Kami katakan kepada malaikat: "Ber-sujud-lah kamu kepada Adam!", maka mereka ber-sujud, kecuali iblis .... (Al-A'raf: 11). &lt;br /&gt;16. .... Maka mereka ber- sujud, kecuali iblis ....(Al-Isra: 61) &lt;br /&gt;17. .... Maka mereka ber-sujud, kecuali Iblis. Dan dia adalah dari golongan jin .... (AI-Kahfi: 61). &lt;br /&gt;18. .... Maka mereka ber-sujud, kecuali iblis, ia enggan ... (Taha: 116). &lt;br /&gt;19. Berkata iblis: "Aku sekali-kali tidak akan ber-sujud kepada manusia yang Engkau telah ciptakan dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk." (Al¬ Hijr: 33). &lt;br /&gt;20. ..... Kecuali iblis, ia berkata: 'Apakah aku akan ber¬-sujud kepada orang yang Engkau ciptakan dari tanah?". (Al-Isra: 61). &lt;br /&gt;21. Allah berfirman: 'Apakah yang menghalangimu untuk ber¬- sujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?" .... (AI-A'raf: i2). &lt;br /&gt;22. Allah berfirman: "Wahai iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-cipta-kan dengan kedua tangan-Ku?".... (Shad: 75). &lt;br /&gt;23. Janganlah kalian sujud kepada matahari maupun bulan ( Fushilat: 3 7 ) &lt;br /&gt;24. .... Mereka berkata: "Dan siapakah Yang Maka Penyayang itu? Apakah kami harus ber- sujud kepada yang kamu perintahkan kepada kami?" .... (Al-Furqan: 60). &lt;br /&gt;25. Hanya kepada Allah-lah sujud (patuh) segala apa yang di langit dan di bumi .... (AI-Ra'd: 15). &lt;br /&gt;26. Dan hanya kepada Allah-lah sujud segala apa yang ada di langit dan bumi .... (Al-Nahl: 49). &lt;br /&gt;27. Apakah kamu tlada mengetahui, bahwa kepada Allah ber¬-sujud segala apa yang ada di langit, bumi .... (Al-Haj: 18). &lt;br /&gt;28. Agar mereka tidak ber- sujud (menyembah) Allah Yang mengeluarkan apa yang terpendam di langit dan di bumi .... (Al-Naml: 25). &lt;br /&gt;29. .... Mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari, sedang mereka juga ber- sujud (sembahyang). (Ali Imran: 113). &lt;br /&gt;30. Sesungguhnya malaikat-malaikat yang ada di sisi Tuhanmu tidaklah merasa enggan menyembah Allah dan mereka ber¬tashbih memuji-Nya dan hanya kepada-Nyalah mereka ber¬- sujud. (Al-A'raf: 206). &lt;br /&gt;31. Aku mendapati dia dan kaumnya ber- sujud kepada matahari, selain Allah .... (Al-Naml: 24). &lt;br /&gt;32. Dan jika dibacakan Al-Quran kepada mereka, mereka tidak ber- sujud. (Al-Insyihaq: 21). &lt;br /&gt;33. Dan pada bagian dari malam, maka sujud-lah kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya pada bagian yang panjang di malam hari. (AI-Insan: 26). &lt;br /&gt;34. Sekali-kali jangan, janganlah kamu patuh kepadanya; dan sujud-lah dan dekatkanlah (dirimu kepada Tuhan). (AI-Alaq: 19). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bukanlah penghafal Alquran, yang bisa dengan mudah tahu dimana letak kata-kata “langit ke tujuh” dan “sujud” dalam 30 Juz Al Quran. Tapi saya diberikan sedikit kemampuan untuk dengan mudah menggunakan teknologi informasi pada katalog Tafsir Al Quran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menggunakan apa yang kita miliki sedikit untuk mempelajari ilmu agama lebih baik dari pada menjadi orang pandai tetapi tidak berguna bagi agama dan orang-orang disekelilingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;See u in the next amazing math in Quran.... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca Juga&lt;br /&gt;&lt;a href="http://jurnalisjh.blogspot.com/2010/09/matematika-dan-al-quran-chapter-1.html"&gt; Chapter 1&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1611356771716981006-4214556957060696272?l=jurnalisjh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalisjh.blogspot.com/feeds/4214556957060696272/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1611356771716981006&amp;postID=4214556957060696272' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1611356771716981006/posts/default/4214556957060696272'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1611356771716981006/posts/default/4214556957060696272'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalisjh.blogspot.com/2010/09/batam-19-ramadhan-1431-h-isi-kultum.html' title='Matematika dan Al Quran (Chapter 2)'/><author><name>Jurnalis JH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09859824603444744312</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SSTWJgz8gEI/AAAAAAAAAAk/RSbC5cL1K4o/S220/di+bawah+saksi+Proklamasi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1611356771716981006.post-7333099679346532352</id><published>2010-09-07T01:18:00.000-07:00</published><updated>2010-09-07T01:21:50.429-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='agama'/><title type='text'>Matematika dan Al Quran (Chapter 1)</title><content type='html'>Al Quran, Mahakarya yang paling sempurna dengan segala keajaibannya turun ke Bumi ribuan tahun lalu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bacaan Al Quran menggema di sebuah masjid kecil Mess Bida Sekupang Batam, dilantunkan oleh 8 sampai 10 remaja dibawah bimbingan hafidz memulai bacaannya dengan Bismillah. Surat Al Fatihah selesai dibaca, sebagai pembuka tadarus malam ke 17  Ramadhan 2010. QS al-Fatihah, diucapkan minimal 17 kali dalam sehari oleh seorang muslim dalam tiap raka’at shalatnya. Ditambah pada setiap akhir doa dalam 5 waktu shalat wajibnya. Setidaknya, setiap muslim dan muslimah mendapat syafa’at 22 kali dalam sehari saat melantunkan QS al-Fatihah. 22 tahun pula Alquran lebih kurang turun ke Bumi kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril. Matematika awam, akan dengan mudah menyamakan 22 syafa’at minimal dari bacaan al-Fatihah, dengan 22 tahun masa turunnya Al Quran. Tapi Alquran tidak hanya sesederhana itu, Alquran punya Matematika Ilmiah, yang tidak terbantah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah menciptakan Alam dengan sangat teliti, dalam QS Jin ayat 28 dijelaskan; "Tuhan menciptakan sesuatu dengan hitungan teliti”, juga pada QS Maryam ayat 93-94; “Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Tuhan Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba. Sesungguhnya Allah telah menentukan jumlah mereka dan menghitung mereka dengan hitungan yang teliti”. Sementara itu  ilmuan Galileo dalam salah satu ungkapannya menyatakan, “Matematika adalah bahasa Tuhan ketika Dia menulis Alam Semesta”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat dan Pernyataan itu, membuat saya ingin mencari tahu lebih dalam tentang Matematika dalam Al Quran. Karena dalam QS az-Zumar ayat 9 dijelaskan; “....Adakah sama orang-orang yang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?. Sesungguhnya orang yang berakal lah yang dapat menerima pelajaran”. Galileo banyak memberikan inspirasi saya ketika membaca buku Angel and Demons karangan Dan Brown.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pandangan al-Qur'an, tidak ada peristiwa yang ter¬jadi secara kebetulan. Semua terjadi dengan "hitungan", baik dengan hukum-hukum alam yang telah dikenal manusia maupun yang belum. Prof. Palmer, seorang ahli kela¬utan di Amerika Serikat mengatakan "Ilmuwan sebenarnya hanya menegaskan apa yang telah tertulis didalam al-Qur'an beberapa tahun yang lalu"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak akan bisa memahami keindahan Alquran, jika tidak mengetahui ilmunya. Contohnya, pada QS an-Nahl ayat 68-69 yang menceritakan kegiatan lebah dalam membuat sarang dan mencari makan. Ayat tersebut menggunakan bentuk kata kerja perempuan (bahasa arab membedakan jenis kelamin untuk kata kerjanya), ka¬rena memang yang mencari makan dan membuat sarang adalah lebah betina. Lebah jantan diberi makan oleh lebah betina, bukan sebaliknya. Jangankan masyarakat di abad ke-7, masyarakat di abad ke-21 aja gak tau bagaimana cara mem¬bedakan lebah jantan dan lebah betina. Terlebih, memahami bahwa lebah betina lah yang mencari makan, bukan sebaliknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Surat an-Nahl merefleksikan lebah betina dengan bentuk kata kerja perempuan. Lebah jantan digambarkan oleh al-Qur'an pada nomor suratnya, yaitu bilangan 16. Bilangan 16 ini adalah banyaknya kromosom lebah jantan, sedangkan jumlah kro¬mosom lebah betina diketahui berjumlah 32. Menarik bukan? Matematika dalam Alquran bukanlah sebuah kebetulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai Permulaan kajian Matematika dalam Alquran, sangat mulia jika kita memulainya dengan Basmallah. kita harus ingat, ini bukan hanya sekedar bacaan, ini adalah kalimat Allah, kalimat yang sangat abadi dan mungkin paling sering diucapkan oleh umat manusia. Mari kita bahas Basmallah dari satu sudut pandang sederhana, namun hasilnya luar biasa.. hhe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bismillahi ar rahman ar rahim.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bismillah terdiri dari 4 kata dalam bahasa arab, yaitu:&lt;br /&gt;1. Bismi (dengan nama), &lt;br /&gt;2. Allah (Allah) &lt;br /&gt;3. Ar Rahman (maha pengasih) dan &lt;br /&gt;4. Ar Rahim (maha penyayang). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan terdiri dari 19 huruf Hijaiyah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat Basmallah dalam Alquran disebutkan sebanyak 114 kali, sesuai dengan jumlah surat pada Alquran. Untuk diketahui, 114 = 19 x 6. (19 adalah jumlah huruf pada kalimat Basmallah)&lt;br /&gt;Tiap surat dibuka dengan kalimat Basmallah, kecuali QS at-Taubah (surat ke 9), yang tidak dibuka dengan Basmallah, tapi dalam QS an-Naml (surat ke 27), Basmallah disebutkan 2 kali, yaitu pada ayat 30 yang bunyinya: “Sesungguhnya surat itu, dari SuIaiman dan sesungguhnya (isi)nya: "....Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;QS at-Taubah adalah QS nomor 9 dan an-Naml adalah QS nomor 27, yang keduanya punya selisih 19 surat. Bila tiap angka bulat dari 9 sampai 27 dijumlahkan, maka akan menghasilkan angka 342, atau setara dengan 19 x 18. Angka 342 itu pun jika dijumlahkan akan menghasilkan angka 9 (nomor surat at Taubah). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9+10+11+12+13+14+15+16.....+26+27 = 342&lt;br /&gt;342 = 19 x 18&lt;br /&gt;3 + 4 + 2 = 9&lt;br /&gt;9 adalah nomor QS at-Taubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bismillah sebagai kalimat pembuka, hanya ada pada 113 ayat, dimana angka 113 adalah bilangan prima ke 30 (30 adalah ayat surat an-Naml yang mengandung kata Basmallah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menarik mempelajari matematika pada teknologi informasi, tapi kita tidak pernah menyangka matematika telah Allah terapkan pada kitab suci AlQuran, pada QS Jin ayat 28, dijelaskan ”Supaya Dia mengetahui bahwa sesungguhnya rasul-rasul itu telah menyampaikan risalah2 Tuhannya, sedang sebenarnya ilmu-Nya meliputi apa yang ada  pada mereka, dan Dia menghitung segala sesuatu satu persatu”. Allah adalah sumber Matematika. Ini mematahkan teori konspirasi di Vatikan, yang menyatakan bahwa agama sangat bertentangan dengan Ilmu Pengetahuan (dimana matematika adalah bahasa universal dari Ilmu Pengetahuan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AI-Qur'an dalam bahasa Arab berarti "pembacaan". al-Quran mungkin kitab yang paling banyak dibaca di dunia. Per¬lu diketahui, sesungguhnya kata Kitab Suci tidak ada di al-Qur'an. Yang ada adalah sebutan Kitab Mulia, Kitab Agung, Kitab Pemurah, dan lainnya. Kitab Suci dikenal karena media, terpengaruh sebutan kitab suci lainnya. Kesempurnaan dalam bahasa tidak dapat ditentang oleh para pujangga. Bahasa dan makna dipadukan. Irama, keselarasan melodi, ritmenya menghasilkan sebuah efek hipnotis yang kuat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin bagi orang awam, kandungan al-Quran sulit dimengerti, karena ia tidak dimulai secara kronologis ataupun narasi-narasi sejarah seperti halnya kitab Yahudi. Ia juga tidak mendasarkan teologinya dalam cerita-cerita dramatis sebagaimana epik-epik India. Tidak pula Tuhan diungkap dalam bentuk manusia sebagai¬mana dalam Bibel. Ia berbicara langsung soal pendidikan-sebagaimana sering dikemukakan oleh para penulis modern-berbicara mengenai membaca, mengajar, memahami dan menulis (QS. Al Alaq ayat 1-5, ayat yang pertama sampai ke Rasul)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata pertama di dalam al-Qur’an dan Islam adalah sebuah perintah yang ditujukan kepada Nabi, ”Iqra..” yang secara linguistik menunjukkan bahwa penyusunan teks al-Qur'an berada di luar kewenangan nabi Muhammad saw. Gaya serupa ini tetap diperta¬hankan di sepanjang al-Qur'an. Ia berbicara kepada atau ten¬tang Nabi dan tidak mengizinkan Nabi berbicara atas kehen¬daknya sendiri. Al-Qur'an menggambarkan dirinya sendiri sebagai sebuah kitab yang "diturunkan" Tuhan kepada Nabi; ungkapan kata "diturunkan" atau anzalna dalam berbagai bentuk digunakan lebih dari 200 kali. Secara intrinsik, ini berarti bahwa konsep dan isi al-Qur'an benar-benar diturunkan dari langit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matematika menjadi inspirasi serial “Numbers”, demikian juga pada Alquran, sangat banyak Matematika yang dapat kita teliti. See you in the next Math... &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1611356771716981006-7333099679346532352?l=jurnalisjh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalisjh.blogspot.com/feeds/7333099679346532352/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1611356771716981006&amp;postID=7333099679346532352' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1611356771716981006/posts/default/7333099679346532352'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1611356771716981006/posts/default/7333099679346532352'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalisjh.blogspot.com/2010/09/matematika-dan-al-quran-chapter-1.html' title='Matematika dan Al Quran (Chapter 1)'/><author><name>Jurnalis JH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09859824603444744312</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SSTWJgz8gEI/AAAAAAAAAAk/RSbC5cL1K4o/S220/di+bawah+saksi+Proklamasi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1611356771716981006.post-8779992144082114834</id><published>2010-08-18T20:30:00.000-07:00</published><updated>2010-09-16T04:42:28.249-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='agama'/><title type='text'>Puasa dipandang dari sisi Kedokteran</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/TGymMUbj3xI/AAAAAAAAA3g/hxG2BL1YrZE/s1600/Sms-Ucapan-Puasa-Ramadhan-1431-H.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 376px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/TGymMUbj3xI/AAAAAAAAA3g/hxG2BL1YrZE/s400/Sms-Ucapan-Puasa-Ramadhan-1431-H.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5506959174940221202" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PUASA memiliki banyak hikmah dan manfaat untuk tubuh, ketenangan jiwa, dan kecantikan. Saat berpuasa, organ-organ tubuh dapat beristirahat dan miliaran sel dalam tubuh bisa menghimpun diri untuk bertahan hidup. Puasa berfungsi sebagai detoksifikasi untuk mengeluarkan kotoran, toksin/racun dari dalam tubuh, meremajakan sel-sel tubuh dan mengganti sel-sel tubuh yang sudah rusak dengan yang baru serta untuk memperbaiki fungsi hormon, menjadikan kulit sehat dan meningkatkan daya tahan tubuh karena manusia mempunyai kemampuan terapi alamiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puasa dapat membuat kulit menjadi segar, sehat, lembut, dan berseri. Karena, setiap saat tubuh mengalami metabolisme energi, yaitu peristiwa perubahan dari energi yang terkandung dalam zat gizi menjadi energi potensial dalam tubuh. Sisanya akan disimpan di dalam tubuh, sel ginjal, sel kulit, dan pelupuk mata serta dalam bentuk lemak dan glikogen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia mempunyai cadangan energi yang disebut glikogen. Cadangan energi tersebut dapat bertahan selama 25 jam. Cadangan gizi inilah yang sewaktu-waktu akan dibakar menjadi energi, jika tubuh tidak mendapat suplai pangan dari luar. Ketika berpuasa, cadangan energi yang tersimpan dalam organ-organ tubuh dikeluarkan sehingga melegakan pernapasan organ-organ tubuh serta sel-sel penyimpanannya. Peristiwa ini disebut peremajaan sel. Dengan meremajakan sel-sel tubuh, akan bermanfaat untuk meningkatkan kekebalan dan kesehatan tubuh serta kulit kita. Oleh karena itu, orang yang sering berpuasa kulitnya akan terlihat lebih segar, sehat, lembut, dan berseri karena proses peremajaan sel dalam tubuhnya berjalan dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa Ilmuwan telah melakukan beberapa penelitian tentang puasa diantaranya secara ringkas dibawah ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Allan Cott, M.D., seorang ahli dari Amerika, telah menghimpun hasil pengamatan dan penelitian para ilmuwan berbagai negara, lalu menghimpunnya dalam sebuah buku Why Fast membeberkan berbagai hikmah puasa, antara lain: a. To feel better physically and mentally (merasa lebih baik secara fisik dan mental). b. To look and feel younger (melihat dan merasa lebih muda). c. To clean out the body (membersihkan badan) d. To lower blood pressure and cholesterol levels (menurunkan tekanan darah dan kadar lemak. e. To get more out of sex (lebih mampu mengendalikan seks). f. To let the body health itself (membuat badan sehat dengan sendirinya). g. To relieve tension (mengendorkan ketegangan jiwa). h. To sharp the senses (menajamkan fungsi indrawi). i. To gain control of oneself (memperoleh kemampuan mengendalikan diri sendiri). j. To slow the aging process (memperlambat proses penuaan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Dr. Yuri Nikolayev Direktur bagian diet pada Rumah Sakit Jiwa Moskow menilai kemampuan untuk berpuasa yang mengakibatkan orang yang bersangkutan menjadi awet muda, sebagai suatu penemuan (ilmu) terbesar abad ini. Beliau mengatakan: what do you think is the most important discovery in our time? The radioactive watches? Exocet bombs? In my opinion the bigest discovery of our time is the ability to make onself younger phisically, mentally and spiritually through rational fasting. (Menurut pendapat Anda, apakah penemuan terpenting pada abad ini? Jam radioaktif? Bom exoset? Menurut pendapat saya, penemuan terbesar dalam abad ini ialah kemampuan seseorang membuat dirinya tetap awet muda secara fisik, mental, dan spiritual, melalui puasa yang rasional).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Alvenia M. Fulton, Direktur Lembaga Makanan Sehat “Fultonia” di Amerika Serikat menyatakan bahwa puasa adalah cara terbaik untuk memperindah dan mempercantik wanita secara alami. Puasa menghasilkan kelembutan pesona dan daya pikat. Puasa menormalkan fungsi-fungsi kewanitaan dan membentuk kembali keindahan tubuh (fasting is the ladies best beautifier, it brings grace charm and poice, it normalizes female functions and reshapes the body contour).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Riyad Albiby and Ahmed Elkadi mengatakan Puasa dapat meningkatkan kekebalan tubuh atau imun system terhadap berbagai penyakit. Ditunjukkan dengan peningkatan fungsi sel limfa yang memproduksi sel limfosit T yang secara significan bertambah, setelah puasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Sulimami mengatakan bahwa untuk penyakit seperti diabetes sekalipun puasa ramadhan tidak akan berbahaya, malah memberikan banyak manfaat (Sulimami, dll, 1988: 549-552)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Jalal Saour berpendapat bahwa berkurangnya cairan pada puasa akan menurunkan heart rate atau kerja jantung, pencegahan terhadap penggumpalan darah yang termasuk penyebab serius panyakit jantung.(Jalal, Riyad,1990)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Muzam MG, Ali M.N dan Husain berpendapat bahwa puasa juga aman untuk pasien yang mempunyai gangguan ulcer pada lambung. Penelitian dilakukan oleh Muzam MG, Ali M.N dan Husain dalam observasi terhadap efek puasa ramadhan terhadap asam lambung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Elson M. Haas M.D. Direktur Medical Centre of Marin (sejak 1984) mengatakan dalam puasa (cleansing dan detoksifikasi) merupakan bagian dari trilogy nutrisi, balancing, building( toning). Elson percaya bahwa puasa adalah bagian yang hilang “missing link” dalam diet di dunia barat. Kebanyakan orang di barat over eating atau terlalu banyak makan, makan dengan protein yang berlebihan, lemak yang berlebihan pula. Sehingga ia menyarankan agar orang lain mulai mengatur makanannya agar lebih seimbang dan mulai berpuasa, karena puasa bermanfaat sebagai: purifikasi, peremajaan, istirahat pada organ pencernaan, anti aging, mengurangi alergi, mengurangi berat badan, detoksikasi, relaxasi mental dan emosi, perubahan kebiasaan dari kebiasaan makan yang buruk menjadi lebih seimbang dan lebih terkontrol, meningkatkan imunitas tubuh. dan lebih baik lagi bila dalam pengawasan dokter. Puasa dapat mengobati penyakit seperti Influeza, bronkitis, diare, konstipasi, alergi makanan, astma, aterosklerosis, penyakit jantung koroner, hipertensi, diabetes, obesitas, kanker, epilepsi, sakit pada punggung, sakit mental, angina pectoris (nyeri dada karena jantung), panas dan insomnia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Dr Sabah al-Baqir dan kawan-kawan mengatakan bahwa Puasa dapat mengurangi jumlah hormon pemicu stress. Dia bersama tim dari Falkutas kedokteran Universitas King Saud.yang melakukan studi terhadap hormon prolaktin, insulin dan kortisol, pada tujuh orang laki-laki yang berpuasa sebagai sampel. Hasilnya bahwa tidak ada perubahan signifikan pada level kortisol. Prolaktin, dan insulin. Ini menunjukkan bahwa puasa bulan ramadhan bukanlah pekerjaan yang memberatkan, dan tidak mengakibatkan tekanan mental maupun saraf. Percobaan ini menunjukan peningkatannya terjadi pada perbedaan waktu saja, bila pada hari tidak puasa prolaktin mengalami kenaikan tertinggi pada jam 16.00. sementara pada bulan Ramadhan mengalami puncaknya pada pukul 21.00 dan menurun lagi sampai batas terendahnya pukul 04.00. Sementara insulin meningkat pada pukul 16.00, sedang pada bulan ramadhan pukul 21.00, menurun sampai batas terendah pukul 16.00. Sedang Kortisol pada hari biasa mencapai puncaknya pukul 09.00, menurun pada pukul 21.00, sementara pada bulan Ramadhan tidak ada perubahan berarti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Dr Ahmad al-Qadhi, Dr. Riyadh al-Bibabi, bersama rekannya di Amerika melakukan uji laboratorium terhadap sejumlah sukarelawan yang berpuasa selama bulan Ramadhan. Hasil penelitian ini menunjukan pengaruh positif puasa yang cukup signifikan terhadap sistem kekebalan tubuh. Indikator fungsional sel-sel getah (lymfocytes) membaik hingga sepuluh kali lipat, walaupun jumlah keseluruhan sel-sel getah bening tidak berubah, namun prosentase jenis getah bening yang bertanggung jawab melindungi tubuh dan melawan berbagai penyakit yaitu sel T mengalami kenaikan yang pesat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Dr Riyadh Sulaiman dan kawan-kawan tahun 1990 dari RS Universitas King Khalid, Riyadh Saudi melakukan penelitian terhadap pengaruh puasa Ramadhan terhadap 47 penderita diabetes jenis kedua (pasien yang tidak tergantung insulin). Dan sejumlah orang sehat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puasa bulan ramadhan tidak menimbulkan penurunan berat badan yang signifikan. Tidak ada pengaruh apapun yang berarti pada kontrol penyakit diabetes diabetes dikalangan penderita ini. Sejauh ini puasa Ramadhan aman saja bagi penderita diabetes sejauh dilakukan dengan kesadaran dan kontrol makanan serta obat-obatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Dr. Muhammad Munib dan kawan-kawan dari Turki juga melakukan sebuah penelitian terhadap seratus responden muslim, Sampel darah mereka diambil sebelum dan diakhir bulan ramadhan, untuk dilakukan analisis dan pengukuran terhadap kandungan protein, total lemak (total lipid), lemak fosfat, asam lemak bebas, kolesterol, albumin, globulin, gula darah, tryglycerol, dan unsur-unsur pembentuk darah lainnya, dan didapat, antara lain bahwa terjadi penurunan umum pada kadar gula (glukosa) dan tryacyglicerol orang yang berpuasa, terjadinya penurunan parsial dan ringan pada berat badan, tidak terlihat adanya aseton dalam urin, baik dalam awal maupun akhir puasa, sebab sebelum puasa ramadhan, kenyataan ini menegaskan tidak adanya pembentukan zat-zat keton yang berbahaya bagi tubuh selama bulan puasa islam, Dengan keutamaan puasa, glikogen dalam tubuh mengalami peremajaan, memompa gerakan lemak yang tersimpan, sehingga menghasilkan energi yang lebih meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak zaman dulu puasa dipakai sebagai pengobatan yang terbaik seperti kata Plato bahwa puasa adalah untuk mengobati sakit fisik dan mental. Philippus Paracelsus mengatakan bahwa “Fasting is the greatest remedy the physician within!” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puasa sudah diakui menjadi penyembuh terhebat dalam menanggulagi penyakit, bahkan di amerika ada pusat puasa yang diberi nama “Fasting Center International, Inc”, Director Dennis Paulson yang berdiri sudah sejak 35 tahun yang lalu, dengan pasien dari 220 negara. Yang merekomendasikan Puasa dalam: &lt;br /&gt;(1) program penurunan berat badan, &lt;br /&gt;(2) mengeluarkan toxin tubuh, &lt;br /&gt;(3) puasa dapat memperbaiki energy, kesehatan mental, kesehatan fisik dan yang paling terpenting meningkatkan kualitas hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Saat berpuasa ternyata terjadi peningkatan HDL and apoprotein alfa1, dan penurunan LDL ternyata sangat bermanfaat bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah. Beberapa the penelitian “chronobiological” menunjukkan saat puasa ramadan berpengaruh terhadap ritme penurunan distribusi sirkadian dari suhu tubuh, hormon kortisol, melatonin dan glicemia. Berbagai perubahan yang meskipun ringan tersebut tampaknya juga berperanan bagi peningkatan kesehatan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Keadaan psikologis yang tenang, teduh dan tidak dipenuhi rasa amarah saat puasa ternyata dapat menurunkan adrenalin. Saat marah terjadi peningkatan jumlah adrenalin sebesar 20-30 kali lipat. Adrenalin akan memperkecil kontraksi otot empedu, menyempitkan pembuluh darah perifer, meluaskan pebuluh darah koroner, meningkatkan tekanan darah rterial dan menambah volume darah ke jantung dan jumlah detak jantung. Adrenalin juga menambah pembentukan kolesterol dari lemak protein berkepadatan rendah. Berbagai hal tersebut ternyata dapat meningkatkan resiko penyakit pembuluh darah, jantung dan otak seperti jantung koroner, stroke dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Jumlah sel yang mati dalam tubuh mencapai 125 juta perdetik, namun yang lahir dan meremaja lebih banyak lagi. Saat puasa terjdi perubahan dan konversi yang massif dalam asam amino yang terakumulasi dari makanan. Sebelum didistribusikan dalam tubuh terjadi format ulang. Sehingga memberikan kesempatan tunas baru sel untuk memperbaiki dan merestorasi fungsi dan kinerjanya. Pola makan saat puasa dapat mensuplai asam lemak dan asam amino penting saat makan sahur dan berbuka. Sehingga terbentuk tunas-tunas protein , lemak, fosfat, kolesterol dan lainnya untuk membangun sel baru dan membersihkan sel lemak yang menggumpal di dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Puasa bisa menurunkan kadar gula darah, kolesterol dan mengendalikan tekanan darah. Itulah sebabnya, puasa sangat dianjurkan bagi perawatan mereka yang menderita penyakit diabetes, kolesterol tinggi, kegemukan dan darah tinggi. Dalam kondisi tertentu, seorang pasien bahkan dibolehkan berpuasa, kecuali mereka yang menderita sakit diabetes yang sudah parah, jantung koroner dan batu ginjal. Puasa dapat menjaga perut yang penuh disebabkan banyak makan adalah penyebab utama kepada bermacam-macam penyakit khususnya obesitas, hiperkolesterol, diabetes dan penyakit yang diakibatkan kelebihan nutrisi lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Sedang di antara manfaat puasa ditinjau dari segi kesehatan adalah membersihkan usus-usus, memperbaiki kerja pencernaan, membersihkan tubuh dari sisa-sisa dan endapan makanan, mengurangi kegemukan dan kelebihan lemak di perut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Termasuk manfaat puasa adalah mematahkan nafsu. Karena berlebihan, balk dalam makan maupun minum serta menggauli isteri, bisa mendorong nafsu berbuat kejahatan, enggan mensyukuri nikmat serta mengakibatkan kelengahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Penghentian konsumsi air selama puasa sangat efektif meningkatkan konsentrasi urin dalam ginjal serta meningkatkan kekuatan osmosis urin hingga mencapai 1000 sampai 12.000 ml osmosis/kg air. Dalam keadaan tertentu hal ini akan memberi perlindungan terhadap fungsi ginjal. Kekurangan air dalam puasa ternyata dapat meminimalkan volume air dalam darah. Kondisi ini berakibat memacu kinerja mekanisme local pengatur pembuluh darah dan menambah prostaglandin yang pada akhirnya memacu fungsi dan kerja sel darah merah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Dalam keadaan puasa ternyata dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Penelitian menunjukkan saat puasa terjadi peningkatan limfosit hingga sepuluh kali lipat. Kendati keseluruhan sel darah putih tidak berubah ternyata sel T mengalami kenaikan pesat. Perubahan aksidental lipoprotein yang berkepadatan rendah (LDL), tanpa diikuti penambahan HDL. LDL merupakan model lipoprotein yang memberikan pengaruh stimulatif bagi respon imunitas tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Pada penelitian terbaru menunjukkan bahwa terjadi penurunan kadar apo-betta, menaikkan kadar apo-alfa1 dibandingkan sebelum puasa. Kondisi tersebut dapat menjauhkan serangan penyakit jantung dan pembuluh darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Penelitian endokrinologi menunjukkan bahwa pola makan saat puasa yang bersifat rotatif menjadi beban dalam asimilasi makanan di dalam tubuh. Keadaan ini mengakibatkan pengeluaran hormon sistem pencernaan dan insulin dalam jumlah besar. Penurunan berbagai hormon tersebut merupakan salah satu rahasia hidup jangka panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Manfaat lain ditunjukkan dalam penelitian pada kesuburan laki-laki. Dalam penelitian tersebut dilakukan penelitian pada hormon testoteron, prolaktin, lemotin, dan hormon stimulating folikel (FSH), Ternyata hasil akhir kesimpulan penelitian tersebut puasa bermanfaat dalam pembentukan sperma melalui perubahan hormon hipotalamus-pituatari testicular dan pengaruh kedua testis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Manfaat lain yang perlu penelitian lebih jauh adalah pengaruh puasa pada membaiknya penderita radang persendian (encok) atau rematoid arthritis. Parameter yang diteliti adalah fungsi sel penetral (neutrofil) dan progresifitas klinis penderita. Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa terdapat korelasi antara membaiknya radang sendi dan peningkatan kemampuan sel penetral dalam membasmi sel-sel radang dan bakteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Dalam sebuah jurnal endokrin dan metabolisme dilaporkan penelitian puasa dikaitkan dengan hormon dan kemampuan seksual laki-laki. Penelitian tersebut mengamati kadar hormon kejantanan (testoteron), perangsang kantung (FSH) dan lemotin (LH). Terjadi perubahan kadar berbagai hormon tersebut dalam tiap minggu. Dalam tahap awal didapatkan penurunan hormon testoteron yang berakibat penurunan nafsu seksual tetapi tidak menganggu jaringan kesuburan. Namun hanya bersifat sementara karena beberapa hari setelah puasa hormon testoteron dan performa seksual meningkat pesat melebihi sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Bahkan seorang peneliti di Moskow melakukan penelitian pada seribu penderita kelainan mental termasuk schizofrenia. Ternyata dengan puasa sekitar 65% terdapat perbaikan kondisi mental yang bermakna. Berbagai penelitian lainnya menunjukkan ternyata puasa Ramadhan juga mengurangi resiko kompilkasi kegemukan, melindungi tubuh dari batu ginjal, meredam gejolak seksual kalangan muda dan penyakit lainnya yang masih banyak lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Pikiran kita yang melambat ketika lapar, ternyata menjadi lebih tajam. Secara instingtif, bukti ilmiah ini bisa diterima terkait dengan fakta bahwa dalam banyak hal, masalah lapar adalah masalah kelanjutan hidup. Jadi wajar saja, jika rasa lapar membuat pikiran semakin tajam dan kreatif. Sekelompok mahasiswa di University of Chicago diminta berpuasa selama tujuh hari. Selama masa itu, terbukti bahwa kewaspadaan mental mereka meningkat dan progres mereka dalam berbagai penugasan kampus mendapat nilai “remarkable”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Termasuk manfaat puasa adalah mempersempit jalan aliran darah yang merupakan jalan setan pada diri anak Adam. Karena setan masuk kepada anak Adam melalui jalan aliran darah. Dengan berpuasa, maka dia aman dari gangguan setan, kekuatan nafsu syahwat dan kemarahan. Karena itu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjadikan puasa sebagai benteng untuk menghalangi nafsu syahwat nikah, sehingga beliau memerintah orang yang belum mampu menikah dengan berpuasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Seorang ilmuwan di bidang kejiwaan yang bernama Dr. Ehret menyatakan bahwa untuk hasil yang lebih dari sekedar manfaat fisik, yaitu agar mendapatkan manfaat mental dari aktivitas berpuasa, seseorang harus menjalani puasa lebih dari 21 hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Ilmuwan psikiater lainnya yaitu Dr. E.A. Moras, mengatakan bahwa seorang pasien wanitanya telah menderita sakit mental selama lebih dari delapan bulan. Wanita itu telah berobat kesana-kemari termasuk ke para ahli saraf dengan hasil kurang memuaskan. Ia memintanya untuk berpuasa. Wanita itu mengalami perbaikan kondisi mental, dan bahkan dinyatakan sembuh setelah berpuasa selama lima minggu. Di dalam otak kita, ada sel yang disebut dengan “neuroglial cells”. Fungsinya adalah sebagai pembersih dan penyehat otak. Saat berpuasa, sel-sel neuron yang mati atau sakit, akan “dimakan” oleh sel-sel neuroglial ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Sebuah tulisan penelitian yang dilakukan Dr. Ratey, seorang psikiaters dari Harvard, mengungkapkan bahwa pengaturan dan pembatasan asupan kalori akan meningkatkan kinerja otak. Dr. Ratey melakukan penelitian terhadap mereka yang berpuasa dan memantau otak mereka dengan alat yang disebut “functional Magnetic Resonance Imaging” (fMRI). Hasil pemantauan itu menyimpulkan bahwa setiap individu obyek menunjukkan aktivitas “motor cortex” yang meningkat secara konsisten dan signifikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. Ilmuwan di bidang neurologi yang bernama Mark Mattson, Ph.D., seorang kepala laboratorium neuroscience di NIH’s National Institute on Aging. Dalam hasil penelitiannya menunjukkan bahwa diet yang tepat seperti berpuasa, secara signifikan bisa melindungi otak dari penyakit degeneratif seperti Alzheimer atau Parkinson. Hasil penelitiannya menunjukkan, bahwa diet dengan membatasi masukan kalori 30% sampai 50% dari tingkat normal, berdampak pada menurunnya denyut jantung dan tekanan darah, dan sekaligus peremajaan sel-sel otak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: &lt;br /&gt;&lt;a href="http://kesehatan.kompasiana.com/group/medis/2010/08/14/duapuluh-kehebatan-manfaat-puasa-ramadhan-bagi-kesehatan-manusia/"&gt; Satu&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://badroni.multiply.com/journal/item/79/Manfaat_Puasa_Ditinjau_Dari_Segi_Medis"&gt;Dua&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://fathur-net.blogspot.com/2010/07/manfaat-puasa-menurut-para-ahli.html"&gt;Tiga&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1611356771716981006-8779992144082114834?l=jurnalisjh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalisjh.blogspot.com/feeds/8779992144082114834/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1611356771716981006&amp;postID=8779992144082114834' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1611356771716981006/posts/default/8779992144082114834'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1611356771716981006/posts/default/8779992144082114834'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalisjh.blogspot.com/2010/08/puasa-dipandang-dari-sisi-kedokteran.html' title='Puasa dipandang dari sisi Kedokteran'/><author><name>Jurnalis JH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09859824603444744312</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SSTWJgz8gEI/AAAAAAAAAAk/RSbC5cL1K4o/S220/di+bawah+saksi+Proklamasi.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/TGymMUbj3xI/AAAAAAAAA3g/hxG2BL1YrZE/s72-c/Sms-Ucapan-Puasa-Ramadhan-1431-H.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1611356771716981006.post-3927319492861759675</id><published>2010-03-28T19:56:00.000-07:00</published><updated>2010-09-16T04:42:36.095-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='travelling'/><title type='text'>Telusur Jakarta, Peninggalan Sejarah di tengah Peradaban Metropolitan</title><content type='html'>Sebenarnya perjalanan ini sudah lama saya lakukan, lama banget sih nggak, masih teringat kemana saja tempat-tempat yang saya kunjungi bersama teman seperjuangan dan seingintahuan dan sepengenbanget kunjungi kota tua Jakarta.. Saudara Ridho Bustami, sang Guide, yang menurut cerita doski, adalah pemuda asli Betawi, yang punya sejarah panjang hidupnya dari Daratan Hindustan, Tanah Rencong sampai Minangkabau… Saking Ber-Bhineka Tunggal Ika nya ini temen, berdampak pada ber-bhineka tunggal ika nya koleksi barang-barang yang dipunyai, yang  tersusun ‘rapi’ baik di Raflesia Milano Sukabirus 39 A kamar 115, maupun di rumah kontrakan Adhiyaksa 4 nomor gak jelas, dan di Jalan Biak Jakarta Pusat…. Kedua adalah Muhammad Idris, Sang Kameramen, yang juga punya garis keturunan sangat panjang bertitel Raden dan Syarif yang nauzubile panjangnya. OK, cukup perkenalanannya, toh sepanjang apa pun cerita, kita tetap pemuda yang pada hari itu adalah pemuda yang rela merasakan panasnya Jakarta, demi mengenal lebih jauh masa lalu dan sejarah Ibukota Republik Indonesia, Sejarah Kota Tua Jakarta..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S7As1A02zAI/AAAAAAAAA3Y/7KXP6T9qPY4/s1600/subhan-jakartapancoran.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 285px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S7As1A02zAI/AAAAAAAAA3Y/7KXP6T9qPY4/s400/subhan-jakartapancoran.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453908438012054530" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S7AsF7YSjrI/AAAAAAAAA3Q/muqyhXwiATA/s1600/DSC00845.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S7AsF7YSjrI/AAAAAAAAA3Q/muqyhXwiATA/s400/DSC00845.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453907629096210098" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berangkat dari Stasiun Hall Bandung, sambil menunggu Idris datang yang dari nadanya di telpon baru bangun tidur, langsung tancap gas ke Stasiun untuk sama-sama berangkat ke Jakarta. Sementara Ridho Bustami menunggu kita di Jakarta. Konsep Awal petualangan ini sebenarnya sangat Ekslusif, mengunjungi Istana Negara.. ya, istana tempat tinggal orang nomor 1 Indonesia. Tapi apa daya, karena sebuah celana bernama Jins, kami diusir pada saat berada pas, di depan pintu metal detector Istana Negara… Meskipun beberapa minggu kemudian, dengan alasan Harga Diri, saya dan Ridho Bustami  akhirnya berhasil masuk ke Istana Negara dan Berfoto di depannya, hhe….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S7Aa8nsauUI/AAAAAAAAAz4/k4j88cGutWg/s1600/DSC00846.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S7Aa8nsauUI/AAAAAAAAAz4/k4j88cGutWg/s400/DSC00846.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453888777495427394" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S7ApLhiJ8AI/AAAAAAAAA3I/PBmJASh1GiY/s1600/Foto.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 306px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S7ApLhiJ8AI/AAAAAAAAA3I/PBmJASh1GiY/s400/Foto.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453904426702598146" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di Jakarta, dengan menumpang bayar metro mini, kita berdua sampai di Jalan Biak dan singgah di rumah Ridho, gak susah mencari rumahnya, daerahnya sangat terkenal dengan Stadion VHJ peninggalan Belanda. Orang-orang pasti tau.. sebenarnya ada satu orang lagi nih yang layak ikut petualangan kali ini, tapi dianya sok sibuk gitu deh, Rizki Ardiansyah. Biasanya ni bocah semangat banget kalo petualang, tapi kali ini ogah-ogahan.. so, nikmati aja ceritanya jack.. sambil naik ontel.. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunjungan pertama yang kita datangin adalah pelabuhan Sunda Kelapa, Pelabuhan Sunda Kelapa yang berada di utara Jakarta ini sudah dikenal sejak abad ke-12. Kala itu, pelabuhan Sunda Kelapa ini adalah pelabuhan terpenting bagi Kerajaan Padjajaran. Banyak kapal layar niaga dari berbagai bangsa membawa barang-barang seperti porselen, kopi, sutra, kain, wangi-wangian, anggur, dan lain-lain untuk ditukarkan dengan rempah-rempah. Setelah masuknya Islam dan penjelajah dari bangsa Eropa, Pelabuhan Sunda Kelapa menjadi rebutan. Hingga akhirnya, Pemerintah Belanda menguasai Pelabuhan Sunda Kelapa kurang lebih selama 300 tahun. Pada awal Pelabuhan Sunda Kelapa dikuasai Belanda, pelabuhan ini dibangun dengan kanal sepanjang 810 meter. Kemudian pada tahun 1817, Pemerintah Belanda memperbesarnya menjadi 1.825 meter. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S7Aa7QeVyHI/AAAAAAAAAzg/3o-oyHo4qsc/s1600/Pict(1810).jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S7Aa7QeVyHI/AAAAAAAAAzg/3o-oyHo4qsc/s400/Pict(1810).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453888754082498674" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S7Aa7B9hwfI/AAAAAAAAAzY/9FMWXJB9umA/s1600/Pict(1808).jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S7Aa7B9hwfI/AAAAAAAAAzY/9FMWXJB9umA/s400/Pict(1808).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453888750186775026" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Indonesia merdeka, Pelabuhan Sunda Kelapa mengalami perubahan. Saat ini Pelabuhan Sunda Kelapa memiliki luas 760 hektar, ditambah dengan luas perairan 16.470 hektar yang terbagi menjadi dua, yaitu pelabuhan utama dan pelabuhan Kalibaru. Pelabuhan utama memiliki panjang 3.250 meter dan dapat menampung 70 perahu layar. Sedangkan pelabuhan Kalibaru memiliki panjang 750 meter dan mampu menampung kurang lebih 65 kapal antar pulau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S7Aa77iN9fI/AAAAAAAAAzo/DlwD9K6IeRk/s1600/Pict(1814).jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S7Aa77iN9fI/AAAAAAAAAzo/DlwD9K6IeRk/s400/Pict(1814).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453888765641487858" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di perjalanan pulang dari sunda kelapa, kita singgah di Museum Bahari. Museum Maritim yang memamerkan berbagai benda peninggalan VOC  Belanda pada zaman dahulu dalam bentuk model atau replika kecil, photo, lukisan serta berbagai model perahu tradisional, perahu asli, alat navigasi, kepelabuhan serta benda lainnya yang berhubungan dengan kebaharian Indonesia. Museum ini mencoba menggambarkan kepada para pengunjungnya mengenai tradisi melaut nenek moyang Bangsa Indonesia dan juga pentingnya laut bagi perekonomian Bangsa Indonesia dari dulu hingga kini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S7AfsabdBwI/AAAAAAAAA1A/k2_KYDqyHKM/s1600/Pict(1801).jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S7AfsabdBwI/AAAAAAAAA1A/k2_KYDqyHKM/s400/Pict(1801).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453893996614846210" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Museum ini juga memiliki berbagai model kapal penangkap ikan dari berbagai pelosok Indonesia termasuk juga jangkar batu dari beberapa tempat, mesin uap modern dan juga kapal Pinisi (kapal phinisi Nusantara) dari suku Bugis (Sulawesi Selatan) yang kini menjadi salah satu kapal layar terkenal di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah puas berfoto-foto ria di Pelabuhan Sunda Kelapa dan sekitarnya, kita kembali pulang, melewati jalan kalibesar. Kalibesar merupakan nama jalan di daerah Jakarta Utara. Letaknya tidak jauh dari Museum Sejarah Jakarta. Dengan berjalan kaki dari Museum Sejarah Jakarta, kita hanya membutuhkan waktu lima menit saja untuk mencapai jalan Kalibesar ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S7Ah2sQySZI/AAAAAAAAA1g/eSLnBl57lro/s1600/kali+besar.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S7Ah2sQySZI/AAAAAAAAA1g/eSLnBl57lro/s400/kali+besar.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453896372223887762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu pada abad ke-17, Jalan Kalibesar  terkenal sebagai daerah pusat bisnis perdagangan yang cukup terkenal dan bergengsi. Jalan Kalibesar ini biasa disebut Grootegracht yang artinya kali besar, karena di jalan tersebut terdapat kali yang diapit jalan dan bangunan. Selain pusat bisnis perdagangan, di Jalan Kalibesar juga banyak terdapat rumah penduduk Cina. Kali itu sendiri menjadi jalur lalu lintas kapal bongkar muat barang. Hingga akhirnya pada tahun 1740, terjadi kerusuhan di Jalan Kalibesar dan banyak rumah penduduk dibakar. Pada tahun 1870, Jalan Kalibesar dibangun kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S7Ah20UBVaI/AAAAAAAAA1o/GFITYD41gDY/s1600/jalan+kali+besar.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 268px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S7Ah20UBVaI/AAAAAAAAA1o/GFITYD41gDY/s400/jalan+kali+besar.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453896374384940450" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Jalan Kalibesar terdapat bangunan berlantai dua dan berwarna merah. Nggak heran kalau bangunan ini disebut Toko Merah. Bangunan ini sangat terkenal pada zaman dulu karena pernah ditinggali oleh beberapa Gubernur Jenderal VOC. Saat ini bangunan Toko Merah masih berdiri kokoh dan digunakan sebagai perkantoran. Letaknya di Jalan Kalibesar nomor 7, bila ditelusuri 100 meter dari samping kanan museum wayang maka akan tembus ke jalan ini. Toko merah dibangun tahun 1730 sebagai tempat tinggal Gubernur Jendral James Baron Gustaff Van Inhoff (gak terbayang bacanya gimana). Pada tahun 1787-1808 gedung ini difungksikan sebagai guess house dan sebelum perang dunia  kedua direnovasi oleh Bank Voor Indies.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S7AkChc6bTI/AAAAAAAAA14/uC8tutig1E0/s1600/toko+merah+baru.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S7AkChc6bTI/AAAAAAAAA14/uC8tutig1E0/s400/toko+merah+baru.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453898774503648562" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Toko Merah, di Jalan Kalibesar juga terdapat jembatan gantung yang diberi nama Jembatan Kota Intan. Jembatan yang dibangun pada tahun 1628 ini bisa diangkat dan diturunkan apabila ada kapal atau perahu yang lewat. Jembatan Kota Intan dilengkapi pengungkit untuk menaikkan sisi bawah jembatan. Apabila ada kapal atau perahu yang lewat, maka penjaga jembatan akan segera menarik pengungkit jembatan tersebut. Sekarang jembatan tersebut tidak bisa digunakan lagi karena umurnya yang sudah tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S7AkHJSveVI/AAAAAAAAA2I/Hb0vN5m7vew/s1600/kota+intan.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S7AkHJSveVI/AAAAAAAAA2I/Hb0vN5m7vew/s400/kota+intan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453898853917882706" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diseberang kiri jembatan ada Hotel Batavia, yang menurut cerita adalah hotel termegah di jamannya. Struktur bangunan hampir sama dengan Stasiun Kota dan Kantor Pos Pasar Baru terutama dinding depannya yang setengah lingkaran. Didepanya terbentang kali Ciliwung dimana banyak kapal melintas jembatan yang bias naik turun ini menjadi pemandangan langka dan menarik bagi tamu hotel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S7AmVDQy_6I/AAAAAAAAA2g/Bafx8C2MO8A/s1600/Pict(2000).jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S7AmVDQy_6I/AAAAAAAAA2g/Bafx8C2MO8A/s400/Pict(2000).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453901291840536482" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pula Stasiun Kota bernama BEOS, kepanjangan dari Batavia En Oud Straken yang artinya lebih kurang gini: Batavia dan Sekitarnya, hhe. Dibangun pada awal abad 20, saat ini Batavia sedang menjadi suatu kota yang berkembang yang sekarang menjadi Jakarta Kota daerah bisnis ekslusif. Bangunan itu berkarakter Eropa Art Deco Style, dimana merupakan cirri khas bangunan pada awal abad 20 yang didesain oleh Ir Frans Johan Lourens Ghijsels &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang penting jangan pernah ketinggalan adalah Museum Sejarah Jakarta (Museum Fatahillah). Dulu, Museum Sejarah Jakarta merupakan Balai kota, yang dalam bahasa Belandanya disebut Staadhuis. Bangunan ini dibangun dari tahun 1707 hingga tahun 1710. Pada tahun 1970 bangunan ini direnovasi dan kemudian diresmikan pada tahun 1974 menjadi Museum Sejarah Jakarta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S7AmWLY994I/AAAAAAAAA24/AnZt6Dck8yQ/s1600/Pict(1528).jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S7AmWLY994I/AAAAAAAAA24/AnZt6Dck8yQ/s400/Pict(1528).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453901311202162562" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain menjadi Balai kota, bangunan ini juga berfungsi sebagai Dewan Kotapraja atau College van Schepen. Dewan ini adalah dewan yang menangani perkara pidana dan perdata warga kota Batavia. Terdakwa yang akan diadili, terlebih dahulu mendekam di penjara yang berada di bawah tanah. Bagi yang terbukti melakukan kejahatan dan memberontak kepada Pemerintah Belanda akan mendapat hukuman gantung. Saat eksekusi hukuman gantung berlangsung, masyarakat sekitar diundang ke depan Staadhuis dengan cara membunyikan lonceng yang terdapat di atas bangunan. Hingga saat ini lonceng tersebut masih ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S7AkHjcnOYI/AAAAAAAAA2Y/BKwANXrVdZY/s1600/Pict(2002).jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S7AkHjcnOYI/AAAAAAAAA2Y/BKwANXrVdZY/s400/Pict(2002).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453898860938606978" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S7AkHaCsKOI/AAAAAAAAA2Q/Pb5yb472734/s1600/Pict(1996).jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S7AkHaCsKOI/AAAAAAAAA2Q/Pb5yb472734/s400/Pict(1996).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453898858413959394" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangunan Museum Sejarah terdiri atas bangunan utama dengan dua sayap di bagian timur dan barat. Bangunan berlantai dua ini juga banyak menyimpan koleksi benda-benda peninggalan yang menggambarkan perkembangan Jakarta dari mulai zaman pra-sejarah hingga kini. Ada  mata uang zaman VOC, perabotan rumah tangga seperti furnitur dari abad 17-19, meriam kuno, bendera zaman Fatahillah, lukisan-lukisan Raden Saleh, serta potret Gubernur Jenderal VOC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sekelilingnya ada beberapa museum, yaitu Museum Wayang, dibangun diatas tanah bekas gereja belanda lama (1640-1732) yang rusak akibat gempa. Bagian depan museum ini dibangun dengan gaya Neo Renaissance. Pas kita masuk, kita dilarang foto-foto di museum ini, takut kelihatan macam-macam mungkin, tapi ya namanya alis, gak ada tempat yang tidak boleh di photo, kecuali kamar mandi orang lain, hhe.  Trus ada museum keramik, yang merupakan ruang pameran dari para seniman lukis terkemuka Indonesia. Trus meseum tekstil dan beberapa bangunan tua disini, pas kita mampir, ada pasangan yang lagi ambil foto prewedding disini, mungkin temanya adalah klasikal, tapi apa gak kuno banget yak, hhe… namanya aja seni, tak ada kadarluarsa dalam seni…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga museum Bank Mandiri, Museum yang menempati area seluas 10.039 m2 ini pada awalnya adalah gedung Nederlandsche Handel-Maatschappij (NHM) atau Factorji Batavia yang merupakan perusahaan dagang milik Belanda yang kemudian berkembang menjadi perusahaan di bidang perbankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S7AmWc_Wj7I/AAAAAAAAA3A/aLMXsldApMA/s1600/Pict(1521).jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S7AmWc_Wj7I/AAAAAAAAA3A/aLMXsldApMA/s400/Pict(1521).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453901315926560690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nederlandsche Handel-Maatschappij (NHM) dinasionalisasi pada tahun 1960 menjadi salah satu gedung kantor Bank Koperasi Tani &amp; Nelayan (BKTN) Urusan Ekspor Impor. Kemudian bersamaan dengan lahirnya Bank Ekspor Impor Indonesia (BankExim) pada 31 Desember 1968, gedung tersebut pun beralih menjadi kantor pusat Bank Export import (Bank Exim), hingga akhirnya legal merger Bank Exim bersama Bank Dagang Negara (BDN), Bank Bumi Daya (BBD) dan Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) ke dalam Bank Mandiri (1999), maka gedung tersebut pun menjadi asset Bank Mandiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koleksi museum terdiri dari berbagai macam koleksi yang terkait dengan aktivitas perbankan "tempo doeloe" dan perkembangannya, koleksi yang dimiliki mulai dari perlengkapan operasional bank, surat berharga, mata uang kuno (numismatik), brandkast, dan lain-lain. Disamping Museum Bank Mandiri, ada Museum Bank Indonesia yang merupakan cagar budaya peninggalan De Javasche Bank yang beraliran neo-klasikal, dipadu dengan pengaruh lokal, dan dibangun pertama kali pada tahun 1828.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Museum ini menyajikan informasi peran Bank Indonesia dalam perjalanan sejarah bangsa yang dimulai sejak sebelum kedatangan bangsa barat di Nusantara hingga terbentuknya Bank Indonesia pada tahun 1953 dan kebijakan-kebijakan Bank Indonesia, meliputi pula latar belakang dan dampak kebijakan Bank Indonesia bagi masyarakat sampai dengan tahun 2005. Penyajiannya dikemas sedemikian rupa dengan memanfaatkan teknologi modern dan multi media, seperti display elektronik, panel statik, televisi plasma, dan diorama sehingga menciptakan kenyamanan pengunjung dalam menikmati Museum Bank Indonesia. Selain itu terdapat pula fakta dan koleksi benda bersejarah pada masa sebelum terbentuknya Bank Indonesia, seperti pada masa kerajaan-kerajaan Nusantara, antara lain berupa koleksi uang numismatik yang ditampilkan juga secara menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koleksi perlengkapan operasional bank "tempo doeloe" yang unik, antara lain adalah peti uang, mesin hitung uang mekanik, kalkulator, mesin pembukuan, mesin cetak, alat pres bendel, seal press, safe deposit box maupun aneka surat berharga seperti bilyet deposito, sertikat deposito, cek, obligasi, dan saham. Di samping itu, ornamen bangunan, interior dan furniture musuem ini masih asli seperti ketika didirikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya ada satu lagi museum nasional yang patut dikunjungi, tapi pas perjalanan kali ini tidak kita kunjungi, karena sudah pernah saya masuk, yaitu Museum Nasional atau Museum Gajah, Museum Nasional Republik Indonesia adalah salah satu wujud pengaruh Eropa, terutama semangat Abad Pencerahan, yang muncul pada sekitar abad 18. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S7AkD4UZMCI/AAAAAAAAA2A/NRznw1KfXBk/s1600/museum+gajah.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S7AkD4UZMCI/AAAAAAAAA2A/NRznw1KfXBk/s400/museum+gajah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453898797821800482" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gedung ini dibangun pada tahun 1862 oleh Pemerintah Belanda di bawah Gubernur-Jendral JCM Radermacher sebagai respons adanya perhimpunan Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen yang bertujuan menelaah riset-riset ilmiah di Hindia Belanda. Museum ini diresmikan pada tahun 1868, tapi secara institusi cikal bakal Museum ini lahir tahun 1778, saat pembentukan Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen oleh pemerintah Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Museum Nasional dikenal sebagai Museum Gajah sejak dihadiahkannya patung gajah oleh Raja Chulalongkorn dari Thailand pada 1871. Tetapi pada 28 Mei 1979, namanya resmi menjadi Museum Nasional Republik Indonesia. Kemudian pada 17 Februari 1962, Lembaga Kebudayaan Indonesia yang mengelolanya, menyerahkan Museum kepada pemerintah Republik Indonesia. Sejak itu pengelolaan museum resmi oleh Direktorat Jendral Sejarah dan Arkeologi, di bawah Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Tetapi mulai tahun 2005, Museum Nasional berada di bawah pengelolaan Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S7AcnFQUztI/AAAAAAAAA0I/wo8T9AritJs/s1600/DSC00930.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S7AcnFQUztI/AAAAAAAAA0I/wo8T9AritJs/s400/DSC00930.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453890606496796370" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S7Acm6lwnAI/AAAAAAAAA0A/OwwhPs5F8xQ/s1600/DSC00900.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S7Acm6lwnAI/AAAAAAAAA0A/OwwhPs5F8xQ/s400/DSC00900.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453890603633908738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah puas berkeliling di kota tua (sebenarnya belum puas, karena saya gak bisa menaiki speda ontel yang jadi ciri khas kota tua tua dan wisata ini, soalnya rame banget yang make, malas ngantrinya), kita berlanjut ke jalan gajah mada, setelah minum minuman khas betawi, apa gitu namanya (kasi tau do…!!!), kita ke jalan Gajah Mada, harusnya ada Gedung Arsip Nasional, tapi pas kita dating, katanya gedung udah dipindah kea rah Ciputat, tauk deh bener kagaknya. Menurut sejarah yang kit abaca, gedung ini dibangun pada tahun 1760 oleh gubernur jendral Rainer de Kerk sebagai tempat tinggalnya. Setelah beberapa kali pergantian pemilik pada tahun 1918 gedung ini dibeli oleh konglomerat yang bernama leendart Miero dan diambil oleh pemerintah Belanda sebagai kantor Perdagangan pada tahun 1900, trus tahun 1925 di alih fungsikan menjadi Gedung Arsip Nasional Belanda Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S7AmVi7txHI/AAAAAAAAA2o/1we2nBsRaOQ/s1600/Pict(1507).jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S7AmVi7txHI/AAAAAAAAA2o/1we2nBsRaOQ/s400/Pict(1507).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453901300342047858" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di jalan gajah mada pun ada ada yang namanya Candranaya, yang merupakan salah satu peninggalan rumah cina terbesar di Batavia pada abad ke 19. Tempat ini ceritanya adalah tempat hunian ekslusif orang-orang china yang menetap di Batavia yang disebut dengan Molenvielt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan berlanjut di tempat-tempat ibadahnya warga muslim di Jakarta, ada Mesjid Kebon Jeruk, dibangun pada tahun 1817 dan Mesjid Angke yang dulunya dikenal dengan nama Mesjid Al Anwar. Mesjid ini dibangun pada tahun 1751, struktur bangunannya mirip mesjid Agung Demak. Ada pula Klenteng yang digunakan oleh orang China untuk Ibadah, trus gak lupa pula ada Gereja Sion, gereja yang pertama kali dibangun pada abad ke 16, sebelumnya gereja ini bernama De Niene portugueche Buiten Kerk, gereja ini dibangun oleh orang-orang Formusha Taiwan dengan gaya arsitektur Portugis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan berlanjut ke jalan proklamasi, ditempat ini dengan bangga saya jelaskan bahwa, saya berdiri pas di atas mimbar Presiden Soekarno membacakan teks proklamasi kemerdekaan Indonesia, hiks hiks, jadi terharu. Timbul lagi rasa nasionalisme yang sempat hilang. Tempat ini semula ada rumah Soekarno, tapi kemudian sekarang sudah menjadi taman dan di hiasi dengan patung 2 proklamator Indonesia, hanya sampai segitu aja Pemerintah menghargai jasa pahlawannya? Hanya dengan Patung? Huh…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S7Afr7LwizI/AAAAAAAAA0w/HwGtQg_e1dA/s1600/DSC00974.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S7Afr7LwizI/AAAAAAAAA0w/HwGtQg_e1dA/s400/DSC00974.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453893988227517234" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S7Afrd_nH3I/AAAAAAAAA0o/HDOsO2ni71w/s1600/DSC00973.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S7Afrd_nH3I/AAAAAAAAA0o/HDOsO2ni71w/s400/DSC00973.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453893980391939954" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S7AcoJk73GI/AAAAAAAAA0g/xwBFiVAS8A0/s1600/DSC00955.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S7AcoJk73GI/AAAAAAAAA0g/xwBFiVAS8A0/s400/DSC00955.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453890624836852834" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita berlanjut ke Gedung Juang 45 di Menteng, tempat para pemuda dan tetua biasany berembuk untuk mempersiapkan kemerdekaan, di dalam museum ini sangat banyak peninggalan masa kemerdekaan dan aklamasi perjuangan kemerdekaan yang divisualisasikan dengan patung-patung dan tulisan. Keren deh masuk ke Rumah Juang ini, atau Museum Menteng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S7Ah15V0BoI/AAAAAAAAA1Q/uSxUsA9Hlsw/s1600/Pict(1831).jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S7Ah15V0BoI/AAAAAAAAA1Q/uSxUsA9Hlsw/s400/Pict(1831).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453896358554764930" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S7Acnb9MWyI/AAAAAAAAA0Q/3qLqNZ_MVso/s1600/DSC00939.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S7Acnb9MWyI/AAAAAAAAA0Q/3qLqNZ_MVso/s400/DSC00939.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453890612590566178" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Shalat ashar di Mesjid Cut Meutia(yang kiblatnya miring karena beda dengan struktur bangunan), kita ke Jalan Cendana, berfoto di ujung jalan tempat kediamannya mantan presiden Soeharto, trus ke arah rumahnya Megawati, dan mampir di bekas rumahnya AH Nasution yang kini sudah dijadikan museum AH Nasution. Di museum ini divisualisasikan kejadian G 30 S PKI di rumah Nasution, lengkap dengan kejadian Ade Irma Suryani yang tertembak serta AH Nasution yang lari. Bentuk visualisasi ini digambarkan dengan sketsa patung-patung per ruangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S7AfsCJzJaI/AAAAAAAAA04/ugmYPKuTckA/s1600/DSC00980.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S7AfsCJzJaI/AAAAAAAAA04/ugmYPKuTckA/s400/DSC00980.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453893990098347426" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S7Acn9lhaFI/AAAAAAAAA0Y/MpJscWVkURw/s1600/DSC00952.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S7Acn9lhaFI/AAAAAAAAA0Y/MpJscWVkURw/s400/DSC00952.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453890621618088018" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S7Ah2PGdwII/AAAAAAAAA1Y/q_ueEn3Od6E/s1600/Pict(1859).jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S7Ah2PGdwII/AAAAAAAAA1Y/q_ueEn3Od6E/s400/Pict(1859).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453896364395970690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan berakhir, enak juga menjelajahi sejarah kota terbesar di Indonesia ini, Jakarta. Karena image kota Metropolitannya, Jakarta sudah seperti tidak menghargai sejarah, mungkin tidak banyak masyarakat Jakarta yang peduli dengan sejarahnya.. tapi petualangan kali ini sangat member arti bahwa tiap kota punya sejarah dan perkembangannya masing-masing. Telusur Jakarta berakhir, wisata sejarah di tengah peradaban metropolitan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S7Aa8Qd2aBI/AAAAAAAAAzw/hIEEwh5_8iA/s1600/DSC00840.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S7Aa8Qd2aBI/AAAAAAAAAzw/hIEEwh5_8iA/s400/DSC00840.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453888771260311570" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1611356771716981006-3927319492861759675?l=jurnalisjh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalisjh.blogspot.com/feeds/3927319492861759675/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1611356771716981006&amp;postID=3927319492861759675' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1611356771716981006/posts/default/3927319492861759675'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1611356771716981006/posts/default/3927319492861759675'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalisjh.blogspot.com/2010/03/telusur-jakarta-peninggalan-sejarah-di.html' title='Telusur Jakarta, Peninggalan Sejarah di tengah Peradaban Metropolitan'/><author><name>Jurnalis JH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09859824603444744312</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SSTWJgz8gEI/AAAAAAAAAAk/RSbC5cL1K4o/S220/di+bawah+saksi+Proklamasi.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S7As1A02zAI/AAAAAAAAA3Y/7KXP6T9qPY4/s72-c/subhan-jakartapancoran.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1611356771716981006.post-7696579761509033299</id><published>2010-03-21T20:17:00.000-07:00</published><updated>2010-09-16T04:42:43.790-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='travelling'/><title type='text'>Backpacker Adventures to Pangandaran...</title><content type='html'>Firts Day, June 6th 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimulai dari pembicaraan di Yahoo Messanger antara Alis dan Ridho Bustami, teman senasib dan seperjuangan sesama backpacker gila, ide untuk melepas penat dari kerja dan kuliah keluar untuk mengunjungi tempat baru yang belum pernah kami jelajahi, yaitu: Pangandaran. Persiapan dimulai dengan observasi alternatif transportrasi, akomodasi di sana, dan objek wisata apa saja yang bisa dikunjungi, dan tentunya dengan modal mental dan duit seadanya. Akhirnya realisasi rencana diapprove jumat sore ditandai dengan tema: “Grand Canyon, I’m Coming”…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lho? Kok temanya Grand Canyon? Karena memang awalnya ide ini muncul karena kami melihat di blog teman-teman backpacker lainnya yang telah ke Pangandaran dan mengunjungi sebuah tempat yang sangat menakjubkan, orang disana lebih senang menyebutnya “ GRAND CANYON ” nya Indonesia. Tapi gak seru lah kalo alis langsung ceritain asiknya pemandangan disana, gimana indahnya pantai selatan Jawa, masak mie dan buat teh dipinggir pantai dan tidur di penginapan yang bisa ditawar harga sewanya.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S6bkGFCOrlI/AAAAAAAAAtY/OoZ2hul6OW4/s1600-h/DSC03337.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S6bkGFCOrlI/AAAAAAAAAtY/OoZ2hul6OW4/s400/DSC03337.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451295192060440146" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S6bkGXTDHDI/AAAAAAAAAtg/VQ_yKHNY0es/s1600-h/DSC03015.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S6bkGXTDHDI/AAAAAAAAAtg/VQ_yKHNY0es/s400/DSC03015.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451295196962823218" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S6bkHLAxmAI/AAAAAAAAAto/R02w-376viE/s1600-h/DSC03022.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:right;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S6bkHLAxmAI/AAAAAAAAAto/R02w-376viE/s400/DSC03022.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451295210844821506" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S6bkHxFxsvI/AAAAAAAAAt4/vG8Oo1YNBis/s1600-h/DSC03050.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S6bkHxFxsvI/AAAAAAAAAt4/vG8Oo1YNBis/s400/DSC03050.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451295221066347250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S6bkHfijspI/AAAAAAAAAtw/2Aumv4NSq1s/s1600-h/DSC03033.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S6bkHfijspI/AAAAAAAAAtw/2Aumv4NSq1s/s400/DSC03033.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451295216355226258" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan kali ini dimulai dari terminal Cicaheum di Bandung, awalnya kita pengen ketemuan di Pangandaran langsung, karena Ridho berangkat dari Jakarta. Tapi karena ternyata ada transportrasi dari Bandung ke Pangandaran sampai tengah malam, Ridho berencana dari Jakarta ke Bandung dulu dan kita ketemuan di Bandung. Bus yang berangkat ke Pangandaran alternatifnya banyak, ada yang langsung namanya Budiman (Rp 32.000 yang non AC, Rp 35.000 yang AC), disarankan untuk berangkat ke Pangandaran malam, karena selain bisa tidur gratis (hhe..), kita gak banyak makan waktu perjalanan dan insya Allah pagi udah sampai ke Pangandaran. Bus Budiman itu paling telat adanya jam 15.00. Ada alternatif lain, yaitu naik Bus Harum ke arah Purwokerto (Rp 25.000, ini harga nawar dari harga aslinya Rp 28.000) dan turun di kota Banjar. Nah kita naik ini karena cuma Bus ini yang punya jadwal sampai jam 12 malam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat jam 00.30 waktu bandung sabtu dini hari, kita berangkat dari Bandung, perjalanan ke kota Banjar lancar, dengan Bus yang seadanya (Seadanya dalam artian fasilitas, dan mesin yang aduhai bunyinya)  kita sampai di Ciamis itu jam 04.00 untuk ngisi bensin, jam 05.00 kurang dikit, kita udah tiba di Banjar dan melanjutkan Bus ¾ ke arah Cijulang yang berasal dari Tasik (tarifnya Rp 55.000/2 orang. Sama, hasil nawar-nawar juga). Jam 07.00 kita tiba di Pangandaran, tapi seperti di mukadimah tadi, tujuan utama kita bukan pantai Pangandaran, kita akan ke Grand Canyon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S6bllmKr07I/AAAAAAAAAug/-xURADTzR10/s1600-h/DSC03094.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S6bllmKr07I/AAAAAAAAAug/-xURADTzR10/s400/DSC03094.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451296833041847218" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S6bllR8D6PI/AAAAAAAAAuY/KVLoJ_JQVek/s1600-h/DSC03089.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S6bllR8D6PI/AAAAAAAAAuY/KVLoJ_JQVek/s400/DSC03089.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451296827611801842" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S6bllEAUemI/AAAAAAAAAuQ/kZc0vcLIPaY/s1600-h/DSC03086.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S6bllEAUemI/AAAAAAAAAuQ/kZc0vcLIPaY/s400/DSC03086.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451296823871568482" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S6blkWvkxFI/AAAAAAAAAuI/CudniFCrVUo/s1600-h/DSC03084.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S6blkWvkxFI/AAAAAAAAAuI/CudniFCrVUo/s400/DSC03084.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451296811721737298" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S6blkOQ0xMI/AAAAAAAAAuA/QG_IGpajjAE/s1600-h/DSC03069.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S6blkOQ0xMI/AAAAAAAAAuA/QG_IGpajjAE/s400/DSC03069.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451296809445278914" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan berlanjut ke Cijulang (masih dengan Bus yang sama), sampai disana kita makan pagi dulu, perhatian untuk yang pergi dengan bus, jangan pernah berpetualang dengan perut kosong, biar gak masuk angin saat perjalanan sekalian membantu warga sekitar dengan membeli hasil jerih payah mereka menyediakan makanan, hhe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, dari Cijulang ada alternatif untuk naek angkot (nunggunya lama, tarifnya mungkin Rp 5000) dan naek ojek (nego-nego 2  motor Rp 15.000). Jadi kita putuskan untuk naek ojek, selain karena lebih cepat, perjalanan dengan menggunakan media transportrasi berbeda akan memberi nilai lebih dalam setiap perjalanan backpacking. Oia jangan lupa juga untuk mempersiapkan kamera (terutama batere dan memorinya) juga duit di Cijulang, karena ini kota terakhir (kayak apa gitu…) yang layak untuk charge HP dan kamera, juga ambil duit di ATM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S6boYixcNDI/AAAAAAAAAvw/DJz0LP_Xh2o/s1600-h/DSC03220.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S6boYixcNDI/AAAAAAAAAvw/DJz0LP_Xh2o/s400/DSC03220.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451299907327243314" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S6boYeHnfhI/AAAAAAAAAvo/vw9haIHZti8/s1600-h/DSC03188.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S6boYeHnfhI/AAAAAAAAAvo/vw9haIHZti8/s400/DSC03188.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451299906078080530" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S6boXjgrMYI/AAAAAAAAAvg/z1wfwnew8ws/s1600-h/DSC03139.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S6boXjgrMYI/AAAAAAAAAvg/z1wfwnew8ws/s400/DSC03139.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451299890345488770" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S6boXMAsqdI/AAAAAAAAAvY/9KomYfp_FDg/s1600-h/DSC03131.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S6boXMAsqdI/AAAAAAAAAvY/9KomYfp_FDg/s400/DSC03131.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451299884037351890" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S6boWz9XfnI/AAAAAAAAAvQ/bJUUUQOsFsQ/s1600-h/DSC03127.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S6boWz9XfnI/AAAAAAAAAvQ/bJUUUQOsFsQ/s400/DSC03127.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451299877580930674" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di Grand Canyon, jam 9.00 pagi, suasana masih sepi, makin sepi makin bagus, biar terasa alaminya. Sewa Perahu disini Rp 75.000, nah karena kita cuma berdua, lebih baik tungguin orang lain lagi untuk kita bisa join, jadi patungannya lebih murah, gak lama, kita jumpa dan kenalan dengan Mbak Ana dan Adiknya. Setelah berbincang bincang, kita setuju untuk join-an perahu. Perajalanan dimulai dengan ekspedisi sungai-sungai diantara hutan-hutan dan mata air alami, perjalanan perahu perahu berakhir di sebuah objek wisata nan indah dengan kumpulan curam dan tebing-tebing yang masya Allah indahnya, dengan dihiasi rembesan air terjun dan pesona air mengalir dengan derasnya membuat kita terkagum, kagum. Perbanyaklah foto-foto disini, karena memang indah banget. Kalo arusnya gak kuat, kita bisa masuk ke dalam lagi untuk menelusuri gua-gua dan berenang melawan arus, tapi pada saat itu arusnya sangat kuat, baru hujan semalam, akhirnya kita putuskan untuk melepas baju dan memakai pelampung untuk berenang dan terjun dalam sungai yang dalamnya lebih kurang 2-3 meter. Sambil menikmati arus sungai yang membawa kita, kita juga bisa mampir di batu karang untuk kata orang sana “sashoweran” yang artinya mandi shower. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke, tujuan utama perjalanan udah terealisasi, sekarang kita memutuskan untuk berlanjut ke Batu Karas, perjalanan menggunakan Ojek (Rp 10.000/motor) lebih kurang 6 km, kita bisa menikmati suasana pedesaan yang bercirikan rumah adem dengan halamannya yang luas, pohon2 gede dan ditambah dengan barisan sawah masyarakat serta sungai yang menjadi sumber mata pencaharian masyarakat sekitar. Sampai di Batu Karas (sebuah pantai yang biasanya dipakai untuk Surfing), kita gelar Sleeping Bag, keluarkan kompor parafin, Pop Mie, Teh dan merasakan nikmatnya jadi Backpacker duduk di pinggir pantai sambil masak air dan mie serta saling gantiin jaga peralatan untuk mandi laut disarankan untuk mandi, karena nikmat banget laut disini, ombaknya lumayan gede, makanya banyak yang surving disini). Habis makan, siap-siap dan kumpulkan sampah prinsip petualang: jangan pernah meninggalkan sampah sembarangan pada tiap tujuan kita) dianjurkan banget untuk menyusuri batu-batu karang hasil kikisan ombak pantai selatan, dan jalanlah sejauh anda bisa menjelajahi karang-karang itu, karena makin jauh, pemandangan makin keren dengan hempasan ombak dan tajamnya karang tempat kita berpijak dan berpegangan. Lalu kemudian, jangan lupa juga untuk menyusuri bukit di atas karang itu, karena dari sini, kita bisa ngeliat pemandangan cakrawala yang indah kalo cuacanya cerah), masuk terus ke hutan-hutannya selagi masih ada jalan untuk ditempuh, karena makin keren pemandangan disini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S6bnCMk1DcI/AAAAAAAAAvI/cyWfUJt0A7k/s1600-h/DSC03125.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S6bnCMk1DcI/AAAAAAAAAvI/cyWfUJt0A7k/s400/DSC03125.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451298423900016066" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S6bnB9dC93I/AAAAAAAAAvA/3jXjytBH3do/s1600-h/DSC03117.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S6bnB9dC93I/AAAAAAAAAvA/3jXjytBH3do/s400/DSC03117.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451298419840841586" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S6bnBEb5U7I/AAAAAAAAAu4/ZbJ3syyymx0/s1600-h/DSC03108.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S6bnBEb5U7I/AAAAAAAAAu4/ZbJ3syyymx0/s400/DSC03108.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451298404535194546" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S6bnA4nVgQI/AAAAAAAAAuw/xhfWK9Oa0Cc/s1600-h/DSC03104.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S6bnA4nVgQI/AAAAAAAAAuw/xhfWK9Oa0Cc/s400/DSC03104.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451298401361953026" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S6bnAtzScaI/AAAAAAAAAuo/6-nVdXFGpzM/s1600-h/DSC03101.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S6bnAtzScaI/AAAAAAAAAuo/6-nVdXFGpzM/s400/DSC03101.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451298398459294114" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lepas dari Batu Karas, jam 1.30 siang kita memutuskan untuk nginap di Pangandaran. Memulai perjalanan dengan Ojek lagi kembali ke Cijulang (Rp 15.000/2 orang, lagi-lagi nawar…), minta kepada tukang Ojek untuk melewati jalan kompas (orang sana nyebutnya gitu) yang akan melewati jembatan gantung (jembatan yang terbuat dari bambu dan udah berdiri puluhan tahun) biar perjalanan kita melewati 2 arah yang beda, biar makin banyak taunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Cijulang, naik Bus ¾ ke arah Pangandaran (Rp 5.000/orang, gak bisa nawar lagi, udah murah banget nih), jam 2.30 siang kita tiba di Pangandaran dan istirahat di Mesjid Al Istiqamah Pangandaran untuk mandi, cuci muka, sikat gigi, keringkan pakaian dan pastinya Shalat (jangan pernah tinggal yang satu ini, tapi kalo capek banget, kadang lupa juga, hhe). Setelah shalat Zuhur dan Ashar di jama’ kita berlanjut ke Pantai Pangandaran. Setelah makan siang dan bertanya-tanya tentang penginapan dan perjalanan ke pantai, kita memutuskan untuk berjalan kaki ke pantai dan akan mencari penginapan disana jam 3.30. (pelajaran berharga petualangan ini adalah jangan merencanakan penginapan jauh hari, nikmati ketidakpastian dalam petualangan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S6bpvKA6Q7I/AAAAAAAAAwY/He06m_sY2Cw/s1600-h/DSC03265.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S6bpvKA6Q7I/AAAAAAAAAwY/He06m_sY2Cw/s400/DSC03265.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451301395329860530" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S6bpu-mvbSI/AAAAAAAAAwQ/N_MAdH0huy4/s1600-h/DSC03252.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S6bpu-mvbSI/AAAAAAAAAwQ/N_MAdH0huy4/s400/DSC03252.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451301392267308322" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S6bpuXnV2aI/AAAAAAAAAwI/qjeG7bmiZxE/s1600-h/DSC03248.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S6bpuXnV2aI/AAAAAAAAAwI/qjeG7bmiZxE/s400/DSC03248.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451301381800843682" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S6bpuPCXHJI/AAAAAAAAAwA/joTDmwo2AuY/s1600-h/DSC03244.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S6bpuPCXHJI/AAAAAAAAAwA/joTDmwo2AuY/s400/DSC03244.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451301379498253458" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S6bptgm0tjI/AAAAAAAAAv4/13JuLpnP-lY/s1600-h/DSC03227.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S6bptgm0tjI/AAAAAAAAAv4/13JuLpnP-lY/s400/DSC03227.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451301367034721842" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari terminal Pangandaran ke bibir pantai lebih kurang 2 km, kita jalan (maap abang becak yang nawarin kita untuk naek becak, kita gak punya uang untuk naek becak, hhe). Sebenarnya masuk kesini harus bayar, Rp 2.500/orang untuk pejalan kaki, untuk mobil lebih mahal lagi. Tapi dengan tampang bloon dan muka iba, kita jalan terus melewati pos penjagaan dan masuk gratis. Siap2 aja untuk didatengin orang2 yang nawarin penginapan murah dan kalo beruntung, ada yang nawarin “servis tambahan” (sensored).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih baik, tiba di Pantai pangandaran jelajahi tiap jejak bibir pantai, perjalanan lebih kurang 3 km, kita jalan kaki di bibir pantai, sambil foto-foto dan makan kue pancong. Sampai jam 5.30 sore, kita jumpa lagi dengan Mbak Ana dan dia menawarkan penginapan yang awalnya Rp 75.000/malam kita tawar jadi Rp 50.000/malam (disarankan untuk membawa orang yang pande nawar dalam tiap perjalanan). Jam 6 sore tiba di penginapan, mandi, shalat dan charge HP, kiat berencana untuk keluar lagi ke pantai selatan di malam hari, tapi apa daya, perjalanan hari ini sangat melelahkan, dan kita langsung tertidur pulas dari waktu Isya ke Subuh, sambil mimpi yang enak-enak dan persiapkan stamina untuk perjalanan menakjubkan esok hari..  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S6bruZwbEeI/AAAAAAAAAxA/FzGVeWQnwvA/s1600-h/DSC03279.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S6bruZwbEeI/AAAAAAAAAxA/FzGVeWQnwvA/s400/DSC03279.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451303581399060962" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S6bruKzy-DI/AAAAAAAAAw4/LAugVe8YmFk/s1600-h/DSC03216.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S6bruKzy-DI/AAAAAAAAAw4/LAugVe8YmFk/s400/DSC03216.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451303577386678322" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S6brtkzsNwI/AAAAAAAAAww/oiAZQgM7GXw/s1600-h/DSC03408.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S6brtkzsNwI/AAAAAAAAAww/oiAZQgM7GXw/s400/DSC03408.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451303567185688322" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S6brtVRrrzI/AAAAAAAAAwo/0nzYwm9_sWA/s1600-h/DSC03351.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S6brtVRrrzI/AAAAAAAAAwo/0nzYwm9_sWA/s400/DSC03351.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451303563016515378" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S6brtEIH5CI/AAAAAAAAAwg/v0DT9z0cnOQ/s1600-h/DSC03283.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S6brtEIH5CI/AAAAAAAAAwg/v0DT9z0cnOQ/s400/DSC03283.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451303558413018146" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2nd Day, June 7th 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari kedua, bangun jam 5 subuh, setelah shalat kita keluar ke pantai timur Pangandaran, pantai yang sudah dibuat pemecah ombaknya ini tempat yang sangat bagus melihat matahari terbit dan merasakan dinginnya pantai. Pantai ini dulunya pernah menyatu dengan pantai barat pas tsunami terjadi tahun 2006, dan pantai ini kalo cuacanya cerah kita bisa melihat pulau Nusakambangan, tempat bernaungnya orang-orang paling “baik” se-Indonesia. Jam 6 kita memutuskan untuk kembali ke penginapan, dan berkemas-kemas serta sarapan mie goreng masak sendiri di kamar, buat kopi Torabika Capuccino dan teh tubruk (lha?), juga jemur kain. Jam 8 kita pamit dari empunya penginapan dengan 1 kamar mandi dan 1 tempat tidur gede itu, setelah minta contact personnya (pesan juga untuk petualang: jangan pernah meninggalkan tujuan wisata tanpa meminta nomor HP orang-orang sekitar, selain untuk membangun koneksi di perjalanan berikutnya yang mungkin juga akan kemari, mana tau dapat jodoh, hha)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S6btL35TzXI/AAAAAAAAAxo/-j_-6wm9KEU/s1600-h/DSC03516.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S6btL35TzXI/AAAAAAAAAxo/-j_-6wm9KEU/s400/DSC03516.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451305187217231218" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S6btLrrDgHI/AAAAAAAAAxg/0iQeBFGdlWY/s1600-h/DSC03513.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S6btLrrDgHI/AAAAAAAAAxg/0iQeBFGdlWY/s400/DSC03513.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451305183936217202" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S6btK4LzHSI/AAAAAAAAAxY/VrufnoqHkdQ/s1600-h/DSC03509.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S6btK4LzHSI/AAAAAAAAAxY/VrufnoqHkdQ/s400/DSC03509.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451305170114911522" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S6btKmwm4FI/AAAAAAAAAxQ/EpjMHJib0PI/s1600-h/DSC03479.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S6btKmwm4FI/AAAAAAAAAxQ/EpjMHJib0PI/s400/DSC03479.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451305165437460562" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S6btKCo7k8I/AAAAAAAAAxI/WT3e5r6jHQM/s1600-h/DSC03436.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S6btKCo7k8I/AAAAAAAAAxI/WT3e5r6jHQM/s400/DSC03436.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451305155741586370" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pangandaran ini sangat banyak pasar seni yang menjual barang-barang seni untuk oleh-oleh, berhubung kita kemari bukan untuk tamasya, juga uang yang pas-pasan, kita gak beli selain aqua dan mizone (bukan maksud iklan, tapi minuman ini lumayan penting untuk menjaga kondisi tubuh dalam tiap perjalanan). Jam 9 kita merealisasikan rencana kemarin dengan mbak Ana untuk menyusuri Cagar Alam Cijuang Pananjung (HTM Rp 5.500/orang). Ada dua alternatif, perjalanan kali ini bisa dimulai dengan naik perahu ke pasir putih dan lalu menyusuri Cagar, atau yang kedua bisa menyusuri Cagar dulu untuk kemudian pulang dari pasir putih naik perahu. Disarankan untuk meminta lebih kepada pemandunya (bayar Pemandunya Rp 75.000 + sewa senter) ke tempat Taman Nasional Lapangan Banteng, pemandangannya indah banget dengan hamparan rumput luas dan hutan serta dikelilingi gunung dan dimanjakan dengan pemandangan laut dari atas bukit kalo kita naik agak tinggi lagi (lebih kurang 20 mdpl).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan kali ini lebih kepada Caving Tour, ada 7 tujuan wisata di cagar alam ini, perjalanan disambut oleh monyet (oia, hati-hati monyet disini suka nyolong HP dan Kamera lho), Cagar alam ini punya suhu 25-30 derajat dengan kelembaban 80%-90 %. Tujuan awal dari perjalanan kali ini adalah Gua Jepang, dengan arsitektur yang rendah sesuai dengan postur orang Jepang), Gua ini adalah hasil kerja romusha yang menggali gua dengan pahatan tangan, di gua ini kita bisa liat staklatit yang udah berumur puluhan tahun yang tiap tahun bertambah beberapa cm, jadi yang pengen kesana, jangan tunggu sampai 100 tahun lagi, takutnya udah nutupin jalan itu staklatit. Gua ini juga pernah dijadikan tempat dari acara Uka-Uka karena dulu banyak tawanan Jepang disiksa dan dibunuh disini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S6bu66CTrsI/AAAAAAAAAyQ/lPKxAOVwZ0s/s1600-h/DSC03811.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S6bu66CTrsI/AAAAAAAAAyQ/lPKxAOVwZ0s/s400/DSC03811.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451307094757322434" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S6bu6ksXqLI/AAAAAAAAAyI/3ic-Df6ViLU/s1600-h/DSC03792.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S6bu6ksXqLI/AAAAAAAAAyI/3ic-Df6ViLU/s400/DSC03792.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451307089028163762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S6bu6LvShOI/AAAAAAAAAyA/3aZ_s0Wxgp8/s1600-h/DSC03713.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S6bu6LvShOI/AAAAAAAAAyA/3aZ_s0Wxgp8/s400/DSC03713.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451307082329523426" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S6bu5yXJvLI/AAAAAAAAAx4/Nz2xmrq5mPA/s1600-h/DSC03590.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S6bu5yXJvLI/AAAAAAAAAx4/Nz2xmrq5mPA/s400/DSC03590.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451307075517398194" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S6bu5tr-LNI/AAAAAAAAAxw/0p8bRQRimMU/s1600-h/DSC03547.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S6bu5tr-LNI/AAAAAAAAAxw/0p8bRQRimMU/s400/DSC03547.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451307074262543570" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan berikutnya adalah tempat pemandian Dewi Rengganis, peninggalan kerajaan Hindu pada masa kerajaan Galuh Pangoan sebelum Pangandaran masuk penyebaran Islam. Yang nyebarin Islam disini ada 2 Kyai, yang makamnya terletak disini juga. Disini juga diceritain kalo kata Pangandaran berasal dari 2 kata = Pangan (Makan) Daran Pendatang), jadi pangandaran adalah tempat makan dan mata pencaharian orang-orang pendatang yang menyediakan jasanya untuk pariwisata. Ada juga yang bilang kalo Pangan (makan) Daran (kuda), karena rata-rata orang disini adalah nelayan, jadi mereka makannya kayak kuda yang banyak dan cepat. Itu menurut cerita orang-orang sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan berikutnya adalah Gua Panggung, sesuai namanya Gua ini berbentuk Panggung yang terdiri dari bebatuan stalaktit yang berumur ratusan tahun dan karang karena kikisan ombak laut, ada juga yang menjadikan tempat ini sebagai tempat semedi, terlepas dari kepercayaan apa aja yang ada disini, setidaknya kita udah nyampe disini. Perjalanan berlajut ke Gua Parat (Gua tembus) karena memang Gua ini punya jalan tembus dari satu sisi ke sisi lainnya di bukit yang sama dan gua ini sangat luas dan panjang. Dalam Gua ini ada Stalaknit dan Stalagmit yang berbetuk seperti organ kewanitaan yang berada disamping organ keperjakaan (ada ada aja), disini juga kita bisa ngeliat Landak dan beberapa inventaris tempat syuting film-filmnya Mak Lampir dan Nyi Roro Kidul, setelah itu kita akan ke Gua miring, lalu ke Gua Lanang (Gua Mak Lampir), dulu katanya Film Horor Indonesia banyak yang syuting dan ambil gambar disini, karena memang tempatnya yang keren dan masih alami banget.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S6bwU8N0etI/AAAAAAAAAy4/I40WI4KWDqo/s1600-h/DSC03857.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S6bwU8N0etI/AAAAAAAAAy4/I40WI4KWDqo/s400/DSC03857.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451308641530706642" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S6bwUvOE1RI/AAAAAAAAAyw/BVcJYefWJS0/s1600-h/DSC03932.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S6bwUvOE1RI/AAAAAAAAAyw/BVcJYefWJS0/s400/DSC03932.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451308638042117394" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S6bwUdWN2tI/AAAAAAAAAyo/1c6fXyv-y9A/s1600-h/DSC03880.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S6bwUdWN2tI/AAAAAAAAAyo/1c6fXyv-y9A/s400/DSC03880.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451308633244424914" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S6bwT6XQr4I/AAAAAAAAAyg/GhVd5KW4-w8/s1600-h/DSC03867.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S6bwT6XQr4I/AAAAAAAAAyg/GhVd5KW4-w8/s400/DSC03867.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451308623853563778" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S6bwS4FQcbI/AAAAAAAAAyY/hJOrGQMLCXk/s1600-h/DSC03837.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S6bwS4FQcbI/AAAAAAAAAyY/hJOrGQMLCXk/s400/DSC03837.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451308606061310386" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setalah Caving Tour, kita akan diajak naik turun gunung ke Lapangan Banteng, tempat ini adalah hamparan rumput, pohon, dan tumbuhan jati. Dari sini kita bisa melihat laut pangandaran dari atas gunung, perjalanan berlanjutnya turun gunung (hati-hati terhadap tanah licin), dan akan sampai ke Pasir Putih (jam 11 pagi), pasir yang masih banyak terumbu karangnya, dan airnya juga bersih, kalo mau menyelam, disewa peralatan menyelam Rp 15.000, tapi hati-hati dengan karangnya. Karena kita udah merencanakan pulang sore ini ke bandung, jadi kita mesti menyudahi perjalanan kali ini dengan naik perahu dari pasir putih ke pantai Barat Pangandaran (Rp 5000/orang), minta kepada tukang perahunya untuk liat liat terumbu karang yang ada di laut agak jauh (cantik banget terumbu karang diliat dari perahunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di Pangandaran, kita makan dulu, di warung Padang, warung milik rakyat Indonesia. Lumayan murah makan di Pangandaran untuk ukuran Keluarga, tapi untuk ukuran kita, rada mahal sih. Dari pantai pangandaran, kita sengaja gak jalan kaki (padahal gak sanggup lagi) untuk naik becak menyusuri perkampungan dan Pasar Seni dan Wisata Pangandaran sambil berbincang-bincang dengan tukang becak tentang Pangandaran, kita juga akan melihat deretan Café-Café yang siap melayani anda untuk beristirahat. Sampai di Terminal Pangandaran, kita pesan Bus, ada banyak alternatif, mau yang ke Bandung langsung (ada yang jam 2 siang dan 3 siang), ada yang ke Jakarta (Kalideres) naik Bus Merdeka dan Bekasi serta Tangerang (Bus Budiman). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ok, perjalanan pulang kita akhirnya memakai Bus Budiman yang memakan waktu lebih kurang 6 jam, karena ada macet di daerah Nagrek (tanjakan Nagrek), sampai jam 11.30 di Terminal Cicaheum Bandung, kita udah istitahat di Bus, dan kembali ke kos untuk istirahat hingga besok kembali kepada rutinitas kembali kerja dan kuliah.. si Ridho kembali ke Jakarta, dan saya kembali di Bandung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S6bxZYbmYsI/AAAAAAAAAzA/SCkJOQM9aWI/s1600-h/Pict(2233).jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S6bxZYbmYsI/AAAAAAAAAzA/SCkJOQM9aWI/s400/Pict(2233).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451309817335800514" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S6bxZpOfJyI/AAAAAAAAAzI/DtZ2gvbhB08/s1600-h/Pict(2222).jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S6bxZpOfJyI/AAAAAAAAAzI/DtZ2gvbhB08/s400/Pict(2222).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451309821844203298" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S6bxaYtFXII/AAAAAAAAAzQ/B6HN6ldg_v0/s1600-h/Pict(2189).jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S6bxaYtFXII/AAAAAAAAAzQ/B6HN6ldg_v0/s400/Pict(2189).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451309834589002882" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saran Penting dan saya jadiin prinsip: Tetaplah Berpetualang selagi Dunia masih Berputar….. :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1611356771716981006-7696579761509033299?l=jurnalisjh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalisjh.blogspot.com/feeds/7696579761509033299/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1611356771716981006&amp;postID=7696579761509033299' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1611356771716981006/posts/default/7696579761509033299'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1611356771716981006/posts/default/7696579761509033299'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalisjh.blogspot.com/2010/03/backpacker-adventures-to-pangandaran.html' title='Backpacker Adventures to Pangandaran...'/><author><name>Jurnalis JH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09859824603444744312</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SSTWJgz8gEI/AAAAAAAAAAk/RSbC5cL1K4o/S220/di+bawah+saksi+Proklamasi.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S6bkGFCOrlI/AAAAAAAAAtY/OoZ2hul6OW4/s72-c/DSC03337.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1611356771716981006.post-6627473868080924145</id><published>2010-02-27T21:41:00.000-08:00</published><updated>2010-02-27T23:25:42.211-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='travelling'/><title type='text'>Aceh Selatan, Akulturasi Budaya, Alam dan Legenda yang Mempesona</title><content type='html'>Long Weekend, rasanya gak etis kalo gak sedikit menyempatkan waktu sejenak, mengetik apa yang perlu diketik, menggerakkan kursor touchpad dan membuka buka folder yang ada di komputer. Sambil mikir, berapa lama ya udah gak nulis? Terakhir nulis tentang perjalanan keliling Aceh yang sangat tidak bisa terlupakan, yang tertulis dengan rapi dengan segala macam perasaan yang campur aduk, hha. Itulah tulisan, kita bisa mencampuradukkan segala macam perasaan dalam antrian kata. Dari pada merokok, dan nongkrong di warung kopi gak jelas (kecuali dengan teman2), mending menyalurkan pengalaman dan pengetahuan lewat tulisan, bisa dibaca banyak orang, dapat banyak teman dan …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman yang masih ada dalam bayangan hingga sekarang adalah saat 2 hari berada di Aceh Selatan, saat dalam misi keliling Aceh ( lihat &lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=236061&amp;id=100000140185295#!/note.php?note_id=305711521750"&gt;Cerita Keliling Aceh&lt;/a&gt; ), melewati kota-kota pantai yang penuh pesona sebelum sampai ke ibukota Tapaktuan, dan menikmati gunung-gunung super terjal setelah melewati ibukota Tapaktuan. Setidaknya bisa diambil pelajaran pertama, Allah memberikan keadilan untuk alam tapaktuan, pantai di utara dan barat, serta gunung di selatan dan timur..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S4oTtpotRFI/AAAAAAAAAsY/QkYNS-PvAEQ/s1600-h/msjid.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S4oTtpotRFI/AAAAAAAAAsY/QkYNS-PvAEQ/s400/msjid.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5443184774622299218" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S4oTsQhxNzI/AAAAAAAAAsI/NRjePxNgzGA/s1600-h/dua.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S4oTsQhxNzI/AAAAAAAAAsI/NRjePxNgzGA/s400/dua.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5443184750702442290" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aceh Selatan, Kabupaten dengan luas sekitar 4500 km persegi, dulunya adalah bagian dari kabupaten Aceh Barat, sebelum tahun 1956. Dan tahun 2002, Kabupaten Aceh Selatan dipecah lagi menjadi 3 yaitu Kabupaten Aceh Singkil dan Kabupaten Aceh Barat Daya. Seterusnya adalah kota Subulussalam. Secara administratif, kebupaten ini punya 16 kecamatan, 43 mukim dan 247 gampong (kampung). Penduduknya gak lebih dari 300.000 orang ( gak tau siapa yang ngitung, pokoknya ini data dari BPS). Dengan topografi yang lumayan tinggi, Aceh Selatan mempunyai iklim yang basah dengan suhu berkisar dari 26-31 derajat celcius. Cukup dingin jika dibandingkan dengan banda Aceh, hhe..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S4oTugcNT7I/AAAAAAAAAso/7EOADR3VjJk/s1600-h/pantai+(2).JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S4oTugcNT7I/AAAAAAAAAso/7EOADR3VjJk/s400/pantai+(2).JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5443184789333823410" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S4oTuCyifTI/AAAAAAAAAsg/9L0hGczP444/s1600-h/pantai.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S4oTuCyifTI/AAAAAAAAAsg/9L0hGczP444/s400/pantai.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5443184781374422322" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membahas Aceh Selatan, gak sah jika tidak membahas legenda yang ada dan sudah turun temurun diceritakan pada warga Tapaktuan. Ceritanya dulu hidup sepasang naga yang datang dari negeri China. Mereka diusir oleh raja, karena tidak mempunyai anak. Namun karena mereka terus berdoa, akhirnya mereka mendapatkan seorang bayi wanita yang hanyut terapung-apung ditengah lautan. Bayi perempuan itu dinamakan Putri Bungsu dan mereka asuh sampai Bungsu meranjak dewasa. Pada satu ketika, munculah kedua orang tua sang bayi dari kerajaan Asralonaka di Pesisir India Selatan untuk mencari bayinya yang telah hilang selama 17 tahun. Sehingga terjadilah pertengkaran antar kedua pasangan ini… (pasangan ganda campuran)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu muncul pula manusia besar dari Goa Kalam bernama Tuan Tapa, ia meminta kesediaan naga untuk mengembalikan anaknya ke pangkuan orang tua asli sang Putri. Namun, sang Naga enggan memberikan, malah ia mengajak tuan tapa untuk beradu kekuatan, namun akhirnya sang naga kalah oleh libasan tongkat tuan tapa dan putri Bungsu kembali kepada orang tuanya. Karena marah, sang naga betina melarikan diri ke China sambil membelah sebuah pulau di daerah Bakongan, yang kini dikenal dengan nama pulau dua (Emang kelihatan pulau yang mirip dibelah, hha). Gak sampai disitu aja, sang naga memporak-poranda kan sebuah pulau menjadi ratusan pulau yang kini dikenal dengan nama pulau banyak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S4oVl9O_EZI/AAAAAAAAAtQ/rK7MpP_CPmY/s1600-h/sawit.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S4oVl9O_EZI/AAAAAAAAAtQ/rK7MpP_CPmY/s400/sawit.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5443186841467425170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S4oVlTawJWI/AAAAAAAAAtI/8Mlf6HsrxeY/s1600-h/satu.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S4oVlTawJWI/AAAAAAAAAtI/8Mlf6HsrxeY/s400/satu.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5443186830242489698" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S4oVk9qdijI/AAAAAAAAAtA/zGd72hiyWbM/s1600-h/PIC_0345.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S4oVk9qdijI/AAAAAAAAAtA/zGd72hiyWbM/s400/PIC_0345.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5443186824402799154" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S4oVkFe39aI/AAAAAAAAAs4/H1_m4rUEgUo/s1600-h/PIC_0331.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S4oVkFe39aI/AAAAAAAAAs4/H1_m4rUEgUo/s400/PIC_0331.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5443186809321813410" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S4oVjiA5tAI/AAAAAAAAAsw/FM0ZUFmlFng/s1600-h/PIC_0306.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S4oVjiA5tAI/AAAAAAAAAsw/FM0ZUFmlFng/s400/PIC_0306.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5443186799800857602" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bekas naga yang mati dilibas, hati dan tubuh naga yang hancur berkeping-keping masih dapat dilihat dalam bentuk batu di Tapaktuan. Masyarakat mengenalnya dengan nama batu merah dan batu hitam. Peninggalan sang tuan tapa pun masih ada, telapak kaki, tongkat, peci, dan makam nya pun masih ada di kota Tapaktuan.  Sejarah lengkap kota Tapaktuan ini ditulis oleh Darul Qutni yang diterbitkan tahun 2002 yang masih tersimpan di perpustakaan Daerah di Kantor Gubernur NAD. Di buku itu menceritakan bagaimana sang naga merawat anaknya hingga terjadinya pertengkaran. Tapi buku ini saya liat sih berjenis fiksi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S4oDAZ72mWI/AAAAAAAAAog/BhtNx5tfEG8/s1600-h/aceh_selatan.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 225px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S4oDAZ72mWI/AAAAAAAAAog/BhtNx5tfEG8/s400/aceh_selatan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5443166405127477602" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S4oC_4PJlkI/AAAAAAAAAoY/ruPogTavqSQ/s1600-h/6480465.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S4oC_4PJlkI/AAAAAAAAAoY/ruPogTavqSQ/s400/6480465.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5443166396081608258" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke, sekarang kita bahas objek wisatanya, toh tulisan yang biasa saya buat tentang Aceh, gak lepas dari sejarah dan tempat-tempat menariknya, hhe. Di Aceh Selatan ada Kawasan Air Dingin yang dialiri oleh sebuah anak sungai yang memiliki satu pucuk dengan Sungai Tuwi Lhok dan berhulu dari Taman Gunung Lauser ke Samudera Hindia. Di sini ada air terjun dengan pemandian alami yang bisa terlihat dari perjalanan Blangpidie – Tapaktuan, tepatnya di desa Batee Tunggai Samadua. Sebuah kombinasi antara panorama pegunungan dan bentang laut lepas dengan garis pasir putih bak permadani, lebih indah pada saat kita ingin melihat sunset, merasakan indahnya lukisan sang pencipta, melebihi karya manusia manapun di dunia ini, tak ada yang dapat menyangkal..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S4oD2lC0nsI/AAAAAAAAApw/dVtFHmPXubQ/s1600-h/pantai.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S4oD2lC0nsI/AAAAAAAAApw/dVtFHmPXubQ/s400/pantai.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5443167335822433986" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga objek wisata Gunung Lampu, di tempat ini terdapat bekas telapak kaki Tuan Tapa, sekitar 50 meter disampingnya, juga terdapat bekas batuan yang dipercaya sebagai peci-nya sang tuan. Inilah asal mula penamaan kota ini yang bernama Tapaktuan. Ada pula wisata Pulau Dua yang ada di Bakongan, bisa dilihat dari lepas pantai Ujung Pulo Cut dan Ujung Pulo Rayeuk. Selain bisa menikmati desriran ombak di pantai dan pemandangan 2 pulau, kita juga disuguhi keindahan pasir putih dan karang laut di pantainya, edan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S4oE40TrfEI/AAAAAAAAAqo/HAvIO-IURxA/s1600-h/tapaktuan_348.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 267px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S4oE40TrfEI/AAAAAAAAAqo/HAvIO-IURxA/s400/tapaktuan_348.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5443168473791036482" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat menarik lainnya adalah genting buya atau yang biasa disebut danau tsunami, ya karena danau ini secara gak langsung meluas karena adanya gelombang tsunami, tapi tidak seberapa besar gelombangnya, pantainya dihiasi pohon cemara yang setia menunggu gulungan ombak samudera hindia datang menghampiri. Trus ada juga batu berlayar dan batu Sumbang, letaknya di daerah Gunong Cut, Samadua. Di batu ini pun ada legenda tentang pertarungan Raja Ngang dan Tuan Hilang. Tempat paling populer pastinya adalah pemandian Ie Seujuk Panjupitan, air yang keluar dari bebatuan kaki bukit sangat bening dan dingin. Trus, ada pula air terjun Twi Lhok, yang letaknya di desa Sawang, sekitar 300an meter dari jalan negara, ketinggian air terjun yang mencapai 8 meter membuat masyarakat aceh selatan banyak menggunakan tempat jatuh air terjun ini untuk pemandian liburan, dan ibadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S4oDVRn-VeI/AAAAAAAAApI/pjY9ERYauq4/s1600-h/image246.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S4oDVRn-VeI/AAAAAAAAApI/pjY9ERYauq4/s400/image246.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5443166763673867746" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aceh Selatan juga terkenal dengan oleh-oleh buah Pala nya.. masyarakat sekitar mengolah buah pala menjadi berbagai macam produk, ada yang dibuat sirup, manisan, minyak pala, kue pala, dodol pala. Buah yang punya bahasa latin Myristica Fragrans Houtt ini adalah bagian penting dalam perdagangan Belanda dan Portugis jaman dulu sebagai bagian dari rempah-rempah. Khasiatnya banyak, selain untuk bahan masakan, pala juga cocok untuk obat magh, insomnia, kencing manis, hiperaktif untuk anak-anak dan lain-lain. Daerah yang paling banyak menghasilkan pala adalah daerah Meukek dan sekitarnya. Dan dengan bangga saya menyatakan, saya sudah merasakan semua produk-produk dari buah pala, kecuali minyak pala, hhe.. cendramata dari istri wakil bupati aceh selatan.. makasih ibu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S4oD2coBORI/AAAAAAAAApo/g0hbjWbQndw/s1600-h/pala.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 330px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S4oD2coBORI/AAAAAAAAApo/g0hbjWbQndw/s400/pala.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5443167333562530066" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil kebun dan tani yang lain yang ada di Aceh Selatan adalah Nilam, pinang dan juga Madu di daerah Trumon, banyak juga pendatang dari luar daerah ke Aceh selatan membeli Madu di sepanjang jalan daerah Trumon (menuju Subulussalam), atau ya ke Subulussalam banyak juga yang menjual madu asli. Aceh Selatan juga terkenal dari hasil perikanan, karena memang terletak di pinggir laut, dan sebagian besar mata pencaharian warga adalah nelayan.  Malah di Aceh Selatan akan dibangun Politeknik yang berbasis pengolahan perikanan, masih dalam proyek katanya, hhe…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S4oE4OhRH4I/AAAAAAAAAqY/njmcYLrN3qM/s1600-h/nilam.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 368px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S4oE4OhRH4I/AAAAAAAAAqY/njmcYLrN3qM/s400/nilam.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5443168463647481730" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kota Tapaktuan, berbeda sekali dengan daerah di Provinsi NAD yang lainnya. Apabila di daerah-daerah lain di NAD kita akan menjumpai banyak warung kopi, maka di Tapaktuan kita bakal kesulitan mencari warung kopi. Beberapa warung kopi hanya buka pada pagi hari. Kebiasan nongkrong di warung kopi pun tidak terlihat disini. Pejabat pemerintahan rasanya juga lebih kerasan berada di dalam kantor disaat jam kerja. Ini yang saya salut dari orang-orang di Tapaktuan. Karena saat saya ke Tapaktuan juga dalam rangka dinas, kerja sama pegawai negeri di Tapaktuan layak untuk saya acungkan jempol, mereka bekerja sangat profesional, membantu masyarakat, apalagi untuk urusan pendidikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S4oTs-Ji7kI/AAAAAAAAAsQ/_xfnru6JBKg/s1600-h/menuju+subulussalam.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S4oTs-Ji7kI/AAAAAAAAAsQ/_xfnru6JBKg/s400/menuju+subulussalam.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5443184762948873794" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Tapaktuan bisa dijangkau dari arah Banda Aceh, setelah bertemu dengan Meulaboh (lihat &lt;a href="http://www.facebook.com/notes/jurnalis-jh/sejarah-meulaboh-di-siko-lah-kito-belaboh-/278005776750"&gt;Sejarah Meulaboh&lt;/a&gt;) dan Blangpidie, perjalanan akan ditemani barisan Sawit dan diakhiri dengan aroma pantai lautan Hindia.. bisa juga dari arah Medan, melewati Subulussalam dengan ditemani perbukitan dan panorama laut dari ketinggian bukit yang sangat indah... keluar dan masuk Tapaktuan, kita akan diberikan kenikmatan pemandangan yang luar biasa... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S4oD3fMa4eI/AAAAAAAAAqA/F83ixl-2Q-c/s1600-h/pantaiaa.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 250px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S4oD3fMa4eI/AAAAAAAAAqA/F83ixl-2Q-c/s400/pantaiaa.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5443167351431946722" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S4oE4p3kBgI/AAAAAAAAAqg/9HRpTdrY0No/s1600-h/tapaktuan_049.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 267px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S4oE4p3kBgI/AAAAAAAAAqg/9HRpTdrY0No/s400/tapaktuan_049.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5443168470988752386" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahasa percakapan sehari-hari di Tapaktuan pun lebih beragam. Selain bahasa Aceh, warga Tapaktuan juga banyak yang menggunakan bahasa melayu dan bahasa minang (Sumatera Barat), juga tidak sedikit yang pandai berbahasa jawa, karena memang mereka banyak yang berasal dari daerah luar. Orang aceh menyebut bahasa ini dengan nama Bahasa Jamee (tamu). Keberagaman Agama dan Suku di Tapaktuan sangat penuh dengan Toleransi, kayaknya akan betah banget kita tinggal di Tapaktuan. Semoga Tapaktuan bisa lebih maju dari kota-kota lainnya di Aceh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S4oDV4VsERI/AAAAAAAAApY/H3ggwr-otD8/s1600-h/kuburan.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S4oDV4VsERI/AAAAAAAAApY/H3ggwr-otD8/s400/kuburan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5443166774066155794" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, indah banget merasakan Keberagaman di Aceh Selatan, Akulturasi Budaya, Alam dan Legenda yang Mempesona membuat saya merasa ingin lagi pergi kesana, tidak dalam rangka dinas, tapi liburan.. untuk menjejakkan kaki pertama kali di Tapaktuan, lumayanlah bisa mengetahui sebagian besar apa dan bagaimana Tapaktuan, untuk kali kedua, mana tau ketemu jodoh di tapaktuan, hhe…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wait for me Tapaktuan in the Second Destination…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S4oGSNyRiBI/AAAAAAAAArA/1yhTjFrsc64/s1600-h/10022010590.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S4oGSNyRiBI/AAAAAAAAArA/1yhTjFrsc64/s400/10022010590.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5443170009638602770" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S4oGRsW_1iI/AAAAAAAAAq4/NW40KuQQfpY/s1600-h/10022010584.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S4oGRsW_1iI/AAAAAAAAAq4/NW40KuQQfpY/s400/10022010584.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5443170000665826850" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1611356771716981006-6627473868080924145?l=jurnalisjh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalisjh.blogspot.com/feeds/6627473868080924145/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1611356771716981006&amp;postID=6627473868080924145' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1611356771716981006/posts/default/6627473868080924145'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1611356771716981006/posts/default/6627473868080924145'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalisjh.blogspot.com/2010/02/aceh-selatan-akulturasi-budaya-alam-dan.html' title='Aceh Selatan, Akulturasi Budaya, Alam dan Legenda yang Mempesona'/><author><name>Jurnalis JH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09859824603444744312</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SSTWJgz8gEI/AAAAAAAAAAk/RSbC5cL1K4o/S220/di+bawah+saksi+Proklamasi.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S4oTtpotRFI/AAAAAAAAAsY/QkYNS-PvAEQ/s72-c/msjid.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1611356771716981006.post-5649763693267255218</id><published>2010-02-13T21:58:00.000-08:00</published><updated>2010-09-16T04:44:47.199-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='travelling'/><title type='text'>Keliling Aceh; Mengitari Budaya, Sejarah dan Keanekaragaman Nanggroe</title><content type='html'>“Allah Maha Dahsyat, dengan segala rencana dan kehendakNya pada rejeki manusia yang ingin berusaha dan yakin akan takdir…” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah satu kalimat yang terus terbayang pada perjalanan pulang kantor dari Pango ke Lampeuneurot di hari jumat 5 februari 2010. Setelah dengan sangat hikmat mendengar ceramah khutbah Jumat tentang Allah membagi waktu kepada manusia dalam 4 manfaat; kepada Allah untuk beribadah, kepada keluarga untuk bercengkrama, kepada teman-teman untuk bersilaturahmi dan kepada diri sendiri untuk berintrospeksi. Sangat simpel, dengan konsep partisi waktu dengan komposisi dan proporsi yang optimal, sebenarnya Allah sudah sedemikian rupa mengatur tiap sepersekian detik langkah kita dihubungkan dengan dimensi ruang, waktu dan pola pikir fiqh dan emosional intelegensi. Sebuah maha karya luar biasa yang menuntun kita untuk kembali berfikir, layakkah kita untuk menyombongkan diri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain intisari khutbah itu, pikiran pun melayang kepada daftar misi awal tahun 2010, tentang rencana rencana yang sangat ingin dilaksanakan, tentang sebuah target, harapan dan impian.. Salah satu dari misi itu adalah keliling Aceh… dan Alhamdulillah, Allah memberikan jalan untuk itu di tahun ini.. Terlepas dari bagaimana ini bisa terjadi, Hukum tarik menarik yang menjadi bagian inti dari film The Secret berlaku pada misi ini.. Dengan Keyakinan dan Keinginan yang kuat, alam yang merupakan ciptaan Allah akan membawa kita kepada harapan, menarik kita kepada sebuah pengimplementasian cita-cita, Alis akan keliling Aceh…!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aceh dikenal sebagai sebuah Propensi (bahasa sundanya) yang terdiri dari 23 kota/kabupaten. Beribukota di Banda Aceh yang terletak di utara pulau Sumatera, membuat kota-kota di pinggiran Aceh sedikit terabaikan oleh pemerintah daerah.. Tapi bukan ini bahasan kita dalam petualangan kali ini, tapi bahasannya adalah: SMS Banking Mandiri kok belum masuk ya? Haha. (lho kok??)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S3fwTsfVwxI/AAAAAAAAAnI/zVG7r8JcUcA/s1600-h/perjalanan+alis.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 264px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S3fwTsfVwxI/AAAAAAAAAnI/zVG7r8JcUcA/s400/perjalanan+alis.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5438079296223953682" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-- Jalur Perjalanan --&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petualangan kali ini nggak tanggung-tanggung, menurut rencana, perjalanan akan melalui kota Sigli, Beureuneun, Geumpang, Tangse, Meulaboh, Tapaktuan, Subulussalam, Sidikalang, Kabanjahe, Brastagi, Medan, Langsa, Lhokseumawe dan kembali lagi ke Banda Aceh. Misi utamanya sebenarnya adalah mempromosikan Politeknik Aceh ke setiap kota yang dilalui, dengan ditemani 2 orang mahasiswi, Devi Suryani dan Wirdayanti serta Pak Moerwis Madhi, Tim yang beranggotakan 4 orang ditemani satu orang driver, berangkat dari Banda Aceh hari senin, 8 februari 2010 menuju Sigli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banda Aceh – Sigli&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan dari Banda Aceh dimulai dari pukul 7 pagi, setelah sarapan pulot beurawe, tim yang berangkat dengan 2 mobil (tim yang menyusuri pantai timur Aceh) melintasi seberang Kampus Politeknik Aceh dari desa Tanjung di Aceh Besar. Perjalanan yang melintasi berbagai kota di Aceh Besar, juga melintasi kelokan khas Banda Aceh – Medan di Pegunungan Seulawah Dara (Selawah Cewek). Kenapa disebut Seulawah cewek? Karena ada juga gunung yang berdiri sendiri tegak di sampingnya, disebut seulawah agam (selawah cowok), sedangkan gunung-gunung yang terdiri dari gunung kecil-kecil, diberi nama Seulawah dara (cewek), karena ilustrasinya digambarkan ada ibu dan anak anaknya,lucu :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelokan-kelokan membuat salah seorang mahasiswa sedikit mual dan terjadilah tragedi bubur manado, haha.. Okei, setidaknya saya sebagai ketua tim, harus lebih mempersiapkan segala hal yang kemungkinan terjadi lagi ke depan, karena perjalanan masih sangat panjang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S3e7kBicGAI/AAAAAAAAAkI/5NKVBDV8sZg/s1600-h/PIC_0200.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S3e7kBicGAI/AAAAAAAAAkI/5NKVBDV8sZg/s400/PIC_0200.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5438021302635730946" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S3e7jh1oxQI/AAAAAAAAAkA/ty8A3oShb5Q/s1600-h/a+(12).JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S3e7jh1oxQI/AAAAAAAAAkA/ty8A3oShb5Q/s400/a+(12).JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5438021294126318850" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak memakan waktu yang lama, perjalanan ke Sigli ditempuh dalam waktu 2 jam, dan setelah berganti driver dari pak Dermawan ke pak Reynaldi, Tim sarapan dulu untuk meng-upgrade kekuatan karena akan presentasi ke SMK 1 Sigli. Presentasi tentang Politeknik Aceh di SMKN 1 Sigli berjalan sangat bagus dan sukses, dimana respon siswa-siswa yang hadir yang merupakan perwakilan dari 3 SMK dan 4 SMU di Sigli menanyakan berbagai hal tentang semua info dari mulai bagaimana cara masuk, apa yang dapat diberikan, apakah ada program beasiswa dan sebagainya. Acara promosi diakhiri dengan kerja sama tim dengan pihak sekolah untuk membuat registration point Sigli sebagai perwakilan Politeknik Aceh di Sigli, untuk mempermudah calon mahasiswa dalam proses administrasi masuk ke Politeknik Aceh. Oke, misi Sigli selesai, tak ada kesan yang begitu berbeda, karena Sigli pun sudah puluhan kali saya lalui.. dan tim segera berangkat ke Meulaboh dari kota Beureuneun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sigli – Meulaboh &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini perjalanan yang baru, setelah berdiskusi dengan tim, kita putuskan untuk makan siang dan shalat zuhur di jalan, karena memang belum masuk waktu zuhur. Jam 12, tim melintasi kota Bakti dan Keumala. Kota kecamatan yang menurut supir yang mendampingi kita, biasanya banyak kebun-kebun durian yang ada disini, setidaknya mulai dari kecamatan ini sampai seterusnya, akan banyak dijumpai durian-durian di pinggir jalan. Sampai di Geumpang, kita menjumpai sebuah mobil pick-up yang membawa ratusan durian, namun karena sama-sama dalam perjalanan, tak enak hati rasanya menghentikan mobil mereka hanya untuk membeli beberapa buah durian. Dan kondisi perut yang belum makan siang pun, saya rasa gak cocok untuk diawali dengan durian. Sampai di Geumpang jam 2 siang, kita makan di sebuah warung nasi yang sangat sederhana, baik dari segi tempat dan makanannya, apa boleh buat, cacing dalam perut sudah berdemo untuk segera dicairkan dana bailout…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah makan siang dan shalat zuhur beserta jama’ di salah satu mesjid di Geumpang, tim berlanjut kembali. Kita sempat berdiskusi tentang shalat jama’ dan qashar di mobil, bagaimana Allah baiknya memberikan kemudahan kepada kita untuk beribadah, walaupun dalam keadaan sebagai musafir, diberikan fasilitas untuk menggabungkan 2 waktu shalat baik diwaktu awal (jama’ ta’dim) dan waktu akhir (jama’ taakhir). Alangkah lebih bagusnya kalau dalam perjalanan kita manfaatkan fasilitas itu, karena itu kemudahan, bukan tuntutan. Perjalanan kembali berlanjut, suasana dalam mobil sudah akrab dan dengan mengucap bismillah, perjalanan akan melintasi Aceh dari pantai timur ke pantai barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S3e7lP1iajI/AAAAAAAAAkY/ezMUV8nC00Q/s1600-h/PIC_0218.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S3e7lP1iajI/AAAAAAAAAkY/ezMUV8nC00Q/s400/PIC_0218.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5438021323653802546" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S3e7kmR74NI/AAAAAAAAAkQ/Qe1cmS1pJtw/s1600-h/a+(19).JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S3e7kmR74NI/AAAAAAAAAkQ/Qe1cmS1pJtw/s400/a+(19).JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5438021312498622674" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harapan untuk kembali berjumpa dengan durian kembali berkumandang di kota Tangse, padahal isi dalam perut sudah penuh, tapi yang namanya nafsu, huh…. Tak dapat dielakkan. Saya sendiri tidak suka durian, selain cara makannya susah, durian akan sangat merugikan orang lain disekitar saya, terkait masalah sampahnya, baunya dan harganya… haha… tapi tips dari saya sih, mending jangan makan durian di Tangse, karena perjalanan akan melintasi gunung-gunung, anda akan mual, dan kondisi perut anda akan sangat bergoncang bila ditambah lagi efek panas lemak yang ditimbulkan oleh Durian. Jam 3 kita sempat singgah di Kubu Aneuk Manyak (Kuburan Anak Kecil), dekat kota Tutut. Kuburan ini dianggap keramat bagi masyarakat sekitar karena ada seorang anak kecil yang terbunuh beserta ayahnya, saudagar Meulaboh dari hasil pengkhianatan temannya sendiri dengan motif perampokan tahun 1935. Rasanya tak perlu diceritakan banyak tentang hal ini, yang perlu diambil pelajaran dari tempat ini: “Jangan pernah kau khianati temanmu, karena itu adalah ladang Silaturrahmi yang sangat subur untukmu…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S3e7lpxb5dI/AAAAAAAAAkg/LqvLf9LwU2E/s1600-h/PIC_0220.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S3e7lpxb5dI/AAAAAAAAAkg/LqvLf9LwU2E/s400/PIC_0220.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5438021330615920082" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan kembali dilanjutkan, tak banyak belokan di pegunungan ini, hanya kanan dan kiri saja (guyonan khas pak Madhi). Perjalanan ditemani pegunungan peutsagoe dan aliran air peusangan yang dalam beberapa titik kita lihat lagi kekeringan. Mudah-mudahan Mount Aqua yang menjadikan mata air peusangan tidak bangkrut karena kekeringan ini, ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S3e-x6F2H8I/AAAAAAAAAkw/8vt64rIiR78/s1600-h/PIC_0225.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S3e-x6F2H8I/AAAAAAAAAkw/8vt64rIiR78/s400/PIC_0225.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5438024839689805762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S3e-xejYaQI/AAAAAAAAAko/tzriK__WFs0/s1600-h/PIC_0223.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S3e-xejYaQI/AAAAAAAAAko/tzriK__WFs0/s400/PIC_0223.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5438024832297494786" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam 5.30 sore tim sudah sampai ke Meulaboh, setelah melewati makam Teuku Umar, kita memesan 2 kamar di Hotel Meuligoe (0655-7007171). Tim saya berikan waktu hingga jam 8 malam untuk beristirahat, tapi saya gak bisa beristirahat jika belum tau, apa itu Meulaboh. Setelah mandi dan gosok gigi (seperti lagi ciptaan papa t bob), bermodalkan kamera digital, HP dan tas pinggang dan celana pendek, saya menyewa becak dan mengadakan kerja sama singkat dengan tukang becak untuk membawa saya keliling Meulaboh. Sejarah meulaboh sudah saya kupas ditulisan terdahulu, kota Meulaboh sangat dekat dengan laut, jadi sangat terbayangkan oleh saya bagaimana efek tsunami 2004 disini. Tapi sekarang kota ini sudah membangun, toko-toko sudah berdiri, mesjid agung pun sudah dibuat baru, bahkan kopi ulee kareng pun sudah ada disini. Saya diajak ke pelabuhan oleh tukang becak, diperkenalkan dengan wanita-wanita Meulaboh, lumayan enak dipandang mata… haha. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S3e-yKNCJcI/AAAAAAAAAk4/UMeo89bDVS0/s1600-h/PIC_0246.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S3e-yKNCJcI/AAAAAAAAAk4/UMeo89bDVS0/s400/PIC_0246.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5438024844014921154" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan mengakhiri perjalanan saya sore itu dengan tukang becak, lumayan 20 ribu keliling Meulaboh mendapatkan informasi tentang budaya meulaboh, tempat menarik di Meulaboh dan merasakan angin sepoi sepoi dari Samudera Hindia. Malam kami makan di Wong Solo Meulaboh, pas di depan masjid Agung Meulaboh nan indah dengan lima kubah coklat keemasan, menandakan kuatnya tekad warga Meulaboh untuk kembali berjaya pada masa keemasaannya. Esok pagi, saya sempatkan ke arah pantai dibelakang hotel, daerah pantai pertama menurut saya yang terkena dampak tsunami, bahkan ada plang nya “Daerah Bahaya Tsunami” dengan latar belakang Tugu Meukutop sebagai kenangan Masyarakat terhadap Sebuah Implementasi Kekuasaan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S3fB-AUKwCI/AAAAAAAAAlY/4t3bK2Jcbro/s1600-h/PIC_0289.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S3fB-AUKwCI/AAAAAAAAAlY/4t3bK2Jcbro/s400/PIC_0289.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5438028346053804066" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S3e-ysJ-URI/AAAAAAAAAlA/LEN4P6diNJc/s1600-h/PIC_0253.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S3e-ysJ-URI/AAAAAAAAAlA/LEN4P6diNJc/s400/PIC_0253.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5438024853128892690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presentasi di Meulaboh dipusatkan di SMKN 2 Meulaboh, namun tim saya bagi 2, saya berkeliling ke SMUN 1, SMUN 2, SMUN 3 dan SMKN 1 Meulaboh untuk mempresesntasikan singkat Politeknik Aceh dan kita berhasil menetapkan Meulaboh sebagai Registration point untuk Aceh Barat. Perjalanan akan dilanjutkan ke Tapaktuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meulaboh – Tapaktuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11.45 tim telah menyelesaikan misi di Meulaboh, setelah melapor ke Ayah di Banda Aceh dan Direktur yang lagi di Bireun, kita melanjutkan perjalanan dan masuk ke wilayah Nagan Raya. Perjalanan dikawal oleh jalan negara yang sangat luas, sangat bagus untuk ukuran sebuah jalan negara, dan bisa saya setarakan dengan jalan tol di Jakarta. Setelah melintasi barisan kelapa sawit, sawah-sawah, kita makan siang di daerah Alue Bilie. Perjalanan berlanjut masuk ke Aceh Barat Daya dan jam 3 siang, tim sudah masuk ke Aceh Selatan. Jangan lupa untuk menikmati pantai Aceh Selatan, sangat indah dengan likukan likukan khas pantai barat Sumatera. Karena setelah melewati Blangpidie, perjalanan akan relatif sangat dekat dengan laut, siapkan kamera anda, ambil setiap sudut dari posisi laut yang terlihat dan rasakan indahnya ciptaan Allah. Meskipun sangat dekat dengan laut sampai ke Tapaktuan, daerah ini tidak terkena efek tsunami, karena menurut cerita orang hotel di tapaktuan ada legenda seorang tuan tapa yang sangat keramat yang senantiasa melindungi Aceh Selatan dari jaman Naga sampai sekarang. Setelah melewati kota Sawang, kotabaru, Samadua dan  Labuhanhaji jam 4.30 sore tim sudah sampai di Tapaktuan. Menginap di hotel Metro (0656-322567). Setelah sempat istirahat di hotel, saya berkeliling ke kota Tapaktuan dengan pak Madhi, sementara tim istirahat, malamnya kita makan malam di Hero. Saya kirain masyarakat tapaktuan umumnya menggunakan bahasa Jamee sebagai bahasa sehari-harinya, ternyata di beberapa tempat, saya bisa menggunakan bahasa Aceh dengan penduduk, yang kalau tidak salah saya tangkap logatnya sih, logat Sigli atau Lhokseumawe gitu, yang pasti bukan logat Banda Aceh dan Aceh Besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S3fpX8lJRQI/AAAAAAAAAmI/TPOS8-7wDks/s1600-h/PIC_0342.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S3fpX8lJRQI/AAAAAAAAAmI/TPOS8-7wDks/s400/PIC_0342.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5438071672681350402" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S3fpXY_JIaI/AAAAAAAAAmA/rtj9qeyF8oA/s1600-h/PIC_0331.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S3fpXY_JIaI/AAAAAAAAAmA/rtj9qeyF8oA/s400/PIC_0331.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5438071663126716834" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S3fpXGHU-WI/AAAAAAAAAl4/mSVA_WYRAEs/s1600-h/PIC_0314.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S3fpXGHU-WI/AAAAAAAAAl4/mSVA_WYRAEs/s400/PIC_0314.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5438071658060773730" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kota Tapaktuan relatif kecil, kota yang penuh dengan legenda Naga dan Tuan Tapa ini dibumbui cerita seperti ini: dulu sepasang naga yang tidak punya keturunan diusir dari kerajaannya. Dalam pelariannya itu, mereka menemukan anak naga terdampar ditengah laut, mereka akhirnya merawatnya selama bertahun-tahun hingga seorang naga mengaku bahwa ia ibunda anak tersebut. Naga itu melapor kepada raja, untuk mengemabalikan anaknya. Namun sepasang naga itu tidak mau, dan akhirnya berita itu sampai kepada seorang tuan tapa dan ia bermaksud untuk membujuk naga tersebut untuk mengembalikan anak itu. Sang suami naga malah mengajak tuan tapa untuk berduel, dan dalam duel itu, sang naga mati, tongkat tuan masih terpancang di pantai kota Tapaktuan (jika air surut, akan terlihat sebuah tongkat di tengah laut). Sang Istri yang marah karena suaminya mati, lari dengan membelah sebuah pulau menjadikan pulau itu kini terkenal dengan nama pulau dua/pulau kembar, karena terlihat seperti pulau yang terbelah dua. Dan sang naga pun menghancurkan sebuah pulau di wilayah Singkil sehingga pecah menjadi banyak, dan kini dikenal dengan nama pulau banyak. Legenda membuat sebuah kota menjadi agung dan menarik untuk didatangi.. dan saya sangat senang dengan karakteristik itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S3fuOTqiBSI/AAAAAAAAAmg/Lep3buh1hss/s1600-h/PIC_0363.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S3fuOTqiBSI/AAAAAAAAAmg/Lep3buh1hss/s400/PIC_0363.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5438077004637406498" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S3fpYWbPwvI/AAAAAAAAAmQ/JHpFi-ni_Yw/s1600-h/PIC_0352.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S3fpYWbPwvI/AAAAAAAAAmQ/JHpFi-ni_Yw/s400/PIC_0352.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5438071679619154674" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presentasi di kota Tapaktuan berjalan sukses, dihadiri perwakilan berbagai SMU dan SMK di Tapaktuan, Samadua dan Sawang. Jam 1.30 siang, presentasi beres dan kita mengadakan pertemuan non formal dengan pejabat setempat terkait kerjasama yang akan dibangun antara Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan, Politeknik Manufakturing Bandung dan Politeknik Aceh dalam rangka pendirian Politeknik Tapaktuan. Kita merencanakan pertemuan di Bandung tanggal 17 dan tanggal 20 di Aceh sebagai bentuk kerja sama mitra institusi pendidikan. Lumayan, ibu Bupati menitipkan kepada tim 1 lusin botol manisan pala dan 2 plastik kue pala, oleh-oleh khas Tapaktuan. Jika niat kita baik, ada saja rejeki yang diberikan.. itulah kuasa Allah, jika kita pandai bersyukur, maka nikmatNya akan makin ditambah, tapi jika kita kufur, azab Allah akan sangat pedih.. itu janji Allah dalam QS Ibrahim: 7&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S3fpYmKRp-I/AAAAAAAAAmY/o4HW-TdmInI/s1600-h/PIC_0359.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S3fpYmKRp-I/AAAAAAAAAmY/o4HW-TdmInI/s400/PIC_0359.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5438071683842942946" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapaktuan – Subulussalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan kali ini singkat, dengan target membeli madu di Subulussalam. Melewati serambi Taman Nasional Gunung Lauser, kota Fajar dan Trumon. Perjalanan sangat indah, karena jalan sangat bagus dan saat menaiki gunung, deretan pantai memperlihatkan keindahaannya, siapkan kembali kamera anda disini, dan untuk supir, jangan coba-coba menikmati pemandangan disini, karena perjalanan mendaki dan butuh konsentrasi penuh. Lebih baik jika ingin menikmati pemandangan, berhenti sejenak di Panorama Hatta. Ceritanya dulu Wapres Moh. Hatta pernah berkunjung kemari untuk menikmati pemandangan disini. Di beberapa sudut pantai, masyarakat merayakan upacara  tolak bala di hari rabu akhir di bulan safar. Terlepas dari bid’ah tidaknya perbuatan itu, aktifitas ini sudah berjalan turun temurun di hari rabu akhir bulan safar sebagai bentuk ibadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal dulu jaman Nabi, bulan safar tahun terakhir nabi hidup itu adalah saat nabi mulai sakit dan mulai jarang mengimami jamaah. Sehingga pada bulan rabiul awal, nabi wafat. Jadi kalo menurut ceritanya, tolak bala itu untuk memperingati wafatnya nabi. Kota subulussalam kita datangi saat maghrib, hujan lebat menyambut kita disini, dan pembelian madu pun gagal, karena sudah 8 bulan madu sangat susah didapatkan disini.&lt;br /&gt;Madu menjadi cirik has oleh-oleh dari Subulussalam atau Trumon, namun karena langkanya petani madu akhir-akhir ini, harga madu menjadi sangat tinggi, bahkan bisa 3 kali lipat dari harga biasanya. Di Subulussalam, madu asli bisa didapatkan di Rumah Makan ACC Subulussalam kepunyaan Pak Yusri, beliau sendiri warga Banda Aceh yang sudah lama di Subulussalam, saya sempat bercengkrama beberapa menit sekedar mengetahui selayang pandang madu di Subulussalam, karena anak beliau masih kecil dan sakit, saya tidak berlama-lama mengorek informasi dari beliau, yach setidaknya saya sudah punya teman baru di Subulussalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S3fB_o4QQwI/AAAAAAAAAlw/9zMvKvu2VnM/s1600-h/PIC_0305.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S3fB_o4QQwI/AAAAAAAAAlw/9zMvKvu2VnM/s400/PIC_0305.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5438028374122447618" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S3fB_MzraFI/AAAAAAAAAlo/K9hDkeSIL4c/s1600-h/PIC_0296.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S3fB_MzraFI/AAAAAAAAAlo/K9hDkeSIL4c/s400/PIC_0296.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5438028366587062354" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S3fB-uAGYsI/AAAAAAAAAlg/9ilWVqbQ0z4/s1600-h/PIC_0294.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S3fB-uAGYsI/AAAAAAAAAlg/9ilWVqbQ0z4/s400/PIC_0294.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5438028358317662914" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Subulussalam salah seorang mahasiswi saya sempat bertemu dengan orang tuanya, saya sempatkan waktu untuk bertemu sekaligus kami pun istirahat dengan beberapa cangkir kopi dan teh hangat, sambil kami menghitung-hitung durasi waktu perjalanan kami. Dari Banda Aceh ke Sigli kami tempuh dalam waktu 2 jam, Sigli ke Meulaboh lebih kurang dengan waktu Ishomanya, 5 jam. Dari Meulaboh ke Tapaktuan lebih kurang 6 jam. Dan dari Tapaktuan ke Subulussalam lebih kurang 4 jam. Estimasi perjalanan dari Subulussalam ke Medan sekitar 6,5 jam dengan kondisi jalan yang kita prediksi akan jelek, berkelok-kelok dan hujan lebat disertai kabut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subulussalam adalah kota sedikit lebih besar dari Singkil, banyak para transmigran dari berbagai daerah di Indonesia mencari nafkah disini, dan mereka berbaur dengan menggunakan bahasa mereka di kampung seperti bahasa jawa dan bahasa sunda, sebuah keanekaragaman yang sangat bagus. Subulussalam tidak dijadikan ibukota Kabupaten, karena Singkil erat kaitannya dengan Sejarah Aceh dimana Singkil melahirkan ulama besar Aceh yang sekarang kita kenal dengan nama Syiah Kuala yang beliau sendiri mempunyai nama asli Syekh Abdul Rauf As Singkili, makanya Singkil yang akhirnya dijadikan ibukota kabupaten, karena faktor sejarahnya. Setelah selesai istirahat dan perpisahan mahasiswi saya dan orang tuanya, kita kembali melanjutkan perjalanan ke Sidikalang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subulussalam – Medan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan ini yang sangat melelahkan, keluar Subulussalam, juga keluar Nanggroe Aceh Darussalam jalanan sangat parah. Berbeda jauh dengan jalan di Aceh, jalan di wilayah tiri Sumatera Utara ini rusak parah dan banyak lubangnya, hati-hati berjalan disini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi saat kita melintasi dataran tinggi toba, melewati gunung Sibuatan, Sinabang dan Sibayak. Kota pertama yang kami jumpai adalah Sidikalang, bagi muslim usahakan anda membawa perbelakan dari Subulusalam, karena makanan disini banyak yang tidak halal bagi muslim. Hujan lebat dan kabut membuat perjalanan harus ekstra hati-hati, karena lubang pun telah siap menunggu di pengkolan, sambungan jembatan, bahkan di jalan mendaki sekalipun, saya yang dari Banda Aceh duduk di bangku paling belakang, kini harus pindah ke bangku depan untuk menemani dan menjadi navigator supir karena kabut saat itu membuat pandangan kami hanya sampai sekitar 5-10 meter saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S3fuQLM0KGI/AAAAAAAAAnA/fkPq1j3_UBQ/s1600-h/PIC_0198.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S3fuQLM0KGI/AAAAAAAAAnA/fkPq1j3_UBQ/s400/PIC_0198.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5438077036725020770" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S3fuPjaL_yI/AAAAAAAAAm4/w5c0NZQR_MY/s1600-h/PIC_0194.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S3fuPjaL_yI/AAAAAAAAAm4/w5c0NZQR_MY/s400/PIC_0194.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5438077026043690786" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S3fuPYJQpQI/AAAAAAAAAmw/lLgx8VLD70s/s1600-h/PIC_0180.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S3fuPYJQpQI/AAAAAAAAAmw/lLgx8VLD70s/s400/PIC_0180.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5438077023019902210" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melintasi satu titik danau toba, kita makan malam di Kabanjahe, Rumah Makan Minang. Terlepas dari bagaimana bersih tidaknya Rumah Makan ini, saya harus bertanggung jawab juga terhadap kondisi tim yang jam 11 malam belum makan sementara perjalanan kami masih sangat jauh. Karena bepergian jauh, melintasi gunung yang berkelok-kelok dengan perut kosong, akan membuat perut mual dan mengeluarkan isi-isi ilegal yang ada di dalam perut. Dengan menyogok satu cangkir kopi tanpa gula dan rokok djisamsoe kepada supir agar dia senantiasa fit, perjalanan kami lanjutkan. Melintasi Brastagi, Sibolangit dan berbagai kota lainya. Saya sempat ingin mengambil keputusan agar kita menginap di Brastagi, dengan alasan istirahat, tapi saya urungkan karena besok pagi seharusnya kami harus sudah berada di Medan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan melelahkan ini menidurkan 2 mahasiswi yang setelah saya tanyakan, belum pernah mengalami perjalanan sepanjang ini, lumayan lah buat mereka, menjadi petualangan yang tidak terlupakan dalam hidup, hha. Pak Madhi juga sudah terlelap, duduk di bangku belakang membuat beliau sangat santai dan merasakan gelapnya suasana diluar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sempat teringat beberapa guyonan dari pak Madhi yang sempat beliau ceritakan, misalnya: “jangan nikah dengan wanita sekampung….”. Saya balik nanya ”emang kenapa pak? gak ada larangannya”, beliau dengan enteng menjawab: “satu aja udah susah, gimana mau ngawinin sekampung..” haha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S3fuO9Ae8UI/AAAAAAAAAmo/3mpzOOCtnCk/s1600-h/PIC_0162.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S3fuO9Ae8UI/AAAAAAAAAmo/3mpzOOCtnCk/s400/PIC_0162.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5438077015735333186" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita lainnya: “Orang mancing itu berlatih bagaimana kita sabar dalam melakukan sesuatu, dan bertindak responsif saat kailnya memberi tanda ada ikan yang kena pancingan, itulah bisnis, kita mesti sabar dan langsung reaktif terhadap kemauan konsumen. Kita memancing dengan umpan bukan seperti maunya kita, tapi seperti maunya ikan. Tapi pak Madhi menyelipkan guyonannya, “orang mancing itu gak pernah maju-maju, kasian…”, saya tanyakan mengapa? Beliau menjawab “ya gak boleh maju, takutnya kecemplung…” haha… Filosofi memancing ini teringat akan bahan kuliah MBA saya tentang bagaimana respon terhadap konsumen, memberikan jasa dan produk Costumer Based dan menjadikan kemauan konsumen sebagai modal awal kita dalam marketing, Consumer Centric.. ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim sampai ke medan pukul 2 malam, setelah mencari-cari hotel disekitaran Ayahanda, kami singgah sebentar di Mess Perwakilan Nanggroe Aceh Darussalam di Medan (061-4525152). Tim langsung tepar dan saya pun tanpa ragu setelah menjama’ maghrib di Isya menutup mata dan beristirahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S3fwU3oJnBI/AAAAAAAAAnY/Igy3-4wL8k8/s1600-h/tapaktuan+subulussalam2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S3fwU3oJnBI/AAAAAAAAAnY/Igy3-4wL8k8/s400/tapaktuan+subulussalam2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5438079316393565202" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S3fwUa7DtgI/AAAAAAAAAnQ/Z8qvAJ9dadI/s1600-h/tapaktuan+subulussalam.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S3fwUa7DtgI/AAAAAAAAAnQ/Z8qvAJ9dadI/s400/tapaktuan+subulussalam.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5438079308688242178" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Medan – Langsa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam 7 burung-burung di medan berkicau sangat kencang, padahal mereka bukan warga batak (ups..). bunyi sepeda motor membangunkan kami satu persatu untuk shalat subuh telat dari jadwalnya. Setelah mandi dan sarapan roti, kami langsung ke Bandara untuk mengantar pak Madhi kembali ke Jakarta dan kami berlanjut ke misi berikutnya, Langsa…&lt;br /&gt;Bertolak dari Bandara, saya lupa jalan keluar dari kota Medan, tapi gak masalah, GPS pada Nokia XM 5800 sangat membantu untuk menemukan jalan keluar dari Medan. Dituntun Nokia Navigator ver 2.0 kami berhasil keluar, bahkan dari jalan potong dan menemukan jalan tembus ke ringroad binjai. Sekali lagi, Terima Kasih teknologi dan Allah sebagai Sang Pencipta. Kota Binjai sangat padat, namun tim langsung berlanjut dan melewati kota Tanjungpura dengan gagahnya Mesjid Raya, Pangkalan Brandan, Pangkalan Susu dan terakhir Besitang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S3fwWGwTu6I/AAAAAAAAAno/YK__vbCi-a0/s1600-h/PIC_0206.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S3fwWGwTu6I/AAAAAAAAAno/YK__vbCi-a0/s400/PIC_0206.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5438079337634184098" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S3fym2GabhI/AAAAAAAAAnw/1E11HqlsoAo/s1600-h/PIC_0208.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S3fym2GabhI/AAAAAAAAAnw/1E11HqlsoAo/s400/PIC_0208.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5438081824244526610" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tanjungpura, banyak oleh-oleh yang sebenarnya bisa kita beli, misalnya dodol tanjungpura, manggis dan makanan khas lainnya, tapi karena kita ditunggu di Langsa, kita urungkan dulu niat kita beli oleh-oleh. Karena misi utama kita adalah Politeknik Aceh Expose. Dalam perjalanan ini juga kita disambut panjangnya kebut sawit dari mulai Sumatera Utara sampai ke Aceh Tamiang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman tidak menarik di wilayah akhir Sumatera Utara ini, kami dihadang Razia Polisi yang tidak punya otak yang menilang kami cuma karena pada plat kendaraan kami tidak ada garis les putih. Mereka mencari kesalahan-kesalahan pada kendaraan bermotor, mulai dari kepemilikan STNK dan SIM, segitiga pengaman, dongkrak, dll. Sampai pada bagus tidaknya wiper, tutup pentil, keadaan lampu dan semuanya, sehingga saya pastikan semua mobil yang melewati razia itu akan punya satu masalah. Setelah mencoba berdiplomasi, saya terangkan kami berasal dari institusi pendidikan dan ada siswa di langsa tengah menunggu kami untuk mengajar, mereka memberikan STNK dan SIM yang tertahan. Saya kira masalah udah selesai, ternyata tanpa sopan santun dan dengan akhlaq tiarap mereka meminta uang lelah.. anjr****t, Polisi memang musuh masyarakat (setidaknya untuk 2 orang ini…!!!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan kami lanjutkan dan melintasi perbatasan Provinsi NAD-SUMUT. Perbedaan kondisi jalan dan lebarnya jalan langsung terasa saat masuk ke wilayah NAD kembali, karena jalan yang sangat mulus dan lebar kembali kami dapatkan di Aceh. Setelah melewati Aceh Tamiang, Aceh Timur dan masuk ke kota Langsa, kami singgah di SMKN 2 Langsa untuk presentasi di Kepala Sekolah dan Guru di SMKN Langsa. Tidak lama, karena sudah pukul 2, kami belum makan dan kami makan di Pak Ulis Langsa dengan sebuah rasa puas, misi kita sudah selesai. Misi tim sudah kelar, namun misi saya sebagai ketua tim belum usai, saya harus membawa pulang Mahasiswi ini kembali ke rumahnya masing-masing, haha..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langsa - Lhokseumawe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi alasan bonus istirahat, dan saya juga ingin bertemu dengan sahabat-sahabat di Lhokseumawe, kita berencana untuk menginap di Lhokseumawe, perjalanan dari Langsa ke Lhokseumawe kami tempuh lebih kurang 3 jam, melewati Idi, peurlak, Lhoksukon, jam 5 sore, kami sampai di Lhokseumawe dan menginap di Lido Graha (0645-42525). Dengan status dari Politeknik, kami mendapat diskon 10 % dari tarif yang harus dibayar untuk 2 kamar yang kami sewa.. lumayan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S3fzgkRULGI/AAAAAAAAAoI/HPEajWj89T8/s1600-h/lhok.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 291px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S3fzgkRULGI/AAAAAAAAAoI/HPEajWj89T8/s400/lhok.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5438082815890828386" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S3fzgZtkkqI/AAAAAAAAAoA/-mz0ZfNAt4I/s1600-h/langsa.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S3fzgZtkkqI/AAAAAAAAAoA/-mz0ZfNAt4I/s400/langsa.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5438082813056553634" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S3fynSTu58I/AAAAAAAAAn4/7WZWca-NCKw/s1600-h/PIC_0211.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S3fynSTu58I/AAAAAAAAAn4/7WZWca-NCKw/s400/PIC_0211.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5438081831816587202" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim Istirahat sampai jam 9, sementara saya berkumpul dengan teman-teman di Lhokseumawe, hhe. Jam 9 kami makan di CBQ (yang menurut sahabat saya, yah lumayan lah makanan dan tempatnya untuk ukuran kota Lhokseumawe). Malam istirahat panjang untuk besok bagi perjalanan saya jadwalkan jam 9 dengan kondisi segar bugar agar sampai di Banda Aceh mereka diterima Orangtuanya juga dalam keadaan sama saat mereka dilepas untuk keliling Aceh pada Senin lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lhokseumawe – Banda Aceh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selebihnya tak ada yang spesial dari perjalanan 4 jam ini. Innova seri G yang menemani kami selama seminggu sudah penuh dengan sampah minuman dan makanan. Untuk oleh-oleh, kami membeli keripik di Bireueun, sekedar bawaan untuk keluarga dan teman di rumah. Sampai di Banda Aceh saat Khatib Jumat tengah asyik menterjemahkan Ayat Suci Alquran dan Hadist. Kami yang baru sampai, langsung ke Kampus untuk drop peralatan dan kemudian mengantar mahasiswi kembali ke rumah masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misi saya selasai, menjejakkan kaki di sebagian besar bumi Nanggroe, nikmat rasanya melaksanakan misi sekaligus berbakti. Tak ada aktifitas yang patut untuk dilakukan selain bersyukur, teringat Jumat lalu saat misi dikumandangkan dan Jumat ini terlewati karena misi baru berakhir, mudah-mudahan bertemu lagi dengan para jamaah Allah di Jumat berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat Anda berencana dan menginginkan sesuatu, konsentrasilah dan yakinilah anda akan mendapatkannya, ini sebagai modal awal anda dalam berusaha. Karena saat kita tengah berusaha, tidak lain dan tidak bukan, kita lagi memohon pada Allah SWT untuk mengabulkan rencana kita.. Anda di masa akan datang, adalah buah dari pikiran anda di masa kini.. Inilah sebuah aplikasi hukum tarik menarik dalam kehidupan, dimana Allah akan memberikan apa yang umatnya usahakan. Tanggung jawab yang diberikan harus dilaksanakan pada prinsip: Bekerja Keras, Tegas, Tuntas dan Ikhlas..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S3f0vIyzw_I/AAAAAAAAAoQ/akGVO_9bV-U/s1600-h/kerja-keras.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 273px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S3f0vIyzw_I/AAAAAAAAAoQ/akGVO_9bV-U/s400/kerja-keras.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5438084165724783602" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roadtrip Aceh begitu memberikan kesan, pesan dan pelajaran, bahwa “Hidup Terlalu Singkat untuk Menjadi Manusia Biasa dan berlaku yang Biasa-Biasa Saja..”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1611356771716981006-5649763693267255218?l=jurnalisjh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalisjh.blogspot.com/feeds/5649763693267255218/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1611356771716981006&amp;postID=5649763693267255218' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1611356771716981006/posts/default/5649763693267255218'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1611356771716981006/posts/default/5649763693267255218'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalisjh.blogspot.com/2010/02/keliling-aceh-mengitari-budaya-sejarah.html' title='Keliling Aceh; Mengitari Budaya, Sejarah dan Keanekaragaman Nanggroe'/><author><name>Jurnalis JH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09859824603444744312</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SSTWJgz8gEI/AAAAAAAAAAk/RSbC5cL1K4o/S220/di+bawah+saksi+Proklamasi.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/S3fwTsfVwxI/AAAAAAAAAnI/zVG7r8JcUcA/s72-c/perjalanan+alis.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1611356771716981006.post-4326672094895239275</id><published>2010-01-29T20:28:00.000-08:00</published><updated>2010-09-16T04:44:49.082-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='travelling'/><title type='text'>Sejarah Meulaboh, “…di siko lah kito belaboh… “</title><content type='html'>Meulaboh, Kota yang pernah terkenal karena bencana tsunami 2004 yang meluluh lantakkan sebagian besar kehidupan sosial dan infrastruktur kotanya. Kini Meulaboh hadir sebagai kota yang tengah membangun, membangun kembali jati dirinya sebagai sebuah kota yang mempunyai sejarah panjang sebagai salah satu identitas keberagaman yang ada di Aceh. Meulaboh juga kembali hadir sebagai sebuah kota yang ingin merubah pandangan dari kota penuh mistik menjadi kota penuh karakteristik.. dan pastinya Meulaboh juga hadir dalam deretan tulisan saya mengenai Aceh, hhe…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mendapat respon yang positif dari tulisan Banda Aceh &lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=79543921750"&gt;(Menyusuri Sejarah kota Banda Aceh)&lt;/a&gt;, Lhokseumawe &lt;a href="http://www.facebook.com/notes/jurnalis-jh/lhokseumawe-sejarah-dan-kenangan-yang-terlupakan/226969426750"&gt;(Lhokseumawe, Sejarah dan Kenangan yang Terlupakan)&lt;/a&gt;, Lamno &lt;a href="http://www.facebook.com/notes/jurnalis-jh/pesona-lamno-pesona-wanita-bermata-biru/212590101750"&gt;(Pesona Lamno, Pesona Wanita Bermata Biru)&lt;/a&gt; dan Sabang &lt;a href="http://www.facebook.com/notes/jurnalis-jh/sabang-dari-nol-kilometer-sampai-jutaan-keindahan/218689856750"&gt; (Sabang, dari Nol Kilometer, hingga Jutaan Keindahan)&lt;/a&gt;. Kini penelusuran sejarah akan menjejakkan kaki dan penanya ke sebuah kota tempat lahirnya Sang Pahlawan, Teuku Umar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah membuka 3 buah buku tentang sejarah Aceh yaitu Aceh Sepanjang Abad, Atjeh dan Nusantara serta buku kopian dari perpustakaan Ali Hasyimi (judulnya sudah tidak jelas lagi), tulisan pun dimulai. Dimulai dengan sebuah judul yang unik dibandingkan dengan tulisan terdahulu. Unik karena mengandung unsur kata dari daerah Minangkabau. Unik karena ini cerita tentang Meulaboh, bukan daerah di Semenanjung Mentawai, tapi di Semenanjung Barat Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Meulaboh tak akan dipisahkan dari 2 perang besar di Jaman Belanda yang terjadi pada 2 daerah berbasis Islam terbesar di Pulau Andalas (Sumatera) yaitu Aceh dan Minangkabau. Jika di daratan Minang dikenal adanya perang padri yang dipimpin Tuanku Imam Bonjol. Perang ini melibatkan 2 pihak bersaudara sesama muslim antara kaum paderi yang membawa ajaran pembaruan Islam beraliran Wahabi dari Arab. Tiga orang ulama pulang dari mengikuti pendidikan di Arab. Mereka adalah Haji Piobang, Haji Miskin dan Haji Sumanik. Ajaran pembaruan Islam yang dibawa tiga orang haji ini, membuat gundah masyarakat Minangkabau yang waktu itu sudah menganut ajaran Islam, yang disebut beraliran Ahlu Sunnah wal Jama’ah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Inti cerita perang ini adalah tentang makin kuatnya garakan Paderi melakukan penyerangan terhadap kaum adat yang menguasai Kerajaan Minangkabau di istana Pagaruyung. Dampaknya berpengaruh kepada para penghulu pemangku adat, yakni para datuk yang menjadi kepala suku di luhak nan tigo. Luhak Agam, Luhak Tanah Datar dan Luhak Limapuluh Koto. (Luhak-luhak tersebut sekarang disebut kabupaten).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang datuk yang merupakan kaum bangsawan dari keluarga Kerajaan Minangkabau itu, adalah Datuk Rajo Agam, penghulu suku Sikumbang di Luhak Agam. Bersama Datuk Rajo Alam dari Luhak Tanah Datar dan Datuk Makhudum Sati dari Luhak Limopuluh Koto, mereka bersepakat menghindari pertumpahan darah, mengungsi ke arah Utara. Dengan menaiki beberapa perahu di pelabuhan Tanjung Mutiara rombongan berlayar ke arah Utara (ke arah Aceh). Dan berlabuh di suatu negeri pantai yang waktu itu bernama Pasir Karam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedatangan bangsa Minangkabau ke daratan Aceh, yang dulunya bernama Pasir Karam ini diperkirakan awal mula munculnya kata Meulaboh, dimana para pendatang itu kemudian mengucapkan kata: “… di sikolah kito belaboh…” dan pengucapan kata itu hari demi hari ini menjadi sebuah kebiasaan masyarakat yang pada masa dulu menjadikan sebuah cirikhas daerah menjadi nama daerah tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari buku Atjeh dan Nusantara, diungkapkan oleh HM Zainuddin, bahwa negeri ini dibangun pada masa Sultan Saidil Mukamil (1588-1604). Pada masa Kerajaan Aceh diperintah oleh Sultan Iskandar Muda (1607-1636) negeri itu ditambah pembangunannya.&lt;br /&gt;Di negeri itu dibuka perkebunan merica, tapi negeri ini tidak begitu ramai karena belum dapat menandingi Negeri Singkil yang banyak disinggahi kapal dagang untuk mengambil muatan kemenyan dan kapur barus. Kemudian pada masa pemerintahan Sultan Djamalul Alam, Negeri Pasir Karam kembali ditambah pembangunannya dengan pembukaan kebun lada. Untuk mengolah kebun-kebun itu didatangkan orang-orang dari Pidie dan Aceh Besar disusul kemudian dengan kedatangan orang-orang Minangkabau yang lari dari negerinya akibat pecahnya perang Padri (1805-1836) seperti cerita di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendatang dari Minangkabau itu kemudian hidup berbaur dengan masyarakat setempat. Diantara mereka malah ada yang menjadi pemimpin diantaranya: Datuk Machadum Sakti dari Rawa, Datuk Raja Agam dari Luhak Agam. Datuk Raja Alam Song Song Buluh dari Sumpu. Mereka menebas hutan mendirikan pemukiman yang menjadi tiga daerah, Datuk Machdum Sakti membuka negeri di Merbau, Datuk Raja Agam di Ranto Panyang dan Datuk Raja Alam Song Song Buluh di Ujong Kala yang menikah dengan anak salah seorang yang berpengaruh di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama dengan masyarakat setempat, ketiga Datuk tersebut juga memerintahkan warganya untuk membuka ladang, sehingga kehidupan mereka jadi makmur. Ketiga Datuk itu pun kemudian sepakat untuk menghadap raja Aceh, Sultan Mahmud Syah yang dikenal dengan sebutan Sultan Buyung (1830-1839) untuk memperkenalkan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika menghadap Sultan masing-masing Datuk membawakan satu botol mas urai sebagai buah tangan. Mereka meminta kepada raja Aceh agar memberikan batas-batas negeri mereka. Permintaan itu dikabulkan, Raja Alam Song Song Buluh kemudian diangkat menjadi Uleebalang Meulaboh dengan ketentuan wajib mengantar upeti tiap tahun kepada bendahara kerajaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para Datuk itu pun setiap tahun mengantar upeti untuk Sultan Aceh, tapi lama kelamaan mereka merasa keberatan untuk menyetor langsung ke kerajaan, karena itu mereka meminta kepada Sultan Aceh yang baru Sultan Ali Iskandar Syah (1829-1841) untuk menempatkan satu wakil sultan di Meulaboh sebagai penerima upeti. Permintaan ketiga Datuk itu dikabulkan oleh Sulthan, dikirimlah ke sama Teuku Chik Purba Lela. Wazir Sultan Aceh untuk pemerintahan dan menerima upeti-upeti dari Uleebalang Meulaboh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para Datuk itu merasa sangat senang dengan kedatangan utusan Sultan yang ditempatkan sebagai wakilnya di Meulaboh itu. Mereka pun kemudian kembali meminta pada Sultan Aceh untuk mengirim satu wakil sultan yang khusus mengurus masalah perkara adat dan pelanggaran dalam negeri. Permintaan itu juga dikabulkan, Sultan Aceh mengirim kesana Penghulu Sidik Lila Digahara yang menyidik segala hal yang berkaitan dengan pelanggaran undang-undang negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permintaan itu terus berlanjut. Kepada Sultan Aceh para Datuk itu meminta agar dikirimkan seorang ulama untuk mengatur persoalan nikah, pasahah dan hokum Syariat. Maka dikirimlah ke sana oleh Sultan Aceh Teungku Cut Din, seorang ulama yang bergelar Almuktasimu-binlah untuk menjadi kadhi Sultan Aceh di Meulaboh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meulaboh bertambah maju ketika Kerajaan Aceh dipimpin Sultan Ibrahim Mansjur Sjah (1841-1870) karena semakin banyaknya orang-orang dari Minangkabau yang pindah ke sana, karena Minangkabau saat itu sudah dikuasai Belanda. Di sana mereka tidak lagi bebas berkebun setelah Belanda menerapkan peraturan oktrooi dan cultuurstelsel yang mewajibkan warga menjual hasil kebunnya kepada Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Meulaboh para pendatang dari Minangkabau itu membuka perkebunan lada yang kemudian membuat daerah itu disinggahi kapal-kapak Inggris untuk membeli rempah-rempah. Karena semakin maju maka dibentuklah federasi Uleebalang yang megatur tata pemerintahan negeri. Federasi itu kemudian dinamai Kaway XVI yang diketuai oleh Uleebalang Keudruen Chik Ujong Kala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebut Kaway XVI karena federasi itu dibentuk oleh enam belas Uleebalang, yaitu Uleebalang Tanjong, Ujong Kala, Seunagan, Teuripa, Woyla, Peureumbeu, Gunoeng Meuh, Kuala Meureuboe, Ranto Panyang, Reudeub, Lango Tangkadeuen, Keuntjo, Gume/Mugo, Tadu, serta Seuneu’am.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang dari 3 datuk yang berkuasa di Meulaboh, adalah Machdum Sakti, yang merupakan Kakek dari Teuku Umar dan Cut Nyak Dhien. Datuk Makdum Sakti mempunyai dua orang putra, yaitu Teuku Nanta Setia dan Teuku Achmad Mahmud. Teuku Achmad Mahmud yang menikah dengan adik raja Meulaboh Cut Mahani merupakan bapak Teuku Umar. Dan Teuku Nanta Setia (penerus Uleebalang) adalah Ayahanda dari Cut Nyak Dhien, jadi Cut Nyak Dhien dan Teuku Umar itu adalah Sepupu. Pernikahan antar sepupu di Aceh pada masih sangat lazim, mengingat masih kuatnya paham Pernikahan Sekufu (makanya penulis gak nikah-nikah, hha)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi Meulaboh menjadi Saksi bisu, 2 perang yang berkecamuk di masa dahulu, yaitu perang Paderi di Minangkabau antara Kaum kerajaan dan kaum paderi serta perang Aceh yang salah satu daerahnya dipimpin oleh Teuku Umar dan Cut Nyak Dhien melawan tentara Belanda di Pantai Barat Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini di Meulaboh, dibangun jalan dari Banda Aceh sepanjang jarak Banda Aceh Meulaboh, diharapkan panjangnya jalan itu, menjadikan panjang pula cita-cita masyarakat Kawasan Barat Aceh untuk kembali bangkit dan mulai membangun untuk kemakmuran Aceh dan demi Kemakmuran Muslim Seluruh Dunia..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Meulaboh, di sikolah kito belaboh…”&lt;a href="http://"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1611356771716981006-4326672094895239275?l=jurnalisjh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalisjh.blogspot.com/feeds/4326672094895239275/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1611356771716981006&amp;postID=4326672094895239275' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1611356771716981006/posts/default/4326672094895239275'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1611356771716981006/posts/default/4326672094895239275'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalisjh.blogspot.com/2010/01/sejarah-meulaboh-di-siko-lah-kito.html' title='Sejarah Meulaboh, “…di siko lah kito belaboh… “'/><author><name>Jurnalis JH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09859824603444744312</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SSTWJgz8gEI/AAAAAAAAAAk/RSbC5cL1K4o/S220/di+bawah+saksi+Proklamasi.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1611356771716981006.post-4504835717818024941</id><published>2009-12-29T06:39:00.000-08:00</published><updated>2009-12-29T18:44:45.883-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='travelling'/><title type='text'>Lhokseumawe, Sejarah dan Kenangan yang Terlupakan</title><content type='html'>Kota adalah sebuah karya manusia yang dimanfaatkan oleh manusia dalam hidupnya untuk menjalankan segala macam aktifitas dengan segala macam sarana dan prasarana. Kota menjadi sebuah wadah bagi pluralitas kemanusian yang kompleks dan terkadang juga penuh kontradiksi. Kota harus mempunyai tata ruang yang strategis, agar fungsi kota dapat dinikmati bagi seluruh penghuninya baik secara geografisnya, maupun secara fungsionalitas fasilitas yang terdapat dalam kota tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak parameter dan variabel yang mempengaruhi perubahan keadaan dan kebutuhan sebuah kota. Salah satunya adalah perubahan kehidupan sosial dari masyarakat yang hidup didalamnya. Saat masyarakat merasa bahwa perubahan kehidupan dan kebutuhan itu menjadi sebuah keharusan, maka sebuah Kota pun mau tidak mau akan mengikuti arus perubahan yang terjadi di kehidupan sosial masyarakatnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Huff bahasanya…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SzqrDagz00I/AAAAAAAAAjg/2ZqAAPtE7H8/s1600-h/5.1108440240.baiturrahman_at_night.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SzqrDagz00I/AAAAAAAAAjg/2ZqAAPtE7H8/s400/5.1108440240.baiturrahman_at_night.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5420833176638706498" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SzoVpMRt4aI/AAAAAAAAAho/6X-uvMs0q28/s1600-h/lhokseumawe-semakin-indah-dan-bersih.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 225px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SzoVpMRt4aI/AAAAAAAAAho/6X-uvMs0q28/s400/lhokseumawe-semakin-indah-dan-bersih.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5420668898908168610" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lhokseumawe, selintas gak ada yang spesial dari kota kecil yang dikelilingi air ini, dengan luas sekitar beberapa km persegi dan hanya punya 5 kecamatan, praktis kehidupannya pun biasa aja..tapi dalam hidup saya, 17 tahun mengabdi pada kota tempat sebuah cita-cita diacungkan, tempat sebuah pelabuhan cinta didermagakan, tempat sebuah tongkat harapan ditegakkan, dan tempat sebuah penghuni sasana hati kini kutinggalkan.. Sangat tidak mungkin, semua kenangan di kota Lhokseumawe terlupakan, setiap langkah di sisi kota mempunyai memori, setiap jengkal tanah yang dipandang punya arti yang dalam.. oke, cukup nostalgia kita, untuk urusan Lhokseumawe, Penulis tak harus menjadi Sang Pemimpi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://jurnalisjh.blogspot.com/2009/05/menyusuri-sejarah-kota-banda-aceh.html"&gt;Banda Aceh&lt;/a&gt; udah diceritain tiap sudut sejarahnya, &lt;a href="http://www.facebook.com/notes/jurnalis-jh/sabang-dari-nol-kilometer-sampai-jutaan-keindahan/218689856750"&gt;Sabang&lt;/a&gt; juga udah dijelajahi tiap titik objek wisatanya, &lt;a href="http://www.facebook.com/notes/jurnalis-jh/pesona-lamno-pesona-wanita-bermata-biru/212590101750"&gt;Lamno&lt;/a&gt; dengan pesona serba birunya (hhe..) juga udah disimpan dalam hardisk 120 G kepunyaan Dell Biru ini.. Sekarang saatnya menjelajahi Lhokseumawe, kota Petrodolar yang kini tengah beranjak dewasa menjadi kota perdagangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SzoVo5cEmQI/AAAAAAAAAhg/8qwSEK1vRsk/s1600-h/BeachLhokseumawe1.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 268px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SzoVo5cEmQI/AAAAAAAAAhg/8qwSEK1vRsk/s400/BeachLhokseumawe1.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5420668893851326722" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SzoVooAUEYI/AAAAAAAAAhY/iUKldVParHE/s1600-h/alis.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 222px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SzoVooAUEYI/AAAAAAAAAhY/iUKldVParHE/s400/alis.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5420668889171497346" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lhokseumawe, Kota yang kalo diliat di peta, berbentuk seperti palung laut, seperti teluk dan cocok banget bagi pelabuhan. Sepanjang kota Lhokseumawe dikeliling air, mulai dari Banda Sakti, sampai Ujong Blang, Pusong dan Cunda, hanya jembatan cunda aja yang menghubungkan kota Lhokseumawe dengan daratan Sumatera, makanya nama Lhokseumawe pun diambil dari keadaan geografis ini, Lhok yang artinya teluk, dan Seumawe menggambarkan banyaknya mata air di sepanjang garis pantai yang mengelilingi kota. Kampung yang paling tua di kota ini adalah Uteun Bayi, dan yang terluas adalah Teumpok Teungoh (waktu alis masih di lhokseumawe, hhe). Nama Lhokseumawe sendiri sempat berubah-ubah, pas jaman masih masuk dalam Mukim Kutablang abad 20, kota Lhokseumawe mulai menjadi jajahan belanda, banyak sisa sisa peninggalan belanda seperti SMU 1, SLTP 1, Kodam dan Kodim, Kantor Imigrasi dan BI, Bank Mandiri Merdeka, Pelabuhan Pardede, dan lain-lain masih banyak dapat dijumpai, kecuali SMU 1 yang sudah dirombak habis-habisan oleh pengembang….SMU 1 Lhokseumawe, tinggal kenangan…haha….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1903, nama Lhokseumawe diubah menjadi Bestuur van Lhokseumawe, dengan kepala daerahnya Teuku Abdul Lhokseumawe tunduk dibawah Aspiran Controeleur dan di Lhokseumawe berkedudukan juga Controleur atau Wedana serta Asisten Residen atau Bupati. Pada dasawarsa kedua abad ke 20 itu, diantara seluruh daratan aceh, salah satu pulau kecil dengan luas sekitar 11 km2 (ibukota Lhokseumawe sekarang) yang dipisahkan sungai Krueng Cunda diisi bangunan-bangunan Pemerintah Umum, Militer dan Penghubungan Kereta Api oleh Pemerintah Belanda. Pulau Kecil dengan desa-desa kampung Keude Aceh, Kampung Jawa, Kampung Kutablang, Kampung Mon Geudong, Kampung Teumpok Teungoh, Kampung Hagu, Kampung Uteun Bayi dan Kampung Ujong Blang dan keseluruhan baru berpenduduk 5.500 jiwa, secara jamak disebut Lhokseumawe. Bangunan demi bangunan mengisi daratan ini sampai terwujud embrio kota yang memiliki pelabuhan, pasar, stasiun kereta api dan kantor-kantor lembaga Pemerintahan. Masa penduduk Jepang, Zelf Bestuurder Lhokseumawe tidak lagi dipegang Maharaja, tetapi mulai tahun 1942 s/d 1946 dipegang putranya Teuku Baharuddin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak Proklamasi kemerdekaan, Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia belum terbentuk sistematik sampai kecamatan ini. Pada mulanya Lhokseumawe digabung dengan Bestuurder van Cunda. Penduduk didaratan ini semakin ramai berdatangan dari daerah sekitarnya seperti Buloh Blang Ara, Matangkuli, Lhoksukon, Blang Jruen, Nisam dan Cunda serta Pidie dan menjadi bagian dari Kabupaten Aceh Utara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SzoVoVg0znI/AAAAAAAAAhQ/OXbKNKiZOjs/s1600-h/3567429-A_Monument_at_LHOK_SEUMAWE_City_Center-Lhokseumawe.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SzoVoVg0znI/AAAAAAAAAhQ/OXbKNKiZOjs/s400/3567429-A_Monument_at_LHOK_SEUMAWE_City_Center-Lhokseumawe.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5420668884207586930" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SzoVnxilS-I/AAAAAAAAAhI/9Lng9KAapxQ/s1600-h/01b_rektorat_depan1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 258px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SzoVnxilS-I/AAAAAAAAAhI/9Lng9KAapxQ/s400/01b_rektorat_depan1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5420668874551282658" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Tanggal 14 Agustus 1986 Pembentukan Kota Administratif (Kotif) Lhokseumawe dilakukan, sebagai awal pembentukan kotamadya Lhokseumawe yang digagas oleh Bupati Aceh Utara Karimuddin Hasybullah. Kemudian, pada tahun 2000 Bupati Aceh Utara, Tarmizi A. Karim, merekomendasi menjadi Kota Lhokseumawe tanggal 21 Juni 2001, yang ditandatangani Presiden RI H. Abdurrahman Wahid. Kemudian pada tanggal 17 Oktober 2001 diresmikan Pemko Lhokseumawe hingga sekarang..sejarah yang sangat panjang.&lt;br /&gt;Lhokseumawe besar dan berkembang seiring berkembangnya industri di Aceh Utara, seperti Industri PT. Kertas Kraft Aceh(PT.KKA), PT. Pupuk Iskandar Muda, PT. Asean Aceh Fertilizer dan EXXON Mobil – Arun.  Dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat dari pabrik-pabrik besar yang dimiliki kota Lhokseumawe, namun tak juga mampu mengangkat derajat kehidupan sebagian besar penduduk asli Lhokseumawe dari bawah garis kemiskinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SzqrDu5y3fI/AAAAAAAAAjo/A_73X8Z8kFc/s1600-h/6529190.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SzqrDu5y3fI/AAAAAAAAAjo/A_73X8Z8kFc/s400/6529190.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5420833182112210418" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hasil penelitian Geologi Departemen Pertambangan dalam wilayah Kota Lhokseumawe terdapat bahan galian Golongan C berupa batu kapur, tanah timbun dan pasir/kerikil. Di samping itu terdapat juga sumber daya alam berupa gas alam yang pengolahannya dilakukan oleh PT. Arun NGL Co. Sumber daya alam tersebut sudah dieksplorasi sejak tahun 1975 oleh Mobil Oil Indonesia Inc (sekarang Exxon Mobil) di Kabupaten Aceh Utara yang selanjutnya dilakukan pengolahan untuk diekspor ke luar negeri, hasil pengolahan gas dimanfaatkan oleh Pabrik Aromatix yang dibangun tahun 1998 dan perusahan–perusahaan besar lainnya seperti pabrik pupuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lhokseumawe satu-satunya kota yang punya 2 bandara di Aceh, bandara ExxonMobil dan Bandara Sultan Malikulsaleh, dan satu-satunya kota yang punya 2 perguruan tinggi di Aceh, Universitas Malikulsaleh dan Politeknik Negeri Lhokseumawe. Lhokseumawe kini tumbuh dan berkembang seiring banyaknya ruko-ruko yang dibangun sebagai imbas dari semakin sedikitnya sumber gas dan minyak bumi yang terkandung di Arun. Para penduduknya yang sebagian besar pendatang mulai banyak yang pulang kampung, seperti saya, hh… dan penduduk aslinya banyak yang mulai membuka usaha perdagangan jasa dan produk. Praktis kehidupan mewah ala kota petrodolar sudah mulai tidak tampak di Lhokseumawe. Lhokseumawe punya komplek perumahan yang banyak, setiap pabrik yang mengadakan produksinya di Lhokseumawe punya komplek perumahan untuk karyawannya, mulai dari Bukit Indah untuk Exxon Mobil, Komplek Arun, Komplek PIM, AAF, dan KKA. Tapi, karena sumber  daya alam yang makin menipis, komplek-komplek perumahan itu pun ditinggalkan oleh penghuninya, seperti AAF, Bukit Indah, dan KKA. Awal mula metamorfsis sebuah kota yang dulu sangat mengagungkan minyak dan gas bumi ini, kini geliat masyarakat mulai beralih kepada industri perdagangan produk dan jasa, selain mata pencaharian Pegawai Negeri Sipil yang sangat populer tentunya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat wisata di Lhokseumawe gak sebanyak di kota Aceh lainya, Walikota Lhokseumawe Munir Usman mulai membangun pusat wisata kuliner, seperti pantai Semadu di Kecamatan Muara Satu atau pantai Ujong Blang di Kota Lhokseumawe. Lagi-lagi jangan bayangkan Ujong Blang dengan pantai wisata lain. Selain hanya berupa deretan pantai bekas dihajar tsunami, sarana prasarana wisata di tempat in terbatas untuk duduk menikmati jajanan. Sisanya hanya kecipak air, tapi ya lumayanlah, sekarang udah banyak tempat-tempat duduk menikmati sore di Pantai yang punya julukan “wc terpanjang di dunia ini”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SzqrDJPO4CI/AAAAAAAAAjY/hyGLRzNm3RE/s1600-h/_Agus_Sarwono7690_resize.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SzqrDJPO4CI/AAAAAAAAAjY/hyGLRzNm3RE/s400/_Agus_Sarwono7690_resize.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5420833172001579042" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SzoXHaZmwbI/AAAAAAAAAiw/fs5ggY_IPqM/s1600-h/waduk-full.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 267px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SzoXHaZmwbI/AAAAAAAAAiw/fs5ggY_IPqM/s400/waduk-full.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5420670517607055794" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SzoaB9oMihI/AAAAAAAAAjQ/SkORpH3fvI0/s1600-h/vs_lhokseumawe_nn.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 273px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SzoaB9oMihI/AAAAAAAAAjQ/SkORpH3fvI0/s400/vs_lhokseumawe_nn.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5420673722519161362" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Topografi Lhokseumawe memang berbentuk daratan yang menjorok ke laut, sisi timur dan baratnya dikelilingi teluk dan arus sungai yang bermuara melalui jembatan Cunda. Jika ingin mengunjungi pantai berpasir putih, Anda bisa melancong ke Ulee Rubek di Desa Ulee Rubek Kec. Seunuddon, 50 km dari kota Lhokseumawe. Atau jika bosan dengan pantai, bisa juga berkunjung ke pemandian Krueng Sawang. Tempat ini adalah sungai yang airnya sangat jernih penuh dengan bebatuan, tempat ini merupakan pemandian yang ramai dikunjungi wisatawan. Udaranya yang sejuk, lingkungan yang masih alami, sangat layak dijadikan sebagai lokasi perkemahan. Daerah ini juga dikenal sebagai lokasi perkemahan. Daerah ini juga dikenal sebagai penghasil durian. Ada juga air terjun Blang Kolam di Desa Sidomulyo. Sayang butuh waktu khusus untuk menuju lokasi ini yang kabarnya dipenuhi burung-burung liar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situs Pasee&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari seluruh lokasi wiasata, rasanya kurang jika belum berkunjung ke situs kerajaan Samudera Pase. Kerajaan Islam di Aceh Utara itu adalah batu penjuru masuknya Islam ke Nusantara. Pengaruh kerajaan ini bahkan mencapai Asia Tenggara. Jika menuju tempat ini Anda bisa melanjutkan ke lokasi Pantai Sawang yang terletak di Desa Sawang Kecamatan Samudera. Disini terdapat makam Malikussaleh, Ratu Nahrisyah dan situs-situs makam petinggi kerajaan serta ulama ternama pada abad ke-13. Kejayaan yang dulu menjulang seakan pupus ditelan waktu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makam Malikulssaleh dan putranya Sultan Malikul Dhahir terletak di Gampong Beuringen Kec. Samudera ± 17 km dari Kota. Tidak jauh dari tempat itu, terdapat makan Ratu Nahrisyah. Pemimpin Kerajaan Samudera Pasai tahun 1416-1428 M. Makamnya terletak di Gampong Kuta Krueng Kecamatan Samudera. Hanya beberapa langkah ada makam Teungku Peuet Ploh Peuet (44) dikuburkan 44 orang ulama dari Kerajaan Samudera Pasai yang dibunuh karena menentang dan mengharamkan perkawinan raja dengan putri kandungnya. Dan jangan tanya perawatan makam-makam ini. Lhokseumawe adalah kota yang sangat tidak menghargai peninggalan sejarahnya….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SzoXHHPUJGI/AAAAAAAAAio/fWHdfq9OlEQ/s1600-h/pt-arun-ngl-di-blang-lancang-lhokseumawe-hamdani1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SzoXHHPUJGI/AAAAAAAAAio/fWHdfq9OlEQ/s400/pt-arun-ngl-di-blang-lancang-lhokseumawe-hamdani1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5420670512463619170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SzoXGpFc75I/AAAAAAAAAig/GsvkJI3FC-c/s1600-h/islamic-center-lhokseumawe1+(1).jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SzoXGpFc75I/AAAAAAAAAig/GsvkJI3FC-c/s400/islamic-center-lhokseumawe1+(1).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5420670504369188754" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan berita Marcopolo pada 1292 dan Ibnu Batutah. Pada 1267 telah berdiri kerajaan Islam pertama di Indonesia, yaitu kerajaan Samudra Pasai. Ini dibuktikan dengan batu nisan makam Sultan Malik Al Saleh raja pertama Samudra Pasai bertahun 1297. Kesultanan Samudera Pasai, juga dikenal dengan Samudera, Pasai, atau Samudera Darussalam, adalah kerajaan Islam yang terletak di pesisir pantai utara Sumatera, kurang lebih di sekitar Kota Lhokseumawe, Aceh Utara sekarang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerajaan Samudra Pasai berdiri sekitar abad 13 oleh Nazimuddin Al Kamil, seorang laksamana laut Mesir. Pada 1283 Pasai dapat ditaklukannnya, kemudian mengangkat Marah Silu menjadi Raja Pasai pertama bergelar Sultan Malik Al Saleh (1285 – 1297). Makam Nahrasyiah Tri Ibnu Battutah, musafir Islam terkenal asal Maroko, mencatat hal yang sangat berkesan bagi dirinya saat mengunjungi sebuah kerajaan di pesisir pantai timur Sumatera sekitar tahun 1345 Masehi. Setelah berlayar selama 25 hari dari Barhnakar (Myanmar), Battutah mendarat di sebuah tempat yang sangat subur. Perdagangan di daerah itu sangat maju, ditandai dengan penggunaan mata uang emas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa Sultan Malikul Dhahir, Samudera Pasai berkembang menjadi pusat perdagangan internasional. Pelabuhannya diramaikan oleh pedagang Asia, Afrika, Cina, dan Eropa. Selama abad 13 sampai awal abad 16, Samudera Pasai dikenal sebagai kota di wilayah Selat Malaka dengan bandar pelabuhan tersibuk. Bersamaan dengan Pidie, Pasai menjadi pusat perdagangan internasional dengan lada sebagai salah satu komoditas ekspor utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasai juga menjadi pusat perkembangan Islam di Nusantara. Kebanyakan mubalig Islam yang datang ke Jawa dan daerah lain berasal dari Pasai bahkan terjadi hubungan pernikahan. Sebut saja Sunan Kalijaga memperistri anak Maulana Ishak, Sultan Pasai. Sunan Gunung Jati alias Fatahillah yang gigih melawan penjajahan Portugis lahir dan besar di Pasai. Laksamana Cheng Ho tercatat juga pernah berkunjung ke Pasai.  Sementara Fatahilah, ulama terkemuka Pasai menikah dengan adik Sultan Trenggono(raja Demak/adik Patih Unus/anak Raden Patah). Fatahilah berhasil merebut Sunda Kelapa (22 Juni 1522) berganti nama menjadi Jayakarta, juga Cirebon dan Banten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat Aceh Utara memiliki warisan budaya yang sangat menarik, yang pada umumnya berakar dari nilai - nilai ajaran Islam. Ini semua bisa dilihat dari berbagai aktifitas masyarakat dalam bidang seni budaya seperti tari - tariannya, upacara - upacara adat, tata krama pergaulan, hasil - hasil kerajinan, kesemuanya kental dengan nuansa Islami. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SzqrEbj0xgI/AAAAAAAAAj4/r1WuvUu1yAk/s1600-h/Makam_Samudra_pasai.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 218px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SzqrEbj0xgI/AAAAAAAAAj4/r1WuvUu1yAk/s400/Makam_Samudra_pasai.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5420833194099656194" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat Aceh Utara sejak zaman dahulu hidup dibidang pertanian, perkebunan dan lainnya. Daerah Aceh Utara telah berkembang berbagai kesenian : seni tari, seni drama, seni sastra, sandiwara, seni ukur / pahat dan berbagai jenis kesenian lainnya. Tari Aceh diiringi dengan vokal suara dan ada kalanya dengan Rapai, Serune Kale, Canang. Seni tari di Aceh Utara sudah lama berkembang khususnya kesenian tradisional umumnya kesenian tradisional ini dilakukan pada malam hari maa bulan terang, setelah musim panen disawah selesai, biasanya semalam sampai pagi, jenis kesenian di Aceh Utara yang berkembang dan sangat di gemari seperti: Seudati / Saman, Rapai Pasai, Rapai Dabus, Rapai Lahee, Rapai Grimpheng, Rapai Pulot, Alue Tunjang, Poh Kipah, Biola Aceh, Meurukon, Sandiwara / Drama Aceh dan Hikayat Aceh. Dalam notes ini, saya gak akan membahas semua tarian ini, nanti saja di notes lainnya, hha..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SzoXHk1ZkTI/AAAAAAAAAi4/RpYNUSY_p5g/s1600-h/05-kapal-ditangkap-450.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SzoXHk1ZkTI/AAAAAAAAAi4/RpYNUSY_p5g/s400/05-kapal-ditangkap-450.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5420670520407986482" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SzqrENUUQeI/AAAAAAAAAjw/J5whwNBV5t8/s1600-h/cunda+plaza.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SzqrENUUQeI/AAAAAAAAAjw/J5whwNBV5t8/s400/cunda+plaza.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5420833190276514274" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat Lhokseumawe kiranya perlu peduli dan menghargai kembali sejarah dan lingkungan alamnya, tidak hanya sibuk dengan pembangunan dan terlena dengan masa kejayaan minyak bumi dan gasnya.. jika tidak, Lhokseumawe hanya akan menjadi Kenangan yang Terlupakan, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SzoYL3oKjAI/AAAAAAAAAjI/PdVysoIJboc/s1600-h/tribe2eep1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 298px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SzoYL3oKjAI/AAAAAAAAAjI/PdVysoIJboc/s400/tribe2eep1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5420671693683854338" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1611356771716981006-4504835717818024941?l=jurnalisjh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalisjh.blogspot.com/feeds/4504835717818024941/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1611356771716981006&amp;postID=4504835717818024941' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1611356771716981006/posts/default/4504835717818024941'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1611356771716981006/posts/default/4504835717818024941'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalisjh.blogspot.com/2009/12/lhokseumawe-sejarah-dan-kenangan-yang.html' title='Lhokseumawe, Sejarah dan Kenangan yang Terlupakan'/><author><name>Jurnalis JH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09859824603444744312</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SSTWJgz8gEI/AAAAAAAAAAk/RSbC5cL1K4o/S220/di+bawah+saksi+Proklamasi.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SzqrDagz00I/AAAAAAAAAjg/2ZqAAPtE7H8/s72-c/5.1108440240.baiturrahman_at_night.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1611356771716981006.post-8723069620827884766</id><published>2009-12-23T18:25:00.000-08:00</published><updated>2009-12-23T19:25:08.960-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='travelling'/><title type='text'>Sabang, dari Nol kilometer sampai Jutaan keindahan</title><content type='html'>Sabang, Anugrah Allah paling ujung Nusantara ini masih menyimpan kekayaan alam laut dan darat yang sangat berpotensi. Bukan Orang Aceh kalo belum pernah ke Sabang, hhe.. jadi Penelusuran Petualangan dan Sejarah serta adat Aceh kali ini bertujuan ke Sabang.. go a head…!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SzLcRR09NPI/AAAAAAAAAgE/-a1eQcQrfW4/s1600-h/IMG_3887.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SzLcRR09NPI/AAAAAAAAAgE/-a1eQcQrfW4/s400/IMG_3887.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5418635491081532658" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SzLWxe4kuGI/AAAAAAAAAcc/YSTNePe8hAI/s1600-h/100_0735.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SzLWxe4kuGI/AAAAAAAAAcc/YSTNePe8hAI/s400/100_0735.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5418629447272413282" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabang secara administratif, terdiri dari pulau pulau yakni Benggala, Klah, Rondo, Rubiah, Seulako, dan Weh (pulau yang paling luas). Di Pulau Weh terdapat sebuah danau air tawar bernama Danau Aneuk Laot. Pulau Weh merupakan sebuah pulau vulkanik, sebuah pulau atol (pulau karang) yang proses terjadinya mengalami pengangkatan dari permukaan laut. Proses terjadinya dalam tiga tahapan, terbukti dari adanya tiga teras yang terletak pada ketinggian yang berbeda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SzLWysmSO8I/AAAAAAAAAc0/zH_PtGtS2_g/s1600-h/100_0829.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SzLWysmSO8I/AAAAAAAAAc0/zH_PtGtS2_g/s400/100_0829.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5418629468133669826" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SzLWyMpLPHI/AAAAAAAAAcs/Z5l7HRMfQiA/s1600-h/100_0782.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SzLWyMpLPHI/AAAAAAAAAcs/Z5l7HRMfQiA/s400/100_0782.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5418629459555859570" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SzLWx0fBX4I/AAAAAAAAAck/4y0-S7QiqsA/s1600-h/100_0781.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SzLWx0fBX4I/AAAAAAAAAck/4y0-S7QiqsA/s400/100_0781.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5418629453070819202" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, petualangan sejarah kali ini akan mengajak kita mengetahui masa lalu Sabang sambil menikmati keindahan pantai, pesona laut Sabang yang gak kalah dengan Pesona di Manado, Selatan Jawa dan Seaworld-nya Amerika..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan ke Sabang bisa ditempuh dari Banda Aceh, kota kelahiran ane.. Dengan 2 jenis kapal yang siap mengantar para penikmat pantai menuju Pelabuhan Balohan. Kapal yang satu kapal Ferry, yang menurut jadwal sih berangkat jam 9.30 pagi dari pelabuhan Ulhelhe Banda Aceh. Biayanya Rp 75.000. perjalanan menempuh waktu lebih kurang 40 menit, dimana kita melihat indahnya laut Sabang, syukur-syukur bisa melihat lumba-lumba. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SzLX8m2lRJI/AAAAAAAAAdk/TYmpxCL3_Nc/s1600-h/IMG_0547.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SzLX8m2lRJI/AAAAAAAAAdk/TYmpxCL3_Nc/s400/IMG_0547.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5418630737901733010" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SzLX8dVSiEI/AAAAAAAAAdc/FcqPuqDM5JQ/s1600-h/IMG_0543.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SzLX8dVSiEI/AAAAAAAAAdc/FcqPuqDM5JQ/s400/IMG_0543.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5418630735346174018" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapal kedua, kapal yang rada gede, kita bisa menaikkan kendaraan mobil dan motor  (kalo di Aceh, bilangnya honda, atau kereta untuk semua jenis sepeda motor di Aceh). Biaya kapal ini rada murah, sekitar Rp 35000, tapi perjalanan akan menempuh waktu lebih kurang 2 jam kalo udara lagi bersahabat, bisa jadi juga sampe berjam-jam. Di laut Sabang ini kita bisa menikmati pertemuan 2 arah mata angin, satu dari Samudra Hindia di Barat, dan satunya lagi dari Selat Malaka di Timur. Selat Sabang ini menjadi jalur sibuk di masa penjajahan Portugis, Belanda, Inggris dan Sepanyol, saat mereka membuka jalan ke arah Asia untuk berdagang, menyebarkan agama dll..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di Sabang, pelabuhan Balohan, kita akan disambut dengan berbagai macam transportrasi umum yang siap mengantar kita kemana kita mau, bisa ke kota Sabang, Gapang, Iboih ataupun balik lagi ke Banda Aceh, hha…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SzLX7xcx7rI/AAAAAAAAAdU/TUXyzD1faD4/s1600-h/14082009207.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SzLX7xcx7rI/AAAAAAAAAdU/TUXyzD1faD4/s400/14082009207.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5418630723566431922" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SzLX7F7CqTI/AAAAAAAAAdE/xiHQnNVo7nQ/s1600-h/100_2175.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SzLX7F7CqTI/AAAAAAAAAdE/xiHQnNVo7nQ/s400/100_2175.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5418630711882197298" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada baiknya untuk membawa kendaraan pribadi dari Banda Aceh, demi keleluasaan dalam berpetualangan di Sabang, karena transportrasi umum di Sabang masih sangart susah. Jika hari masih pagi, nikmati dulu pemandangan dalam perjalanan menuju kota Sabang, kita bisa menikmati danau Aneuk Laot, coba juga mampir ke Pantai Sumur Tiga, tapi kalo kemari, perjalanan agak mutar dikit. Perjalanan dari Balohan ke Sabang, kalo rada santai dan menikmati pemandangan, bisa makan waktu 1-2 jam, tergantung keadaan isi perut, :) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SzLYyzPmT-I/AAAAAAAAAeM/i9h9j-nNHh4/s1600-h/IMG_0728.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SzLYyzPmT-I/AAAAAAAAAeM/i9h9j-nNHh4/s400/IMG_0728.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5418631668940820450" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SzLYyv4sitI/AAAAAAAAAeE/hwmyJ6_A-5g/s1600-h/IMG_0696.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SzLYyv4sitI/AAAAAAAAAeE/hwmyJ6_A-5g/s400/IMG_0696.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5418631668039453394" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum sampai Sabang, ada baiknya merencanakan mau tinggal dimana, kalo mau surfing, menikmati terumbu karang yang luasnya sampai puluhan ribu meter persegi, dan berenang, lebih bagus ambil di Iboih, selain pantainya sangat bagus, juga dekat dengan wisata pulau Rubiah, pulau yang masih mempunyai terumbu karang masih sangat alami (sayang alis gak punya kamera anti air, gak bisa difoto terumbu karangnya). Tapi penginapan di Iboih tidak seenak di Gapang, minimal fasilitas airnya. Agak susah mendapatkan air bersih di Sabang. Gapang lebih banyak tempat tinggal semacam cottage, sehingga fasilitas inap lebih enak. Kalo mau lebih enak sih di Sumur Tiga, ada 2 cottage yang menyediakan fasilitas ala barat. Tapi kalo mau backpacker-an sih, di pantai juga bisa tidurnya mah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SzLYyZglajI/AAAAAAAAAd8/Zxb1TwhD_KI/s1600-h/IMG_0689.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SzLYyZglajI/AAAAAAAAAd8/Zxb1TwhD_KI/s400/IMG_0689.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5418631662032742962" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SzLYyEStlvI/AAAAAAAAAd0/tP2KsZq__QY/s1600-h/IMG_0552.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SzLYyEStlvI/AAAAAAAAAd0/tP2KsZq__QY/s400/IMG_0552.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5418631656337413874" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SzLYx_5xQmI/AAAAAAAAAds/Hf8IzYBYeeQ/s1600-h/IMG_0551.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SzLYx_5xQmI/AAAAAAAAAds/Hf8IzYBYeeQ/s400/IMG_0551.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5418631655159054946" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biaya sewa alat untuk surfing, diving dan ski air beragam, tergantung air muka sang penyewa, kalo rada2 takut, yang punya alat mungkin berani ngasih harga 60 ribuan (udah termasuk pelampung, kaki katak dan kaca mata), tapi kalo rada-rada sok keras gitu deh, bisa dapet 45 ribuan. Tapi saya sarankan untuk tidak berkeras-keras dengan orang Sabang, mereka punya latar belakang orang laut, jadi mungkin lebih cepat panas, soalnya sering kena solar (upsssss….) tapi disarankan banget untuk tidak melewati kegiatan surfing ini…kecuali cuaca tidak memungkinkan..bisa juga nyewa perahu, boat dan apapun itu untuk ke Rubiah, biaya sewa kalo dari Iboih bisa 100.000 untuk paling banter 12 orang. Tapi kalo dari Gapang bisa 300.000, karena lebih jauh. Bisa nego kok… Mending pilih kapal yang ada kotak yang alasnya berkaca, jadi bisa melilhat terumbu karang dan ikan hias dari dalam kapal, indah banget dah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulau Weh, pulau serba ada. Mau gunung api? Ada yang masih ngebul, bisa ditemui di daerah Jaboi. Mau Danau, ada juga, namanya Danau Aneuk Laot, yang merupakan salah satu sumber utama air tawar kota Sabang. Mau keindahan pantai ? juga banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SzLaibypaFI/AAAAAAAAAe0/oa4WuXi_W3w/s1600-h/IMG_0956.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SzLaibypaFI/AAAAAAAAAe0/oa4WuXi_W3w/s400/IMG_0956.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5418633586790721618" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SzLaiGpT2cI/AAAAAAAAAes/tE3qR0WmTl8/s1600-h/IMG_0768.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SzLaiGpT2cI/AAAAAAAAAes/tE3qR0WmTl8/s400/IMG_0768.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5418633581114415554" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabang merupakan daerah endemik demam berdarah dan malaria, jadi disarankan juga untuk membeli autan dan semacamnya, kalo anda mau bakar-bakar ikan di pantai, atau mau tidur di pelabuhan, atau juga jika ingin mojok..(Dilarang Berkhalwat, ntar kena Cambuk…!!!). di Sabang Cuma ada 2-3 ATM, ada BPD Aceh, dan BRI, jadi kalo mau ngambil duit, ya mesti ke kota Sabang, jaraknya kira2 100 meter dari pasar Sabang. Disarankan juga untuk beli kue Sabang (mirip2 Lumpia nya Jogja), ada rasa kopi, kacang ijo, durian, nano nano dah… Orang Sabang menggunakan mobil chevrolet sebagai angkutan dalam kotanya, dengan naruh semacam pelindung hujan di bak nya, mereka siap mengantar masyarakat ke daerah2 Sabang. Yang paling keren, orang Sabang jadiin mobil BMW, Mercy, Camry dan sejenisnya untuk jemuran kain, jemur kerupuk. Kalo mau berjalan-jalan ke kampung, kita akan menjumpai mobil-mobil mewah yang terparkir di depan rumah-rumah kecil yang mungkin harga pasarannya, lebih mahal mobilnya ketimbang rumahnya, hhe…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SzLahtLM3wI/AAAAAAAAAek/YtIBYzSQDJs/s1600-h/IMG_0766.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SzLahtLM3wI/AAAAAAAAAek/YtIBYzSQDJs/s400/IMG_0766.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5418633574277242626" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SzLahYopMiI/AAAAAAAAAec/jXv5ZzxoV8Y/s1600-h/IMG_0758.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SzLahYopMiI/AAAAAAAAAec/jXv5ZzxoV8Y/s400/IMG_0758.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5418633568763589154" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SzLag5L5H9I/AAAAAAAAAeU/erUv3_Q1i9A/s1600-h/IMG_0729.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SzLag5L5H9I/AAAAAAAAAeU/erUv3_Q1i9A/s400/IMG_0729.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5418633560321499090" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2000an, sejak Sabang mulai dibuka menjadi pelabuhan bebas, banyak mobil-mobil dari Singapura datang ke Sabang, awalnya diperuntukkan untuk orang Sabang (dengan tanda di plat nomernya BL xxx SB), trus akhirnya di kasi Quota ribuan mobil, dapat di bawa ke daratan Aceh, dengan tanda di plat nomernya BL xxx NA, nah sejak udah direformasi peraturannya, sekarang mobil-mobil bawaan Sabang, itu bertanda BL xxx AQ.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Rata-rata masyarakat Aceh yang punya mobil mewah, agak sombong, gak tau hidupin lampu samping, buang sampah dari jendela Mercynya, terobos lampu merah, gak segan-segan nglakson kendaraan yang mengganggu jalannya, nah liat aja platnya, apakah BL xxx AQ, kalo iya biarin aja, Orang Kaya Baru itu, belum pernah punya mobil… :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SzLWzPr1ooI/AAAAAAAAAc8/XLSezsdWi7s/s1600-h/100_2087.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SzLWzPr1ooI/AAAAAAAAAc8/XLSezsdWi7s/s400/100_2087.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5418629477552202370" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SzLcQix6L6I/AAAAAAAAAf8/NTx8U0Xl7TA/s1600-h/IMG_3884.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SzLcQix6L6I/AAAAAAAAAf8/NTx8U0Xl7TA/s400/IMG_3884.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5418635478452285346" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke Sabang, Sabang juga terkenal dengan durian kecilnya, berhubung saya tidak suka durian, jadi gak usah kita bahas mendetail..yang bagus untuk dinikmati, ikan-ikannya, mancing aja, anda akan mudah mendapatkan ikan-ikan di Sabang, mana tau dapat putri duyung.. (terutama di Pantai Ujung Kareung)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SzLcQbtZahI/AAAAAAAAAf0/rsrbyePhFOg/s1600-h/IMG_3882.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SzLcQbtZahI/AAAAAAAAAf0/rsrbyePhFOg/s400/IMG_3882.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5418635476554312210" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SzLcP1xqoyI/AAAAAAAAAfs/OpsgNZiPriE/s1600-h/IMG_1211.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SzLcP1xqoyI/AAAAAAAAAfs/OpsgNZiPriE/s400/IMG_1211.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5418635466371670818" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SzLcPknEPII/AAAAAAAAAfk/s146NaiHsAA/s1600-h/IMG_1201.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SzLcPknEPII/AAAAAAAAAfk/s146NaiHsAA/s400/IMG_1201.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5418635461763808386" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sediakan waktu sehari untuk berkeliling pulau Weh, main-main ke Nol Kilometer di ujung pulau, Lhoong Angen di Barat Weh, hutan wisata Iboih, Gua Sarang, air terjun, Sumur Tiga, Pantai Kasih, Pantai tapak gajah, Anoi Hitam(bekas peninggalan benda-benda jaman perang dunia II, Ujung Seuke dan sumber air panas Paya Keuneukai, sangat banyak pesona pantai di Sabang, selamat menikmati..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SzLbCxR-1OI/AAAAAAAAAfc/ueN3rTALw4Y/s1600-h/IMG_1118.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SzLbCxR-1OI/AAAAAAAAAfc/ueN3rTALw4Y/s400/IMG_1118.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5418634142315107554" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SzLbCmvcoKI/AAAAAAAAAfU/kJlK9OGlraM/s1600-h/IMG_1112.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SzLbCmvcoKI/AAAAAAAAAfU/kJlK9OGlraM/s400/IMG_1112.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5418634139485905058" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon kisahnya dahulu kala, Pulau Weh itu sebenarnya bersatu dengan Pulau Sumatera. Namun dalam sebuah gempa bumi dahsyat, keduanya terpisah seperti kondisi sekarang yang berjarak 18 mil! Akibat gempa itu lagi, Pulau Weh menjadi tandus dan gersang.&lt;br /&gt;Lalu ada seorang putri jelita di Pulau Weh yang meminta pada Tuhan agar Pulau Weh tidak gersang. Ia lalu membuang seluruh perhiasannya ke laut sebagai "kaulnya". Kemudian hujan pun turun, disusul gempa bumi. Akhirnya terbentuklah sebuah danau yang kemudian diberi nama Aneuk Laot di tengah-tengah pulau itu. Putri itu sendiri kemudian terjun ke laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak usah dipermasalahkan benar-tidaknya, sebab namanya saja legenda. Tetapi yang pasti Danau Aneuk Laot seluas 30 hektar itu masih ada hingga sekarang. Dengan kapasitas air 7 juta ton, danau itu menjadi sumber air minum utama penduduk Sabang. Sementara sumber cadangan air datang dari empat danau lagi, Danau Paya Seunara, Paya Karieng, Paya Peuteupen dan Paya Seumesi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kota Sabang sebelum Perang Dunia II adalah kota pelabuhan terpenting dibandingkan Temasek (sekarang Singapura). Sabang telah dikenal luas sebagai pelabuhan alam bernama Kolen Station oleh pemerintah kolonial Belanda sejak tahun 1881. Pada tahun 1887, Firma Delange dibantu Sabang Haven memperoleh kewenangan menambah, membangun fasilitas dan sarana penunjang pelabuhan. Era pelabuhan bebas di Sabang dimulai pada tahun 1895, dikenal dengan istilah vrij haven dan dikelola Maatschaappij Zeehaven en Kolen Station yang selanjutnya dikenal dengan nama Sabang Maatschaappij. Perang Dunia II ikut mempengaruhi kondisi Sabang dimana pada tahun 1942 Sabang diduduki pasukan Jepang, kemudian dibombardir pesawat Sekutu dan mengalami kerusakan fisik hingga kemudian terpaksa ditutup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SzLdXCpaxlI/AAAAAAAAAgc/uUAHxAAj-zs/s1600-h/IMG_3967.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SzLdXCpaxlI/AAAAAAAAAgc/uUAHxAAj-zs/s400/IMG_3967.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5418636689597449810" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SzLdW8xSqzI/AAAAAAAAAgU/rgolOc4h2kA/s1600-h/IMG_3960.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SzLdW8xSqzI/AAAAAAAAAgU/rgolOc4h2kA/s400/IMG_3960.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5418636688019860274" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SzLdWtmMIiI/AAAAAAAAAgM/OX4FxlGgMgw/s1600-h/IMG_3911.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SzLdWtmMIiI/AAAAAAAAAgM/OX4FxlGgMgw/s400/IMG_3911.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5418636683946762786" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa awal kemerdekaan Indonesia, Sabang menjadi pusat Pertahanan Angkatan Laut Republik Indonesia Serikat (RIS). Semua aset Pelabuhan Sabang Maatschaappij dibeli Pemerintah Indonesia. Kemudian pada tahun 1965 dibentuk pemerintahan Kotapraja Sabang dan dirintisnya gagasan awal untuk membuka kembali sebagai Pelabuhan Bebas dan Kawasan Perdagangan Bebas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SzLbCWFMZPI/AAAAAAAAAfM/aZ89hSZW_gw/s1600-h/IMG_1086.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SzLbCWFMZPI/AAAAAAAAAfM/aZ89hSZW_gw/s400/IMG_1086.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5418634135013713138" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SzLbCIyIRsI/AAAAAAAAAfE/upDyNuuE3F4/s1600-h/IMG_1080.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SzLbCIyIRsI/AAAAAAAAAfE/upDyNuuE3F4/s400/IMG_1080.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5418634131444090562" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SzLbBzAuy9I/AAAAAAAAAe8/K56_yp-f35U/s1600-h/IMG_1053.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SzLbBzAuy9I/AAAAAAAAAe8/K56_yp-f35U/s400/IMG_1053.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5418634125599755218" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Sabang, biasa tidak melaut di hari jumat, baik nelayan, maupun yang empunya kapal untuk wisatawan, biasanya ini perintah panglima. Kata “panglima” yang dimaksud adalah ketua adat yang harus mengelola wilayah laut. Kata  itu sudah sejak lama digunakan pada masa Kerajaan Aceh pimpinan Sultan Iskandar Muda (1607-1636). Waktu itu panglima laut adalah penguasa laut, tetapi sekarang bergeser menjadi pengelola wilayah laut. Berbagai informasi soal hukum adat laut, fenomena alam, kearifan lokal yang telah dikumpulkan dapat dibaca dalam buku “Hukum Adat Laut Sabang, Kearifan-kearifan yang Terlupakan”, pengarangnya lupa, tapi kalo mau baca, gak ada di Gramedia, adanya di Perpustakaan Ali hasjimi di Keutapang, atau di PDIA di Blang Padang, dan berbagai perpustakaan daerah di Banda Aceh. Kalo mau pinjam sih, fotocopynya ada di ruang baca di rumah saya..haha…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengupas keindahan pantai, kekayaan dalam laut, hutan dan alam Sabang, juga udah mengetahui sejarah Sabang dan sebagian adat Sabang, sekarang kita membahas informasi-informasi yang ada di Sabang, sesama petualang harus berbagi informasi kepada yang lainnya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SzLX7chNTgI/AAAAAAAAAdM/eGZcZ2NqC-c/s1600-h/14082009204.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SzLX7chNTgI/AAAAAAAAAdM/eGZcZ2NqC-c/s400/14082009204.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5418630717947858434" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk tempat menginap, ada penginapan sederhana (tarif di bawah Rp 200.000/malam) seperti losmen2, di Iboih terdapat sejumlah penginapan berupa bungalow sederhana beratap ijuk dengan tarif sekitar Rp. 80,000an. Penginapan di Gapang juga merupakan bungalow yang banyak terdapat di sepanjang pantai dengan tarif sekitar Rp 100,000. Hotel dengan kondisi yang lebih baik adalah Gapang Beach Hotel dengan tarif mulai dari Rp. 200,000. Kalo mau nginap di Gapang, bisa hubungi bu Minah di 081360272270, kalo mau di Pantai Sumur tiga bisa ke 081360255001 (Freddy Guest House), ada juga Casanemo di 08136299942. Tapi kalo mau tips dan trik serta dapat biaya murah semua peralatan diving dan surfing, bisa ke Pak Mus, di 08126922711. Kalo yang ini saya gak jamin bisa, soalnya hanya orang-orang tertentu dan kenal aja yang bisa dapat, hahahahahaha (tertawa puas…). Tempat makan, banyaknya di Kota Sabang, kalo di kota lain ada juga sih, tapi ya rada-rada gimana gitu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah puas di Sabang, saatnya pulang, ingat istri dan anak di rumah, haha.. kapal dari Sabang ke banda aceh ada yang jam 4 sore dan 8 pagi (kapal cepat), ada yang jam 2 siang, kapal lambat. Kalo bawa mobil, disarankan untuk mengantri mobil lebih awal di pelabuhan, mengingat antrian yang sangat panjang, demikian juga di Banda Aceh. Sampai banda Aceh, bersiap pulang, dan istirahat, besoknya siap-siap aja pegal seluruh badan, namun udah punya pengalaman menarik, mengunjungi kilometer nol nusantara dengan berjuta keindahan sang maha pencipta. Sabang, dari Nol Kilometer, hingga Jutaan Keindahan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1611356771716981006-8723069620827884766?l=jurnalisjh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalisjh.blogspot.com/feeds/8723069620827884766/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1611356771716981006&amp;postID=8723069620827884766' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1611356771716981006/posts/default/8723069620827884766'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1611356771716981006/posts/default/8723069620827884766'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalisjh.blogspot.com/2009/12/sabang-dari-nol-kilometer-sampai-jutaan.html' title='Sabang, dari Nol kilometer sampai Jutaan keindahan'/><author><name>Jurnalis JH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09859824603444744312</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SSTWJgz8gEI/AAAAAAAAAAk/RSbC5cL1K4o/S220/di+bawah+saksi+Proklamasi.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SzLcRR09NPI/AAAAAAAAAgE/-a1eQcQrfW4/s72-c/IMG_3887.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1611356771716981006.post-866100460152341175</id><published>2009-12-19T23:21:00.001-08:00</published><updated>2009-12-19T23:54:20.930-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='travelling'/><title type='text'>Pesona Lamno, Pesona Wanita Bermata Biru..</title><content type='html'>&lt;b&gt;Pesona Lamno, Pesona Pantai dan Wanita Bermata Biru..&lt;br /&gt;Catatan Perjalanan Banda Aceh - Lamno 19 desember 2009 &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Long Weekend, memperingati tahun baru Islam 1 Muharram 1431 H. Semua anggota keluarga tengah berada di Banda Aceh. Setelah 1 tahun berkutat dengan kuliah master di Bandung, sepi tulisan tentang Aceh meski petualangan tetap dijalankan di tanah Jawa. Tahun ini petualangan berhasil dilakukan di semua Provinsi di Tanah Jawa, mulai dari kerasnya kehidupan di kota meranjak Metropolitan Tangerang di Provinsi Banten. Bolak balik ke Jakarta untuk mendalami &lt;a href="http://www.facebook.com/jurnalis?v=app_2347471856&amp;ref=profile#/album.php?aid=14622&amp;id=1045466985"&gt;sejarah Kota Tua Jakarta dan Pelabuhan Sunda Kelapanya&lt;/a&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan gak lupa juga mengunjungi Istana Negara yang megah serta bertualang ala presenter televisi saat menyoba semua track busway di Jakarta dengan modal hanya Rp 3500, mulai dari Stasiun BIOS di Utara, sampai Kalideres Barat, Blok M, Ragunan di Selatan, Kampung Rambutan di rada Tenggara jakarta, sampai pada Pulo Gadung di Timur, hingga kembali lagi ke Ancol di Utara. Perjalanan mengasyikkan, dimana merasakan sepinya Jakarta di hari Minggu, keliling Ibukota dengan modal Rp 3500, Lebih jelasnya dapat di baca &lt;a href="http://jurnalisjh.blogspot.com/2009/05/keliling-jakarta-dengan-rp-3500.html"&gt;disini&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan Juni 2009 menjadi bulan petualangan dengan tema 6 Provinsi di bulan ke 6. Awal bulan 6 ke Banten dan Jakarta, minggu kedua, mengunjungi &lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=94329036750"&gt;Jogjakarta dan Candi Borubudur&lt;/a&gt; di Jawa Tengah. Minggu ketiga berbackpacker ria dengan Ridho Bustami di &lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=91505311750"&gt; Pangandaran&lt;/a&gt; Jawa Barat &lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=91535226750"&gt; selama 2 hari&lt;/a&gt; dan akhir bulan menikmati &lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=99190156750"&gt; panjangannya Suramadu antara Surabaya dan tanah Madura&lt;/a&gt;. Misi awal tahun 2009 untuk keliling Jawa sekali lagi tercapai, setelah &lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=84941636750"&gt;petualangan keliling jawa di bulan puasa 2006&lt;/a&gt; . Dan ditutup dengan &lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=134319341750"&gt; petualangan 4 jam di Malaysia&lt;/a&gt; . 2009 mendapatkan pengetahuan dan cita-cita baru, bahwa dunia ini masih sangat luas untuk dikunjungi, wait for me Europe…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini, misi akhir tahun 2009 untuk 2010 adalah petualangan Aceh.. Mengunjungi setiap titik sejarah dan Budaya Aceh. Menelusuri tiap langkah dan peradaban Masyarakat Aceh dan Menelaah Apa Itu Aceh? Mengapa dan Bagaimana masyarakat Aceh. &lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=79543921750"&gt; Banda Aceh&lt;/a&gt; menjadi tujuan awal, dimana memang saya adalah anak Banda Aceh, meski numpang gede di Kota Lhokseumawe, hhe..Penelusuran Kota Bandar Wisata Islami Banda Aceh dapat di lihat di &lt;a href="http://jurnalisjh.blogspot.com/2009/05/menyusuri-sejarah-kota-banda-aceh.html"&gt;sini&lt;/a&gt;. Petualangan kali ini akan menikmati pantai barat Aceh, mulai dari pesona Lhoknga hingga pesona Lamno di 3 jam perjalanan dari Banda Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/Sy3THGFZ7OI/AAAAAAAAAaE/1OGzBALvT4k/s1600-h/DSC00285.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:left;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/Sy3THGFZ7OI/AAAAAAAAAaE/1OGzBALvT4k/s400/DSC00285.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5417218045642403042" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/Sy3TG64KOvI/AAAAAAAAAZ8/rE1u5g2RHZs/s1600-h/DSC00284.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/Sy3TG64KOvI/AAAAAAAAAZ8/rE1u5g2RHZs/s400/DSC00284.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5417218042634058482" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/Sy3TGjhJfcI/AAAAAAAAAZ0/97oZuKYvxEA/s1600-h/DSC00283.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:right;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/Sy3TGjhJfcI/AAAAAAAAAZ0/97oZuKYvxEA/s400/DSC00283.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5417218036363525570" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/Sy3TGethVQI/AAAAAAAAAZs/H4FDbelNZQI/s1600-h/DSC00276.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/Sy3TGethVQI/AAAAAAAAAZs/H4FDbelNZQI/s400/DSC00276.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5417218035073242370" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/Sy3TF8ymXKI/AAAAAAAAAZk/2Qlg7IOJgj0/s1600-h/DSC00188.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:left;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/Sy3TF8ymXKI/AAAAAAAAAZk/2Qlg7IOJgj0/s400/DSC00188.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5417218025967738018" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lamno, dulunya bagian dari Kabupaten Aceh Barat. Tapi setelah pemekeran, Aceh Barat dibagi menjadi banyak kabupaten, salah satunya adalah Aceh Jaya yang ibukotanya di Calang. Salah satu kota besar yang sering dikunjungi masyarakat Aceh di kabupaten ini adalah Lamno, 86 km dari kota Banda Aceh.  &lt;br /&gt;Menurut apa yang ditulis oleh rekan Pak Iskandar Norman, dalam &lt;a href="http://iskandarnorman.multiply.com/reviews/item/40"&gt; blognya&lt;/a&gt;,, begini ceritanya (btw, maap Pak Is, tulisan pak Is alis tambahin kemari ya..)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lamno, Sebuah Riwayat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hulu Krueng Daya dulu ada sebuah dusun yang dinamai Lhan Na, sekarang disebut Lam No. Menurut H M Zainuddin dalam Tarich Aceh dan Nusantara (1961) penghuni dusun itu berasal dari Bangsa Lanun. Orang Aceh menyebutnya “lhan” atau bangsa Samang yang datang dari Semenanjung Malaka dan Hindia Belakang seperti Burma dan Campa. Kemudian ke hulu Krueng Daya itu juga datang orang-orang baru dari Aceh Besar, Pasai dan Poli (pidie).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada abad XV terjadi perang antara Raja Pidie dengan Raja Pasai. Perang itu disulut oleh Raja Nagor bekas petinggi di Pasai. Dalam perang itu Pasai Kalah, Sultan Haidar Bahian Sjah tewas. Raja Nagor kemudian memerintah Pasai (1417). Beberapa keturunan Raja Pasai kemudian melakukan perpindahan. Sampai kesuatu tempat mereka kelelahan tak berdaya melanjutkan perjalanan.&lt;br /&gt;Mereka pun mendirikan negeri baru di daerah tersebut, negeri itu diberi nama Daya untuk mengenang ketakberdayaan mereka melanjutkan perjalanan. Cerita yang sama juga disebutkan dalam sebuah dongeng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut H M Zainuddin (1961), dahulu kala sekelompok orang datang ke negeri itu dengan perahu, sampai di muara sungai perahu mereka kandas. Mereka semua turun untuk mendorong perahu tersebut, tapi perahu itu tetap kandas. Mereka tidak beradaya lalu turun dan membuka perkampungan di sekitar muara sungai itu. Mereka pun menamai daerah itu dengan sebutan Daya.&lt;br /&gt;Suatu ketika Raja Daya dan pasukannya melakukan pemeriksaan ke hulu sungai. Sampai di sana mereka mendapati sebuah perkampungan yang dihuni oleh orang yang mirip dengan bangsa Lanun dari Malaka dan Hindia Belakang. Mereka disebut orang Lhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang orang Lhan ini merupakan penduduk asli di sana, yang kala itu masih suka mengenakan pakaian dari kulit kayu dan kulit bintang yang tipis. Karena sudah lama mendiami tempat itu maka disebutlah mereka sebagai orang “Lhan Kana” atau “Lhan Na” yang artinya orang Lhan sudah ada disitu. Lama kelamaan terjadi perubahan pengucapat dari “Lhan Kana” menjadi “Lam Na” dan seterusnya ketika Belanda masuk ke Aceh ucapannya menjadi “Lam No”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih menurut H M Zainudin, berdasarkan keterangan T Radja Adian keturunan Uleebalang (Zelfbestuurder) pada tahun 1945 diceritakan, Negeri Daya pernah diperintah oleh Pahlawan Syah, seorang raja yang pernah berperang dengan Poteu Meureuhom. Pahlawan Syah yang dikenal dengan sebutan Raja Keuluang merupakan orang yang kebal terhadap senjata apa pun, ia tidak bias ditaklukkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/Sy3UJeGnf2I/AAAAAAAAAas/6dIAbELSZm4/s1600-h/DSC00310.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/Sy3UJeGnf2I/AAAAAAAAAas/6dIAbELSZm4/s400/DSC00310.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5417219185961303906" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/Sy3UI5ZPAFI/AAAAAAAAAak/DGukGMWrffg/s1600-h/DSC00298.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/Sy3UI5ZPAFI/AAAAAAAAAak/DGukGMWrffg/s400/DSC00298.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5417219176107278418" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/Sy3UIhbf8jI/AAAAAAAAAac/JkoPfp6d-qk/s1600-h/DSC00290.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/Sy3UIhbf8jI/AAAAAAAAAac/JkoPfp6d-qk/s400/DSC00290.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5417219169674326578" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/Sy3UIXb1gyI/AAAAAAAAAaU/ctD8yM48pFo/s1600-h/DSC00288.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/Sy3UIXb1gyI/AAAAAAAAAaU/ctD8yM48pFo/s400/DSC00288.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5417219166991385378" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/Sy3UIE9nvEI/AAAAAAAAAaM/uX_cxQR6Kt8/s1600-h/DSC00287.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/Sy3UIE9nvEI/AAAAAAAAAaM/uX_cxQR6Kt8/s400/DSC00287.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5417219162032815170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia orang yang sangat kuat. Kekuatannya itu diyakini masih menyisakan bekas berupa bekas tapak kakinya. Saat ia mencabut batang kelapa kakinya terbenam ke tanah. Tapak kaki itu disebut-sebut berada di Kuala Daya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebut sebagai Raja Keuluang karena Pahlawan Syah berpostur tinggi besar, ketika dipanggil untuk menghadiri rapat (Meusapat) oleh Raja, peraturan yang diberikan Pahlawan Syah dan daerah yang dipimpinya selalu berbeda dengan daerah lain. Ia banyak mendapat keluangan, maka digelarlah dia Raja Keuluang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negeri Keuluang itu terdiri dari Keuluang, Lam Besoe, Kuala Daya dan Kuala Unga. Raja Keuluang meninggal setelah berperang dengan Poteumeureuhom. Raja yang kebal senjata itu berhasil ditangkap ketika daerahnya ditaklukkan. Ia meninggal dalam ikatan rantai besi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa pemerintahan Raja Keuluang atau Pahlawan Syah menurut pemeriksaan Controleur Vetner di calang pada tahun 1938, diperkirakan antara tahun 1500 M sampai 1505 M. seber lain adalah T R Adian, sebagaimana dikutip H M Zainuddin. Menurutnya, pertalian keluarga Raja Keuluang tersebar dari Tanoeh Abee Sagi XXII Mukim Seulimum, Krueng Sabe dekat Calang dan Negeri Bakongan, Aceh Selatan. “Kalau naskah ini serta keterangan T. R. Adian itu kita hubungkan dengan makam Sultan Ali Riayat Sjah atau Marhum Daya, jang menurut pemeriksaan Prof. Dr. Mussain Djajadiningrat, Marhum Daja meninggal dalam tahun 1508,” tulis H M Zainuddin dalam Tarich Aceh dan Nusantara (1961) .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara lainnya, di Kuala Ungan dekat Daya ada satu kuburan raja yang mengkat pada tahun 1497, tapi belum jelas makam siapa apakah makam Marhum Unga atau Marhum Daya. Masih juga belum jelas apakah Marhung Unga itu adalah Pahlawan Syah yang disebut sebagai Raja Keuluang, anak raja Pasai yang pertama membuka Negeri Daya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian datang Marhum Daja Sulthan Ali Riajat Sjah yang namanya Uzir, anak dari Sulthan Inajat Sjah ibnu Abdullah Al Malikul Mubin, yang bersaudara dengan Sulthan Muzaffar Sjah. Raja di Atjeh Besar dan bersaudara pula dengan Munawar Sjah Raja di Pidie. Diyakinkan negeri Keluang/Daja itu berdiri pada akhir abad ke XV oleh Marhum Unga, bias jadi juga dibangun oleh Marhum Daya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Negeri Daya maju dengan berbagai hasil bumi, pada akhir abad ke XVI datang ke sana orang orang Portugis, Arab, Spanyol dan Tionghoa untuk membeli rempah-rempah. Setelah itu datang juga orang Belanda, Inggris dan Perancis. Malah sampai kini di Lam No terdapat keturunan Portugis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/Sy3U98U58eI/AAAAAAAAAbU/AZJ3Aclk8yY/s1600-h/DSC00321.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/Sy3U98U58eI/AAAAAAAAAbU/AZJ3Aclk8yY/s400/DSC00321.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5417220087427494370" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/Sy3U9q5QUdI/AAAAAAAAAbM/nzFgDzs0UCI/s1600-h/DSC00316.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/Sy3U9q5QUdI/AAAAAAAAAbM/nzFgDzs0UCI/s400/DSC00316.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5417220082748117458" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/Sy3U9JsNgSI/AAAAAAAAAbE/HC_ESYtvUPM/s1600-h/DSC00313.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/Sy3U9JsNgSI/AAAAAAAAAbE/HC_ESYtvUPM/s400/DSC00313.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5417220073835036962" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicara masalah keturunan Portugis, Lamno juga dikenal dengan pesona wanita bermata birunya. Mereka tinggal di pedalaman Lamno yang sebenarnya gak semua bermata biru, ada yang bermata coklat, yang tidak ada hanya bermata uang..haha..rasa penasaran iseng-iseng ngeliat tiap cewek yang lewat berpas-pas-an dengan mobil alis, haha. Cewek Lamno banyak yang manis-manis, sesekali melihat mereka dengan balutan kerudung yang melingkari wajah putihnya, dengan dihiasi mancungnya hidung yang terletak di manisnya senyuman. Sangat khas, hingga saat tulisan ini dibuat, masih terbayang…haha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu kali di pasar central Lamno, terlihatlah wanita itu, pakaian ungu menjadi perhatian saya dari jauh, menjadi perhatian, karena wajah putihnya menjadi nilai lebih, hingga ia sampai berada di samping, terlihat cahaya biru dari matanya, alamak….. manis nya roman itu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;Photo 14&gt;&lt;Photo 15&gt;&lt;Photo 17&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adat istiadat warga Lamno bermata biru ini tak berbeda dengan adat istiadat dan kebudayaan masyarakat pada umumnya. Bahasa Aceh mereka, logat, maupun aksen, serta pengucapannya sama dengan bahasa Aceh biasa dan berlogat Aceh Barat. Menu makanan, dan makanan khasnya adalah makanan khas Aceh, seperti kari, dan masakan Aceh lainnya. Dan nasi merupakan makanan utamanya.&lt;br /&gt;Seorang pemilik rumah makan di Lamno menceritakan pada hari-hari pasar mingguan, wanita dan pria bermata biru ini datang ke Pasar Lamno untuk belanja. "Kalau mau melihat mereka, saat itulah," kata pemilik tempat makan Ci taa Rasa di jalan pasar Lamno (makan siang disini lumayan enak, ada ayam gulai, ikan paya dll). Tapi jarang yang mau difoto. Maka untuk mendekati pria atau gadis Lamno bermata biru sebaiknya melalui kepala desa atau tokoh-tokoh Desa Daya yang biasanya lebih terbuka dengan masyarakat luar, gitu katanya..hhe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarahnya kenapa mereka banyak yang bermata biru bermula dari cerita kerajaan Daya, saat masa penjajahan Portugis. Sebuah kapal perang Portugis yang kalah perang dengan Belanda di Melaka/Singapura. Dalam perjalannya dari Singapura ke negaranya mengalami kerusakan dan terdampar di daratan Kerajaan Daya, pada abad ke-15.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Raja Daya tidak membiarkan begitu saja kapal perang Portugis yang lari dari Perang Malaka dan Singapura itu bersembunyi di daratan Daya. Tentara Daya menembaki kapal itu dengan meriam-meriam besar hingga kapalnya tenggelam. Semua awak kapal dan tentara Portugis menyerah dan minta perlindungan dari Raja Daya, sambil menunggu datangnya kapal Portugis datang menjemput mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh awak dan tentara Angkatan Laut Portugis tersebut kemudian ditawan oleh Raja Daya dan dikurung dalam suatu kawasan yang berpagar tinggi. Mereka menunggu bantuan, tetapi komunikasi sulit dan bantuan tak pernah datang. Akhirnya mereka menyerah kepada Raja Daya dan menyatakan masuk agama Islam. Setelah itu mereka pun dibebaskan dari tempat tawanannya. Mereka kemudian diajar bertani, diajar bahasa, adat istiadat dan kebudayaan Aceh, dan belajar menjadi orang Aceh. Dan jadilah mereka penduduk Aceh hingga sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau melihat warga Lamno yang bermata biru atau coklat dan berprofil Eropa ini, tak salah kalau pakar sejarah Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Muhammad Gade, mengatakan ejaan lama kata "ATJEH" mempunyai makna, Arab (A), Tjina (Tj), Eropa (E), dan Hindustan/India (H). Maka orang Aceh yang sekarang, sebagian besar adalah keturunan Arab, Cina, Eropa, dan Hindustan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;Photo 4&gt;&lt;Photo 6&gt;&lt;Photo 7&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerajaan Islam pertama adalah Pasai (Pase) berdiri pada abad ke- 9. Pase yang sekarang tepatnya berada di kawasan pantai Samudera Gedong, sekitar 25 km dari Lhok Seumawe arah ke Medan. Di sini masih dapat disaksikan bekas-bekas bandar besar dan sebuah kompleks makam besar keluarga Sultan Pase (Sultan Malikussaleh). Tanah sekitar Bandar Pase ini hingga sekarang banyak mengandung pecahan keramik kuno Cina yang diperkirakan dibawa oleh kapal-kapal Cina yang kemudian juga terlibat perang dengan Kerajaan Pase.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerajaan Pase, Daya dan Pedir (Pidie), dan Lamuri kemudian bersatu menjadi Kerajaan Aceh Darussalam pada tahun 1513 di bawah Raja Ali Mughayat Syah dari Kerajaan Lamuri. Ketika Kerajaan Pase diperintah Sultan Zainal Abidin (tahun 1511), tentara Portugal sebelum berperang melawan Kerajaan Melaka, sempat menyerang Kerajaan Pase.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ali Akbar, Ketua Lembaga Adat dan Kebudayaan Aceh (LAKA) Cabang Kabupaten Aceh Utara, semua peristiwa itu masih dapat dibaca tertulis dalam aksara Babilonia, Arab, dan Turki kuno pada beberapa batu nisan besar Kompleks Makam Sultan Malikussaleh, Raja Pasai (Pase).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/Sy3WN9avxXI/AAAAAAAAAbs/_YVW3rKq2X0/s1600-h/DSC00331.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/Sy3WN9avxXI/AAAAAAAAAbs/_YVW3rKq2X0/s400/DSC00331.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5417221462109963634" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/Sy3WNgXz8CI/AAAAAAAAAbk/Z-it8xfJ_b8/s1600-h/DSC00326.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/Sy3WNgXz8CI/AAAAAAAAAbk/Z-it8xfJ_b8/s400/DSC00326.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5417221454313025570" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/Sy3WNWFH4-I/AAAAAAAAAbc/1SewGcuCMhQ/s1600-h/DSC00322.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/Sy3WNWFH4-I/AAAAAAAAAbc/1SewGcuCMhQ/s400/DSC00322.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5417221451550286818" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke, selesai bicara tentang wanitanya, pesona alam di perjalanan menuju Lamno tidak kalah menarik untuk dibicarakan. Perjalanan berawal dari pantai barat Banda Aceh, mulai dari kawasan Lhok’nga. Jangan lupa untuk membeli kue-kue khas Aceh di kawasan Lampisang, dekat rumah peninggalan Cut Nyak Dhien. Selain untuk membudidayakan peninggalan kuliner tradisional Aceh, juga membantu warga-warga di Lampisang yang saat Tsunami lalu banyak ditinggal keluarganya akibat bencana 2004 itu. Selain itu ya untuk mengisi perut dalam perjalanan yang akan menghabiskan waktu sekitar 3 jam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;Photo 26&gt;&lt;Photo 27&gt;&lt;Photo 28&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan lupa pula untuk mengisi perut dengan makanan mengenyangkan, karena perjalanan akan melewati jalan berkelok-kelok yang merupakan perpaduan 3 gunung, Geureutee, Kulu dan satu gunung lupa namanya, hhe.. kemudian, isi bensin mobil atau motor anda, karena di gunung gak ada SPBU. Oia jangan lupa juga dan yang paling penting, siapkan kamera anda…&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Melintasi Lhok’nga, melewati Pabrik Semen Andalas, dengan jembatan curahnya menambah indahnya pantai barat Banda Aceh dan Aceh Besar ini. Perjalanan ini akan ditemani ruas jalan selebar 16 meter, sangat luas untuk ukuran jalan negara di Aceh. Jalan yang dibangun oleh Amerika ini menghabiskan dana $ 1 juta per  1 km nya (itu menurut pak Kuntoro Mangkusubroto, mandor BRR Aceh Nias). Bayangkan perjalanan melintasi negara bagian Amerika di Texas menuju Oklahoma, jalanan sangat luas, namun di perjalanan Banda Aceh ke Lamno, melintasi gunung, hhe..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesona laut di sebelah kanan mobil bisa dinikmati dengan mata telanjang, karena apa? Garis laut berada di bawah mobil anda..ya, dibawah tebing yang sangat curam dan sangat rawan akan kecelakaan yang akan menyebabkan mobil langsung masuk ke jurang dan ya seperti yang terbayangkan, masuk ke laut.. Keamanan jalan masih sangat kurang, meski ada di beberapa bagian perjalanan gunung, ada pagar pembatas jurang. (saran buat supir: jangan pernah menikmati pemandangan disini, tanggung jawab penumpang berada di tangan anda). Dari gunung geureutee sangat indah, kelihatan laut nan biru, pesona 2 pulau yang terpisah dari daratan sumatera. Beberapa warung tersedia di tengah perjalanan, namun karena kondisi jalan yang disebelah kiri tebing dan sebelah kanan jurang, sangat susah untuk memarkirkan mobil jika hanya singgah membeli sprite dan coca cola untuk memancing angin dalam perut keluar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan akan sangat berbahaya jika dilakukan di tengah hujan lebat, karena tebing-tebingnya masih sangat rawan menghasilkan hujan batu dari atas. Perhatikan setiap rambu lalu lintas yang ada, karena itu akan sangat membantu kita menikmati perjalanan. Selain rambu-rambu adanya batu jatuh dan tanah longsor, perhatikan pula rambu-rambu tikungan. Postur geografis Gunung mengakibatkan perjalanan ini banyak menjumpai tikungan berletter U, mungkin ada puluhan tikungan U disini, sebelum akhirnya di kaki bukit, perjalanan kembali pada lebar jalan belasan meter..ada pula rambu-rambu khas masyarakat Aceh : “Dilarang Berkhalwat..!!”  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;Photo 18&gt;&lt;Photo 19&gt;&lt;Photo 20&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikaki gunung geurutee juga terdapat pasir putih, yang tidak panjang seperti di Pangandaran, Cuma lumayan lah untuk menikmati indahnya pantai yang belum banyak terjamah ini (masih sangat alami), mungkin mirip pantai Pamengpeuk di selatan Jawa.. di kaki Geureutee ini, terdapat sebuah kawasan indah bekas Kerajaan Islam Daya, yang pernah jaya dan kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Desa Daya juga terdapat sebuah bukit kompleks Makam Marhum Daya. Di batu-batu Nisannya terdapat catatan-catatan sejarah yang tertulis dalam aksara Babilonia dan Arab. Kompleks Makam Marhum Daya ini terpelihara dengan baik dan selalu ada yang berziarah dan membaca ayat-ayat suci Al Quran. Juga banyak yang datang karena tertarik pada sejarah kebesaran Kerajaan Daya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ADA tradisi yang cukup menarik dalam masyarakat Daya yang juga diikuti oleh warganya yang bermata biru, yaitu perayaan adat Seumeulueng (suguhan makanan) untuk raja dan juga semua rakyat Daya. Perayaan Seumeulueng ini berlangsung pada setiap Hari Raya kedua Idul Adha.&lt;br /&gt;Pada hari tersebut, seluruh rakyat Daya dengan dikawal oleh 17 pengawal yang berpakaian unik yakni, jubah hitam dengan kepala dan wajah tertutup oleh kerudung hitam sampai ke dada bagian atas, hanya berlubang pada bagian mata untuk melihat. Jubah itu bergaris-garis merah, dan pasukan pengawal kerajaan itu semuanya mengenakan pedang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rakyat yang berjalan dibelakangnya membawa hidangan makanan untuk raja. Tempat upacaranya berada di atas sebuah bukit tak jauh dari kompleks Makam Marhum Daya. Karena Raja Daya tidak ada lagi, maka yang menerima hidangan itu adalah salah seorang dari tokoh masyarakat Daya atau bisa juga salah seorang pejabat Kabupaten Aceh Barat yang dihormati rakyatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu semua warga Daya keluar dari rumahnya dan mereka mengenakan pakaian yang baru yang indah-indah sebagai tanda ikut merayakan hari Seumeulueng. Upacara ini selalu ramai karena masyarakat Lamno, Meulaboh, ibu kota Aceh Barat, dan juga dari Banda Aceh, datang untuk menyaksikan acara langka dan unik itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua kegiatan adat Seumeulueng itu jika dikemas dalam satu paket wisata, ditambah dengan situs Kerajaan Daya yang masih tersisa, termasuk Kompleks Makam Marhum Daya yang penuh relief beraksara Babylonia, Turki, dan Arab kuno, akan menjadi daya tarik tersendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/Sy3WO7v2HBI/AAAAAAAAAb8/h0M37Kg3xqE/s1600-h/DSC00340.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/Sy3WO7v2HBI/AAAAAAAAAb8/h0M37Kg3xqE/s400/DSC00340.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5417221478841457682" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/Sy3WOkQoTYI/AAAAAAAAAb0/jMj3f8cFBI8/s1600-h/DSC00337.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/Sy3WOkQoTYI/AAAAAAAAAb0/jMj3f8cFBI8/s400/DSC00337.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5417221472536513922" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di kota Lamno sendiri tidak banyak yang menarik, selain wanitanya..setelah shalat Zuhur dijama’ Ashar di Lhoong, perjalanan pulang menuju Banda Aceh disiapkan, sampah dibuang (ingat untuk tidak membuang sampah sembarangan dimana pun anda bertualang, karena petualang adalah pecinta alam, bukan perusak Alam). Perjalanan hujan, meskipun demikian pemandangan masih terlihat jelas diantara wiper yang dengan setia membersihkan kaca depan mobil. Perjalanan di akhiri dengan makan jagung bakar di pantai Lhoknga, lumayan untuk kembali memanaskan suasana karena dinginnya hujan. Dalam perjalanan pula akan banyak pedagang yang menjajakan buah-buah seperti Rambutan, Durian, ada juga yang menjual ikan Asin, dari berbagai jenis ikan dan cumi-cumi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan yang menyenangkan, will be back in the next destination.. wait for me the Blue Eyes Girls..&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/Sy3XfaXA-KI/AAAAAAAAAcU/vebC4UJjvdw/s1600-h/Untitled.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 260px; height: 340px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/Sy3XfaXA-KI/AAAAAAAAAcU/vebC4UJjvdw/s400/Untitled.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5417222861448345762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1611356771716981006-866100460152341175?l=jurnalisjh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalisjh.blogspot.com/feeds/866100460152341175/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1611356771716981006&amp;postID=866100460152341175' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1611356771716981006/posts/default/866100460152341175'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1611356771716981006/posts/default/866100460152341175'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalisjh.blogspot.com/2009/12/pesona-lamno-pesona-wanita-bermata-biru_19.html' title='Pesona Lamno, Pesona Wanita Bermata Biru..'/><author><name>Jurnalis JH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09859824603444744312</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SSTWJgz8gEI/AAAAAAAAAAk/RSbC5cL1K4o/S220/di+bawah+saksi+Proklamasi.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/Sy3THGFZ7OI/AAAAAAAAAaE/1OGzBALvT4k/s72-c/DSC00285.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1611356771716981006.post-7619467511785857093</id><published>2009-06-30T23:35:00.001-07:00</published><updated>2010-09-16T04:44:53.741-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='travelling'/><title type='text'>Jelajah Surabaya, Kota Pahlawan yang panas...</title><content type='html'>Kota Surabaya adalah ibukota Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Surabaya merupakan kota terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta. Dengan jumlah penduduk metropolisnya yang mencapai 3 juta jiwa, Surabaya merupakan pusat bisnis, perdagangan, industri, dan pendidikan di kawasan Indonesia timur. Surabaya terkenal dengan sebutan Kota Pahlawan karena sejarahnya yang sangat diperhitungkan dalam perjuangan merebut kemerdekaan bangsa Indonesia dari penjajah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Surabaya konon berasal dari cerita mitos pertempuran antara sura (ikan hiu) dan baya (buaya). Surabaya dulunya merupakan gerbang Kerajaan Majapahit, yakni di muara Kali Mas. Bahkan hari jadi Kota Surabaya ditetapkan sebagai tanggal 31 Mei 1293. Hari itu sebenarnya merupakan hari kemenangan pasukan Majapahit yang dipimpin Raden Wijaya terhadap pasukan kerajaan Mongol utusan Kubilai Khan. Pasukan Mongol yang datang dari laut digambarkan sebagai BOYO (buaya/bahaya)dan pasukan Raden Wijaya yang datang dari darat digambarkan sebagai ikan SURO (ikan hiu/berani), jadi secara harfiah diartikan berani menghadapi bahaya yang datang mengancam. Maka hari kemenangan itu diperingati sebagai hari jadi Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada abad ke-15, Islam mulai menyebar dengan pesat di daerah Surabaya. Salah satu anggota wali sanga, Sunan Ampel, mendirikan masjid dan pesantren di daerah Ampel. Tahun 1530, Surabaya menjadi bagian dari Kesultanan Demak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SksFrUOh1cI/AAAAAAAAAYk/cixEghMk_nM/s1600-h/Pict(2356).jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SksFrUOh1cI/AAAAAAAAAYk/cixEghMk_nM/s400/Pict(2356).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5353378823782127042" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SksFrNy64yI/AAAAAAAAAYc/DjvQqA7CXaU/s1600-h/IMG_1163.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SksFrNy64yI/AAAAAAAAAYc/DjvQqA7CXaU/s400/IMG_1163.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5353378822055715618" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SksFqCxwb1I/AAAAAAAAAYE/CZdr1OOkK2E/s1600-h/IMG_1099.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SksFqCxwb1I/AAAAAAAAAYE/CZdr1OOkK2E/s400/IMG_1099.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5353378801918177106" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyusul runtuhnya Demak, Surabaya menjadi sasaran penaklukan Kesultanan Mataram: diserbu Panembahan Senopati tahun 1598, diserang besar-besaran oleh Panembahan Seda ing Krapyak tahun 1610, diserang Sultan Agung tahun 1614. Pemblokan aliran Sungai Brantas oleh Sultan Agung akhirnya memaksa Surabaya menyerah. Tahun 1675, Trunojoyo dari Madura merebut Surabaya, namun akhirnya didepak VOC pada tahun 1677. Dalam perjanjian antara Paku Buwono II dan VOC pada tanggal 11 November 1743, Surabaya diserahkan penguasaannya kepada VOC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada zaman Hindia-Belanda, Surabaya berstatus sebagai ibukota Karesidenan Surabaya, yang wilayahnya juga mencakup daerah yang kini wilayah Kabupaten Gresik, Sidoarjo, Mojokerto, dan Jombang. Pada tahun 1905, Surabaya mendapat status kotamadya (Gemeente). Pada tahun 1926, Surabaya ditetapkan sebagai ibukota provinsi Jawa Timur. Sejak itu Surabaya berkembang menjadi kota modern terbesar kedua di Hindia-Belanda setelah Batavia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SksG1S_OtOI/AAAAAAAAAZM/eUhI3WQ9kUY/s1600-h/Pict(2423).jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SksG1S_OtOI/AAAAAAAAAZM/eUhI3WQ9kUY/s400/Pict(2423).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5353380094759843042" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SksG1AjTlCI/AAAAAAAAAZE/ntglFV5XsGg/s1600-h/Pict(2420).jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SksG1AjTlCI/AAAAAAAAAZE/ntglFV5XsGg/s400/Pict(2420).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5353380089810883618" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SksG1HKVuMI/AAAAAAAAAY8/Hu-GxYa0lUg/s1600-h/Pict(2399).jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SksG1HKVuMI/AAAAAAAAAY8/Hu-GxYa0lUg/s400/Pict(2399).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5353380091585214658" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SksG0lOpfRI/AAAAAAAAAY0/afTqeuuWf5k/s1600-h/Pict(2394).jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SksG0lOpfRI/AAAAAAAAAY0/afTqeuuWf5k/s400/Pict(2394).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5353380082476481810" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SksG0VYUAQI/AAAAAAAAAYs/vs3-GEfu2B8/s1600-h/Pict(2375).jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SksG0VYUAQI/AAAAAAAAAYs/vs3-GEfu2B8/s400/Pict(2375).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5353380078222049538" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum tahun 1900, pusat kota Surabaya hanya berkisar di sekitar Jembatan Merah saja. Sampai tahun 1920-an, tumbuh pemukiman baru seperti daerah Darmo, Gubeng, Sawahan, dan Ketabang. Pada tahun 1917 dibangun fasilitas pelabuhan modern di Surabaya. Tanggal 3 Februari 1942, Jepang menjatuhkan bom di Surabaya. Pada bulan Maret 1942, Jepang berhasil merebut Surabaya. Surabaya kemudian menjadi sasaran serangan udara Sekutu pada tanggal 17 Mei 1944.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Perang Dunia II usai, pada 25 Oktober 1945, 6000 pasukan Inggris-India yaitu Brigade 49, Divisi 23 yang dipimpin Brigadir Jenderal Aulbertin Walter Sothern Mallaby mendarat di Surabaya dengan perintah utama melucuti tentara Jepang, tentara dan milisi Indonesia. Mereka juga bertugas mengurus bekas tawanan perang dan memulangkan tentara Jepang. Pasukan Jepang menyerahkan semua senjata mereka, tetapi milisi dan lebih dari 20000 pasukan Indonesia menolak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26 Oktober 1945, tercapai persetujuan antara Bapak Suryo, Gubernur Jawa Timur dengan Brigjen Mallaby bahwa pasukan Indonesia dan milisi tidak harus menyerahkan senjata mereka. Sayangnya terjadi salah pengertian antara pasukan Inggris di Surabaya dengan markas tentara Inggris di Jakarta yang dipimpin Letnan Jenderal Sir Philip Christison.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27 Oktober 1945, jam 11.00 siang, pesawat Dakota AU Inggris dari Jakarta menjatuhkan selebaran di Surabaya yang memerintahkan semua tentara Indonesia dan milisi untuk menyerahkan senjata. Para pimpinan tentara dan milisi Indonesia marah waktu membaca selebaran ini dan menganggap Brigjen Mallaby tidak menepati perjanjian tanggal 26 Oktober 1945.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;28 Oktober 1945, pasukan Indonesia dan milisi menggempur pasukan Inggris di Surabaya. Untuk menghindari kekalahan di Surabaya, Brigjen Mallaby meminta agar Presiden RI Soekarno dan panglima pasukan Inggris Divisi 23, Mayor Jenderal Douglas Cyril Hawthorn untuk pergi ke Surabaya dan mengusahakan perdamaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;29 Oktober 1945, Presiden Soekarno, Wapres Mohammad Hatta dan Menteri Penerangan Amir Syarifuddin Harahap bersama Mayjen Hawthorn pergi ke Surabaya untuk berunding.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada siang hari, 30 Oktober 1945, dicapai persetujuan yang ditanda-tangani oleh Presiden RI Soekarno dan Panglima Divisi 23 Mayjen Hawthorn. Isi perjanjian tersebut adalah diadakan perhentian tembak menembak dan pasukan Inggris akan ditarik mundur dari Surabaya secepatnya. Mayjen Hawthorn dan ke 3 pimpinan RI meninggalkan Surabaya dan kembali ke Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada sore hari, 30 Oktober 1945, Brigjen Mallaby berkeliling ke berbagai pos pasukan Inggris di Surabaya untuk memberitahukan soal persetujuan tersebut. Saat mendekati pos pasukan Inggris di gedung Internatio, dekat Jembatan merah, mobil Brigjen Mallaby dikepung oleh milisi yang sebelumnya telah mengepung gedung Internatio.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena mengira komandannya akan diserang oleh milisi, pasukan Inggris kompi D yang dipimpin Mayor Venu K. Gopal melepaskan tembakan ke atas untuk membubarkan para milisi. Para milisi mengira mereka diserang / ditembaki tentara Inggris dari dalam gedung Internatio dan balas menembak. Seorang perwira Inggris, Kapten R.C. Smith melemparkan granat ke arah milisi Indonesia, tetapi meleset dan malah jatuh tepat di mobil Brigjen Mallaby.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Granat meledak dan mobil terbakar. Akibatnya Brigjen Mallaby dan sopirnya tewas. Laporan awal yang diberikan pasukan Inggris di Surabaya ke markas besar pasukan Inggris di Jakarta menyebutkan Brigjen Mallaby tewas ditembak oleh milisi Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Letjen Sir Philip Christison marah besar mendengar kabar kematian Brigjen Mallaby dan mengerahkan 24000 pasukan tambahan untuk menguasai Surabaya. 9 November 1945, Inggris menyebarkan ultimatum agar semua senjata tentara Indonesia dan milisi segera diserahkan ke tentara Inggris, tetapi ultimatum ini tidak diindahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10 November 1945, Inggris mulai membom Surabaya dan perang sengit berlangsung terus menerus selama 10 hari. Dua pesawat Inggris ditembak jatuh pasukan RI dan salah seorang penumpang Brigadir Jendral Robert Guy Loder-Symonds terluka parah dan meninggal keesokan harinya. 20 November 1945, Inggris berhasil menguasai Surabaya dengan korban ribuan orang prajurit tewas. Lebih dari 20000 tentara Indonesia, milisi dan penduduk Surabaya tewas. Seluruh kota Surabaya hancur lebur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertempuran ini merupakan salah satu pertempuran paling berdarah yang dialami pasukan Inggris pada dekade 1940an. Pertempuran ini menunjukkan kesungguhan Bangsa Indonesia untuk mempertahankan kemerdekaan dan mengusir penjajah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SksHlslXzNI/AAAAAAAAAZc/KEo-3uiRSj0/s1600-h/IMG_1805a.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 267px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SksHlslXzNI/AAAAAAAAAZc/KEo-3uiRSj0/s400/IMG_1805a.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5353380926264429778" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SksHlKcQVRI/AAAAAAAAAZU/M9Ykgj8btrk/s1600-h/Pict(2448).jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SksHlKcQVRI/AAAAAAAAAZU/M9Ykgj8btrk/s400/Pict(2448).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5353380917099386130" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sengitnya pertempuran dan besarnya korban jiwa, setelah pertempuran ini, jumlah pasukan Inggris di Indonesia mulai dikurangi secara bertahap dan digantikan oleh pasukan Belanda. Pertempuran tanggal 10 November 1945 tersebut hingga sekarang dikenang dan diperingati sebagai Hari Pahlawan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1611356771716981006-7619467511785857093?l=jurnalisjh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalisjh.blogspot.com/feeds/7619467511785857093/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1611356771716981006&amp;postID=7619467511785857093' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1611356771716981006/posts/default/7619467511785857093'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1611356771716981006/posts/default/7619467511785857093'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalisjh.blogspot.com/2009/06/jelajah-surabaya-kota-pahlawan-yang.html' title='Jelajah Surabaya, Kota Pahlawan yang panas...'/><author><name>Jurnalis JH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09859824603444744312</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SSTWJgz8gEI/AAAAAAAAAAk/RSbC5cL1K4o/S220/di+bawah+saksi+Proklamasi.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SksFrUOh1cI/AAAAAAAAAYk/cixEghMk_nM/s72-c/Pict(2356).jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1611356771716981006.post-2411287939757226082</id><published>2009-06-18T06:09:00.000-07:00</published><updated>2009-06-18T08:21:38.675-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='travelling'/><title type='text'>Ekspedisi Yogyakarta, dari Kontes Robot hingga Borobudur</title><content type='html'>Jumat, 12 Juni 2009, masih dalam masa training dan tengah mempersiapkan modul praktikum PHP, kita para dosen Politeknik Aceh yang lagi menjalani training di Politeknik Manufakturing Negeri Bandung mendapat kabar gembira dimana tersedianya tempat untuk ikut rombongan tim KRCI (Kontes Robot Cerdas Indonesia), KRI (Kontes Robot Indonesia), dan KRSI (Kontes Robot Seni Indonesia) Politeknik Manufakturing Bandung. Komposisi rombongan yang awalnya tersedia hanya untuk satu orang, akhirnya berkembang menjadi 5 orang. Akhirnya alis, Meiriansyah Putra, Fakruddin, Suka Isnaini dan Rizki Okta Al Hadi masuk dalam daftar rombongan dan Yogya menjadi tujuan kita..  Yogya….!!!!!!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam 7 malam, dengan Bus Pariwisata, rombongan telah siap berangkat ditemani dinginnya malam dan macetnya kota Bandung yang mulai Jumat malam telah ramai oleh pendatang dari luar kota yang ingin berlibur ke Bandung. Tapi kita akan keluar Bandung. Perjalann berjalan lancar, hanya pada tanjakan Nagrek seperti biasa padat merayap dan kita melewati kota-kota Tasikmalaya, Ciamis yang terkenal karena kebersihan kotanya (asli, bersih banget ini kota, apalagi kita ngelewatinnya malam, dimana para penduduk tengah tidur, kita akan melihat Kota tanpa sampah). Jam demi jam berlalu, perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Barat terlewati kita disambut dengan kota majenang, kebumen dan akhirnya Wates, kita shalat subuh disini dan jam 6 pagi udah sampai di Yogyakarta. Setelah istirahat, sarapan, mandi dan berkemas di BLPT (Balai Pelatihan Pendidikan Tehnik), jam 8 kita berangkat ke Graha Shaba Paratama Universitas Gajah Mada (GSP UGM). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/Sjo9Hgq9aSI/AAAAAAAAAWs/F70LJV0pfvU/s1600-h/DSC06914.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/Sjo9Hgq9aSI/AAAAAAAAAWs/F70LJV0pfvU/s400/DSC06914.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348654706694383906" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/Sjo9HUQW6bI/AAAAAAAAAWk/FbK14VH9C60/s1600-h/DSC06909.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/Sjo9HUQW6bI/AAAAAAAAAWk/FbK14VH9C60/s400/DSC06909.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348654703361583538" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/Sjo9HU8c5pI/AAAAAAAAAWc/aKxd_m6q2Cc/s1600-h/DSC06899.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/Sjo9HU8c5pI/AAAAAAAAAWc/aKxd_m6q2Cc/s400/DSC06899.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348654703546525330" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/Sjo9HKONoYI/AAAAAAAAAWU/16XV1tI_hjc/s1600-h/DSC06886.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/Sjo9HKONoYI/AAAAAAAAAWU/16XV1tI_hjc/s400/DSC06886.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348654700668232066" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/Sjo9G9RF4BI/AAAAAAAAAWM/wzMc9cDDGrQ/s1600-h/DSC06871.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/Sjo9G9RF4BI/AAAAAAAAAWM/wzMc9cDDGrQ/s400/DSC06871.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348654697190645778" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontes Robot yang dimeriahkan oleh kontestan dari seluruh Indonesia berkumpul, mulai dari Politeknik Negeri Medan hingga Universitas Negeri Minahasa berkumpul disini mempertunjukkan keahlian mereka dalam merancang Robotika yang terbagi dalam 3 kategori kontes. Kontes Robot Indonesia (KRI) yang dimeriahkan oleh berbagai rancangan robot dari berbagai Universitas dan Politeknik memperlombakan Robot-robot yang bekerja sesuai tema yang diajukan yakni Robot terdiri dari 3 robot (Otomatis dan Manual remote), dimana 2 robot menjadi pengangkut robot otomatis dan mereka berjalan pada jalur dan rintangan yang disediakan hingga sampai pada titik finish dan robot otomatis diberi tugas untuk memukul 3 bedug yang tersusun dari atas kebawah. Kontes yang memakai sistem gugur ini mempertandingkan 2 Grup yang dinilai berdasarkan waktu, ketepatan aturan, desain dan mekanikalnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontes berikutnya yaitu KRSI dan KRCI, kalo KRSI mempertandingkan Robot yang dapat menari Jaipongan dengan mengikuti lagu yang dimainkan serta memadukan goyangan dan lekukan pada tiap nada lagu daerah yang dimainkan, tepuk tangan dari penonton mengiringi tiap kontestan yang sudah merancang robot dari waktu yang lama. KRCI lebih Ok, Robot dirancang sedemikian rupa sehingga dapat mendeteksi dinding (seperti Maze pada Puzzle) untuk menemukan jalan terbaik dan mencari ruangan yang terdapat lilin untuk kemudian sensor panas robot dapat mematikan api dari lilin tersebut. Konsep mikroelektronika, komunikasi data, dan berbagai disiplin ilmu science berpadu disini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/Sjo9pL7mz0I/AAAAAAAAAXU/CKoTPMepFdA/s1600-h/Pict(2294).jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/Sjo9pL7mz0I/AAAAAAAAAXU/CKoTPMepFdA/s400/Pict(2294).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348655285242613570" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/Sjo9o1MX2oI/AAAAAAAAAXM/oSelXRd7-nE/s1600-h/Pict(2286).jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/Sjo9o1MX2oI/AAAAAAAAAXM/oSelXRd7-nE/s400/Pict(2286).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348655279138921090" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/Sjo9okFDhxI/AAAAAAAAAXE/NQQOWn4OfU4/s1600-h/Pict(2282).jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/Sjo9okFDhxI/AAAAAAAAAXE/NQQOWn4OfU4/s400/Pict(2282).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348655274544826130" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/Sjo9oZkMQCI/AAAAAAAAAW8/g81Vz0nSFck/s1600-h/Pict(2278).jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/Sjo9oZkMQCI/AAAAAAAAAW8/g81Vz0nSFck/s400/Pict(2278).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348655271722631202" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/Sjo9oFQw3uI/AAAAAAAAAW0/RyqfQ38zwJY/s1600-h/Pict(2276).jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/Sjo9oFQw3uI/AAAAAAAAAW0/RyqfQ38zwJY/s400/Pict(2276).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348655266272435938" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penontonnya pun gak kalah seru, mulai dari Arek Suroboyo yang mendukung tim dari PENS (Politeknik Elektronika Negeri Surabaya), ITS (Institut Teknologi Sepuluh November), dan UNS (Universitas Negeri Surabaya), ada juga dari Bandung yang mendukung tim dari Polban (Politeknik Negeri Bandung), Polman (Politeknik Manufakturing Negeri Bandung), ITB (Institut Teknologi Bandung) dan UNIKOM (Universitas Komputer Indonesia). Trus disisi tribun lain ada dari Jogja yang mendukung tim UGM (Universitas Gajah Mada), UMJ (Universitas Muhammadiyah Jogjakarta) dan AMIKOM. Juga dari Jakarta yang menjadi supporter UI (Universitas Indonesia), PNJ (Politeknik Negeri Jakarta) dan supporter dari daerah lainnya seperti Padang, Batam, Semarang, Sulawesi, Bangka dan Kalimantan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kita gak full nontonnya, setelah makan siang disekitaran UGM, kita jalan-jalan disekitaran kampus, mesjid UGM, dan sorenya kita janjian dengan teman-teman sesama dosen Politeknik Aceh di Yogya yang lagi training juga untuk berkumpul di Malioboro, pusat jajanan seni di Yogyakarta, makan malam di warung lesehan dan perjalanan berlanjut ke Benteng Vredenburg, Istana Negara Yogyakarta dan berakhir di Monumen 11 maret. Rencana untuk esok diatur, meski pada esok harinya semua berubah, jam 11 malam kita tiba dipenginapan untuk istirahat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/Sjo-LjkEWRI/AAAAAAAAAX8/c47hlc0rKS4/s1600-h/DSC06890.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/Sjo-LjkEWRI/AAAAAAAAAX8/c47hlc0rKS4/s400/DSC06890.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348655875701889298" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/Sjo-LZYsfxI/AAAAAAAAAX0/LjJPCaU6rxw/s1600-h/Pict(2309).jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/Sjo-LZYsfxI/AAAAAAAAAX0/LjJPCaU6rxw/s400/Pict(2309).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348655872969834258" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/Sjo-LIQlNJI/AAAAAAAAAXs/Po7XNPg0rZU/s1600-h/Pict(2305).jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/Sjo-LIQlNJI/AAAAAAAAAXs/Po7XNPg0rZU/s400/Pict(2305).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348655868372399250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/Sjo-K2TgirI/AAAAAAAAAXk/rY_ebJgm538/s1600-h/Pict(2303).jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/Sjo-K2TgirI/AAAAAAAAAXk/rY_ebJgm538/s400/Pict(2303).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348655863552838322" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/Sjo-Kus744I/AAAAAAAAAXc/tJaU8GeWbFQ/s1600-h/Pict(2300).jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/Sjo-Kus744I/AAAAAAAAAXc/tJaU8GeWbFQ/s400/Pict(2300).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348655861512004482" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari kedua, kontes memasuki tahap selanjutnya. Namun karena tim dari Polman kalah, anak2 rombongan merencanakan destinasi berikutnya, yaitu Borobudur..Akhirnya, bus berangkat ke Magelang, setelah beli oleh-oleh di Yogyakarta..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini kita habiskan di Borobudur, candi yang dibangun pada masa kerajaan hindu dan Budha masih berjaya ditanah Jawa ini menyisakan berbagai legenda. Makanya banyak para pengunjung disini menganggap Candi ini sangat kramat dan kadang ada yang mengambil batu-batu arca disini sebagai jimat yang menjadikan Candi ini tidak utuh lagi. Setelah foto-foto dan menunggu rombongan yang lain, kita pulang ke Bandung jam 4 sore dan tiba di Bandung jam 2 pagi hari senin, dimulai kegiatan kuliah dan kerja lagi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1611356771716981006-2411287939757226082?l=jurnalisjh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalisjh.blogspot.com/feeds/2411287939757226082/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1611356771716981006&amp;postID=2411287939757226082' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1611356771716981006/posts/default/2411287939757226082'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1611356771716981006/posts/default/2411287939757226082'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalisjh.blogspot.com/2009/06/ekspedisi-yogyakarta-dari-kontes-robot.html' title='Ekspedisi Yogyakarta, dari Kontes Robot hingga Borobudur'/><author><name>Jurnalis JH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09859824603444744312</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SSTWJgz8gEI/AAAAAAAAAAk/RSbC5cL1K4o/S220/di+bawah+saksi+Proklamasi.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/Sjo9Hgq9aSI/AAAAAAAAAWs/F70LJV0pfvU/s72-c/DSC06914.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1611356771716981006.post-2976818501835159284</id><published>2009-05-26T00:36:00.000-07:00</published><updated>2009-05-26T01:43:31.065-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='travelling'/><title type='text'>Keliling Jawa di Bulan Puasa 2006</title><content type='html'>ingin mengingat masa lalu, saat bulan puasa 2006, kampus libur tapi masuk kuliah langsung ujian..jadi idul fitri direncanakan di Bandung. tapi alis gak mau membuang waktu libur gitu aja..solusinya?&lt;br /&gt;KELILING JAWA.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;misi ini udah direncanain jauh hari dengan teman2 gila alis Hafidl Arsyi dan Adi Saputra...sesama anak SMU 1 yang 'terdampar' di Bandung..tapi apa daya, cuma gw aja yang bisa melanjutkan misi ini..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diary ini iseng gw buka2 lagi, ingin mengingat petualangannya lagi, gak ada salahnya diupload di blog, hwhwhw, mana tau ada yang nekat mau ngikutin..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Java Tour&lt;br /&gt;=========&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berangkat dari bandung tanggal 12 oktober 2006 dan sampai di bandung lagi tanggal 17 oktober 2006 dan menghabiskan dana lebih kurang Rp 670.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kamis, 12 oktober 2006&lt;br /&gt;----------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paginya gw kuliah dulu, trus ambil uang di ATM untuk perjalanan, trus beres-beres kamar,jam 13.00 diantar teman (rizky) ke terminal kramat djati(13.15) untuk tunggu bus ke Malang. Bus berangkat jam 14.15 siang, singgah 1 jam di terminal Cicaheum, untuk nungguin penumpang lain yang juga ingin ke Jawa. Emm, bandung masih keliatan macet pada saat itu samapai sekarang juga. Trus melewati jatinangor (kampus UNPAD) jam 16.00, Sumedang (17.00), trus ke kota Kadipaten(17.50), berlanjut ke Cirebon jam 18.00 (disini gw buka puasa dalam mobil dengan kue yang disediain oleh pihak Bus, trus baru berhenti makan malam di kota Tanjung (udah masuk Jawa tengah nih) jam 19.00, sekalian habis makan, gw shalat magrib sekaligus isya di mesjid terminal, malam ini pertama kalinya gw ketinggalan tarawih.(hiks..belagu).jam 20.00 bus berangkat lagi dan sempat isi solar di POM Bensin , masih di kota tanjung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;perjalanan berlanjut sampai ke kota Brebes(20.40), Tegal(21.00), Pemalang(21.30), Pekalongan(22.20), Batang, Kendal(23.30), dan jam 12 malamnya kami berhenti di Semarang untuk istirahat dan ambil penumpang lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/ShudgKnc1LI/AAAAAAAAAM0/0wZ0YlW-IMU/s1600-h/Asap+lumpur.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:left;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/ShudgKnc1LI/AAAAAAAAAM0/0wZ0YlW-IMU/s320/Asap+lumpur.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5340034959109051570" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/Shudf-__sFI/AAAAAAAAAMs/UzbiYuKUaP8/s1600-h/kota+bunga.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:right;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/Shudf-__sFI/AAAAAAAAAMs/UzbiYuKUaP8/s320/kota+bunga.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5340034955990773842" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/ShudfjQynRI/AAAAAAAAAMk/0BwzqLonVfs/s1600-h/P1030345.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:left;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/ShudfjQynRI/AAAAAAAAAMk/0BwzqLonVfs/s320/P1030345.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5340034948545027346" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/Shudfe2JjpI/AAAAAAAAAMc/JO-6UxIiEX4/s1600-h/gunung+arjuna.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:right;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/Shudfe2JjpI/AAAAAAAAAMc/JO-6UxIiEX4/s320/gunung+arjuna.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5340034947359542930" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jumat, 13 oktober 2006&lt;br /&gt;----------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;awal hari ini gw nikmati di kota Demak (jam 00.30), Kudus(01.00), melewati Pati(01.30), Membano(02.00) dan berhenti di kota Kragan untuk sahur (jam 03.00), ternyata busnya gak tunggu subuh lagi, jadi gw shalat di bus dengan tayamum aja di dinding bus, trus shalat dengan duduk..aduh nikmat banget perjalanannya. jam 04.00 gw memasuki jawa Timur, dengan kabupaten Tuban awalnya, bus gw terjebak macet, karena ada penyempitan jalan di sebelum masuk kota Tubannya, jadi sekitar 1 jam, busnya gak jalan-jalan, tunggu giliran masuk ke ruas jalan yang dipersempit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;paginya (05.30) gw udah tiba di pelabuhan Tuban, banyak banget kapal-kapal tradisionil yang berlabuh kesitu, jam 07.10 sampai di kota Babat, trus ke Lamongan(07.40), Gresik (lihat pabrik Semen Gresik) jam 08.10, dan mampir di kota Surabaya(08.30) untuk masuk Tol Surabaya-Gempol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di Tol tersebut, gw melewati kota Sidoarjo(09.00) dengan lumpur panasnya dan truk2 yang hilir mudik membangun tanggul serta para pekerja Lapindo yang super sibuk. jam 09.10 tiba di Pasuruan, trus jam 09.30 kelihatan gunung Arjuna yang tinggi banget dan jam 10.00 sampai di kota Malang..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;langsung gw sms teman untuk jemput dan sampai di rumah, istirahat bentar, jam 11.30 shalat jumat di mesjid dekat rumah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pulang dari mesjid, teman gw harus ke kampus, karena ada presentasi, jadi gw dikasi motor untuk keliling kota Malang, awalnya gw takut juga jalan2 sendiri, tapi ternyata kota Malang itu kecil dan mudah hafalnya, jadi satu hari gw udah habiskan kota Malang tanpa tersesat, ngunjungi museum Jend Sudirman, jalan Ijen, pusat kota, alun-alun, mesjid raya, kampus Unibraw, kampus Universitas Muhamadiyah Malang, Universitas Negeri Malang, dan kampus-kampus lainnya yang cuma lihat-lihat doang..sorenya gw jemput teman gw untuk pulang, malamnya habis tarawih, gw langsung istirahat setelah makan malam di kota, makan Koroke, makanan khas Malang (katanya sih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/ShufmiFYAHI/AAAAAAAAANc/sKN3LRLQ41Y/s1600-h/meja+jend+sudirman.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/ShufmiFYAHI/AAAAAAAAANc/sKN3LRLQ41Y/s200/meja+jend+sudirman.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5340037267511050354" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/ShufmXWaQ3I/AAAAAAAAANU/KJG3HfT6X_g/s1600-h/Pict(136).jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/ShufmXWaQ3I/AAAAAAAAANU/KJG3HfT6X_g/s200/Pict(136).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5340037264629711730" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/ShufmH4wynI/AAAAAAAAANM/THRXJWamvXo/s1600-h/Pict(132).jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/ShufmH4wynI/AAAAAAAAANM/THRXJWamvXo/s200/Pict(132).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5340037260478827122" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/Shufl14l9UI/AAAAAAAAANE/8YM1oeZNzqQ/s1600-h/patung+pahlawan.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/Shufl14l9UI/AAAAAAAAANE/8YM1oeZNzqQ/s200/patung+pahlawan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5340037255646278978" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/Shufl-vaTjI/AAAAAAAAAM8/P8rssOQW8fY/s1600-h/museum.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/Shufl-vaTjI/AAAAAAAAAM8/P8rssOQW8fY/s200/museum.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5340037258023685682" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sabtu, 14 oktober 2006&lt;br /&gt;-----------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hari ini teman gw masih sibuk dengan tugasnya, jadi dia harus ke kampus lagi, tapi gw dikasi tau jalan-jalan yang gw harus kemana hari ini, jadi gw pinjam motor dia lagi untuk jalan-jalan ke kota Batu (tempat matinya Dr Azhari, hhe). gw pergi dari rumah jam 09.00, langsung ke Klub Bunga (11.00), tempat bermacam-macam jenis bunga ada disitu, karena memang kota Batu ini sejuk dan banyak perkebunan, ada apel, starobery dll. dan disini gw bisa petik strawberi sesuka hati, tapi karena harus makan disitu, gw cuma dikasi bawa pulang (puasa ding!!) beberapa strawberi aja ditambah sayur paprika dan jus strawberi asli Batu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pulang dari Agrowisata tersebut gw ke pemandian air panas belerang di songgoriti(12.30), trus ke Coban Rondo(13.30), tempat air terjunnya para janda kembang(gubrak). jam 15.00 gw pulang ke rumah, istirahat, dan malamnya diajak teman gw untuk lihat kota Malang di waktu malam, karena malam minggu biasanya ramai sekaligus makan malam dan beli untuk bekal sahur di waroeng steak (Alaaah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/ShujTJUcGyI/AAAAAAAAANk/TlWOgohcjL0/s1600-h/Pict(145).jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/ShujTJUcGyI/AAAAAAAAANk/TlWOgohcjL0/s200/Pict(145).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5340041332492344098" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/ShujT92vAQI/AAAAAAAAAOE/79qP3DWWKow/s1600-h/Pict(172).jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/ShujT92vAQI/AAAAAAAAAOE/79qP3DWWKow/s200/Pict(172).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5340041346594832642" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/ShujT4WdJCI/AAAAAAAAAN8/h9nPDB_0JHM/s1600-h/Pict(148).jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/ShujT4WdJCI/AAAAAAAAAN8/h9nPDB_0JHM/s200/Pict(148).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5340041345117266978" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/ShujThKhGbI/AAAAAAAAAN0/FbqOyuIC8RI/s1600-h/Pict(157).jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/ShujThKhGbI/AAAAAAAAAN0/FbqOyuIC8RI/s200/Pict(157).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5340041338893179314" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/ShujTenXhCI/AAAAAAAAANs/iASmWXzUJbo/s1600-h/Pict(154).jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/ShujTenXhCI/AAAAAAAAANs/iASmWXzUJbo/s200/Pict(154).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5340041338208879650" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/ShulYDv4CBI/AAAAAAAAAOU/xDbKOCY2LLA/s1600-h/Pict(182).jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/ShulYDv4CBI/AAAAAAAAAOU/xDbKOCY2LLA/s200/Pict(182).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5340043615919409170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/ShulXiHoeAI/AAAAAAAAAOM/8rrzykh7tCg/s1600-h/Pict(177).jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/ShulXiHoeAI/AAAAAAAAAOM/8rrzykh7tCg/s200/Pict(177).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5340043606892247042" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;minggu, 15 oktober 2006&lt;br /&gt;------------------------ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nah, hari ini yang paling asik, jam 05.00 habis subuh, gw diantar teman ke terminal malang (06.00) untuk ke kota Probolinggo(08.00) untuk selanjutnya ke gunung Bromo(01.00), disini gw lihat Ciptaan Tuhan yang Maha Dahsyat, ada bentangan padang pasir(10.00) diantara gunung-gunung yang tinggi, dan gw sempat naik ke gunung bromonya(10.40) untuk melihat kawah bekas letusan gunung tahun 1991. dengan mengendarai kuda yang dipapah orang sekitar, gw juga bercengkrama dengan suku Tengger yang mayoritas Hindu Jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di bawah gunung bromonya (Padang pasir), ada sebuah pura yang dibangun warga tengger dengan batu-batu yang merupakan bekas letusan gunung bromo..jam 11.00 gw turun gunung, untuk pulang ke Malang(13.00) karena malam ini gw harus udah di terminal jam 19.00 untuk berangkat ke Kota Yogya, jadi setelah berbuka di rumah teman gw setelah naik angkot pertama kali di Malang(17.00), jam 18.30 gw diantar ke terminal lagi. jam 20.00 bus melaju ke kota Yogya, kota Pelajar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selama perjalanan, gw melewati jalur selatan jawa, melewati kota Mojokerto(21.00), Jombang(21.30), Kediri(22.30), Nganjuk(23.00), Ngawi(24.00).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/ShulY1Uxp6I/AAAAAAAAAOs/JTGD-V1CHj4/s1600-h/Pict(199).jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/ShulY1Uxp6I/AAAAAAAAAOs/JTGD-V1CHj4/s200/Pict(199).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5340043629227517858" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/ShulYrNoEJI/AAAAAAAAAOk/4m1D3puJ8xg/s1600-h/Pict(195).jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/ShulYrNoEJI/AAAAAAAAAOk/4m1D3puJ8xg/s200/Pict(195).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5340043626513174674" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/ShulYV1EaOI/AAAAAAAAAOc/qUBxV42Ysko/s1600-h/Pict(190).jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/ShulYV1EaOI/AAAAAAAAAOc/qUBxV42Ysko/s200/Pict(190).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5340043620773030114" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/ShuoCMZcfCI/AAAAAAAAAPU/PogYRhFqP6s/s1600-h/Pict(215).jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/ShuoCMZcfCI/AAAAAAAAAPU/PogYRhFqP6s/s200/Pict(215).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5340046538819009570" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/ShuoB_qCNuI/AAAAAAAAAPM/CkwXXXM--VQ/s1600-h/Pict(218).jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/ShuoB_qCNuI/AAAAAAAAAPM/CkwXXXM--VQ/s200/Pict(218).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5340046535398930146" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/ShuoBhbbv7I/AAAAAAAAAPE/KtiMIcxXGYg/s1600-h/Pict(213).jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/ShuoBhbbv7I/AAAAAAAAAPE/KtiMIcxXGYg/s200/Pict(213).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5340046527284625330" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/ShuoBRIFe2I/AAAAAAAAAO8/g1AEXxJ3dr8/s1600-h/Pict(210).jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/ShuoBRIFe2I/AAAAAAAAAO8/g1AEXxJ3dr8/s200/Pict(210).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5340046522908506978" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/ShuoBQL_3PI/AAAAAAAAAO0/aGWOQsL0_fk/s1600-h/Pict(207).jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/ShuoBQL_3PI/AAAAAAAAAO0/aGWOQsL0_fk/s200/Pict(207).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5340046522656480498" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;senin, 16 oktober 2006&lt;br /&gt;----------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di Ngawi, jam 00.30, gw sahur di rumah makan, karena bus gak berhenti lagi waktu sahur nanti, setelah sahur, gw berangkat lagi mengunjungi kota Sragen(01.00), Solo(01.30), Klaten (kelihatan candi Prambanan) jam 02.00, dan jam 03.00 sampai di kota YOgyakarta, sampai situ setelah shalat subuh, gw istirahat dan baca terjemahan Al Quran(weleh-weleh), trus ganti baju di mesjidnya, karena teman gw baru bisa jemput jam 05.00. tapi doi baru jemput jam 07.00 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setelah teman gw datang, kami taruh tas dulu (08.00), untuk selanjutnya keliling kota Yogya, gw sempat ke Istana Kraton Yogya(09.00), kampus UGM(11.00), trus ke tempat pemandian Sultan(11.30) dan selirnya, ke benteng Belanda(11.30), monumen perjuangan 1 maret(11.30) dan ke alun-alun Yogya(11.30). sebenarnya gw pengen ke bungker, tempat persembunyian penduduk kalo gunung merapi meletus, tapi teman gw gak sempat, padahal kalo kesana bisa jumpa mbah Marijan (roso-roso), lihat gunung merapi. trus ke pantai Yogya tempat bekas terjadinya Gempa Yogya beberapa bulan yang lalu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jam 13.30 gw langsung diantar ke terminal untuk menuju ke Cilacap, selama perjalanan, gw melewati kota Wates(14.00), Purwerejo(14.30), Kebumen(15.00), kabupaten Banyumas(16.00) dan jam 17.00 tiba di Cilacap, dijemput teman (Doddy PYH). kota Cilacap ini adalah tempat pengolah minyak Pertamina. malamnya gw diajak keliling kota Cilacap, lihat puluhan kilang-kilang minyak Pertamina, makan mie ayam khas Cilacap, dan ke pantainya untuk melihat penjara paling menakutkan di Indonesia: Nusakambangan.. trus jam 22.00 pulang ke rumah, ngomong2 dengan ortu teman gw dan akhirnya istirahat &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/Shuo_sRA6WI/AAAAAAAAAP0/W7W5eSj7sa0/s1600-h/Pict(235).jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/Shuo_sRA6WI/AAAAAAAAAP0/W7W5eSj7sa0/s200/Pict(235).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5340047595345602914" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/Shuo_XF-D0I/AAAAAAAAAPs/_LFMIMqChq0/s1600-h/Pict(234).jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/Shuo_XF-D0I/AAAAAAAAAPs/_LFMIMqChq0/s200/Pict(234).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5340047589662134082" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/Shuo_P2bctI/AAAAAAAAAPk/Fk-IX7FrnK4/s1600-h/Pict(229).jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/Shuo_P2bctI/AAAAAAAAAPk/Fk-IX7FrnK4/s200/Pict(229).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5340047587717903058" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/Shuo-8bCATI/AAAAAAAAAPc/NNbD_8_gqhQ/s1600-h/Pict(228).jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/Shuo-8bCATI/AAAAAAAAAPc/NNbD_8_gqhQ/s200/Pict(228).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5340047582502715698" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selasa, 17 oktober 2006&lt;br /&gt;------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sahur di rumah teman gw, dengan keluarganya, trus jam 05.00 diantar ke terminal, jam 06.30 bus baru jalan, melewati kota Wangon(07.15), Majenang(08.30), trus masuk ke Jawa Barat ke kota Ciamis(09.30), Tasikmalaya(10.00), kabupaten Garut, dan akhirnya jam 14.00 sampai di kota Bandung, untuk selanjutnya naik angkot dan sampai ke Rumah(14.30) dengan selamat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1611356771716981006-2976818501835159284?l=jurnalisjh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalisjh.blogspot.com/feeds/2976818501835159284/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1611356771716981006&amp;postID=2976818501835159284' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1611356771716981006/posts/default/2976818501835159284'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1611356771716981006/posts/default/2976818501835159284'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalisjh.blogspot.com/2009/05/keliling-jawa-di-bulan-puasa-2006.html' title='Keliling Jawa di Bulan Puasa 2006'/><author><name>Jurnalis JH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09859824603444744312</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SSTWJgz8gEI/AAAAAAAAAAk/RSbC5cL1K4o/S220/di+bawah+saksi+Proklamasi.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/ShudgKnc1LI/AAAAAAAAAM0/0wZ0YlW-IMU/s72-c/Asap+lumpur.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1611356771716981006.post-3034868048008576932</id><published>2009-05-19T00:16:00.001-07:00</published><updated>2009-05-19T00:20:31.123-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='agama'/><title type='text'>Mengenal Islam lewat injil dan mengenal kristen lewat Al Quran</title><content type='html'>seru, alis liat dialog antara Pendeta dan Ulama yang berbicara tentang kelahiran Nabi Muhammad yang di injil ternyata telah diramalkan. namun sengaja disamarkan oleh beberapa pihak yang tentunya ahli kitab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi bukan itu yang ingin kita pelajari. kita mencoba yang sederhana aja, selain ilmu agama alis belum seberapa. metode ini sebenarnya gak baik dijadikan pedoman utama, artinya gak baik menjadikan kitab lain sebagai acuan agama kita. tapi untuk sebagai bahan study dan membuka pikiran, gak ada salahnya alis pelajari, ternyata banyak hal bisa kita telusuri. salah satunya adalah alis mempelajari tentang Islam yang ternyata telah diramalkan akan datang pada injil (lama dan baru) dan sejarah kristen pada Alquran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kita mulai yang sederhana aja deh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya kalo dipandang logika (logika dulu nih), Islam dan kristen itu tetap memuja Allah (dengan berbagai macam namaNya), karena memang 2 agama ini berasal dari Allah, lewat 2 Manusia yang dalam Islam dikenal dengan Isa as. dan Muhammad SAW. sementara dalam kristen agak sedikit berbeda, mereka menganggap Isa as, yang dalam bahasa ibrani adalah Yesus adalah anak Tuhan, yang menjelma sebagai sebuah firman dan terkadang dianggap juga sebagai Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah."(Yohanes 1:1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaannya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. (Yohanes 1:14)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;memang gak pentes banget kita menilai agama dengan logika, karena agama bukanlah rasional. akal kita gak akan sampai untuk memikirkan agama dengan segala kemuliannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebenarnya, dalam Alquran dan Injil (lama dan baru), tidak ada sama sekali disebutkan kata-kata 'kristen', atau dalam bahasa inggris 'Christian', ada sih, tapi alis sedikit terkejut juga sih ternyata yang menamakan kristen itu adalah Barnabas dan Paulus yang hidup jauh tahun setelah Yesus membawa agama Nasrani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Setelah Barnabas datang dan melihat kasih karunia Allah, bersukacitalah ia. Ia menasihati mereka, supaya mereka semua tetap setia kepada Tuhan karena Barnabas adalah orang baik, penuh dengan Roh Kudus dan iman. Sejumlah orang dibawa kepada Tuhan. Lalu pergilah Barnabas ke Tarsus untuk mencari Sauius; dan setelah bertemu dengan dia, ia membawanya ke Antiokhia. Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhia-lah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen."&lt;br /&gt;(Kis 11:23-26)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ada lagi 6 kalimat dalam Surat Kisah itu disebutkan tentang Kristen, ada pada&lt;br /&gt;Kisah 11:26, Kisah 26:28, Rm 16:7, 1 Kor 9:5, 2 Kor 12:2 dan 1 Ptr 4:16&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;beda dengan Islam, yang dengan tegas di Firmankan Allah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS Al Maidah: 3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi sebenarnya Yesus sendiri gak pernah mendeklarasikan keyakinannya yang didapat dari Tuhan itu bernama kristen. malah yang lebih mantap lagi, ternyata yesus menyerukan kepada umatnya serta setan untuk menyembah Allah, salah satunya terdapat pada:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan Iblis membawanya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memper*lihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya, dan berkata kepada*Nya: "Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku. " Maka berkatalah Yesus kepadanya: "Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!" (Matius 4:8-10)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ok itulah cerita singkatnya, kita sekarang membahas adanya ramalan akan datangnya Islam di Dunia ini yang terdapat pada injil..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jikalau kamu mengasihi aku, turutlah segala hukumku. Dan aku akan mintakan kepada Bapa, maka Ia akan mengaruniakan kepada kamu Penolong yang lain, supaya ia menyertai kamu selama-lamanya."(YOHANES 14:15 - 16 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dengarlah, hai orang Israel: Tuhan itu Allah kita, Tuhan itu esa!"(Ulangan 6:4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku akan menggoncangkan segala bangsa, dan Himda untuk semua bangsa ini akan datang, maka Aku akan memenuhi Rumah ini dengan kemegahan, firman Tuhan semesta alam. Kepunyaan-Kulah perak dan kepunyaan-Kulah emas, demikianlah firman Tuhan semesta alam. Adapun Rumah ini, kemegahannya yang kemudian akan melebihi kemegahannya yang semula, firman Tuhan semesta alam, dan di tempat ini Aku akan memberi Syalom, demikianlah firman Tuhan semesta alam." (Haggai 2:7-9)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Himda. Ungkapan dalam bahasa ibraninya berbunyi “……ûb a’û hem?dat kal-hagowyim….” Yang secara harfiah berubah ke dalam bahasa inggris menjadi “ and will come the Himda of all nations” (dan akan datang Himda untuk semua bangsa). Akhiran hi dalam bahasa Ibrani, sebagaimana dalam bahasa Arab, diubah menjadi th, atau t apabila dalam kasus genitif. Kata “himda” berasal dari kata Ibrani –atau malah Arami- yang tidak dipakai lagi, yaitu hmd (konsonan-konsonan yang diucapkan hamad). Dalam bahasa Ibrani, hamad umumnya digunakan dalam arti keinginan, kerinduan, selera, dan hasrat yang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perintah kesembilan dari Decalogue (Sepuluh perintah) adalah : “Lo tahmod ish reikha” (janganlah engkau merindukan istri tetanggamu) dalam bahasa Arab kata kerja hamida, dari konsonan yang sama hmd, artinya terpuji, dan seterusnya. Apa yang lebih terpuji dan terkenal dan paling diharapkan, dirindukan dan diinginkan? Yang mana, dari 2 makna itu, kenyataan bahwa Ahmad dalam bentuk bahasa Arab dan Himda tetap tak terbantahkan dan meyakinkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;{sumber : 'Menguak Misteri Muhammad' by Prof. David Benjamin Keldani}&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hal ini sesuai dengan AlQuran:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan (ingatlah) ketika Isa ibnu Maryam berkata: "Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)." Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: "Ini adalah sihir yang nyata." (QS. Ash Shaff :6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sementara kata Syalom, Adapun mengenai etimologi dan pengertian dari kata Syalom, Syalam¸ dan kata arab Salam, Islam, saya tidak perlu menghambat pembaca dengan membawa-bawa kedalam uraian-uraian lingustik. Setiap sarjana bahasa Semit mengetahui bahwa Syalom dan Islam berasal dari satu kata yang sama dan bahwa keduanya berarti "kedamaian, ketundukan, dan penyerahan diri".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;{sumber : 'Menguak Misteri Muhammad' by Prof. David Benjamin Keldani}&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dalam kitab Barnabas, sangat banyak kemunculan dan pengakuan Yesus kepada Muridnya tentang seseorang yang akan datang ke dunia, sebagai rahmat sekalian alam, ini ada beberapa yang udah alis temuin..bisa jadi lebih banyak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;72:10. "Adapun tentang ketentuan tugasku, sesungguhnya aku datang untuk menyediakan jalan bagi utusan Allah yang akan datang dengan membawa tugas kelepasan alam ini.&lt;br /&gt;72.13. Jawab Yesus, "Sesungguhnya, ia tidak akan datang pada masa kamu ini, tetapi ia akan datang kelak berbilang tahun di belakang kamu, yaitu pada waktu injilku ini dirusakkan dan hampir tidak terdapat lagi tiga puluh orang yang beriman.&lt;br /&gt;96:5. Yesus menjawab, "Sebenarnya, Allah telah menjanjikan demikian itu tetapi aku ini bukan mesias yang ditunggu2 itu, karena sesungguhnya dia itu telah dijadikan sebelum aku dan akan datang kemudian aku nanti."&lt;br /&gt;96:8. Yesus menjawab, "Demi Allah yang diriku ada di tangan hadirat-Nya, sesungguhnya aku ini bukan mesias yang ditunggu2 oleh segenap suku di muka bumi ini sebagaimana Allah telah menjadikan kepada bapak kita Ibrahim, katanya, 'Dengan turunan engkau, aku akan memberi berkah atas segenap suku di bumi ini.'&lt;br /&gt;96:12. Dia akan datang dari sebelah selatan dengan membawa kekuatan, dan dia akan menghapuskan patung2 dan penyembahan2 patung2 berhala itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;itu adalah sedikit gambaran yang udah alis cari-cari di sumber kristen dan tentunya sumber2 Islam. trus kalo ada sumber2 seperti itu, kenapa pendeta2 dan ahli kitab kristen masih membangkang juga? nah, sekarang kita masuk ke sumber AlQuran, sekalian kita membahas tentang kristen didalamnya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri Al Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebahagian diantara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui." (QS Al Baqarah 146)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AlQuran dengan sangat bijaksana menceritakan kaum2 sebelum Islam seperti:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabi'in, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal salih, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula bersedih hati (QS al Baqarah: 62).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apa maksudnya itu? artinya, sesungguhnya Yahudi, Nasrani dan Shabi'in (Pengikut nabi terdahulu), disamakan Allah bila dalam penerapan agamanya tetap menyembah Allah, tanpa adanya Tuhan lain tentunya, seperti konsep Trinitas dan apalah dalam Yahudi itu. karena kesombongannya, Yahudi yang diberikan Allah kepinteran dan kejeniusan, mereka dimurka oleh Allah melalui FirmanNya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang beriman adalah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang beriman adalah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya kami ini orang Nasrani." Yang demikian itu disebabkan karena diantara mereka (orang-orang Nasrani itu) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, juga karena sesungguhnya mereka tidak menyombongkan diri." (QS AL Maiddah: 82)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sesunguhnya Nasrani dan yahudi itu benar2 laknat karena mereka mendustakan Ajaran Allah, seperti Firman Allah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan orang-orang Yahudi berkata: "Orang-orang Nasrani itu tidak mempunyai suatu pegangan", dan orang-orang Nasrani berkata: "Orang-orang Yahudi tidak mempunyai sesuatu pegangan," padahal mereka sama-sama membaca Al-Kitab. Demikian pula orang-orang yang tidak mengetahui mengatakan seperti ucapan mereka itu. Maka Allah akan mengadili diantara mereka pada hari kiamat, tentang apa-apa yang mereka perselisihkan itu (QS Al Baqarah: 113).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan sesungguhnya kisah nabi Isa as yang oleh orang kristen dikaitkan dengan Yesus sebenarnya juga diceritakan dalam AlQuran, yang lebih kurang sama dengan penceritaan Yesus pada Injil.&lt;br /&gt;terdapat dalam QS Maryam 16-34&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan ceritakanlah tentang kisah Maria (Maryam) di dalam Al-Qur'an, yaitu ketika ia menjauhkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur. Maka ia mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami (Jibril) kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna. Maryam berkata: "Sesungguhnya aku berlindung daripadamu kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, jika kamu seorang yang taqwa." Ia (Jibril) berkata: "Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu untuk memberimu seorang anak laki-laki yang Suci." Maryam berkata: "Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah ada seorang manusia pun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang pezina." Jibril berkata: "Demikianlah Tuhanmu berfirman: "Hal itu adalah mudah bagiKu; dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan." Maka Maryam mengandungnya, lalu ia menyisihkan diri. Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma, ia berkata: "Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini dan aku menjadi sesuatu yang tidak berarti, lagi dilupakan." Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah: "Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang sudah masak kepadamu. Maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah: "Sesungguhnya aku telah bernadzar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara kepada seorang manusia pun pada hari ini." Maka Maryam membawa anak itu kepada kaumnya dengan menggendongnya. Kaumnya berkata: "Hai Maryam, sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang amat mungkar. Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina," maka Maryam menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata: "Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih dalam ayunan." Berkata Isa: "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al-Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi, dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) salat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup; dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. Dan sejahtera semoga dilimpahan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dunia dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali." Itulah Isa putra Maryam yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya" (QS Maryam: 16-34).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ini sebagian bukti, letak perbedaan Islam dan kristen terdapat pada persepsi dimana Islam mengakui Isa as (yang oleh kristen dianggap Yesus) sebagai nabi sebelum Nabi Muhammad, dan sebagai Rasul pembawa Tauhid (mengesakan Allah). sementara kristen tidak mengakui Muhammad sebagai Rasul dan pembawa amanah, padahal di injil terdapat cerita tentang itu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bisa jadi banyak yang gak tau tentang ini, bukan hanya muslim, tapi kristiani juga banyak yang gak tau, karena mereka punya kitab yang aduhai banyak kali. yang ada alis liat2 dikit dan kupas2 dikit ada 4, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Markus yang dikompilasi pada 65-85 M&lt;br /&gt;2.Matius yang dikompilasi pada 80-90 M&lt;br /&gt;3.Lukas yang dikompilasi pada 80-110 M&lt;br /&gt;4.Yohanes yang dikompilasi pada 85-115 M&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sementara itu, penafsirannya juga banyak banget untuk sebuah kitab Suci:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1)KING JAMES VERSION (1611).&lt;br /&gt;(2)REVISED STANDARD VERSION (1952). Dikeluarkan oleh kaum Protestan A.S. dengan perubahan-pelubahan atas dasar naskah-naskah yang lebih authentic. Terus-menerus direvisi, dengan APOCRYPHA untuk Katolik dan Orthodox Timur.&lt;br /&gt;(3)THE YERUSALEM BIBLE (1966). Saduran Katolik, di mana Tuhan disebut "Yahweh." Bersejarah, karena lain dari naskah Latin oleh Jerome, dan adanya catatan-catatan kritik modern.&lt;br /&gt;(4)NEW ENGLISH BIBLE (1970). Walaupun saduran gerejani dibawah perlindungan Anglican-Protestan, tapi mudah dibaca, bersumber dan naskah-naskah kuna tanpa tergantung pada terjemahan-terjemahan yang lebih dahulu. Apocrypha ada.&lt;br /&gt;(5)NEW AMERICAN BIBLE (1970). Terbitan Katolik A.S. mutakhir, terjemahan dari bahasa-bahasa yang semula. Ini dan Yerusalem Bible mendesak bible dan DOUAY-RHEIMS, Bible Katolik yang lebih rendah mutunya dari KING JAMES.&lt;br /&gt;(6)NEW AMERICAN STANDARD BIBLE (1971). Revisi yang disusun agak kaku dari saduran yang lebih dahulu dan diabaikan. Kesukaan kaum Fundamentalist. Dituduh agak memalsukan text agar Bible dipandang lebih tepat.&lt;br /&gt;(7)THE LIVING BIBLE (1966). Dinista oleh kaum Purist karena kebebasannya dengan naskah. Paraphrase ini oleh seorang Injili KENNETH TAYLOR mempopulerkan Alkitab yang diperjual-belikan di supermarket dan kios.&lt;br /&gt;(8)THE HOLY SCRIPTURES (1917). Wasiat Lama untuk umat Yahudi. Berdasar atas bible-bible yang lebih tua dalam bahasa Inggris. Para Sarjana akan tamatkan sebuah saduran modern yang lebih baik pada tahun 1980-an.&lt;br /&gt;(9)NEW TESTAMENT IN MODERN ENGLISH (1958). Paraphrase dan seorang pendeta Inggris J.B. PHILLIPS, yang membuat injil-injil dan surat-surat mudah difahami.&lt;br /&gt;(10) TODAY'S ENGLISH VERSION (1966). Sebuah terjemahan dan Perjanjian Baru dalam bahasa yang ringkas. Dari American Bible Society.&lt;br /&gt;(11) NEW INTERNATIONAL VERSION (1973). Terbitan terakhir dari Perjanjian Baru oleh suatu panel internasional dari 108 sarjana yang berniat menerbitkan Bible yang lengkap pada tahun 1978.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sesungguhanya Umat kristen tidak bersatu dalam penafsiran Alkitab yang menurut Kristen adalah Firman TUhan, berbeda dengan Islam yang satu hati dalam menafsirkan AlQuran, namun memang terdapat perbedaan dalam penafsiran Hadist2 Nabi Muhammad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ini dulu...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1611356771716981006-3034868048008576932?l=jurnalisjh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalisjh.blogspot.com/feeds/3034868048008576932/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1611356771716981006&amp;postID=3034868048008576932' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1611356771716981006/posts/default/3034868048008576932'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1611356771716981006/posts/default/3034868048008576932'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalisjh.blogspot.com/2009/05/mengenal-islam-lewat-injil-dan-mengenal.html' title='Mengenal Islam lewat injil dan mengenal kristen lewat Al Quran'/><author><name>Jurnalis JH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09859824603444744312</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SSTWJgz8gEI/AAAAAAAAAAk/RSbC5cL1K4o/S220/di+bawah+saksi+Proklamasi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1611356771716981006.post-4614073777584535392</id><published>2009-05-10T05:17:00.001-07:00</published><updated>2010-12-08T18:09:17.023-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejarah'/><title type='text'>Menyusuri sejarah kota Banda Aceh</title><content type='html'>Pulang kampung kali ini, gak ada direncanain dan gak pula diprediksi, tapi diambil hikmahnya aja, dari pada suntuk di rumah terus selama 1 minggu, timbul ide untuk keliling kota Banda Aceh. Setelah membaca 2 jilid buku Aceh Sepanjang Abadnya HM Said, terbesit juga keinginan untuk mengunjungi situs-situs menarik yang berkenaan dengan sejarah kota Banda Aceh, yang dulu lebih dikenal sebagai ibukota Kerajaan Aceh. Kalo orang Belanda sih lebih senang menyebutnya dengan Kutaraja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SgeAu3xRZxI/AAAAAAAAAB4/OfDozHp1wXc/s1600-h/1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SgeAu3xRZxI/AAAAAAAAAB4/OfDozHp1wXc/s200/1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5334373826376591122" /&gt;&lt;/a&gt;Perjalanan dimulai dari rumah, di desa Lamara dekat Keutapang, sepeda motor Supra 125 cc siap menemani petualangan hari ini. Tujuan pertama adalah rumah Cut Nyak Dhien, di desa Lampisang,sekitar 4 km dari rumah, mungkin ada sekitar 8-10 km dari pusat kota Banda Aceh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SgeB1KvG_VI/AAAAAAAAACA/2ioed1uhi9o/s1600-h/3.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SgeB1KvG_VI/AAAAAAAAACA/2ioed1uhi9o/s200/3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5334375034058636626" /&gt;&lt;/a&gt;Kalo gak salah sih tempat ini bukan lagi masuk daerah Kotamadya Banda Aceh, tapi masuk ke Kabupaten Aceh Besar. Lokasinya di pinggir jalan Cut Nyak Dhien sebelah kiri, sebelum deretan Kedai-kedai yang menjual Kue tradisional aceh. Rumah ini hanya lokasinya aja yang masih asli, namun bangunan, letak posisi rumah dan interiornya udah direnovasi seiring dengan usaha pelestarian cagar budaya. Di dalamnya terdapat  barang-barang peninggalan Cut Nyak Dhien &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SgeB-XfmtZI/AAAAAAAAACI/1LpP1rKDxh0/s1600-h/4.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 165px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SgeB-XfmtZI/AAAAAAAAACI/1LpP1rKDxh0/s200/4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5334375192102090130" /&gt;&lt;/a&gt;ketika masih bersama Teuku Umar berjuang melawan Belanda, rumah ini sebenarnya adalah pemberian Belanda ketika Teuku Umar menjadi pimpinan pasukan tentara Belanda untuk menumpas pasukan Kerajaan Aceh saat Teuku Umar bersiasat mencuri logistik persenjataan Belanda. Karena jasa-jasanya, Teuku Umar pun diberi gelas Johan Pahlawan. Namun, saat Teuku Umar kembali ke pasukan Aceh, rumah ini menjadi markas besar dan tempat berlangsungnya rapat-rapat penyerangan pasukan Aceh kepada Belanda setelah beberapa kali dibakar oleh Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SgeCUSpzsMI/AAAAAAAAACQ/x5HsG9piKE8/s1600-h/5.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 158px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SgeCUSpzsMI/AAAAAAAAACQ/x5HsG9piKE8/s200/5.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5334375568759828674" /&gt;&lt;/a&gt;Di rumah ini juga terdapat ruangan-ruangan khusus diantaranya ruang tamu Cut Nyak, kamar pribadinya, kamar Cut Nyak Gambang, senjata-senjata yang dipakai, dan ruang rapat. Kita gak akan bicara banyak tentang perjuangan Cut Nyak Dhien disini, karena cukup panjang. Yang perlu diketahui adalah, perjuangan Cut Nyak Dhien menyebar dari Aceh Barat hingga Aceh Pidie, kebiasaan perjuangannya menggunakan keunggulan pasukan di kawasan pesisir. Cut Nyak Dhien adalah keturunan bangsawan dan sampai kini jasadnya telah dimakamkan di kota Sumedang Jawa Barat karena dulunya Belanda membuang beliau kesana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SgeChiET2rI/AAAAAAAAACY/r64LZRf_aeg/s1600-h/6.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:left;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SgeChiET2rI/AAAAAAAAACY/r64LZRf_aeg/s200/6.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5334375796235819698" /&gt;&lt;/a&gt;Tujuan berikutnya adalah jalan setui, ada apa di jalan yang sekarang sudah terkenal dengan kedai kopi Black and White, Canai Mamak, Mie Rajali dan My Bread itu? Ada Gunongan dan Kandang (tempat makam Sultan Iskandar Thani), komplek Gunongan ini terletak di ujung jalan Setui, sebelum ketemu perempatan Taman Sari, tapi masuknya mesti muter dulu, kalo kita berasal dari jalan Setui. Saat masuk ke komplek ini, kita disambut oleh bangunan pengelola cagar budaya Sumatera Bagian Utara. Saran alis sih, masuk aja bangunan ini (lembaga ini dibawah dinas Budaya kalo nggak salah), trus minta informasi-informasi berbentuk buku tentang situs-situs sejarah aceh. Gratis…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SgeCw-q2u2I/AAAAAAAAACg/DFQZDaI4f1c/s1600-h/7.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SgeCw-q2u2I/AAAAAAAAACg/DFQZDaI4f1c/s200/7.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5334376061611719522" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gunongan ini adalah taman yang dibuat oleh Sultan saat memerintah Kerajaan Aceh sebagai hadiah kepada Putri kerajaan Pahang Malaysia (Putro Phang) yang rindu akan tanah kelahirannya, maka Sultan membuat miniatur gunung karena daerah Pahang Malaysia memang berasitektur pegunungan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SgeDSw2IWdI/AAAAAAAAAC4/9LqWPRy76Lo/s1600-h/9a.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 146px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SgeDSw2IWdI/AAAAAAAAAC4/9LqWPRy76Lo/s200/9a.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5334376642016467410" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping gunongan terdapat Kandang (tapi dikunci euy), menurut penuturan orang yang kerja di Lembaga Cagar Budaya itu, didalam kandang itu adalah makam Sultan Iskandar  Thani (anak Sultan Iskandar Muda), gak banyak yang bisa diliat di komplek ini, karena 2 situs ini terkunci, gak semua orang bisa masuk, tapi yang perlu diambil adalah buku-buku tentang sejarah Aceh, hhe….minta aja…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SgeC8jI7PpI/AAAAAAAAACo/KUdtU_Kc-v0/s1600-h/8.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 121px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SgeC8jI7PpI/AAAAAAAAACo/KUdtU_Kc-v0/s200/8.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5334376260380081810" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gak jauh dari komplek ini (kayaknya dulu sih menyatu) ada Taman Putro Phang, yang dulunya disebut taman Ghairah. Taman ini tempat bermainnya putri, dialiri sungai yang indah yang disambung oleh 2 jembatan, taman ini kini menjadi taman kota, tapi gak banyak yang berkunjung kesini, mungkin karena fasilitasnya yang kurang dan tidak menjadi tujuan utama masyarakat Banda Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SgeDJSszEgI/AAAAAAAAACw/amrEeR31GHk/s1600-h/9.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:left;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SgeDJSszEgI/AAAAAAAAACw/amrEeR31GHk/s200/9.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5334376479305437698" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan berlanjut agak ke Utara, ke arah Museum Tsunami (gedung sangat megah yang berdiri sebagai peringatan tsunami, namun sampai sekarang belum dapat dimasuki umum), ada perkuburan Belanda, Kerkoff.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SgeDiU_3mxI/AAAAAAAAADA/JPi4NJDToHw/s1600-h/10.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SgeDiU_3mxI/AAAAAAAAADA/JPi4NJDToHw/s200/10.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5334376909419027218" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SgeDrgNNUgI/AAAAAAAAADI/Zp_td9exD40/s1600-h/11.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:left;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SgeDrgNNUgI/AAAAAAAAADI/Zp_td9exD40/s200/11.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5334377067046588930" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin juga gak banyak yang tau, di daerah Kerkoff inilah dulu terjadi pertempuran besar-besaran antara Tentara Belanda yang dikepalai oleh Mayor Jendral JHR Kohler dan Pasukan Aceh. Pasukan belanda yang ingin menguasai Keraton, setelah menguasai Mesjid Raya, terjebak dengan siasat pasukan Aceh yang mundur untuk menyerang, Jendral pun tertembak, pasukan belanda dapat dipukul mundur, mesjid Raya kembali dapat dikuasai dan pasukan belanda yang tewas dibiarkan tergeletak di kawasan Kerkoff ini. Sampai saat ini komplek perkuburan Belanda ini masih dirawat Pemerintah Daerah Aceh dengan biaya dari Pemerintah Kerajaan Belanda. Ada ribuan makam disini, dimana masing-masing nama pasukannya tertulis di sepanjang pagar (bolak-balik) pintu Khop (pintu masuk kuburan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SgeEBVqPrVI/AAAAAAAAADY/6jJe-aIm83U/s1600-h/12.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 148px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SgeEBVqPrVI/AAAAAAAAADY/6jJe-aIm83U/s200/12.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5334377442172710226" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SgeD4EXsqyI/AAAAAAAAADQ/ed3NJj6X6WM/s1600-h/11a.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SgeD4EXsqyI/AAAAAAAAADQ/ed3NJj6X6WM/s200/11a.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5334377282912693026" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara kuburan para Jendral ditandai dengan nisan yang agak besar dan terletak ditengah-tengah makam lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke, kembali ke arah utara, sebelum mengunjungi mesjid istimewa di Ulhelhee, alis nyempetin dulu mengunjungi PLTA apung yang pada saat tsunami terbawa dari tengah laut ke daratan (perjalanan PLTA seberat ratusan ton ini mungkin sampai 20 km lebih dibawa air). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SgeELRGEe3I/AAAAAAAAADg/fWygLE6cWt4/s1600-h/13.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SgeELRGEe3I/AAAAAAAAADg/fWygLE6cWt4/s200/13.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5334377612745931634" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, PLTA apung ini menjadi objek wisata tsunami, pengunjung diperkenankan masuk dan naik PLTA  gratis (bayar parkir kendaraan aja, hhe), didepannya ada Taman Edukasi (gak jelas, apa guna taman ini). PLTA apung ini terletak di kawasan Punge, gak sampai 1 km masuk dari jalan Iskandar Muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SgeEUXGZX5I/AAAAAAAAADo/GTGuezAX-3k/s1600-h/14.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SgeEUXGZX5I/AAAAAAAAADo/GTGuezAX-3k/s200/14.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5334377768976736146" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SgeEg_lQ1LI/AAAAAAAAADw/UIpSxzB761k/s1600-h/14a.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:left;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SgeEg_lQ1LI/AAAAAAAAADw/UIpSxzB761k/s200/14a.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5334377986002048178" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan berlanjut mengikuti Jalan Iskandar Muda, sambil melewati monumen Pesawat RI-1 Seulawah yang merupakan monumen peringatan bersejarah kalo rakyat Aceh dulu pernah menyumbangkan 2 buah pesawat kepada pemerintahan Republik Indonesia Serikat untuk pertama kalinya. Lalu berlanjut mengikuti Jalan Iskandar Muda, jalan ini belum sepenuhnya selesai dibuat, gak tau deh apa sebabnya. Sebelum sampai ke Uleelhee, kita dihadapkan pada Kuburan Masal Tsunami (sebelah kiri jalan). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SgeE-6dlldI/AAAAAAAAAD4/uLFzP_qNNPk/s1600-h/15.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SgeE-6dlldI/AAAAAAAAAD4/uLFzP_qNNPk/s200/15.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5334378500023752146" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuburan ini adalah salah satu dari empat kuburan masal tsunami yang ada di Banda Aceh. Lalu alis ketemu dengan Mesjid bersejarah Uleelhee. Mesjid ini sudah ada sejak jaman penyerangan Belanda ketika mendarat di Pantai Cermin. Mesjid ini sudah mengalami renovasi, namun tidak menghilangkan arsitektur lamanya sebagai ciri khas Mesjid. Mesjid ini termasuk mesjid yang “tersisa” saat tsunami menghabiskan bangunan-bangunan sekitarnya, mesjid ini tetap berdiri dengan kerusakan di beberapa tempat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SgeFRbJLZII/AAAAAAAAAEA/w3BIUfRHC9E/s1600-h/16.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SgeFRbJLZII/AAAAAAAAAEA/w3BIUfRHC9E/s200/16.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5334378818034164866" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo perjalanan ini diteruskan, kita akan ketemu pelabuhan Uleelhee, namun, perjalanan kali ini  gak mengharuskan alis untuk kesana, kita balik, ke arah Peukan Bada. Jalan dari Mesjid Uleelhee ke arah lhoknga itu akan sampai di desa Peukan Bada, desa Aceh besar yang sudah ada sejak jaman kerajaan Aceh, perjalanan alis lanjutkan ke arah pegunungan di desa yang terkenal dengan kerajinan tangannya.  Perjalanan ini akan menemui jalan buntu, karena memang jalan inilah akhir dari ujung pulau Sumatra bagian banda Aceh. Jalan aspalnya putus, karena memang dibalik gunung itu tidak ada lagi perkampungan yang dapat dikunjungi. Kenapa alis kemari? Karena disinilah dulu pelabuhan kerajaan Aceh, yang menurunkan bahan-bahan perdagangan baik dari luar aceh ke dalam Aceh, maupun perdagangan dalam Aceh ke luar Aceh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SgeHMNyB01I/AAAAAAAAAEY/UoMxO0mgNhU/s1600-h/17.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SgeHMNyB01I/AAAAAAAAAEY/UoMxO0mgNhU/s200/17.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5334380927571317586" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke arah kota Banda Aceh, melewati jalan baru yang dibangun oleh Pemerintah Jepang di Lampaseh, juga melewati beberapa bangunan darurat tsunami dan gempa. Keluar dari belakang bank BNI, perjalanan dilanjutkan ke arah kiri, ke arah jalan Merduati melewati bangunan megah PLN (yang melayani listrik dengan tidak memuaskan di Banda Aceh). Kawasan Merduati termasuk kawasan yang parah terkena tsunami pada tahun 2004, tapi kini masyarakat telah membangun. Sampai di Kedah, perjalanan macet, di daerah pasar Keudah (yang dibelakangnya dulu adalah Penjara Keudah), alis belok ke arah kiri, di Palanggahan,  melewati Kampung Jawa dan sampai kepada Kampung Pande. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SgeIZo0jhxI/AAAAAAAAAEg/fhWM7ji_TNA/s1600-h/18.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SgeIZo0jhxI/AAAAAAAAAEg/fhWM7ji_TNA/s200/18.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5334382257679599378" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesaat sampai di kampung Pande, alis sedih karena yang alis baca-baca dari sejarah kota Banda Aceh, disinilah untuk pertama kalinya Kerajaan Aceh didirikan dan diproklamasikan 804 tahun yang lalu yang menjadikan rujukan kelahiran kota Banda Aceh, jauh sebelum Sultan Iskandar Muda bertahta, jauh sebelulm Belanda merubah nama kota ini menjadi Kutaraja, jauh sebelum tsunami 2004 meluluhlantakkan perekonomian di daerah ini. Tapi apa jadinya tempat ini sekarang? Gak lebih dari Tempat Pembuangan Sampah akhir dari penduduk kota Banda Aceh. Tumpukan sampah yang sudah menggunung menjadikan kampung Pande ini jorok, bau dan jarang dikunjungi, makanya alis yakin, gak banyak warga Aceh, terlebih Warga Banda Aceh tau, bahwa sejarah 804 tahun kota Banda Aceh itu berawal dari sini yaitu tanggal 22 April 1205 M (1 Ramadhan 601 H), yaitu saat Sultan Johan Syah berhasil menaklukkan Kerajaan Hindu/Budha Indra Purba dengan ibukotanya Bandar Lamuri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SgeI97oplJI/AAAAAAAAAEo/ciie7yP2V38/s1600-h/19a.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 89px; height: 118px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SgeI97oplJI/AAAAAAAAAEo/ciie7yP2V38/s200/19a.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5334382881205228690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kampung Pande, alis balik lagi ke Pasar Keudah, menyusuri sungai Krueng Aceh yang menjadi pintu masuk pertama kali penjelajah Gujarat ke daratan Aceh. Menurut sebagian cerita, nama Aceh pun berawal dari sini, ketika pedagang Gujarat itu sampai ke tanah Aceh, Saat itu turun hujan lebat dan mereka berteduh di pohon-pohon kayu. Saat hujan itulah, alam didaerah tersebut menampakkan kebesaran Allah dan mereka terkagum-kagum dengan menyebutkan : “acha...acha...acha...”, yang artinya: “indah...indah...indah...”. dari kata Acha itu, nama ini kemudian mengalami metamorfosa menjadi Atjeh..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai dari sini, alis ke daerah Peunayong, kawasan China yang banyak berdiri Toko-Toko perdagangan, ada Nokia Customer Center, RM Istana, AHASS Honda dll, Wihara. Peunayong ini juga dulu menjadi basis pertahanan pasukan Aceh, saat Belanda sudah menguasai Mesjid Raya. Lepas dari peunayong, menyusuri Simpang Lima, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;alis ke Arah jalan Tgk Daud Beureuh, melintasi Pizza Hut, yang rame yang pengunjungnya banyak yang gak sadar kalo restaurant itu terkenal sebagau Junk Foodnya Amerika, sementara kita disini menjadi trend kalo makan di Pizza Hut itu gaya Amerika, hha…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SgeJSCto4qI/AAAAAAAAAEw/wWyVs5fYs1c/s1600-h/19.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:right;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SgeJSCto4qI/AAAAAAAAAEw/wWyVs5fYs1c/s200/19.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5334383226702586530" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gak banyak saksi sejarah di jalan Daud dan Tgk Chik Ditiro, cuma sedikit menyimak Mesjid di Jalan Ratu Safiatuddin yang berdiri megah seperti mesjid di timur tengah, dibelakangnya terdapat taman Pekan Kebudayaan Aceh yang dinamakan Taman Ratu Safiatuddin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SgeJlwBi2eI/AAAAAAAAAE4/VjjKggVU8m4/s1600-h/20.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SgeJlwBi2eI/AAAAAAAAAE4/VjjKggVU8m4/s200/20.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5334383565283187170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa Ratu Safiatuddin? Ratu ini adalah sosok pemimpin Sultanah di jaman Kerajaan Aceh yang menjadi panutan wanita-wanita Aceh dalam memperjuangkan Aceh dari siapa saja yang ingin mengambil Aceh. Berjalan terus ke lingke (lingke berasal dari kata China yang dimana dahulu, banyak pedagang China yang tinggal disini, gak seperti sekarang, banyak warga China yang tinggal di Peunayong, hhe. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SgeJzR_VR3I/AAAAAAAAAFA/pu4Ivfnb1kE/s1600-h/21.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 121px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SgeJzR_VR3I/AAAAAAAAAFA/pu4Ivfnb1kE/s200/21.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5334383797739014002" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan terus hingga alis menemukan Tugu Pena, Tugu yang dibuat dan diresmikan saat pembangunan Komplek Pelajar dan Mahasiswa Darussalam (Kopelma), tugu yang bertuliskan Berjuang sambil belajar, dan belajar sambil berjuang, menambah keinginan alis untuk terus berbakti pada Aceh lon Sayang..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SgeJ9TBpX-I/AAAAAAAAAFI/i4cBtG1KnW4/s1600-h/22.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SgeJ9TBpX-I/AAAAAAAAAFI/i4cBtG1KnW4/s200/22.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5334383969815846882" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ok, ada dua pilihan di simpang mesra ini, antara ke Darussalam, atau ke arah krueng Raya? Darussalam  gak banyak yang aneh, hanya kumpulan gedung-gedung Universitas Syah Kuala dan IAIN Ar Raniry. Jadi teringat dulu pas baca sejarah Syiah dan Sunni di Aceh, kalo dulu Syekh Abdur Rauf Assingkili (Syiah Kuala) dan Nurrudin Arraniry adalah dua tokoh Ulama terpandang di masing-masing jamannya yang memiliki perbedaan sangat signifikan tentang Islam. Terlepas dari siapa yang benar, kita harus mengerti bahwa mereka pasti berangkat dari tujuan yang sama untuk menyebarkan Islam di muka bumi Aceh. Ups, tadi pas di Simpang Jambo Tape (sekitar 2 km dari Mesjid Raya), lupa ngunjungin makan Syiah Kuala, ntar deh waktu pulang aja..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SgeP5NDMiSI/AAAAAAAAAFg/sGSCmGVgbAM/s1600-h/bentenga+3.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SgeP5NDMiSI/AAAAAAAAAFg/sGSCmGVgbAM/s200/bentenga+3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5334390496562022690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya pilihan jatuh ke arah Krueng Raya, perjalanan memakan waktu lebih kurang 1 jam lebih untuk sampai di daerah Ujung Bate, dimana di daerah ini pula pasukan belanda dulu masuk untuk menyerang Aceh dari arah Utara dan Timur. Saat itu Belanda Juga mendirikan benteng yang sekarang masih terlihat di pantai Ujung Batee lewat dikit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi jauh hari sebelum Belanda datang menyerang, Pasukan Portugis juga pernah menyerang tempat ini saat Kerajaan Aceh belum Berdiri, dulu yang menjadi pusat pemerintahan disini adalah Kerajaan Indra Patra, salah satu dari 3 kerajaan Hindu yang mencerminkan sebutan Aceh Lhee Sagoe (Indra Purwa, Indra Patra dan Indra Puri), ada sebuah benteng (di daerah ladong), sekitar 5 km dari arah ujung Batee ke Krueng Raya, yang menjadi saksi bisu, pernah ada kerajaan Hindu berdiri disini. Adapula saksi bisu kerajaan Lamuri yang didalam benteng itu terdapat tempat pemandian ratu, benteng pertahanan yang berlapis dan beberapa lubang yang alis curigai sebagai tempat meriam (hha)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SgePtyCdNoI/AAAAAAAAAFY/BZUraXcgYNM/s1600-h/bentenga+2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:right;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SgePtyCdNoI/AAAAAAAAAFY/BZUraXcgYNM/s200/bentenga+2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5334390300332603010" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SgePlVP4A4I/AAAAAAAAAFQ/P8dWBlDmVzs/s1600-h/benteng+1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SgePlVP4A4I/AAAAAAAAAFQ/P8dWBlDmVzs/s200/benteng+1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5334390155165303682" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itung-itung, perjalanan ke Krueng raya akan memakan jarak 10 km lagi, dan tak ada yang bisa dilihat disana, hanya ada Makam Malahayati, yang merupakan Pahlawan Wanita Aceh di Jaman kesultanan Ratu Safiatuddin, Malahayati pernah di abadikan menjadi nama pelabuhan yang sekarang menjadi pelabuhan bongkar muat barang untuk kota Banda Aceh ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SgeQIi4xqHI/AAAAAAAAAFo/GjkeZgChuEQ/s1600-h/malahayati.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 106px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SgeQIi4xqHI/AAAAAAAAAFo/GjkeZgChuEQ/s200/malahayati.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5334390760121935986" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke arah simpang mesra, perjalanan menuju Syiah Kuala, daerah ujung utara Pantai Aceh ini menampilkan pemandangan laut yang indah, sebelum menemui makam Syiah Kuala, kita akan menemukan Kuburan massal yang kedua,  kuburan ini adalah para korban di sekitar kampung ini yang sekarang menjadi tempat daerah resapan tsunami, gak banyak yang tinggal dan mamba rumah lagi di daerah ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SgeQff4A_pI/AAAAAAAAAFw/vylOIm3YNhY/s1600-h/syiah+kuala.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SgeQff4A_pI/AAAAAAAAAFw/vylOIm3YNhY/s200/syiah+kuala.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5334391154450431634" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makam Syiah Kuala masih sangat kokoh meski hanya berjarak sekitar 10-20 meter dari bibir pantai. Kuasa Allah menjadikan Makam ini bertahan dari terjangan tsunami dan sekarang sudah dipugar bersama dengan makam-makan murid beliau disampingnya. Dahulu di jaman Ratu Safiatuddin, disini pernah berdiri sebuah Universitas Islam terbesar di Dunia setelah Universitas Islam Kairo pimpinan Syekh Abdul Rauf Assingkili (Syiah Kuala). Nah, oleh karena jasanya itu pula nama beliau diabadikan menjadi nama Universitas Negeri di  Banda Aceh. Beliau sendiri adalah putra daerah Barus, dekat Singkil di Aceh bagian selatan, makanya namanya ada Assingkili.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ok, ta jak woe (kita pulang)…sambil pulang, kita bisa melihat pemandangan ke arah tujuan pulang berdiri dengan megahnya Gunung Seulawah Agam dan Seulawah Inong. Ada yang tau apa bedanya 2 gunung itu? Kalo Seulawah Agam, berdiri tegak sendiri menjulang tinggi, disalah satu kaki bukitnya, berdirilah kota Saree, tempat biasanya kita berhenti sejenak dalam perjalanan dari Medan-Banda Aceh maupun sebaliknya. Kalo Seulawah Inong, terdiri dari banyak gunung-gunung disekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SgeQ-E5j6RI/AAAAAAAAAGA/UdS-61BYgPU/s1600-h/pendopo+lama.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 164px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SgeQ-E5j6RI/AAAAAAAAAGA/UdS-61BYgPU/s200/pendopo+lama.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5334391679785101586" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SgeQwAHenBI/AAAAAAAAAF4/Flp7QOipIKw/s1600-h/pendopo.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SgeQwAHenBI/AAAAAAAAAF4/Flp7QOipIKw/s200/pendopo.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5334391437983128594" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan berlanjut ke arah Pendopo Gubernur, melintasi simpang Jambo Tape (simpang ini dulu pernah ada penjual Tape yang dijajakan di Pondok, makanya namanya Jambo Tape), sampai ke simpang Surabaya, belok kanan menuju pendopo. Tapi sebelum masuk ke Pendopo, alis singgah dulu di komplek makam Sultan Iskandar Muda, yang didalamnya juga terdapat Museum Aceh, Rumoh Aceh dan peninggalan kerajaan Aceh lainnya seperti Cakra Donya. Wah, kalo disini dibahas tentang Sultan Iskandar Muda, akan sangat panjang. Cakra Donya sendiri adalah hadiah dari negara sahabat kepada Sultan Aceh sebagai tanda persahabatan dua kerajaan. Menurut catatan Marcopolo, Cakra Donya ini berasal dari China, bukan dari Inggris seperti yang banyak orang-orang bilang. Lebih jelasnya bisa diliat langsung diketerangan gambarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SgeRLxdQI4I/AAAAAAAAAGI/XYMXoZYpims/s1600-h/makam+iskanda+rm+uda.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SgeRLxdQI4I/AAAAAAAAAGI/XYMXoZYpims/s200/makam+iskanda+rm+uda.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5334391915084260226" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SgeRg31YHaI/AAAAAAAAAGQ/z-4aeMcnOFE/s1600-h/rumoh+aceh.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SgeRg31YHaI/AAAAAAAAAGQ/z-4aeMcnOFE/s200/rumoh+aceh.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5334392277573311906" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah puas berjalan di komplek ini, perjalanan harus dilanjutkan ke Arah luar Banda Aceh. Melintasi kembali simpang surabaya, menuju arah Lueng Bata. Lueng Bata terkenal dengan daerahnya karena daerah ini dulu pernah menjadi ibukota kerajaan Aceh sementara saat Keraton mulai dikuasai Belanda pada agresi militernya ke dua, Sultan pernah bermukim disini bersama Tgk Imum Leung Bata dan merancang kembali penyerangan di Meunasah Leung Bata yang kini ditempat mesjid Jami’ Leung Bata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SgeSDJIKR6I/AAAAAAAAAGg/abFnXyZ2KrY/s1600-h/indrapuri.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SgeSDJIKR6I/AAAAAAAAAGg/abFnXyZ2KrY/s200/indrapuri.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5334392866331051938" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan sekarang menuju ke Arah Indrapuri, ada peninggalan bersejarah pula disini, ada mesjid Indrapuri, yang dulu adalah istana kerajaan Indrapuri, yang tidak lain adalah kerajaan hindu di Aceh. Letaknya yang strategis di pinggir sungai indrapuri menjadikannya sebuah bangunan yang megah dijamannya sesuai dengan benteng pertahanan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SgeRvd1wT6I/AAAAAAAAAGY/djyxsB8YjVY/s1600-h/cakra+donya.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:left;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SgeRvd1wT6I/AAAAAAAAAGY/djyxsB8YjVY/s200/cakra+donya.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5334392528293613474" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masuk ke arah pasar indrapuri, alis masuk ke arah Cot Glie, daerah pegunungan yang asri, yang masih belum terjamah oleh pembangunan, hhe. Untuk apa emangnya kesini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SgeVT-Hz5zI/AAAAAAAAAG4/4djQ0zrnB_I/s1600-h/chik+ditiro.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 165px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SgeVT-Hz5zI/AAAAAAAAAG4/4djQ0zrnB_I/s200/chik+ditiro.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5334396453969454898" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SgeVTmJO8dI/AAAAAAAAAGw/MSCGDRHSEZE/s1600-h/makam+chik+ditiro.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SgeVTmJO8dI/AAAAAAAAAGw/MSCGDRHSEZE/s200/makam+chik+ditiro.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5334396447532970450" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjumpai makamnya Tgk Chik Ditiro, makam yang terletak ditengah-tengah gunung ini adalah tempat peristirahatan seorang pahlawan terkenal yang bernama asli Muhammad Saman di Tiro yang dikenal Belanda dengan perjuangan Perang Sabilnya. Tgk Chik Ditiro meninggal karena diracun oleh saudaranya sendiri sesama bangsa Aceh yang diadu domba oleh Belanda. Berlanjut dari sini, pulang ke Arah Seulimum, alis menjumpai Makam Panglima Polem yang bernama Asli Teuku Panglima Polem Sri Muda Peurkasa Muhammad Daud. Panglima Polem adalah salah satu panglima Perang Teuku Umar yang berperang di Aceh Besar, Aceh Pasai sampai ke Sigli. Panglima Polem menyerah kepada Belanda bersama Sultan Muhammad Daud Syah pada 1903 yang secara kerajaan telah tunduk kepada belanda, namun perlawanan rakyat tetap berkibar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SgeViaqfyNI/AAAAAAAAAHI/1MrZMN0Dhrk/s1600-h/pang+polem.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 121px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SgeViaqfyNI/AAAAAAAAAHI/1MrZMN0Dhrk/s200/pang+polem.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5334396702149298386" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SgeViIyfkHI/AAAAAAAAAHA/SJNTg18IWf0/s1600-h/makam+pang+polem.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SgeViIyfkHI/AAAAAAAAAHA/SJNTg18IWf0/s200/makam+pang+polem.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5334396697351000178" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluar dari Seulimum Aceh Besar, alis berniat ke kota Jantho, tapi mengingat waktu sudah sore, perjalanan pulang kembali ke kota Banda Aceh mesti dilakukan, melewati daerah-daerah Aceh besar sampai kembali ke Kota Banda Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan berakhir, dengan berbagai pengalaman sejarah yang menakjubkan, anda harus mencoba…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1611356771716981006-4614073777584535392?l=jurnalisjh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalisjh.blogspot.com/feeds/4614073777584535392/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1611356771716981006&amp;postID=4614073777584535392' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1611356771716981006/posts/default/4614073777584535392'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1611356771716981006/posts/default/4614073777584535392'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalisjh.blogspot.com/2009/05/menyusuri-sejarah-kota-banda-aceh.html' title='Menyusuri sejarah kota Banda Aceh'/><author><name>Jurnalis JH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09859824603444744312</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SSTWJgz8gEI/AAAAAAAAAAk/RSbC5cL1K4o/S220/di+bawah+saksi+Proklamasi.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SgeAu3xRZxI/AAAAAAAAAB4/OfDozHp1wXc/s72-c/1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1611356771716981006.post-6243512889945351165</id><published>2008-12-30T00:02:00.000-08:00</published><updated>2009-05-19T00:24:33.879-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teknologi Informasi'/><title type='text'>Perkembangan Bisnis Telekomunikasi Indonesia</title><content type='html'>Telekomunikasi saat ini menjadi komoditas yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat, mulai dari lapisan masyarakat menengah ke bawah sampai ke jenjang menengah atas, telekomunikasi menjadi sebuah kebutuhan yang tidak bisa ditawar lagi dan hampir menjadi kebutuhan primer masyarakat. Penulis saat ini tidak akan membicarakan kebutuhan itu secara mendetail, juga tidak membahas masalah persaingan perusahaan penyedia layanan telekomunikasi di Indonesia, karena kita akan masuk kepada ruang lingkup yang sangat luas seiring dengan beragamnya strategi bisnis yang dijalankan masing-masing perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesempatan ini, penulis akan mengajak pembaca melihat kembali apa yang terjadi di masa lalu saat telekomunikasi masih berupa mimpi dan akhirnya diwujudkan dalam perjalanan bisnisnya, teknologinya dan regulasinya saat telekomunikasi itu sendiri sekarang menjadi sebuah bisnis yang menjanjikan. Tidak mungkin sebuah komoditi bisnis tiba-tiba muncul tanpa adanya sebuah metamorfosa rangkaian kehidupannya. Di lain kesempatan, kita akan membahas sejarah telekomunikasi diluar sisi bisnis yang akan kita bicarakan sekarang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1884, Pemerintah Hindia Belanda mendirikan Perusahaan Post-en Telegraafdienst yang menjadi pelopor perusahaan telekomunikasi di Indonesia yang kemudian dalam perkembangannya kita kenal dengan nama PT. Telkom. Dalam masa sebelum kemerdekaan, perusaahan ini mengalami banyak perubahan nama seiring perubahan fungsi kerja yang dikelola. Hingga sampai tahun 1965, perusaahan yang saat itu bernama PN Postel, dilebur menjadi PN Pos &amp; Giro dan PN Telekomunikasi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1966, saat Presiden Soeharto menjabat Presiden Republik Indonesia, karena kesigapannya mengikuti arah pembangunan Indonesia, Presiden Soeharto membentuk Tim Ahli Ekonomi Presiden mendampingi Kabinet Pembangunan Pertama dan mengeluarkan UU nomor 1 tentang Penanaman Modal Asing (PMA), yang menurut penulis adalah strategi pembangunan yang sangat jitu yang menjadi titik awal perkembangan telekomunikasi di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum Repelita dicanangkan, para pejabat Dirjen Postel sebenarnya sudah mengusulkan kepada Pemerintah agar Indonesia menjadi anggota Intelsat, yang merupakan Konsorsium Telekomunikasi Satelit Internasional yang berdiri tahun 1964. Usul ini didasari kepada Infrastruktur Telekomunikasi Indonesia saat itu masih menggunakan teknologi berfrekuensi tinggi (single-side band dan shortwave) untuk menyelenggarakan telekomunikasi hingga titik terjauh dengan segala macam permasalahannya. Dengan masuknya Indonesia ke Intelsat, diharapkan Indonesia mempunyai standarisasi telekomunikasi internasional. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah Soehardjono, yang menjadi Direktur Jendral Pos dan Telekomunikasi yang pertama di masa Orde Baru dan Sukarno Abdulrahman selaku Direktur Pembangunan PN Telekomunikasi, yang memperjuangkan agar Indonesia menjadi anggota ITU (International Telecomunication Union) dan menjadi founding member dari Intelsat. Dengan menjadikan Telekomunikasi sebagai sarana yang sangat penting dalam menjalankan visi dan misi Orde Baru, Pemerintah menyetujui usulan tersebut meskipun saat itu Pemerintah berada dalam kondisi keuangan yang tidak stabil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beranjak dari masalah tersebut, UU tentang Penanaman Modal Asing menjadi sebuah jawaban dari permasalah keuangan. Adalah ITT (International Telephone and Telegraph Corporation), sebuah perusahaan telekomunikasi raksasa Amerika Serikat saat itu yang menjadi perusahaan asing pertama yang menanamkan modalnya di bidang telekomunikasi sekaligus menjadi perusahaan asing kedua setelah Freeport di Papua yang menanamkan modalnya di Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan perjanjian kerja sama antara ITT dan Pemerintah Republik Indonesia diwakili Departemen Perhubungan saat itu, dimulailah babak baru perkembangan telekomunikasi di Indonesia, ITT menanamkan modalnya sebesar US$ 6,1 juta untuk membuat stasiun bumi pertama di Indonesia yang bertempat di Jatiluhur. Dalam perjanjian itu juga diatur soal kepemilikan Stasiun, pembagian keuntungan, pembayaran pajak dan hal-hal mengenai pengaturan operasional Stasiun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;29 September  1969, Stasiun diresmikan oleh Presiden dan menjadi hari bersejarah bagi per-telekomunikasian Indonesia dengan penggunaan Stasiun sebagai penyelenggara telekomunikasi internasional via Intelsat. Sesuai dengan perjanjian dan Undang Undang, ITT wajib melembagakan sebuah perusahaan sebagai penyelenggara kerjanya, maka lahirlah PT. Indonesian Satellite Corporation (Indosat) yang akan dipimpin oleh direksi yang berisi perwakilan kedua belah pihak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak dioperasikannya stasiun Jatiluhur, volume pembicaraan internasional Indonesia meningkat tiap tahunnya dan menjadi sebuah pangsa pasar bisnis yang menggiurkan. Fenomena ini menjadi bumerang bagi para pejabat telekomunikasi lokal, karena pasar yang sedemikian menguntungkan itu harus dibagi dengan pihak asing sesuai dengan MoU yang telah disepakati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara perkembangan teknologi, Perumtel (telah berganti nama), menjadi perusahaan yang merasa paling dirugikan oleh kehadiran Indosat, karena Perumtel saat itu tidak mendapatkan bagian apa-apa dari percakapan internasional, padahal percakapan itu juga memakai jasa Perumtel yang menangani percakapan nasional. Sebagai contoh, seorang di Surabaya yang menelepon ke Belanda, harus melalui stasiun Jatiluhur (jalur nasional) sebelum akhirnya dihubungkan dengan Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai Informasi tambahan, sejak 1881, sebenarnya di bawah permukaan laut Indonesia telah dibangun SKKL (Sistem Komunikasi Kabel Laut), yang menjadi sarana Pemerintah Hindia Belanda berkomunikasi saat masih menyerang Kesultanan Aceh untuk memberitahukan perkembangan penyerangan dan meminta bantuan kepada Batavia. Sejak tahun 1966, proyek SKKL dihentikan, dan diganti dengan  SKSD (Sistem Komunikasi Satelit Domestik) yang menjadikan Satelit sebagai tulang punggung infrastruktur Telekomunikasi di Indonesia dan mulai dioperasikan tahun 1975. Kebijakan ini diambil oleh Pemerintah dengan menjadikan Proyek SKSD menjadi Proyek Nasional dan mencatatkan Indonesia sebagai nagara kedua di dunia setelah Kanada yang memakai Satelit sebagai sarana telekomunikasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1976, satelit Palapa 1 diluncurkan dari Florida. Dan mulai saat ini, telekomunikasi nasional dan internasional di Indonesia masuk ke level yang lebih baik dengan ditunjang oleh jaringan modern gelombang mikro, kabel bawah laut, dan kabel serat optik. Tahun ini juga Indonesia memenuhi syarat Interkonetivitas seperti yang diharapkan dalam CCIR dan CCITT (badan internasional yang menetapkan standar untuk Radio, telepon dan telegraf).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu Indonesia mempunyai perusahaan telekomunikasi bonafit di Dunia yaitu Indosat dengan stasiun bumi di Jatiluhur yang menyelenggarakan telekomunikasi internasional, dan Perumtel dengan satelit Palapanya yang menyelenggarakan telekomunikasi nasional dan regional. Indonesia menjadi lahan subur bagi perkembangan telekomunikasi karena luas wilayahnya, pasar yang menguntungkan, serta keadaan keuangan negara Indonesia di pertengahan dasawarsa 1970an yang tengah surplus dikarenakan keuntungan dari sektor Migas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ilmuwan telekomunikasi indonesia, pada awal dasawarsa 1980an, melihat perkembangan telekomunikasi ini menjadi sebuah bisnis yang bagus dan akan sangat merugikan Pemerintah jika bidang ini masih dibagi hasil dengan pihak asing, maka munculah ide untuk mengakuisisi Indosat dari kepemilikan asing dengan menjadikan perusahaan itu sebagai BUMN. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, bermodal Kepres Nomor 52 tahun 1980, para pejabat telekomunikasi itu menjajaki kembali perjanjian dengan ITT tentang kepemilikan Indosat. Dengan alasan perjanjian itu tidak sesuai lagi dengan keadaan pembangunan yang sedang  terjadi di Indonesia, pemerintah Indonesia secara resmi berniat untuk membeli Indosat dan menjadikannya BUMN. Dengan serangkaian perundingan yang alot yang juga melibatkan pemerintah Amerika Serikat, maka disetujui pembelian 100 % saham Indosat oleh Pemerintah, dan Indosat resmi menjadi BUMN dengan harga US$ 43, 6 juta dengan kurs Rupiah terhadap dolar saat itu sebesar Rp 625.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;George Hunter yang saat itu menjabat sebagai Managing Director Indosat mengatakan bahwa:&lt;br /&gt;”Keputusan Pemerintah Republik Indonesia untuk membeli Indosat tidak lepas dari adanya orang-orang di Perumtel yang arogan dan tak ingin kehilangan revenue nya ke Indosat.” &lt;br /&gt;Terlepas dari benar tidaknya anggapan itu, dalam dunia bisnis, terlebih di bidang telekomunikasi yang saat itu sedang berkembang pesat, akan sangat mudah terjadi silang pendapat dan kebijakan yang saling bersentuhan dengan kepentingan masing-masing stake holder yang bermain di dalamnya. Penjualan Indosat kepada SingTel serta kemudian kepada Qtel baru-baru ini juga tidak lepas dari strategi bisnis yang tidak lain bertujuan agar Perusahaan dapat bertahan dan dapat meraup untung sebanyak-banyaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelahiran Perusahaan penyedia telekomunikasi di indonesia seperti PT. Excelcomindo Pratama, PT. Mobile-8 Telecom dan PT Telkomsel dan lain-lain juga ikut meramaikan persaingan dunia bisnis telekomunikasi di Indonesia yang sebenarnya telah ada sejak Indosat berdiri dan menjadi pesaing Telkom di bisnis telekomunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun strategi bisnis ini sekarang tengah beralih kepada strategi permainan  tarif, namun penulis yakin, masing-masing perusahaan tetap berkomitmen untuk menyelenggarakan telekomunikasi Indonesia yang menjadikan kepuasan pelanggan sebagai prioritas utama dalam bisnisnya. Strategi bisnis yang dijalankan oleh sarjana telekomunikasi Indonesia pada rentang tahun 1960-1980 dapat menjadi pelajaran yang sangat berharga, tidak hanya menjadi sebuah sejarah yang ditulis dalam buku, tapi juga menjadi motivasi perusahaan dalam menyediakan layanan telekomunikasi di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah juga hendaknya ikut serta dalam mengatur perkembangan itu, tidak hanya menjadi pengguna tanpa memiliki andil yang besar dalam kemajuan teknologi dan bisnis telekomunikasi. Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo), Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), serta pihak-pihak lain dapat ikut serta dalam membenahi permasalahan yang ada dan dapat merumuskan solusi dari ancaman dan gangguan serta kemajuan teknologi yang akan terjadi masa akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan informasi tentang sejarah pertelekomunikasi di Indonesia ini, penulis berharap seluruh masyarakat dapat lebih mengenal sarana yang dipakai terkait masalah perkembangan teknologi, regulasi dan permasalahan yang terjadi didalamnya. Juga diharapkan agar masyarakat juga ikut ambil bagian dalam perkembangan teknologi dan bisnis telekomunikasi dengan memanfaatkannya untuk mendirikan lapangan kerja baru bagi penduduk indonesia, terutama di Aceh, menciptakan teknologi-teknologi dan inovasi yang mendukung telekomunikasi dan membantu pemerintah dengan  memberikan saran dan kritikan terhadap bidang bisnis yang menjanjikan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telekomunikasi di Indonesia menjadi sebuah pasar bisnis yang menggiurkan untuk saat ini dan masa akan datang, selain jumlah penduduknya yang banyak, pola hidup masyarakat indonesia juga masyarakat Aceh sangat cepat beradaptasi dengan perkembangan teknologi, dan teknologi telekomunikasi adalah teknologi yang mempunyai kompabilitas tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita akan melihat sepuluh tahun kedepan, seluruh masyarakat di Aceh dan di Indonesia telah dapat tersambung dengan berhasilnya penyedia layanan telekomunikasi untuk menjalankan “sumpah palapa” yang mempunyai cita-cita untuk menyatukan nusantara walaupun dengan filosofi berbeda untuk jaman modern saat ini&lt;br /&gt;Terakhir penulis mengambil kalimat dari Sukarno Abdulrahman yang dapat kita jadikan acuan dalam berbisnis teknologi telekomunikasi:&lt;br /&gt;“Dalam telekomunikasi, yang penting bukanlah standarisasi, melainkan kompabilitas”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1611356771716981006-6243512889945351165?l=jurnalisjh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalisjh.blogspot.com/feeds/6243512889945351165/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1611356771716981006&amp;postID=6243512889945351165' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1611356771716981006/posts/default/6243512889945351165'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1611356771716981006/posts/default/6243512889945351165'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalisjh.blogspot.com/2008/12/perkembangan-bisnis-telekomunikasi.html' title='Perkembangan Bisnis Telekomunikasi Indonesia'/><author><name>Jurnalis JH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09859824603444744312</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SSTWJgz8gEI/AAAAAAAAAAk/RSbC5cL1K4o/S220/di+bawah+saksi+Proklamasi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1611356771716981006.post-8611401988452583103</id><published>2008-12-30T00:00:00.000-08:00</published><updated>2009-05-18T23:54:01.567-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejarah'/><title type='text'>Tjoet Njak Dhien</title><content type='html'>Berbicara masalah gender, Aceh dapat dijadikan contoh bagi daerah lain di Indonesia. Sejarah panjang yang dimiliki daerah ini membuktikan bahwa para wanita Aceh telah merdamabaktikan dirinya dalam berbagai bidang, baik sebagai pemimpin di tingkat paling rendah sampai dengan pemimpin tertinggi di masyarakat. Dalam struktur masyarakat, wanita mempunyai otonomi yang cukup, yang mana terlihat pada sebutan po rumoh bagi wanita. Di bidang lain terlihat dari adanya wanita yang menjadi Sultanah, Laksamana, Uleebalang dan tidak sedikit yang berperan sebagai pemimpin perlawanan terhadap penjajah.&lt;br /&gt;Peran wanita di Aceh dalam bidang peperangan secara panjang lebar telah diuraikan oleh H.C. Zentgaff. Beliau menyebut para wanita Aceh sebagai “de leidster van het verzet” (pemimpin perlawanan) dan grandes dames (wanita-wanita besar). Keberanian dan kesatriaan wanita Aceh melebihi segala wanita lain, lebih-lebih dalam mempertahankan cita-cita bangsa dan agamanya baik di belakang layar, maupun tampil ke garis depan perjuangan. Lebih detail, H.C. Zentgaff menyebutkan dalmam pernyataannya:&lt;br /&gt;“Dari pengalaman yang dimiliki oleh panglima-panglima perang Belanda yang telah melakukan peperangan di segala penjuru dan pojok kepulauan Indonesia, bahwa tidak ada bangsa yang lebih pemberani perang serta fanatik, dibandingkan dengan bangsa Aceh, dan kaum wanita Acah yang melebihi kaum wanita di daerah lainnya, dalam keberanian dan tidak takut mati. Bahkan mereka pun melampaui kaum laki-laki Aceh yang sudah dikenal bukanlah laki-laki lemah dalam mempertahankan cita-cita dan agama mereka.&lt;br /&gt;Salah satu srikandi yang sesuai dengan gambaran Zentgaff adalah Cut Nyak Dhien. Cut Nyak Dhien adalah pahlawan Nasional yang ditetapkan melalui Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 106/TK/1964 tanggal 2 mei 1964.&lt;br /&gt;Cut Nyak Dhien&lt;br /&gt;Cut Nyak Dhien dilahirkan pada tahun 1848 di kampung Lam Padang Peukan Bada, wilayah VI mukim, Aceh besar. Ia merupakan seorang putri uleebalang yang berdarah pahlawan, Teuku  Nanta Seutia. Teuku  Nanta Seutia berasal dari keturunan Machoedoem Sati, seorang perantau dari daerah Sumatra Barat. Ia diperkirakan datang ke Aceh pada abad 18 ketika kerajaan Aceh diperintah oleh Sultan Jamalulu Badrul Munir (1711-1733)&lt;br /&gt;Machoedoem Sati kemudian berpindah ke muara sungai Woyla, perbatasan daerah Pidie, kampung itu bernama Kuala Bhee dan menetap disana. Atas jasa-jasanya pada Sultan Aceh, Machoedoem Sati diberi kekuasaan di VI mukim untun turun temurun dan namanya diganti menjadi Nanta Seutia Raja. Ia kemudian memiliki dua orang putra yang diberi nama Teuku  Nanta Suetia dan Teuku  Cut Mahmud. Teuku  Nanta Seutia (ayah Cut Nyak Dhien) yang kemudian menjadi penerus uleebalang. Sedangkan Teuku  Cut Mahmud menikah dengan adik raja Meulaboh Cut Mahani. Hasil perkawinan ini lahirlah 4 orang putra yang salah seorangnya adalah Teuku  Umar (suami kedua Cut Nyak Dhien). Maka, Cut Nyak Dhien dan Teuku  Umar adalah sepupu yang juga Suami Isteri.&lt;br /&gt;Ibu Cut Nyak Dhien juga berasal dari keturunan bangsawan, putri seorang uleebalang terkemuka dari kemukiman Lampagar, juga wilayah VI mukim. Sebagaimana lazimnya putri bangsawan dan putri Aceh lainnya, sudah sejak kecil Cut Nak Dhien memperoleh pendidikan, khususnya pendidikan agama. Pendidikan itu diberikan baik dari orang tuanya, maupun dari guru-guru agama pada waktu itu. Pengetahuan tentang rumah tangga seperti memasak, cara menghadapi atau melayani suami, serta hal lain tentang tata kehidupan berumahtangga didapatkan dari ibunya dan kerabat orangtua perempuan tersebut. Karena didikan tersebut, Cut Nyak Dhien mempunyai sifat-sifat yang tabah, lembut dan tawakal.&lt;br /&gt;Seperti lazimnya pada masyarakat bangsawan di Aceh, perjodohan antara sesama kerabat bangsawan menjadi hal yang lumrah. Di saat Cut Nyak Dhien menginjak umur 12 tahun, ia dijodohkan oleh orang tuanya dengan anak saudara laki-laki dari pihak ibunya yang bernama Teuku  Ibrahim Lamnga, putra Teuku  Po Amat, uleebalang LamNga XIII mukim Tungkop, Sagi XXVI mukim Aceh besar. Teuku  Ibrahim anak seorang uleebalang, tetapi juga disebabkan seorang pemuda yang taat agama, berpandangan luas, seorang alim yang memperoleh pendidikan dari Dayah Bitay&lt;br /&gt;Pernikahan mereka dilangsungkan secara meriah, Teuku  Nanta mendatangkan penyair terkenal Do Karim untuk membawakan syairnya dihadapan para undangan, syair-syair yang dibawakan mengandung ajaran-ajaran agama yang sangat berguna bagi pegangan hidup. Setelah Cut Nyak Dhien dan Teuku  Ibrahim merasa sudah cukup siap mandiri membiayai rumah tangganya, mereka pindah rumah yang telah disediakan oleh Teuku  Nanta.&lt;br /&gt;Awal perjuangan&lt;br /&gt;Pecahnya perang melawan kolonial Belanda 1873 menggerakkan seluruh rakyat Aceh untuk berjuang mengusir kolonial. Sultan Aceh, uleebalang beserta rakyatnya bersama-sama mempertahankan Aceh dari serangan Belanda. Mesjid Raya dan Keraton dipertahankan mati-matian oleh rakyat Aceh, meskipun pada tanggal 6 januari 1874, Mesjid itu jatuh ke tangan Belanda, Keraton dihujani peluru dan dapat dikuasai oleh Belanda pada tanggal 31 januari 1874.&lt;br /&gt;Selama berkecamuknya peperangan, Teuku  Chik Ibrahim meninggalkan Cut Nyak Dhien di Lampadang untuk berjuang. Oleh karena itu, Teuku  Ibrahim jarang berada dirumah. Bersama Teuku  Imum Leungbata maju keperbatasan VI mukim dan berusahan menaklukkan Meuraksa. Belanda semakin gencar untuk menundukkan daerah lainnya di luar Keraton dan Mesjid Raya.&lt;br /&gt;Pasukan Belanda bergerak terus menuju wilayah IX mukim dan pasti akan menuju ke VI mukim, berbulan-bulan Teuku  Chik Ibrahim tidak bertemu Cut Nyak Dhien. Kedatangannya ingin mengabarkan kepada Cut Nyak Dhien dan rakyat VI mukim harus meninggalkan Lampadang dan mengungsi ke tempat yang lebih aman dan menyiapkan bekal yang cukup untuk melakukan perjalanan yang panjang. Pada tanggal 29 desember 1875, rombongan Cut Nyak Dhien meninggalkan Lampadang.&lt;br /&gt;Pasukan Teuku  Nanta dan Teuku  Ibrahim yang bermaksud mempertahankan VI mukim akhirnya harus menyingkir akibat serangan Belanda yang dipimpin oleh Van der Hayden. Akhirnya, daerah VI mukim berhasil dikuaisai kolonial. Pada tanggal 29 juni 1878, dalam suatu pertempuran di Lembah Beurandeun Gle’ Taron, kemukiman Montasik, Sagi XXII Mukim, Teuku  Ibrahim dan beberapa pengikutnya syahid. Menurut Szkely Lulofs (1951), penyebab peristiwa itu, selain persenjataan yang tidak banyak, juga karena adanya pengkhianatan yang dilakukan oleh seorang Arab bernama Habib Abdurrahman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjuangan&lt;br /&gt;Kekecewaan dan kesedihan sebagai akibat ditinggal suaminya dan darah kepahlawanan yang mengalir dari keluarganya menjadi dasar kuat bagi Cut Nyak Dhien, bahkan ia pernah berjanji akan bersedia kawin dengan laki-laki yang dapat membantunya untuk menuntut bela terhadap kematian suaminya.&lt;br /&gt;Adalah suatu hal yang tepat bila kemudian datang seorang laki-laki yang bersedia membantu Cut Nyak Dhien membalaskan dendam kepada Belanda, setelah bertahun-tahun menjanda, ia dipinang oleh Teuku  Umar yang kebetulan adalah cucu dari kakek Cut Nyak Dhien sendiri. Teuku  Umar yang berjiwa muda, keras, dan pikirannya yang susah ditebak berbeda dengan Cut Nyak Dhien yang lembut, agung, bijaksana, tabah dan sabar. Mulanya Cut Nyak Dhien menolak pinangan itu, tetapi karena Teuku  Umar memberi restu apabila Cut Nyak Dhien ikut berperang, maka kemudian, pinangan itu diterima.&lt;br /&gt;Bersatunya dua kesatria ini mengobarkan kembali semangat juang rakyat Aceh. Kekuatan yang telah terpecah kembali dipersatukan. Belanda di Kutaraja mendengar pernikahan antara Teuku  Umar dan Cut Nyak Dhien. Uleebalang yang memihak Belanda merasa kecut juga mendengar pernikahan mereka , adapun Tgk Chik di Tiro dan kawan-kawan seperjuangannya amat mendukung pernikahan mereka.&lt;br /&gt;Bukti dari ampuhnya persatuan kedua pejuang Aceh ini adalah dapat direbut kembali wilayah VI mukim dari tangan Belanda. Cut Nyak Dhien dapat pulang lagi ke kampung halamannya, pada saat itu Teuku  Nanta sudah sangat tua, oleh karena itu, Cut Rayut diangkat menjadi uleebalang pengganti Teuku  Nanta. Namun sesungguhnya pengangkatan itu hanya sekedar kamuflase saja. Dengan diangkatnya Cut Rayut menjadi uleebalang, Cut Nyak Dhien akan bebas menjalankan politik dalam perjuangan Aceh. Cut Nyak Dhien kembali membangun rumah tangganya di Lampisang. Rumah ini menjadi markas pertemuan para tokoh pejuang dan alim ulama yang mengorbankan semangat jihad fisabilillah.&lt;br /&gt;Selama Cut Nyak Dhien mendampingi Teuku  Umar, banyak hal yang dapat dijadikan sebagai sebuah pengalaman menarik. Teuku  Umar adalah seorang pejuang yang unik, iai dicintai rakyat, tapi pernah dibenci juga. Taktik Teuku  Umar didalam peperangan menghadapi Belanda tergolong aneh bagi orang lain dan juga Cut Nyak Dhien sendiri. Ia pernah membantu Belanda atas permintaan Gubernur Aceh Loging Tobias, untuk membebaskan Kapal Inggris yang terdampar, kemudian disita oleh Teuku  Imam Muda Raja Tenom. Namun pada saat itu terjadi penyerangan terhadap awak kapal yang dilakukan oleh pejuang Teuku  Umar. Setelah peristiwa itu, Teuku  Umar kembali ke Lampisang dan tidak mau lagi bekerja sama dengan Belanda. Tetapi rakyat Aceh tidak langsung percaya Teuku  Umar, persoalan ini selesai setelah Kapal Nisiero baru diselesaikan setelah Belanda membayar tebusan sebesar 100.000 dolar kepada Raja Teunom &lt;br /&gt;Kejadian lain adalah pada tanggal 14 juni 1886 Teuku  Umar kembali mengadakan serangan terhadap kapal Hok Canton, kapal ini berlabuh di pantai Rigaih. Waktu itu Hansen beserta istrinya dan juru mudi Faya ditawan, karena Hansen meniggal, maka istrinya dan Faya dibawa ke gunung. Belanda berusaha untuk mencari kontak dengan Teuku  Umar, tetapi tidak ada hasilnya. Sekali lagi Gubernur Belanda memberikan tebusan 25.000 kepada Teuku  Umar, uang itu dibagi-bagikan kepada rakyat Aceh.&lt;br /&gt;Namun kemudian, pada tanggal 30 september 1893, Teuku  Umar beserta pasukannya yang berkekuatan 250 orang secara resmi bersedia membantu Belanda dan menyatakan tunduk kepada Belanda di Kutaraja. Teuku  Umar bersedia untuk mengamankan Aceh dan Belanda memberikan senjata yang lengkap kepada pasukannya untuk menjalankan misinya mengamankan Aceh. Teuku  Umar diberikan tanggung jawab panglima dan diberikan gelar Teuku Umar Johan Pahlawan. Rumahnya di Lampisang dibangun oelh pemerintahan Belanda. Bentuknya disesuaikan denga bentuk rumah pejabat Belanda dan dihiasi taman serta diberikan fasilitas yang memadai. Teuku  umar kemudian menjalankan tugas dari Belanda untuk merebut daerah-daerah yang masih dikuasai oleh pejuang Aceh. Namun ternyata perjuangan itu hanya bersifat sandiwara saja bersama Cut Nyak Dhien dan pada tanggal 29 maret 1896 ia kembali membawa pasukannya untuk kembali dengan masyarakat Aceh dan membawa persenjataan yang lengkap yang merupakan hasil curian dari Belanda&lt;br /&gt;Mengetahui pengkhianatan yang dilakukan Teuku  Umar, Belanda mencabut jabatan sebagai panglima perang, gelar kebesaran Johan Pahlawan dan menyatakan perang terhadap Teuku  Umar. Rumahnya di Lampisang dibakar dan dihancurkan oleh Belanda. &lt;br /&gt;Akhirnya Teuku  Umar beserta Cut Nyak Dhien pergi ke daerah Barat Aceh dan bertempur habis-habisan melawan Belanda. Selama itu pula Belanda terus mengejar keberadaan pasukan yang dipimpin suami istri tersebut. Pada tanggal 11 Februari 1899, Teuku Umar berniat menyerang kedudukan Belanda di Meulaboh, namun misi ini telah diketahui Belanda, dan Belanda mengirim pasukannya di daerah Suak Ujung Kalak Meulaboh untuk menunggu rombongan. Di daerah ini pula terjadi peperangan antara kedua pihak dan Teuku  Umar syahid tertembak peluru Belanda. Jenazahnya dibawa oleh pasukan Aceh ke daerah lain. Kematian ini diketahui oleh Cut Nyak Dhien, dan dengan tekad yang membara, Cut Nyak menyediakan diri untuk memimpin perjuangan kembali.&lt;br /&gt;Dalam perjuangannya, Cut Nyak Dhien dibantu oleh para uleebalang, datuk-datuk, serta penyair-penyair yang senantiasa membakar semangat juang masyarakat Aceh. Ribuan tentara Belanda tewas dan jutaan uang dihabiskan demi mengejar Cut Nyak Dhien. Tokoh tokoh yang membantu perjuangan Cut Nyak Dhien diantaranya adalah Teuku  Ali Baet menantunya yang memberikan uang dan senjata kepada rombongan. Ada pula Teuku  Raja Nanta, adik Cut Nyak Dhien yang sempat berpisah dari rombongan karenan kejaran Belanda, dan akhirnya syahid di pedalaman Meulaboh. Pada saat itu pula terjadi perlawanan oleh Sultan Muhamammad Daud Syah dan Panglima Polim yang berjuang di daerah Pidie.&lt;br /&gt;Dalam perjuangan grilyanya, pendukung setia Cut Nyak Dhien selalu menjaga siang malam dan berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain untuk menghindari penggerebekan yang dilakukan Belanda yang tidak lain adalah imbas dari pelaporan para pengkhianat yang memberitahukan dimana posisi rombongan Cut Nyak Dhien.&lt;br /&gt;Ada 2 Kapten Belanda yang menjabat saat perjuangan Cut Nyak Dhien, yaitu Van Heutz dan Van Dalen. Selama Van Heutz memimpin penjajahan (1898-1904), rakyat Aceh menderita korban sebanyak 20.600 orang. Pada tanggal 8 februari 1904 Van Dalen melakukan perjalanan panjang selama 163 hari kepedalaman Aceh, ia disertai 10 brigade marsose. Tujuannya adalah untuk menumpas habis perlawanan Aceh yang masih aktif di tanah Gayo (Aceh tengah dan Aceh tenggara). &lt;br /&gt;Karena pengejaran habis-habisan tersebut, ruang gerak rombongan Cut Nyak Dhien tedesak, baik dari segi material senjata, bahan makanan yang tersedia, mental berjuang yang semakin kendur, serta fisik yang mulai menurun dikarenakan berbagai faktor yang membuat Cut Nyak Dhien menjadi sakit-sakitan dan terkadang dipapah saat melakukan perpindahan dari satu gubuk ke gubug yang lain.&lt;br /&gt;Kondisi ini membuat Pang Laot, salah seorang pengikut setia Cut Nyak Dhien mengusulkan kepada Cut Nyak Dhien untuk menghentikan perlawanan dan menjaga kesehatannya dalam perawatan Belanda, namun Cut Nyak Dhien meresponnya dengan kemarahan sambil mengeluarkan perkataan: “lebih baik aku mati di rimba daripada menyerah kepada kafir Kompeni”.&lt;br /&gt;Namun, dengan berat hati, Pang Laot akhirnya menyerahkan diri kepada Belanda dan memberitahukan kepada Belanda di mana keberadaan Cut Nyak Dhien, dengan perundingan kepada Jendral Van Nuuren bahwa Cut Nyak Dhien akan dirawat sebagai seorang Pahlawan dan tidak akan dijauhkan dari masyarakat Aceh yang dicintainya. Perundingan ini disetujui oleh jendral Van Veltman&lt;br /&gt;Atas kesepakatan itu, pada tanggak 23 Oktober 1905, Van Veltman mengerahkan pasukannya sebanyak 6 brigade (120 bayonet) ke daerah Pameue. Terjadi perlawanan dari para pengikut Cut Nyak Dhien, namun jumlah serdadu yang sangat minim membuat pasukan Aceh yang dipimpin Panglima Habib Panjang kalah, dan sang Panglimai pun syahid ketika hendak menyelamatkan anak buahnya.&lt;br /&gt;Cut NyakDhien dikejar sampai ke daerah Beutong, namun sekali lagi paukan Aceh berhasil melarikan diri dengan jumlah yang sangat sedikit untuk melindungi Cut Nyak Dhien. Pada tanggal 7 november 1905, seorang anak kecil kurir Cut Nyak Dhien berhasil ditangkap oleh pang Laot dan dimintai keterangannya tentang keberadaan Cut Nyak Dhien. Berita itu membuat jendral Van Veltmen langsung memerintahkan pasukannya untuk bergerak. Akhirnya pencarian pun berakhir, Cut Nyak Dhien ditemukan, namun Cut Gambang putri Cut Nyak Dhien berhasil melarikan diri dengan lukak di dadanya. Pada saat ditangkap, Cut Nyak Dhien tidak mampu menahan emosinya kepada Pang Laot, Cut Nyak Dhien melontarkan sumpah serapah baik kepada Pang Laot, maupun kepada Belanda yang pada saat itu memperlihatkan sikap hormat.&lt;br /&gt;Untuk beberapa saat, Cut Nyak Dhien diperlakukan sebagai seorang Pahlawan oleh Belanda, diberika fasilitas dan pelayanan yang baik. Namun rasa simpati dari rakyat tidak pernah hilang kepada Cut Nyak Dhie, membuat Cut Nyak Dhien sering dikunjungi oleh para masyarakat. Keadaan ini membuat Van Daalen selaku Gubernur Belanda merasa cemas dan mengusulkan untuk mengasingkan Cut Nyak Dhien ke Sumedang agar jauh dari rakyat Aceh.&lt;br /&gt;Satu tahun berada di pengasingan Sumedang, Cut Nyak Dhien mendirikan Pengajian untuk masyarakat sekitar dan pada tanggal 6 November 1908, seorang pejuang Srikandi Aceh itu pun syahid dalam pengasingan jauh dari keluarga dan rakyat yang dicintainya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1611356771716981006-8611401988452583103?l=jurnalisjh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalisjh.blogspot.com/feeds/8611401988452583103/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1611356771716981006&amp;postID=8611401988452583103' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1611356771716981006/posts/default/8611401988452583103'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1611356771716981006/posts/default/8611401988452583103'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalisjh.blogspot.com/2008/12/tjoet-njak-dhien.html' title='Tjoet Njak Dhien'/><author><name>Jurnalis JH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09859824603444744312</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_52K4rtcsQks/SSTWJgz8gEI/AAAAAAAAAAk/RSbC5cL1K4o/S220/di+bawah+saksi+Proklamasi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1611356771716981006.post-6134908380244517423</id><published>2008-12-29T23:53:00.000-08:00</published><updated>2008-12-30T00:00:14.822-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejarah'/><title type='text'>Asal Usul nama Aceh</title><content type='html'>Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam kini adalah nama resmi sebuah daerah di ujung Sumatra dan menjadi ujung bujur barat dari letak Geografis Indonesia. Nama ini baru saja kita nikmati setelah pergantian nama dari Daerah Istimewa Aceh yang merupakan Implementasi dari penerapan Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA). Nama ini menandaskan Daerah ini siap dari sisi brand name untuk menyelanggarakan Syariat Islam yang telah beberapa tahun dijalankan. Nama mempunyai arti yang sangat dalam untuk menjelaskan karakter danri sebuah identitas, karena dengan nama, kita dapat dikenal. Dan nama Aceh ternyata telah mengalami masa perjalanan yang sangat panjang sehingga kita sekarang hanya mengenal Nanggroe Aceh Darussalam&lt;br /&gt;Penulis akan mengambil dari berbagai referensi buku dan ceritera dari para sejarawan yang masih mengingat sejarah nama aceh untuk memberikan informasi itu kepada khalayak masyarakat Aceh dengan harapan kita dapat lebih mengenal daerah kita dari sisi sejarah yang mengidentifikasi kita bahwa Aceh mempunyai sejarah religius, keberagaman bangsa dunia dan yang pasti, keberagaman Sarakata.&lt;br /&gt;Dalam bukunya Tarich Atjeh dan Nusantara, HM Zainuddin menyebutkan beberapa sumber yang penulis simpulkan sebagai berikut:&lt;br /&gt;Lebih kurang 400 tahu
